Seandainya aku bisa memutar waktu Seandainya aku saat itu tidak egois Seandainya saat itu aku tidak kebawa emosi Seandainya saat itu aku mendengarkan perkataannya dulu Seandainya saat itu aku tidak kebakar emosi Seandainya aku saja yang seharusnya di posisinya seperti itu Sekarang semua itu hanya seandainya saja, karena semua sudah terlambat. Park Hyunki hanya dapat berdoa agar istri tercinta dapat bangun dari komanya dan kumpul bersama dia dan anak mereka Ye Joon dan entah kapan itu akan terjadi, hanya waktu yang dapat menjawabnya. Hari ini Park Hyunki mau tidak mau disibukkan dengan pekerjaannya, karena ada beberapa customer yang mau membeli lukisannya dengan jumlah yang banyak. Tentu saja itu menjadi kabar baik untuknya karena saat ini Hyunki membutuhkan uang yang banyak walaupun mertuanya dengan sukarela bilang bakal membantu biaya rumah sakit, tetapi Hyunki memilih menolaknya karena dia masih mampu untuk membiayai semua biaya perawatan istrinya. Bagaimanapun biaya perawatan istrinya masih menjadi tanggung jawabnya walaupun mereka sudah bercerai. Makanya hari ini Hyunki seharian berada di rumahnya untuk menyelesaikan beberapa lukisan pesanan dari customernya dan mau tidak mau dia tidak dapat berada di rumah sakit menemani istrinya, tetapi walaupun begitu dia masih mencari kabar perkembangan istrinya di ruang ICU lewat WA dengan dokter yang merawat istrinya. "Halo Wendy", ujar Hyunki menelpon asistennya " Halo Pak Hyunki, ada yang bisa saya bantu pak", sahut Wendy "Wendy ini beberapa lukisan pesanan Pak Albert sudah saya bereskan semua, apakah kamu bisa menyuruh Andrew besok ke rumah saya untuk membawanya ke rumah Pak Albert", sahut Hyunki " Siap pak. Oh ya pak, apakah Pak Albert sudah melakukan pembayaran atau baru bayar depositnya dulu?" "Pak Albert baru bayar depositnya sebesar Rp 10.000.000 nanti sisanya kamu tagih dan buatkan invoicenya ya dan kalau Pak Albert membutuhkan faktur pajak jangan lupa kamu buatkan juga ya, jangan sampai lupa ya Wendy" "Baik pak. Oh ya pak, kalau lukisan pesanan Pak Derry apakah sudah beres juga?" " Belum Wendy, saya baru bereskan dua lukisan saja, toh lukisan pesanan Pak Derry baru diambil minggu depan khan" " Betul Pak, berarti lukisan pesanan Pak Derry tinggal 10 lagi ya" "Iya Wendy, kalau Pak Derry mau ambil dulu dua lukisan ini tidak apa-apa toh Pak Derry juga sudah bayar depositnya sebesar Rp 5.000.000,tetapi kamu tanya dulu ya Wendy ke Pak Derry nya" "Siap Pak" "Oh ya Wendy di galeri stock lukisan saya tinggal berapa ya? Apakah masih banyak atau tinggal sedikit? " "Stock lukisan di galeri tinggal beberapa lagi pak,sudah seminggu ini galeri rame dengan customer yang membeli lukisan pak" "Syukurlah Wendy, kalau gitu nanti suruh Andrew datang ke rumah saya setelah Andrew mengantar lukisan pesanan Pak Albert" "Siap pak,hari ini saya akan menelpon Andrew" "Makasih banyak ya Wendy" "Oh ya pak, bagaimana perkembangan Ibu Lulu? Apakah Ibu Lulu sudah sadar dari komanya? " " Belum Wendy, mohon doa nya saja ya agar istri saya sadar dari komanya" "Saya selalu mendoakan untuk kesembuhan Ibu Lulu" "Makasih Wendy" Setelah menelpon Wendy Park Hyunki melanjutkan kegiatannya untuk melukis tetapi sebelumnya dia membungkus lukisan pesanan dengan rapi agar besok Andrew pegawainya tinggal membawanya saja. Pokoknya hari ini dia akan menyelesaikan lukisan pesanan Pak Derry dan lukisan untuk stock di galeri. Tepat jam 7 malam Park Hyunki merasakan perutnya lapar. Kemudian Park Hyunki memutuskan untuk memasak makanan. Dia membuka kulkas dan ternyata tidak ada apa-apa di dalam kulkasnya. "Aah, aku kangen kamu Lu. Dulu saat kamu masih ada, kulkas ini selalu terisi penuh dan aku tidak pernah kelaparan, karena kamu selalu memasak makanan untukku. Aku kangen kamu sayang. Aku kangen masakanmu juga", ujar Park Hyunki sambil meneteskan air matanya. Bagaimanapun Hyunki sangat kangen dengan istrinya. Akhirnya Hyunki memutuskan untuk memesan makanan lewat aplikasi online. Selain membeli makanan untuk dia makan malam ini, Hyunki juga sengaja membeli makanan untuk dia sarapan besok, sehingga besok dia tinggal memanaskannya saja. Hari ini Park Hyunki sengaja bangun pagi-pagi sekali karena harus mengecek kembali lukisan pesanan yang akan dibawa Andrew dan beberapa lukisan yang nantinya akan ditaruh di galeri. Hyunki memastikan lagi agar semuanya tidak akan tertukar. Untungnya sudah tiga hari ini Ye Joon dia titipkan ke rumah mertuanya agar dia bisa fokus dalam pekerjaannya. Setelah Hyunki rasa semua sudah beres dan rapi, Hyunki menuju ke dapur untuk memanaskan makanan. Siang ini Hyunki berencana belanja di supermarket dekat rumahnya untuk mengisi kulkasnya yang kosong, setelah itu dia akan ke rumah sakit untuk menjenguk istrinya tercinta. Sehari saja Hyunki tidak menjenguk istrinya rasanya ada yang kurang. Rasa cintanya sama istrinya sangat besar dan tidak akan tergantikan oleh apapun. Dari jaman pacaran dulu Hyunki sudah sangat mencintai istrinya. Tepat jam 17.00 wib Hyunki sudah berada di rumah sakit dan langsung dia bergegas ke ruang ICU. Bagaimanapun Hyunki sudah sangat kangen bertemu dengan istrinya walaupun istrinya masih koma, tetapi itu tidak menjadi masalah. " Sayang, maaf aku baru bisa datang, kemarin aku nggak bisa datang karena sibuk ngurus kerjaan. Gimana kabar kamu hari ini sayang? Kapan kamu berencana membuka matamu? Apakah belum cukup kamu bermimpi? Apakah kamu tidak kangen dengan aku dan anak kita Ye Joon? Aku mohon sayang bukalah matamu. I love you my wife. Aku akan selalu setia menunggumu sampai kapanpun", ujar Hyunki sambil meneteskan air mata
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
keren
23/05
0saya ingin uang
18/11
0seru sekali baca nya
08/06/2025
0Lihat Semua