logo text

83:Triplet menjadi model

"Terima kasih pujiannya dan sayang ayo perkenalkan nama kalian dia aunty Laura yang ingin meminta bantuan."ucap Bella memberitahu ketiga cucunya.
"Hallo aunty Laura perkenalkan namaku Kenzo lalu yang memakai sweater biru dia Kenzi dan terakhir dia Kenand adik bungsu kembaranku."ucap Kenzo membuka suara mengenalkan masing-masing nama saudara kembarnya dengan ciri khas wajah dingin dan datarnya yang memikat membuat Laura sangat jatuh hati.
"Hai aunty Laura."ucap Kenand dengan senyum menggemaskan yang hangat dan membuat perasaan Laura menjadi sangat senang.
"Dan Hai aunty Laura yang cantik senang bertemu denganmu."ucap Kenzi dengan nada memikat ciri khas seperti papanya yang suka menarik banyak wanita untuk mendekat dan membuat perasaan Laura terpikat.
"Ya ampun triple K mengapa kalian benar-benar memiliki aura yang berkarismatik dan membuat orang terpesona."ucap Laura dengan gemas."Persis seperti Aldrich apalagi Kenzi,mengapa sifatmu sangat mirip dengan papamu."lanjutnya.
"Karena dia memang anaknya Aldrich Harison."jawab Bella dengan bangga.
"Benarkah dia anak Aldrich,bukan anak orang lain?"ucap seorang wanita yang seumuran dengan neneknya yang datang dengan wajah tidak sukanya dan membuat mood Bella turun.
"Aunty Seren."ucap Laura dengan terkejut.
"Siapa dia aunty?"tanya Kenand dengan penasaran dan pelan.
"Dia nenek Seren musuh abadi nenek kalian."jawab Laura pelan dan membuat ketiga anak kecil itu menatap bingung dalam pikiran mereka bertiga,mereka tidak percaya jika neneknya yang baik memiliki musuh.
"Kenapa ada nenek lampir di sini?"guman Bella dengan malas.
"Apa kau bilang?"ucapnya dengan marah dan tidak terima sepertinya dia mendengar ucapan Bella.
"Memangnya aku bilang apa dan untuk apa kau kemari Seren?"tanya Bella dengan wajah tidak sukanya dan Laura dia hanya bisa diam dengan menatap malas melihat dua orang tua itu yang seperti biasa akan selalu bermusuhan.
Kata ibunya kedua wanita itu adalah musuh abadi karena Bella selalu unggul disegala hal dari wanita itu seperti kekayaan yang tidak ada habisnya,suami yang tampan dan kekuasan,sungguh sangat drama bukan.
"Aku ingin melihat siapa model anak kecil yang membuat Adrian cucuku ditolak oleh Laura bahkan Lea juga setuju."ucapnya dengan tidak terima karena memang benar kemarin dia mengajukan cucu laki-lakinya untuk menjadi model Laura tapi Laura menolaknya bahkan Lea ibu Laura juga setuju dengan keputusan anaknya.
"Tentu saja cucuku kau tahu alasan cucumu ditolak oleh Laura karena cucumu tidak memiliki daya tarik di dunia modeling."ucap Bella pedas dan membuat wanita itu emosi."Lihat cucu kembarku ini mereka memiliki potensi besar dan mereka memang anak Aldrich apakah kau buta tidak bisa melihat kemiripan mereka yang seratus persen seharusnya kau bertanya pada dirimu sendiri,apakah cucumu yang sangat kau banggakan itu benar-benar anak dari anakmu?"lanjutnya.
Bella sangat kesal karena wanita bernama Seren yang juga temannya itu meragukan si kembar tiga sebagai cucunya dan Bella juga menyidir masa lalu anak laki-lakinya yang menikahi seorang wanita hamil yang bukan mengandung darah dagingnya sebenarnya Bella juga tidak ingin mengungkit hal ini tapi ucapan Seren sudah sangat keterlaluan terlebih dia mengatakannya di depan cucunya itu pasti akan melukai perasaan mereka.
Ucapan Bella benar-benar memantik api di hati Seren,Bella membuat Seren sangat emosi dan marah."Jaga ucapanmu...."
