logo text

Bab 47 Surga Dunia

Hari ini merupakan sebuah hari yang sangat ditunggu-tunggu Dayat. Sebuah hari yang telah mengantarkan asa sang pemimpi itu ke surga. Ya, surga dunia yang tiada tara. Ia akan merasakan kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian jiwa. Ia sudah menjadi seorang yang ia impikan. Ia sudah membayar lunas hutang kata-kata yang sempat ia ucapkan kepada kedua orangtuanya dulu. Ia sudah mewujudkan keinginan ayah dan emaknya.
Sampai pada titik surga ini bukanlah hal mudah bagi pemuda kampung yang sejak lahir telah terjerat dalam sangkar kemiskinan itu. Setelah melewati jalan panjang, curam, berliku, terjal dan dipenuhi genangan airmata akhirnya ia bisa memetik manisnya buah dari hasil perjuangannya selama ini.
Dayat tahu, semua orang setiap hari berlomba-lomba untuk mengejar surga. Setiap orang juga mengukur surga itu dengan tolak ukur yang berbeda-beda. Ada yang mengukurnya dengan harta berlimpah, apartemen mewah, kenderaan mengkilat ataupun istri berlipat-lipat, namun bagi Dayat, surga di dunia ini terletak pada pendidikan. Ya, pendidikan.
Dengan pendidikan, seseorang itu akan mulia dalam pandangan manusia, terlebih-lebih dalam pandangan tuhan. Orang yang berpendidikan tidak perlu mencari pekerjaan melainkan pekerjaan yang akan mencarinya. Orang yang berpendidikan itu juga akan mempunyai peluang yang sangat besar untuk menyelamatkan semua manusia terbebas dari jerat kemiskinan. Dengan begitu, hidup akan sentosa.
“Ayo Mak, Yah, kita langsung masuk ke tempat acara” ujar Dayat kepada kedua orangtuanya yang telah datang dari kampung beberapa hari yang lalu untuk menyaksikan anak mereka memakai toga wisuda.
Hasan dan Aminah tampak terkesima melihat antusias orang banyak di dalam gedung yang telah menampung ribuan pengunjung itu. Mereka mengambil tempat duduk di kursi barisan kelima dari depan. Pandangan mereka tertuju pada Dayat yang mulai mengambil posisi duduk di jejeran para calon wisudawan hari ini.
Dayat sadari bahwa lulus kuliah dan mendapatkan sebuah gelar adalah kebahagiaan tersendiri bagi kedua orangtuanya. Paling tidak, ayah dan emaknya akan sangat bangga melihat putranya itu bisa menyelesaikan pendidikan di bangku perguruan tinggi. Walaupun dulu Hasan dan Aminah sempat meragukan asa anak sulung mereka itu, namun hari ini seorang anak kampung itu telah membuktikan hasil kesungguhannya kepada kedua manusia yang sangat ia sayangi itu.
Bagi orang di kampung Dayat, bisa menyelesaikan pendidikan S1 merupakan suatu kebanggaan yang tak terkira. Tidak semua orang kampung bisa mengenyam pendidikan di sebuah universitas. Bisa tammat dari bangku SMP saja sudah dirasakan cukup. Toh, kerja mereka juga kelak akan bergumul juga dengan sawah maupun ladang ditemani cangkul dan parang.
Dayat benar-benar tidak menyangka ketika namanya dipanggil sebagai salah satu dari tiga mahasiswa dengan IPK tertinggi pada acara wisuda periode ini. Ia sangat terharu mendengar namanya disebut untuk maju ke depan bersama kedua lulusan terbaik lainnya. Ketiga lulusan terbaik itu diberikan hadiah berupa beasiswa S2 ke salah satu kampus ternama di Jakarta.
Dayat terharu. Ia tidak menyangka akan melanjutkan studi S2 di kampus yang dulu sangat ia impikan. Kampus yang pernah ia utarakan kepada kedua orangtuanya. Kampus yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar negeri ini. Serasa mimpi di siang bolong. Ia seolah tidak percaya. Airmata mengalir dari sudut pandangannya. Bukan airmata sedih atau pilu seperti yang selalu ia rasakan dulu, melainkan airmata bahagia tak terhingga.
Dayat percaya, kesungguhan dan perjuangan itu tidak akan pernah sia-sia. Pasti ada saja jalan keluar yang diberikan tuhan untuk mendekatkan seseorang kepada mimpi-mimpinya. Mimpi-mimpi besar itu biasanya bukan datang dari orang-orang besar, melainkan datang dari orang-orang kecil, orang yang sudah biasa diterpa kemiskinan, ketidakmampuan dan ketidakberdayaan. Satu yang pasti, semua impian besar itu akan berlabuh pada kenyataan disaat yang tepat.

Komentar Buku (73)

  • avatar
    Ardnsyhh Mrf

    begitu lah perjuangan seorang ibu yang selalu nyiapin apa saja untuk keluarganya

    08/08/2022

      0
  • avatar
    Fauzul

    enak dibaca

    19/06

      0
  • avatar
    Aisyah Oktavia

    bagus cerita nya

    29/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru