Darra sama sekali tidak menyangka dalam waktu kurang dari 24 jam banyak sekali yang ingin berteman dengannya. Darra mulai membalas satu persatu pesan pada messenger. Dimana yang mengirim pesan ke Darra semuanya cowok. Kebanyakan dari mereka ingin berteman dan berkenalan dengan Darra. Banyak juga yang bertanya lebih jelas tentang status Darra, sekolah, tinggal dimana, bahkan banyak juga yang langsung meminta nomor WhatsApp Darra. Darra hanya membalas seperlunya, memperkenalkan dirinya, usia, dan tempat sekarang ini dia bersekolah. Untuk alamat dan nomor WhatsApp tidak Darra berikan karena itu semua privasi Darra dan mereka semua orang yang Darra belum kenal sebelumnya. Darra takut nanti adanya penyalahgunaan alamat atau nomor WhatsAppnya. Bel masuk berbunyi namun Dafina belum juga datang. Dari awal kenal Dafina hingga kini memang anak itu selalu datang mepet. Pas setelah bel dan sebelum dia dimulai Dafina baru datang di kelas. Aba-aba doa mau dimulai sudah terdengar tak lama Dafina datang dengan terburu-buru. "Hufttt ya ampun gerah banget." Ujar Dafina sambil terengah-engah. "Lo kenapa sih na?" Tanya Darra. "Tadi gue lari soalnya gerbang mau ditutup. Untung aja gak sampai ditutup bisa-bisa gue disuruh lari keliling lapangan 10 kali." Jawab Dafina. "Lagian lo dateng sering banget mepet. Emang lo berangkat dari rumah jam berapa sih?" Tanya Darra. "Gue itu ya jam 6 itu udah siap tapi gue males, ya gue mikir lah masih kepagian gue asyikin dulu nonton tv. Terus akhirnya gue berangkat jam 6 lebih 5 kalo gak jam 6 lebih 10." Jawab Dafina. "Jam 6 lo bilang masih kepagian na?" Tanya Darra heran. "Iya emang ra masih pagi itu." Jawab Dafina. "Ampun deh na. Gue nih ya kalo jam 6 belum pake jilbab aja udah resah takut telah dan lo jam 6 masih nyantai masih nonton tv." Ujar Darra heran. "Iya itu kan lo beda sama gue." Jawab Dafina dengan santainya. Doa telah dimulai, semua murid tampak khusyuk berdoa. Guru mata pelajaran pertama telah datang. Membahas materi baru dan menagih tugas-tugas yang belum di bab sebelumnya. Dikarenakan Darra dan Dafina sudah tuntas mereka bisa bersantai. "Na lo tau gak." Ujar Darra yang omongannya terpotong. "Gak." Potong Dafina. "Dengerin dulu dong." Ujar Darra. "Iya iya apa sih?" Tanya Asya. "Jadi kemarin gue gabut banget na. Terus gue buka fb ya karena udah lama banget gue gak buka fb. Terus gue ubah nih foto profil sama foto sampul karena masih pake foto gue yang lama. Terus pas udah gue iseng kan ngirim permintaan pertemanan ke beberapa anak alumni SMP gue itu cukup banyak sih dan disaat yang bersamaan banyak juga yang ngirim permintaan pertemanan ke gue, udah lah gue konfir ya. Terus gue tinggal tidur, tadi ini baru aja di ini gue dapet spam notif dari FB tau gak sih. Banyak yang ngirim permintaan pertemanan, yang ngelike foto gue, terus banyak juga yang ngirim pesan. Nih cobak lo messanger gue." Ujar Darra panjang lebar. "Wihh banyak juga ra. Kok bisa sih secepat itu, lo pake jampi-jampi ya?" Tanya Dafina. "Ckk lo na, ya gak mungkin lah gue pake gituan. Gue sendiri juga heran kok bisa gak sampai 24 jam udah banyak yang chat." Jawab Darra. "Udah gak papa