"Hentikan pertengkaran kalian apa kalian tidak malu bertengkar di depan anak kecil dan semua itu salahmu Seren kau mengatakan hal yang tidak benar di depan Bella dan juga cucunya,nenek mana yang akan terima."ucap seorang wanita paruh baya yang datang dan memotong ucapan Seren,ucapannya membuat Seren terdiam begitupun dengan Bella.
"Jangan dengarkan kata nenek sihir itu,dia sedikit gila."ucap Bella pelan dan membuat Seren melototkan matanya.
"Bella,kau tidak benar jika mengajari tiga malaikat tampan ini seperti itu."ucapnya dengan lembut membuat triplet mengingat ibu mereka.
"Hai nenek cantik,jika boleh aku tahu siapa nama nenek?"tanya Kenzi seperti biasanya dengan senyum memikatnya.
"Tentu sayang panggil nenek oma Lea nenek ibu aunty Laura dan siapa nama kalian jika oma boleh tahu?"ucap Lea dengan tersenyum lembut.
"Namaku Kenand yang paling tampan diantara kedua saudaraku dan yang berwajah dingin itu Kenzo kakak kembaran pertamaku lalu yang memakai sweater biru dia Kenzi kakak kembaran keduaku."jawab Kenand memperkenalkan dirinya dengan saudaranya.
"Iya,kalian benar-benar sangat tampan."ucap Lea dengan tersenyum.
"Aunty Laura,apa yang bisa kami bantu kata nenek aunty membutuhkan bantuan kami?"tanya Kenzo dengan tanpa basa-basi karena dia sudah penasaran.
"Menjadi model karena aunty ingin mempromosikan pakaian anak-anak yang aunty rancang dan akan dimuat di majalah fashion,mau tidak kalian membantu aunty?"ucap Laura meminta tolong dengan penuh harap."Aunty sudah sangat pusing mencari banyak model yang cocok tapi saat aunty melihat foto kalian aunty langsung jatuh cinta,kalian bertiga sangat cocok untuk menjadi model aunty."
"Baiklah aunty kami akan membantu aunty."jawab Kenand dengan lembut dan membuat Laura mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih sayang tenang saja tidak sulit hanya berpose tampan saja sudah cukup."ucap Laura dengan sangat senang dan bersemangat.
Mereka segera berganti pakaian menggunakan kaos yang dipadukan dengan overall denim serta kupluk warna hitam serta tetap dengan sepatu warna putihnya.
Mereka segera berpose tampan namun juga menggemaskan aura memikat ciri khas seorang Aldrich Harrison benar-benar menurun kepada ketiga anak kembarnya dan membuat semua orang yang ada di sana terpaku menatap ketiga anak kembar itu dan Bella sangat bangga dengan ketiga cucunya yang tampan dan sedang melakukan berbagai pose.
Lalu mereka berganti pakaian menggunakan kemeja,sweater dan terakhir memakai pakaian semi formal dengan jas yang dipadukan dengan kaos turtleneck mereka bertiga berpose dengan wajah dingin dan serius yang dapat membuat semua orang terbius untuk menatap mereka bertiga dan terakhir mereka memakai tuxedo mau tidak mau Seren harus mengakui bahwa cucu Bella melebihi cucunya.
"Mereka sangat bagus seperti seorang model apa ini pertama kalinya mereka melakukan pemoteretan?"ucap Laura dengan penuh kekaguman."Bahkan mereka sepertinya tidak perlu membutuhkan banyak arahan,mereka sangat pintar."
"Ya ini pertama kalinya mereka melakukan pemoteretan secara langsung."jawab Bella dengan bangga."Tapi mereka juga belajar aku yang mencarikan tutor terbaik agar mereka dapat berpose seperti layaknya seorang model sudah beberapa minggu yang lalu mereka les modeling tanpa diketahui oleh kedua orang tua mereka."lanjutnya.
"Pantas saja Mrs.Bella hasilnya sangat memuaskan."ucap seorang wanita yang tadi mendandani ketiga cucunya.
"Ya ampun Bella kau sungguh mempersiapkan semuanya sedari awal."ucap Laura dengan kagum.
"Tentu saja cucuku punya potensi sama seperti Aldrich jadi aku harus mendukung dan mempolesnya sejak dini."ucap Bella dengan pemikirannya.
