Sedangkan Naya dia hanya dapat tersenyum miris melihat anaknya yang begitu mengagumi papanya di balik sikap buruk yang papanya miliki tapi sayangnya papanya juga telah menghancurkan kepercayaan yang telah dibangun oleh ibu mereka hingga ibunya memilih untuk berhenti di tengah jalan. Dan saat ini hubungan kedua orang tua mereka sungguh abu-abu dan buram tidak jelas akan mengarah kemana. "Baiklah ayo kita makan untuk merayakan kepulangan triplet."ajak Bella menuju ke arah ruangan makan. "Tapi aunty Bella sebelumnya aku minta maaf karena sepertinya aku tidak bisa bergabung untuk makan bersama karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."ucap Reynand dengan sopan menolak ajakan Bella dan itu membuat Bella sedikit kecewa. "Ayolah Reynand...." "Maaf aunty Bella."ucap Reynand dengan tulus. "Baiklah aunty mengerti tapi lain kali kau harus mau dan tidak pergi kemanapun,bagaimana?"ucap Bella memberi izin dan solusinya agar Reynand mau makan bersama. "Setuju."ucap Reynand singkat lalu menarik tangan Reina untuk mengikuti langkahnya. "Tunggu Mr.Reynand kau akan bawa aku kemana dan bisakah kau melepaskan tanganku?"tanya Reina menghentikan langkahnya. "Ikut aku bekerja,kau asistenku."jawab dengan dingin."Aku tidak akan melepaskan tanganmu,Kenand menyuruhku untuk terus memegangi tanganmu." "Ya ampun Mr.Reynand kau serius,aku ingin makan bersama mereka dan hiraukan ucapan Kenand aku tidak akan mencubit pipinya lagi."ucap Reina dengan wajah sedihnya dan merengek seperti anak kecil karena tidak bisa makan bersama-sama dan memohon untuk tangannya tidak dipegangi. "Tidak akan."ucap Reynand dengan wajah seriusnya lalu pamit ke semuanya dan kembali menarik tangan Reina yang dia pegang erat untuk pergi bersamanya. "Mr.Reynand!"ucap Reina dengan sebal tapi Reynand tidak menghiraukannya dan yang lainnya hanya menatapnya dengan tersenyum. Setelah Reynand pergi mereka segera makan bersama dengan mendengarkan si kembar banyak bercerita tentang liburannya. Selesai makan-makan bersama si kembar tinggal bersama kakek dan neneknya lalu Aldrich mengantar Naya pulang di tengah perjalanan mengantar Naya pulang mereka berdua masih memilih bungkam dan memilih untuk tidak berbicara satu sama lain. Diposisi Aldrich dia bingung harus mengatakan apa dan apakah Naya mau mendengarnya berbicara dan untuk Naya sendiri dia memang dengan sengaja tidak mengajak Aldrich berbicara karena dia ingin menenangkan hatinya yang telah mengambil sebuah keputusan besar ini. Saat sampai rumah,Naya langsung keluar dari mobilnya tapi sebelum itu dia tetap memberitahu Aldrich agar dia berhati-hati di jalan dan tidak mengebut,perhatian kecil Naya sungguh membuatnya sangat bahagia. "Terima kasih Nay,maafkan aku."ucap Aldrich pelan dan Naya mengangguk mengerti. "Maafkan aku juga Al,keputusan yang aku ambil juga sangat berat tapi itulah yang terbaik untuk hubungan kita agar kau bisa dengan sadar menemukan jawaban atas pertanyaan hatimu." Saat Aldrich telah sampai di rumahnya terlihat anak-anaknya yang sudah masuk ke kamarnya masing-masing mungkin beristirahat karena mereka lelah setelah melakukan perjalanan yang panjang sedangkan kedua orang tuanya dan dua temannya masih ada di ruangan keluarga menunggu kedatangannya. "Jadi bagaimana hasilnya kau sudah mengatakan pilihanmu?"tanya Zander dengan sangat penasaran. "Tidak aku belum mengatakannya dan Naya memilih menyerah dan mengakhiri semuanya."jawab Aldrich dengan lesuh dan jujur. "Tidak heran jika Naya melakukan hal itu dia mengambil keputusan yang tepat."ucap Bella dengan sinis lalu meninggalkan Aldrich pergi karena dia lebih memilih menemani cucunya daripada melihat anaknya yang bodoh. "Lalu apa yang akan kau lakukan,kau akan menyerah?"tanya Revan dengan serius tapi Aldrich hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. "Jangan menyerah Al pikirkan lagi siapa yang hatimu pilih sebelum kau benar-benar menyesal masih ada waktu."Delwyn mengingatkan Aldrich seperti biasanya. "Apa sangat susah untuk memilih salah satunya Al?"tanya Zander dengan menghelah nafas lelah karena anaknya begitu bodoh untuk mengatahui isi hatinya yang sesungguhnya. "Pikirkan lagi Al dan tetap berusaha kami mendukungmu."ucap Revan dengan tulus. Setelah itu mereka berdua juga pamit untuk pergi karena ada pekerjaan yang harus mereka urus. "Berarti mulai sekarang jika Naya jalan bersama orang lain kau tidak boleh cemburu ataupun melarangnya karena kau sudah tidak memiliki hak untuk itu,kau menghancurkan kepercayaan yang dia bangun karena itu semua salahmu yang memilih bungkam dan Naya memilih berhenti berharap padamu karena dia lelah dan kau tidak bisa menempati janjimu."ucap Zander memberitahu anaknya dan Aldrich merasa dadanya sangat sesak saat dia membayangkan Nayanya akan bersama pria lain selain dirinya. Di pagi harinya terlihat Naya yang sudah masuk kerja dan saat berada di dalam kantor semua mata memandang ke arah dirinya entah gosip apa yang beredar hingga semua menatapnya dengan begitu intens. "Naya!"panggil Keira dengan keras dia salah satu teman Naya saat bekerja di bagian kebersihan dulu.Keira langsung menarik tangan Naya dan mengajaknya untuk duduk berdua di suatu tempat yang tidak terlalu ramai. "Iya Kei,ada apa kenapa kau menarik tanganku?"tanya Naya bingung saat melihat temannya begitu bersemangat. "Aku tidak menyangkah jika kau memiliki hubungan khusus dengan Mr.Aldrich."ucap Keira dengan heboh "Hubungan,apa maksudmu?"tanya Naya tidak mengerti dengan maksud ucapan temannya itu. "Jangan berpura-pura tidak tahu semua orang yang bekerja di kantor ini tahu kau tidak masuk kerja selama beberapa hari karena berlibur bersama Mr.Aldrich dan ketiga putra kembarnya yang sangat tampan itu."ucap Keira dengan tersenyum menggoda dan menatap Naya. "Dari mana kau tahu semuanya?"tanya Naya dengan terkejut dan tidak percaya saat liburannya diketahui oleh orang lain karena Aldrich menutup area pulau dan hanya mereka yang menggunakannya lantas mengapa orang lain bisa tahu. "Saat kau tidak masuk kerja beberapa hari kemudian Mr.Aldrich membuat konferensi pers memberitahu ke semua orang bahwa dia sudah memiliki tiga orang anak tapi bukan dengan kekasihnya yang terkenal itu dan aku tahu kau berlibur dengannya karena dia memposting foto kalian yang tersenyum dengan sangat bahagia di media sosialnya."ucap Keira dengan panjang dan menjelaskan semuanya. Sedangkan Naya dia hanya bisa terdiam dengan terkejut dan dia juga baru ingat jika Aldrich memang membuat konferensi pers tapi dia tidak tahu jika Aldrich memposting foto saat mereka berlibur di pantai sebenarnya Naya tidak ada masalah jika Aldrich mempublikasinya hanya saja dia takut membuat Aldrich tidak nyaman dan menyakiti perasaan Alexa. "Kau tahu saat mereka mengetahui Mr.Aldrich telah memiliki seorang anak semua wanita di kantor ini sangat heboh dan bahkan juga ada yang memujinya karena dia berani mengakui kesalahannya dihadapan publik tapi lebih heboh lagi saat foto itu diposting dan wajahmu terlihat di dalam satu frame yang sama dengan mereka dan tersenyum begitu bahagia."ucap Keira dengan bersemangat menceritakan situasi saat Naya tidak berada di kantor. Naya dapat membayangkan suasananya dan pasti saat itu kantor sangat heboh membayangkannya membuat Naya tersenyum geli."Tapi Nay,jika aku perhatikan wajah ketiga anak kembar itu juga mirip denganmu kalian terlihat seperti keluarga yang sempurna."tambah Keira. Kalimat terakhir Keira membuat Naya terdiam dan tak lama Keira kembali mendesak agar Naya mau jujur dengannya."Jadi sekarang jelaskan padaku apa kau sebenarnya memiliki hubungan dengan Mr.Aldrich?" "Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya selain sebagai pegawai dan atasan."jawab Naya santai dan memang benar itulah yang sekarang mereka jalani selain sebagai orang tua kandung triplet. "Benarkah aku tidak percaya lalu kenapa kau bisa berlibur bersama dengan mereka?"tanya Keira dengan tidak mempercayai ucapan Naya. "Ehm,aku hanya menemani anakku berlibur Kei."jawab Naya akhirnya jujur dan membuat Keira melototkan matanya tidak percaya karena terlalu terkejut. "Jangan bilang kau adalah ibu dari putranya?"tanya Keira memastikan dugaannya. "Menurutmu bagaimana?"tanya Naya balik dengan tersenyum tipis dan dia menduga pasti sebentar lagi temannya akan berteriak heboh. "Apa! Jadi benar pantas saja dulu kau sangat membencinya jadi ketiga anakmu adalah alasannya dan kau juga sudah menjadi seorang ibu,kenapa kau tidak menceritakannya padaku?" lucap Keira benar-benar sangat terkejut saat mengetahui informasi yang dia dapatkan. "Karena kau pasti tidak akan percaya."jawab Naya masih sangat santai. "Lalu bagaimana hubunganmu dengan Mr.Aldrich sekarang kau tahu bukan bahwa Mr.Aldrich memiliki kekasih?"tanya Keira hati-hati. "Kami tidak memiliki hubungan apapun seperti yang tadi aku jelaskan selain menjadi orang tua untuk ketiga putra kembar kami dan aku tahu jika Mr.Aldrich sudah memiliki kekasih karena itu aku menyerah dan tidak mengharapkannya."ucap Naya dengan lirih dan berusaha tersenyum. "Maaf Nay,tapi apa Mr.Aldrich tidak memiliki niat untuk bertanggung jawab dan kau sungguh melepaskannya?"tanya Keira lagi dengan hati-hati. "Ada,dia memiliki niat untuk hal itu dan aku bersungguh-sunguh melepaskannya karena kepercayaanku lagi-lagi telah dipatahkan olehnya dan aku memilih untuk mengakhirinya Kei."ucap Naya pelan menceritakan kisah pahitnya untuk pertama kali pada orang lain lalu dia menatap Keira dan memegang tangannya."Keira bisakah kau merahasiakan hal ini aku tidak mau seluruh kantor tahu tentang hal ini dan akan bertindak heboh."lanjutnya dengan permohonannya. "Baiklah aku mengerti tapi para wanita di sini terus menghinamu Nay jika aku memberitahu hal ini maka merekalah yang akan menangis karena kau lebih maju daripada mereka yang hanya bisa mengagumi tapi tidak bisa memiliki tapi kau bisa mendekatinya bahkan mungkin memilikinya."ucap Keira dengan pemikirannya. Naya menggelengkan kepalanya pelan."Aku juga tidak bisa memilikinya Kei,Mr.Aldrich sangat jauh hingga sulit untuk aku raih." "Lalu bagaimana dengan anak kalian apa mereka tahu jika hubungan ayah dan ibunya tidak berjalan baik?"tanya Keira dengan penasaran. "Mereka mungkin tahu karena anakku seseorang yang peka tapi kami tetap akan berperan menjadi orang tua yang baik yang akan menyanyangi mereka meskipun kami berjalan disisi yang berbeda."ucap Naya dengan tersenyum tipis. "Naya...." ucap Keira dengan nada sedihnya dia sungguh tidak tahu jika temannya memikul beban yang begitu berat. "Jangan khawatir aku tidak apa-apa ya sudah Kei aku harus segera ke ruanganku untuk bekerja dan kau juga bukan."ucap Naya pamit untuk pergi karena sepertinya dia akan terlambat masuk. "Iya kau benar,ayo bekerja."ucap Keira dengan bersemangat seperti biasanya."Aku akan merahasiakan hal ini."lanjutnya. TbC
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (78)
onnmokhzani
saya menyukai cerita spt ini.. thank you
10/10
0
AqsaDiana
sangatt banguss novelnya
14/09/2025
0
LestariTantin
suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu
saya menyukai cerita spt ini.. thank you
10/10
0sangatt banguss novelnya
14/09/2025
0suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu
24/08/2025
0Lihat Semua