Part_48 "Hallo Mas Bima, aku baru saja ketemu sama Ibu. " Fani memberitahu Bima.
*** "Serius kamu Fan. Dimana kamu ketemu Ibu? " tanya Bima antusias, ada rasa bahagia mendengar kabar Fani sudah tau keberadaan Ibu Ina. "Nanti aku ceritain, sebab ada yang mengawasi Ibu. " beritahu Fani lalu dia matikan sambungan teleponnya sepihak. Dengan cepat dia masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju kediaman dia. Di tempat lain terlihat Sinta tengah berbincang santai dengan seorang pria, mereka terlihat sangat akrab dan dekat di lihat dari gestur Sinta yang bergelayut manja di lengan pria itu. Tanpa sepengetahuan Bima kini Sinta berani berkhianat di belakangnya dengan menjalin hubungan dengan pelanggan sekaligus teman kuliahnya Candra, hubungan mereka juga di ketahui oleh Candra, karena memang rencananya setelah menjebloskan Ibu Ina kepenjara Sinta berniat menjebak Bima agar sama-sama masuk kepenjara, lalu Sinta akan menikah dengan Riyan dan Mila akan di buat menjadi pembantunya nanti. Cukup kejam memang rencana Sinta dan Candra, bagaimana pun kalau bukan karena Bima, Candra tidak akan bisa membebaskan Sinta, tapi sayang rasa sakit hatinya kepada Ibu Ina Bima pula harus ikut menanggungnya. Hebatnya rencana busuk mereka tersembunyi dengan rapi bahkan Mila Saja tidak menaruh curiga ketika laki-laki bernama Riyan yang sekarang menjadi kekasihnya Sinta berkunjung keapertement untuk bertemu dengan Sinta. Tapi tidak dengan Fani, dihari yang sama ketika dia bertemu dengan Ibu Ina tanpa sengaja Fani bertemu juga dengan Sinta dan Riyan, keberuntungan yang sangat kebetulan. Awalnya Fani ingin acuh karena dia pikir itu rekan kerja atau teman biasa, tapi sikap Sinta yang manja dan int*m membuat Fani merasa curiga juga, diam-diam Fani memfoto Sinta dengan lelaki itu, karena siapa pun yang melihatnya pasti sudah bisa menebak kalau mereka berdua ada hubungan lebih dari teman. "Kasian kamu Mas Bima sudah dikhianati oleh perempuan yang selama ini kamu perjuangkan mati-matian, aku tahu kamu menikah dengan ku karena paksaan dari Ibu, aku juga tau kamu begitu sangat mencintai Sinta dan setia padanya, akan sesakit apa hatimu jika tau kamu di selingkuhi. " ujar batin Fani merasa kasian kepada Bima, dan anehnya hati Fani merasa tidak terima melihat Sinta berselingkuh di belakang Bima. Sesampainya dirumah Fani gegas masuk kedalam untuk mencari Bima, ternyata lelaki itu tengah duduk sendirian di dekat kolam ikan, Kemungkinan Paman Haris masih dirumah sakit mengurus kepulangan Bibi Ike, terlihat pandangan Bima kosong bahkan bekas jejak air mata terlihat dari sudut matanya, hal yang tidak pernah Fani lihat selama menjadi istri Bima. "Mas Bima.. " sapa Fani pelan, membuyarkan lamunan Bima. "Oh, e-em ka-kamu sudah pulang. " jawab Bima agak gugup dengan cepat telapak tangannya mengusap sudut matanya. "Mas Bima enggak apa-apa ?" ada nada khawatir dari pertanyaan Fani. "Oh, enggak apa-apa, aku cuma kangen kumpul kaya dulu lagi dengan Ibu, Mila dan kadang-kadang Sinta datang kerumah bawa makanan atau hanya sekedar berkunjung saja. Andai Ibu tidak melalukan kesalahan yang membuat kita semua menjadi korbannya mungkin kamu juga tetap bahagia bersama orang tua mu begitu juga aku bahagia dengan keluraga ku dan mungkin aku sudah menikahi Sinta. " curhat Bima didepan Fani. "Aku minta maaf kekamu dengan tulus, maaf karena kecerobohan Ibu membuat kedua orang tua kamu tidak ada, karena kecerobohan Ibu juga mungkin Sinta dan Candra memendam sakit hati kepada keluarga ku, aku akan berusaha membuat Ibu menyadari kesalahannya dan kamu bisa mendapatkan keadilan dari perbuatan Ibu." sambung Bima lagi, dengan suara sendu dan tanpa Ijin lagi butiran kristal bening keluar begitu saja dari matanya. "Mas sejujurnya aku marah pada keluarga mu marah dan benci kepada Ibu aku juga ingin Ibu segera mendapatkan hukuman yang setimpal, tapi aku sudah belajar mengiklaskan kepergian Mamah dan Papah, mungkin itu memang sudah garis takdir dari Allah untuk aku dan juga kamu. Candra dan Sinta memang memendam rasa sakit hati yang besar terhadap kamu dan keluargamu Mas terutama Sinta. " Fani menjeda ucapanya lalu dia merogoh saku celananya mengeluarkan benda pipih lalu membuka galery foto dan memperlihat foto yang tadi dia ambil foto Sinta dan seorang pria. "Aku tidak sengaja bertemu dengan mereka mas dan memfotonya agar kamu tau sebesar apa rasa sakit hati Sinta hingga dia dengan tega selingkuh di belakang mu. " sambung Fani sambil memperlihatkan Foto Sinta dan Riyan dihadapan Bima. Bola mata Bima membulat lebar dia terkejut dengan apa yang barusan dia lihat perempuan dalam foto itu jelas Sinta tapi siapa pria yang sedang di rangkul Sinta? Penuh tanya dalam benak Bima. 🔸🔹🔸
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (795)
Sri Sunarti
bagus banget... aku juga udah baca yg season 2 👍👍👍
bagus banget... aku juga udah baca yg season 2 👍👍👍
27/03
0Bagus
22/03
0saya sangat suku novel ini
17/07/2025
0Lihat Semua