"Kau memaksa cucumu melakukan ini semua?"tanya oma Seren dengan nada sinisnya.
"Tentu saja tidak aku bukanlah nenek jahat yang memaksakan kehendakku pada cucuku jadi aku bertanya dulu pada mereka apakah mereka mau melakukannya atau tidak dan jawabannya mereka mau belajar dunia modeling."bantah Bella dan menjelaskan semuanya.
"Lalu kenapa kau tidak memberitahu kedua orang tuanya?"tanya Seren lagi dengan penasaran baginya aneh saja mengapa kedua orang tua kandungnya tidak boleh mengetahui kemampuan anaknya yang sangat hebat.
"Karena papa dan ibunya pasti akan melarang karena cucuku memiliki banyak kegiatan jadwal mereka padat dari les bahasa,karate,les dance dan les musik belum kegiatan mereka dengan kakeknya."jawab Bella dan membuat semuanya terkejut.
"Sebanyak itu kegiatan mereka pasti setelah mereka tinggal bersamamu mereka bertiga mendapatkan semua fasilitas pendidikan itu karena aku dengar ibunya bukanlah orang yang kaya."ucapnya dengan menghina.
"Kau salah Seren kau selalu memandang orang sebelah mata ibu mereka wanita yang hebat dia seorang ibu yang rela banting tulang agar anaknya mendapatkan semua ilmu pendidikan yang mereka inginkan walaupun dia tidak kaya seperti kita dan sebelum tinggal denganku kegiatan ketiga cucuku sudah sangat banyak dan terkadang itu membuat ibunya juga sangat khawatir takut anaknya kelelahan."ucap Bella menceritakan betapa Naya bekerja keras agar anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk masa depannya.
Ucapan Bella membuat semuanya terdiam tapi Seren sepertinya tetap suka sekali membuat masalah dengan Bella dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menyulut emosi Bella."Apakah mereka benar-benar cucu...."
"Seren jika kau bertanya tentang hal itu lagi aku akan membuat perhitungan denganmu."ancam Bella dengan kesal dan memotong ucapannya.
"Sebanyak itu mereka tidak lelah?"tanya Laura lagi dengan kaget dan khawatir serta mengabaikan perdebatan kedua orang itu.
"Tentu saja lelah tapi mereka senang melakukannya."ucap Bella dengan lembut dan tersenyum bangga pada ketiga cucu kembarnya yang sekarang masih melakukan pemoteretan.
"Oh ya cucumu masih diganggu oleh para wartawan hingga kau memindahkan sekolah mereka?"tanya Laura lagi karena cucunya kemarin bercerita jika dia memilki teman baru seorang anak laki-laki kembar tiga dan sangat pintar.
"Iya aku memindakan mereka ke sekolah dasar Saint Andreas karena para wartawan masih mengejar cucuku jika di sana pengamanannya lebih ketat."jawab Bella dan sekolah yang dimaksud Bella adalah sekolah dengan biaya masuk yang mahal mencekik leher serta memiliki fasiltas lengkap.
"Jadi mereka satu sekolah dengan cucuku bahasa apa saja yang sudah mereka kuasai jika mereka les bahasa dan alat musik apa saja yang mereka kuasai jika mereka juga les musik?"tanya Seren dengan penasaran dan sedikit terkejut saat cucunya satu sekolah dengan cucu Bella."Apa sepintar cucuku yang mendapatkan bimbingan terbaik?"
Lanjutnya dengan nada mengejeknya yang seperti biasanya dan selalu membanggakan cucunya karena benar cucu Seren sangat pandai dia bisa berbahasa Inggris,Jepang dan Prancis serta memainkan piano.
"Iya mereka sekolah di sana lagipula pemiliknya adalah sepupuh suamiku jadi mereka berhak bukan sekolah di zana dan mereka bisa berbahasa Inggris,Jepang,Korea,Prancis dan Italia alat musik yang mereka mainkan drum,gitar dan piano cucuku tidak kalah pintar dari cucumu bukan."sindir Bella dengan tersenyum culas.
"Apa! Benarkah? Besok bawa cucumu di pertemuan kita dan kita semua buktikan kehebatan cucumu."ucapnya dengan tidak percaya dan merasa kalah sedangkan Bella dia tertawa setan dalam hati saat melihat kekalahan Seren yang selalu merasa cucunya yang paling tebaik.
"Hem,Seren cucumu mendapatkan musuh yang seimbang."ucap Laura dengan tersenyum senang.
"Lalu Lea,kenapa Adam tidak mau jadi model auntynya?"tanya Bella dengan penasaran karena dia tahu cucu temannya itu juga sangat tampan dan pantas jika menjadi seorang model.
"Kau tahu sendiri bukan cucuku tidak suka dipotret."ucap Lea dengan tertawa geli memikirkan cucunya.
"Iya,kau benar."ucap Bella dengan tertawa kecil saat mengingat betapa tidak sukanya Adam dalam rana kamera dan berakhir membuat Laura pusing."Dan Seren tenang saja besok minggu aku akan bawa cucuku ke pertemuan kita bila perlu kita adakan juga tes dari mata pelajaran,bahasa dan seni bagaimana kau tertarik? Lalu kita lihat siapa yang paling pintar."lanjut Bella dengan menantang.
"Setuju."ucap Seren dengan semangat."Lalu kau Lea apakah kau setuju?"
"Aku hanya mengikuti kalian."ucap Lea santai.
Saat selesai dipotret dan bertemu dengan banyak orang yang berbeda triplet akhirnya pulang dan beristirahat di rumah.
"Maaf ya sayang merepotkan kalian."ucap Bella dengan merasa bersalah saat melihat cucunya kelelahan.
"Tidak apa nenek kami senang membantu."ucap Kenand menenangkan.
"Dan tadi jangan dengarkan ucapan nenek Seren itu dia berbicara tidak benar kalian cucu nenek dan kakek yang sangat kami cintai."ucap Bella menjelaskan kepada ketiga cucunya agar tidak salah paham.
"Tidak apa nek,kami mengerti kami tidak akan memikirkan ucapannya karena kami tahu nenek dan kakek sangat menyanyangi kami."ucap Kenzi dengan lembut dan kedua saudaranya mengangguk setuju.
"Terima kasih sayang."ucap Bella dengan terharu."Lalu apakah kalian suka dengan dunia modeling?"lanjutnya.
"Aku tidak menyukainya karena membosankan jadi nenek boleh tidak aku tidak mengikuti les modelingnya sebenarnya aku ingin berhenti ikut les tapi aku tidak ingin menyakiti hati nenek."ucap Kenzo dengan wajah datar namun juga jujur.
"Tentu sayang nenek sudah senang saat Kenzo mau mencobanya tidak perlu terjun ke dalam juga tidak apa-apa seharusnya kamu mengatakannya dengan jujur jika tidak menyukainya tidak perlu takut,nenek akan selalu mendukungmu sayang."ucap Bella dengan lembut.
"Terima kasih nenek."ucap Kenzo dengan raut begitu bahagia.
"Sama aku juga tidak suka aku lebih menyukai dunia memasak."ucap Kenand sama seperti kakaknya dan membuat Bella tertawa kecil melihat tingkah polos cucunya.
"Baiklah lalu Kenzi,bagaimana apakah kamu menyukainya?"tanya Bella pada Kenzi.
"Aku menyukainya karena itu membuatku dapat mengeluarkan ekspresi tampanku dan itu salah satu cara menarik banyak orang untuk melihat kearahku."ucap Kenzi dengan pemikirannya yang percaya diri.
"Kalian ada-ada saja jadi yang akan mengikuti les modeling hanya Kenzi?"tanya Bella dengan tersenyum geli dan mereka bertiga menganggukkan kepalanya."Baiklah sekarang ayo masuk ke dalam kamar dan beristirahat besok pagi kita akan bangun pagi tepat waktu."
Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing dan tentunya setelah Bella mengantar satu-satu serta memberi kecuapan hangat dikening semua cucunya.
tbC

Komentar Buku (78)

  • avatar
    onnmokhzani

    saya menyukai cerita spt ini.. thank you

    10/10

      0
  • avatar
    AqsaDiana

    sangatt banguss novelnya

    14/09/2025

      0
  • avatar
    LestariTantin

    suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu

    24/08/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru