Beranda/KEMBALIKAN CINTA YANG HILANG/
Bab 25. 1. Kecelakaan
AUTOR POV.
Sore itu sebuah mobil sport berwarna putih melaju dengan kecepatan penuh di jalan bebas hambatan. Kendaraan itu seperti kehilangan kendalinya saat itu. Dalam sekejap terdengan suara rem dan benturan dahsyat yang menabrak pembatas jalanan. Mobil itu tergelincir sampai terlempar beberapa puluh meter dari tempat terjadinya tabrakan bahkan mobil tersebut juga tak sengaja melibatkan beberapa mobil yang terkena imbasnya dan mengakibatkan kerusakan.
Saat itu juga orang-orang ke luar dari mobil dan melihat korban kecelakaan tersebut.
"Ya Tuhan, mobilnya rusak parah."
"Apa orang di dalamnya masih hidup?"
"Bantu mereka, sepertinya mereka terluka parah."
"Iya, ayo sebaiknya kita segera mengeluarkannya!"
"Biar saya yang hubungi polisi dan ambulan terlebih dahulu."
Tidak ada waktu untuk itu, ayo bantu selamatkan mereka!"
"Ya Tuhan aku tidak tega melihatnya, sepertinya korban mengalami luka parah."
"Iya benar, liat aja mobilnya saja rusak parah."
Ucapan beberapa orang yang sedang berkerumun menyaksikan kecelakaan mobil tersebut.
******
Beberapa perawat dan dokter saling berlarian untuk memasuki ruangan operasi. Seketika itu pun ruangan seakan mencekam dan menegangkan.
"Hubungi pihak keluarganya, cepat!" teriak salah satu dokter kepada seorang perawat.
Dengan sigap perawat tersebut langsung mencari data dan panggilan terakhir kali korban hubungi. Ada beberapa nomor telepon yang tertera di kontaknya, sesegera mungkin perawat tersebut menghubungi satu persatu nomor kontak tersebut. Dan salah satunya adalah ibunya korban.
"Hallo ...! Apa betul ini dengan keluar nyonya Claudia," kata seorang perawat sembari melihat kartu identitas milik Caca.
"Iya, saya sendiri. Anda siapa?" tanya perempuan paruh baya. Yang tak lain ibunda Claudia.
"Saya perawat dari pihak rumah sakit KASIH IBU JAKARTA ingin memberitahukan kalo Nyonya Claudia telah mengalami kecelakaan mobil. Dan kami butuh persetujuan pihak keluarga untuk menjalani operasi. Mengingat kondisi pasien sangat kritis dan butuh tindakan medis demi keselamatannya."
Ucapan perawat tersebut sontak membuat tubuh dan kaki ibunda Claudia terkulai lemas dan bergetar saat mendengar berita tersebut, bahkan air matanya pun tak bisa terbendung dan mengalir begitu derasnya. Isak tangis dan jeritan hati seorang ibu akan anak benar-benar tak terkontrol.
Sampai akhirnya suara perawat kembali menyadarkan ibunda Claudia akan keputusannya saat itu.
"Lakukan semaksimal mungkin, demi kesembuhan anak saya," kata Bunda yang mencoba bangkit kembali.
Tanpa persiapan dan berfikir panjang bunda langsung mengambil dompet dan berlari keluar rumah guna mencari taksi agar bisa sampai ke rumah sakit di mana tempat anaknya berada. Di perjalanan Bunda juga menghubungi anak-anaknya yang lain dan memberitahukan kalau kakak mereka mengalami kecelakaan.
Sepanjang perjalanan wanita paruh baya itu terus saja menangisi anaknya, bahkan dirinya juga takut kalau terjadi hal yang tak di inginkan pada Claudia.
"Kamu harus kuat, Ca. Pasti kamu kuat. Bunda yakin kamu anak yang kuat," gumam Bunda yang terus mengulang ucapannya untuk meyakinkan diri sendiri.
Butuh beberapa jam perjalanan hingga akhirnya Bunda sampai ke rumah sakit Kasih Ibu Jakarta. Sesampainya di rumah sakit bunda langsung menanyakan pada resepsionis tentang korban kecelakaan lalulintas beberapa jam yang lalu.
"Atas nama Nyonya Claudia Ilona masih ada dalam ruang operasi bu," jawab Resepsionis.
"Di mana tempatnya, Mba?" tanya Bunda yang langsung di beri arahan oleh wanita tersebut.
Bunda yang hatinya sedang tidak karuan itu langsung berjalan cepat menelusuri lorong yang mengarah ke ruang operasi, di depan ruangan itu Bunda melihat seorang polisi dan juga Arini beserta suaminya.
"Bibi...! Caca masih di dalam," seru Arini yang langsung memeluk ibunya Claudia. Yang tak lain adalah adik dari ibunya Arini
Bunda masih diam membisu saat menyadari kalau di ruang operasi itu memang benar anaknya.
"Dokter, apa kata dokter?" tanya Bunda dengan tatapan kosong seperti orang linglung.