bales aja ra. Seru tau biar gak gabut." Ujar Dafina. "Iya juga sih akhir-akhir ini gue sering gabut juga." Ujar Darra. "Nah kan siapa tau juga lo dapet cowok." Ujar Dafina. "Ihh lo na." Jawab Darra. "Lo jomblo kan? Siapa tau salah satu dari mereka bisa ngisi hati lo hahaha." Ujar Dafina. "Tapi untuk saat ini gue mau sendiri dulu. Gue gak mau punya mantan lagi." Ujar Darra. "Emang lo punya mantan ra?" Tanya Dafina. "Punya cuma satu orang." Jawab Darra. "Siapa namanya? Terus kenapa lo putus sama dia." Tanya Dafina. "Namanya Izam, dia yang mutusin gue tanpa alesan lagi." Jawab Darra. "Namanya kok sama kayak ehh gak gak." Ujar Dafina ragu-ragu. "Sama kayak siapa? Mantan lo? Lo juga punya mantan?" Tanya Darra bertubi-tubi. "Gak gak udah gak usah dibahas." Jawab Dafina sambil senyam-senyum. "Ayo lah na." ujar Darra. "Ehmm bukan mantan sih sebenernya, cuma gue sekedar mengagumi dia terus gak tau kenapa dia tiba-tiba berubah gitu padahal sebelumnya dia tuh care banget sama gue, deket banget, sering minta tolong ke gue dan sangking bucinnya gue mau nolongin dia apapun itu selagi gue bisa, terus dia berubah dan jadi ngejauhin gue tanpa gue tau alasannya." Ujar Dafina. "Temen SMP lo?" Tanya Darra. "Yeahhh satu kelas malahan namanya Izyan, hampir sama kan sama namanya mantan lo." Jawab Dafina. "Ehh iya ya Izam sama Izyan." Ujar Darra. "Kalo menurut gue sih ya na, mungkin dia tau kalo lo mengagumi dia terus dia ngejauh dari lo biar lo gak terlalu berharap ke dia." Lanjut Darra. "Gak tau deh ra husttt udah-udah gak usah diterusin." Jawab Dafina. Semenjak tadi pagi hingga beberapa hari kemudian Darra sibuk membalas chat dari mereka di messenger. Setidaknya kini Darra ada kesibukan lain. Dari puluhan orang yang mengajaknya berteman cuma dua orang yang menurutnya asyik, yaitu Bian dan Latif. Dikarenakan kedua orang itu dapat menghibur Darra, Darra memberikan nomor WhatsApp kepada Bian dan Latif setidaknya dia ada teman chat di WhatsApp. Bian orangnya sangat ingin sekali dengan Darra. Bisa dirasakan oleh Darra bahwa Bian suka dengannya. Itu bisa dilihat dari cara chatting Bian kepada Darra. Sedangkan Latif orangnya tidak terlalu sering chat Darra, namun sekali chat dia bisa asyik sekali. Selain itu mereka juga saling memfollow instagram masing-masing. Bian : Ra lo udah punya pacar? Darra.nzr : Gak punya Bian : Sama gue juga gak punya Darra.nzr : Ya udah sih Darra.nzr : Kenapa emangnya? Bian : Gak papa sih siapa tau kita jadi Darra.nzr : Jadi apa? Bian : Jadi temen ra Sebenarnya Darra tidak suka dengan Bian. Entah kenapa Darra tidak suka. Dari awal chat di messenger Darra merasa Bian ini ada rasa dengannya. Dari cara chatting Bian membuat Darra ilfill karena chat yang berlebihan dan menurunnya alay. Kenapa bisa begitu, bahkan sebelumnya Darra tidak kenal dengan Bian bisa-bisanya Bian langsung chat dengan rasa. Meskipun tidak diutarakan secara langsung tapi Darra sudah paham dari gaya chatting Bian. Nahh Darra tidak suka dengan Bian tapi kenapa kok dikasih nomor WhatsApp? itu karena Bian benar-benar memaksa Darra hingga akhirnya Darra memberikannya Darra juga berfikir Bian ini bisa menjadi penghibur dikala Darra gabut. Hari-hari Darra kini sering berchatting dengan Bian. Darra sudah memberi tahu Dafina kalau dia memberikan nomor WhatsAppnya kepada Bian dan Latif untuk sekedar menghiburnya. "Na gue lagi chat sama orang yang gue kenal di fb, lihat nih." Ujar Darra sambil menunjukkan percakapan WhatsAppnya dengan Bian. "Kok alay gini sih ra." Ujar Dafina. "Asal lo tau ya, sebenernya dari awal chat di messenger itu gua udah ngerasa dia ada perasaan ke gua. Dari awal itu gue udah ilfill na." Jawab Darra. "Kalo ilfil kenapa lo kasih nomor wa lo?" Tanya Dafina. "Dia maksa gue. Tapi gak papa juga sih na buat ngehibur gue kalo gue lagi gabut." Jawab Darra. "Ehhh lo ra ra." Ujar Dafina. "Iya sih seru juga ra. Sini-sini gue mau bales dia chat dia." Lanjut Dafina. "Tuh kan lo juga ikutan." Ujar Darra. "Hehehe." Jawab Dafina cengengesan. "Ohh iya na, sebenernya gak cuma Bian aja yang gue kasih nomor wa gue. Ada lagi namanya Latif." Ujar Darra. "Banyak banget sih ra emang lo mampu?" Tanya Dafina. "Ihh gak na, orang cuma buat ngehibur gue biar gak gabut." Jawab Darra. "Ohhh oke lah." Jawab Dafina degan cuek karena sibuk membaca chat dari Bian. Setelah itu mereka melanjutkan pelajaran. Guru mata pelajaran tersebut menjelaskan materinya dan memberikan beberapa tugas. Saat Dafina ingin membuka ponselnya untuk mencari tambahan jawaban, dia kaget karena kolom notifikasinya terdapat DM dari orang yang tidak dikenal yang nama usernamenya Bian. Seketika Dafina kaget. "Ehh ra Bian ngechat gue." Ujar Dafina. "Apaan sih emang lo punya wa nya?" Tanya Darra masih sibuk menulis tugasnya. "Buka di wa, ini di ig dia ngeDM gue lihat nih." Jawab Dafina sambil melihatkan notifikasi DM Bian. "Ehh iya itu bener ig si bian." Ujar Darra. "Kok dia bisa tau ig lo?" Tanya Darra. "Ya gue gak tau ra. Ihhh horor sihh." Jawab Dafina bergidik dan langsung membuka google untuk mencari jawaban tambahan. "Ohh apa mungkin karena gue sering foto sama lo terus gue jadiin snap ig ya? Kan gue tag lo juga itu." Tanya Darra. "Bisa jadi." Jawab Dafina. "Udah selesaikan dulu aja tugasnya. Urusan Bian dibahas nanti." Ujar Darra. Selanjutnya mereka sibuk mengerjakan tugas yang lumayan banyak itu. Selesai sudah mereka mengerjakan tugas. beberapa menit lagi bel istirahat berbunyi. Darra dan Dafina membahas Bian yang tadinya mengirim pesan DM ke Dafina. "Mana lihat na, si Bian ngeDM lo apa." Ujar Dafina. "Ohh iya bentar-bentar." Jawab Dafina. Kemudian Dafina membuka aplikasi instagramnya sambil dilihat oleh Darra. "Lohh ra kok gak ada." Ujar Dafina sambil merefresh DM instaramnya. "Ini bener gak ada apa data gue habis sih?" Ujar Dafina heran. "Coba lihat." Ujar Darra ambil mengambil ponsel Dafina. "Bener lo gak ada. Dihapus mungkin sama dia." Lanjut Darra. "Iya kan gak ada. Tapi bener lo gue tadi ada notifikasi DM nya. Lo tadi juga lihat kan." Ujar Dafina. "Iya gue tau. Udah biarin mungkin dihapus." Jawab Darra. Bel istirahat berbunyi Darra dan Dafina segera membereskan buku dan alat tulisnya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
belanja dulu seratus hehh
05/04
0aku kembali
30/11/2024
0Good
08/02/2024
0Lihat Semua