"Aku tidak akan akan melepasmu Cheryl," balas Jeff. "Maaf tapi aku harus segera pergi," dengan sedikit memberikan dorongan kuat, Cheryl pun berhasil melepaskan dirinya dari Jeff. "Apa hubungan kita benar benar harus berakhir seperti ini Ryl?" gumam Jeff saat melihat Cheryl mulai berjalan menjauhi dirinya. Sejak pertemuannya kembali dengan Chery, hidup Jeff semakin frustasi dibuatnya. Penolakan demi penolakan yang Cheryl berikan padanya seolah mematahkan semangat hidupnya, Jeff tidak ada semangat untuk berjuang. "Inikah yang kamu rasakan dulu Ryl, saat aku terus menolakmu? aku benar benar menyesal Ryl," gumam Jeff dengan berjuta rasa penyesalan yang ada. 1 minggu sudah dilewati dan selama itu pula usaha Jeff untuk menemui Cheryl selalu tidak berhasil bahkan kali kini Cheryl sudah tidak ada di kota Newyork, Jeff coba bertanya pada Jessy namun Jessy juga tidak tau pasti dimana Cheryl. "Kami semua tidak tahu Jeff... dia hanya bilang ingin menenangkan dirinya dan menemukan kebahagiaannya," ucap Jessy. Maafkan aku Jeff, ini semua karena dirimu sendiri.. berkali kali aku mengingatkanmu untuk berhenti karena kamu akan menyesal tapi kamu tidak pernah mau mendengarkanku... sekarang aku harap kamu bisa belajar Jeff , bagaimana rasa sakit hatinya Cheryl saat kamu bermain dengan hatinya.. aku benar benar berharap kalian berdua berjodoh setelah kalian bisa melewati badai ini~Batin Jessy. "Kemana lagi aku harus mencarinya Jess? aku, aku benar benar mencintainya." Jessy kenal betul sepupunya Jeff, Jeff bukanlah pria yang mudah terpuruk hanya karena seorang wanita, tidak susah bagi Jeff untuk mendapatkan seorang wanita cantik. Namun Jessy melihat sepupunya benar benar terpuruk karena ditinggal Cheryl, Jessy dengan yakin bisa pastikan bahwa Jeff sudah benar benar jatuh cinta pada Cheryl. Kamu ingin menaklukan wanita polos yang kamu bilang anak manja ini tapi sepertinya justru kamu yang takluk Jeff.. kamu kalah bukan karena kekayaannya, kamu kalah karena cinta yang tulus yang Cheryl berikan~batin Jessy. "Hey, lebih baik kamu berlibur dan menenangkan dirimu sana... yah siapa tau saat kamu liburan kamu bisa bertemu Cheryl," goda Jessy. "Apa maksudmu Jes?" "Pikirkanlah, jika kamu jadi Cheryl, kemana kira kira dia akan menenangkan dirinya," balas Jessy. "Taman, tempat yang tenang, yang banyak lampu kalau malam," ucap Jeff spontan. "Menara Eiffel? Cheryl suka sekali dengan menara Eiffel.... astaga! dia pasti ada disana," lagi ujar Jeff girang. Untuk pertama kalinya dia merasa senang dia yakin Cheryl berada disana. "Jessy terima kasih, aku sudah tau dimana aku harus menemukannya," balas Jeff cepat. Jeff tidak membuang waktu lama dia segera memesan tiket penerbangan ke Paris. Paris, Prancis Sudah 2hari Cheryl berada di kota Paris namun karena cuaca dingin membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas menara Eiffel yang berada di Champ De Mars, Paris. Cheryl hanya bisa rebahan di kamar hotelnya sampai cuaca tidak lagi ekstrem. "Benar benar tenang karena cuma ada di hotel, huff menyebalkan, harusnya aku bawa mantel lebih tebal lagi yang banyak," decak Cheryl. Pagi ini pun dihabiskan oleh Cheryl hanya berada di dalam kamar hotelnya, setelah merasa cuaca cukup mendukung sore harinya Cheryl mulai menuju ke Menara Eiffel. Sementara Jeff sudah berangkat dengan menggunakan penerbangan terakhir dari JFK Airport jam 21.30 dan perkiraan sampai di kota Paris jam 10.50 pagi ini. Bandara Charles De Gaulle, Paris. Jeff sudah sampai di Bandar udara Charles de Gaulle, Paris. Sebelum itu Jeff terlebih dulu menuju ke hotel terlebih dahulu sebelum ke Menara Eiffel yang jaraknya tidak terlalu jauh. "Semoga firasatku benar bahwa kamu ada disini Ryl, aku akan terus berjuang sama seperti yang kamu lakukan dulu," gumam Jeff. ** Cuaca hari ini cukup bersahabat sekalipun dingin namun cuaca tetap cerah, membuat suasana hati Cheryl pun senang. Cheryl terus memandangi menara Eiffel yang ada di depannya dengan takjub. "Indah sekali... andaikan, aku bisa kesini bersama orang yang sangat aku cintai, pasti aku akan sangat bahagia," ujar Cheryl pelan. Terlintas sekilas wajah Jeff, Pria yang sudah mengajarinya arti cinta sekaligus memberi luka padanya. "Cheryl Salim!" Betapa terkejutnya Cheryl mendengar namanya di panggil di negara yang notabene sangat asing baginya namun yang lebih membuatnya terkejut, Cheryl sangat kenal sekali dengan suara tersebut. "Astaga.. bisa bisanya aku pikir macem macem, sadar Ryl," ucapnya pada diri sendiri. "Aku harus bisa melupakannya mulai sekarang... yah lupakan dia Ryl, kamu pasti bisa," ucap Cheryl lagi. "Cheryl si Kucing liar, perempuan galak," kembali suarat tersebut memanggilnya dan kali ini Cheryl langsung menoleh kebelakang. "Jeff!" pekiknya. Matanya membulat sempurna begitu terkejut dengan kehadiran Jeff, lelaki yang sangat ingin dia hindari itu. Jeff berjalan semakin mendekati Cheryl. "Aku tahu kamu pasti disini," ucapnya lagi. "Maaf.. aku harus segera pergi," kembali Cheryl berusaha menghindari Jeff namun kali ini tidak ada yang bisa membantu Cheryl, dengan cepat Jeff menarik tangan Cheryl dan memeluknya erat. "Kamu selalu lari dariku.. apa kamu tidak lelah terus berlari Ryl?" lirih Jeff masih memeluk Cheryl erat. "Jeff lepas," Cheryl terus meronta berusaha melepaskan dirinya "Enggak, jangan pergi pergi lagi Ryl... aku mohon maafkan aku," lirih Jeff. "Jangan seperti ini Jeff.. lepaskan aku hiks," tangis Cheryl pun pecah, kepalan kepalan tangannya bahkan sudah tidak bertenaga memukul punggung belakang Jeff. Mendengar tangis Cheryl, Jeff pun melonggarkan pelukannya dan memegang kedua pipi Cheryl. "Aku mohon jangan menangis... aku minta maaf," ucap Jeff lalu menciumi seluruh wajah Cheryl dengan lembut. "Kamu boleh pukul aku, kamu boleh benci dan marah sama aku.. tapi aku mohon jangan kabur lagi dariku," ucap Jeff sambil menatap lembut Cheryl. "Jeff.. aku, aku tidak ingin dipermainkan lagi... aku mohon, jangan permainkan perasaanku hiks..." Jeff kembali memeluk Cheryl. "Maafkan aku.. maafkan aku, aku sadar kebodohanku... tapi, aku benar benar Ryl, lihat," Jeff mengangkat kepala Cheryl untuk menatapnya. "Lihatlah, pria brengsek di depanmu ini, pria gila ini sudah kalah Ryl.. aku benar benar mencintaimu Ryl, aku benar benar sayang kamu Ryl." Bertubi tubi ciuman di kepala Jeff berikan sebagai tanda sayangnya. "Jangan.. jangan ucapkan cinta Jeff, karena aku tidak pantas.. aku......." cup Jeff berhasil membungkam Cheryl dengan mulutnya. Menara Eiffel menjadi saksi babak baru kisah cinta mereka. Kisah cinta Cheryl dan Jeff. Jeff melepaskan kembali bibirnya dan bibir Cheryl dan memandang mesra Cheryl, "Tidak ada yang pantas bersanding denganku selain kamu.. aku hanya ingin kamu, Cheryl Salim." Kembali Jeff memeluk Cheryl dengan erat. "Aku akan berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali Cheryl," seru Jeff.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
perfect
21/11
0novel bagus
10/07/2025
0bagus banget
18/06/2025
0Lihat Semua