"Dokter bilang kalau di bagian kepala Caca mengalami benturan keras dan mengharuskannya di oprasi, dan kakinya..."
Arini yang menghentikan ucapannya.
"Kenapa dengan kaki Claudia. Arini?" Tanya Bunda membulatkan kedua matanya saat menatap Arini.
Arini menghela napas berat seakan ragu dengan apa yang di ucapkannya. Saat itu juga Arini menurunkan pandangannya. "Kedua kaki Caca terjepit, kemungkinan dia akan lumpuh, Bi," kata Arini yang membuat Bunda terkejut dan tak kuasa menahan isak tangisnya.
"Ya Tuhan ..., kenapa engkau beri ujian sebesar ini untuk anak hamba!" Bunda yang saat itu terasa begitu hancur tak mampu menopang lagi kaki nya yang seakan melemah. Begitu juga Arini yang tangisannya kembali pecah saat melihat ibunya Claudia menangis. Meski begitu Arini mencoba menguatkan Bibinya untuk tetap tegar.
Sampai akhirnya lampu ruang operasi di matikan, bertanda kalau aktifitas di dalamnya sudah selesai.
Bunda dan Arini pun mendekat ke arah pintu ruangan tersebut, menunggu ke luarnya Dokter. Benar saja tak lama Dokter pun ke luar.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya, Dokter?" tanya Bunda penuh kekhawatiran.
"Operasinya berjalan dengan lancar, hanya saja butuh waktu untuk membuatnya kembali tersadar, dan saya tidak bisa memastikan itu kapan. Saya harap ibu banyak berdoa untuk kesembuhan putri ibu." Tegas dokter tersebut.
Arini kembali memeluk Bunda dan mencoba memberinya semangat. "Bibi harus yakin, kalau Caca itu kuat. Dia pasti akan sembuh, Bi," ucap Arini yang di jawab dehaman.
Selang beberapa menit seorang perawat meminta keluarga Claudia menyelesaikan administrasinya. Karena ini kasus darurat yang di bawah naungan kepolisian jadi saat itu pihak rumah sakit hanya meminta ijin persetujuan untuk menjalani operasi saja, tanpa meminta biaya administrasinya terlebih dahulu.
"Baik, Sus. Saya akan segera mengurus semuanya," kata Bunda mencoba menyeka air matanya kembali.
Akan tetapi saat bersamaan polisi juga mendekat ke arah ibunda Claudia. Dengan sangat hati-hati polisi yang sedari tadi ada bersama mereka itu menceritakan secara detail kronologi kecelakaan yang di alami Claudia.
"Ini rekaman CCTV yang ada di lokasi, Bu," kata polisi memperlihatkan rekaman yang sudah dikirim ke ponselnya.
Disitu terlihat kalau mobil yang Claudia tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pembatas jalan. Tidak berhenti sampai disitu, mobil itu juga menghantam tiga kendaraan lainnya yang mengakibatkan pengendara terluka, meskipun tidak terlalu parah.
"Ya Tuhan ..." Bunda yang saat itu terkejut dan memijat keningnya karena pening.
"Saya minta pihak keluarga mau bertanggung jawab atas ini semua, karena para korban menuntut ganti rugi atas semua ini." Tegas seorang polisi yang membuat Bunda mengangguk singkat tanpa menjawabnya.
Arini merangkul Bibinya, dan kembali menenangkan.
"Ya Tuhan, kenapa cobaan yang engkau berikan begitu besar," batin Bunda yang membuat butiran bening itu keluar dari matanya.
"Arini, bukannya itu mobil Fras. Lalu di mana dia?" tanya Bunda yang baru menyadari keberadaan Fras.
"Bi, harusnya Fras ada di sini bersama Caca. Tapi saat aku dan Mas Lukman sampai rumah sakit, kami tidak menemukan keberadaan Frasetyo," kata Arini yang ragu.
"Lalu polisi?" Bunda kembali bertanya.
"Arini udah tanya itu, Bi. Polisi bilang saat evakuasi hanya ada Caca saja."
"Kok, bisa. Lalu Fras?"
"Arini kurang tau Bi. Polisi hanya memberitahu kalau di tempat kecelakaan hanya ada Claudia, itu juga posisinya sudah tidak lagi di dalam mobil."
Bunda yang mendengar penjelasan Arini seakan frustasi. Bahkan perempuan paruh baya itu tidak menyangka kalau Fras telah meninggalkan Claudia di saat seperti itu. Banyak sekali pertanyaan yang terlintas dalam pikirannya saat itu.
"Aku pikir, tindakan ku waktu itu benar, mempercayakan Frasetyo untuk kembali ke kehidupan Claudia. Ternyata aku salah," guman bunda dalam hati yang begitu kesal akan sosok Fras.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (723)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
cerita nya sangat bagus saya suka first time baca sukaa sangattttt
19/05/2022
1the best stories 🥰
05/04/2022
1buktikan uang nya dulu
16d
0Lihat Semua