logo text

Pemilihan sketsa Gaun Reina

Laura segera membersihkan dirinya dan menuju daur untuk memasak makan malamnya hari ini. Laura memasak Sop Buntut untuk ia nikmati malam ini dengan cuaca yang dingin di daerah ini.
Tanpa Laura ketahui di depan villanya ada orang yang sedang memperhatikannya.
" Aku merindukan mu, Laura Kirana Putri !" ucapnya pelan dan langsung melajukan lagi mobilnya menuju villa yang tak jauh dari villa yang Laura tinggali .
============================================
Andra sampai di Indonesia saat pagi menjelang, ia langsung menuju Villa yang di maksud oleh Alex, tak menegenal lelah ia mengendarai mobilnya sendiri tapa Alex atau supir yang menemaninya.
" Lihat Laura. Aku pasti akan membawa mu kembali! Tidak ada yang bisa pergi dari Andra Aditama Pramudya begitu saja!"
Andra mengaktifkan ponselnya kembali saat ia berada di dalam mobil. Lalu ia menghubungi seseorang.
[ Buat perhitungan secara bertahap, lakukan pelan-pelan sampai semuanya jatuh di bawah kendaliku. ]
Setelah Andra menerima jawaban tersebut langsung ia matikan ponselnya. Ia harus fokus dan cepat sampai sebelum Panji menghasut Laura kembali.
"Lihat Panji. Kau berurusan degan siapa kali ini. Tanggung semua akibatnya". geram Andra di dalam mobil sambil meneyetir.
Siang hari Andra sudah sampai ditujuanya kebetulan Villa milik Andra tak jauh dari Villa yang di tempati Laura.
"Sebentar lagi kita akan bertemu, Laura."
Andra terus melaju melewati Villa dimana Laura tempati.
Ia ingin istirahat sejenak, melepas lelah perjalanan jauh dari Paris sampai puncak untuk menemui Laura, dan membawanya kembali .
" Lihat kejutan besok pagi untuk mu, Laura !"
"Kita akan bersama, Panji maupun lainnya taknakan ada yang bisa merebut milik seorang Andra." gumamnya
Sedangkan di Jakarta, mama Yola dan Reina pergi bersama untuk berkunjung ke butik langanan keluarga dan memesan gaun pernikahan untuk Reina dan Seno.
" Reina, kamu pilihlah gaun yang kamu inginkan untuk pernikahan kamu nanti dengan Seno. Atau kamu mempunyai desain gaun untuk pernikahanmu, kamu bisa berkonsultasi kepada Seira, ia designer andalan mama."
" ?Baik, Ma. Nanti aku lihat-lihat dahulu ada yang cocok tidak dengan ku, Ma. Terimaksih ya, Ma. Mama Yola sudah begitu baik dan perhatian denganku. Aku sejak kecil tak pernah mendapatkan perhatian oleh seorang ibu. Mengenal mama Yola membuatku bahagia, Ma." ucap Reina, sambil terisak sedih.
Ia mengingat perihnya masa kecilnya dahulu. Sudah ditinggal oleh ibunya dan ia harus diasuh oleh ayahnya seorang diri, dan semenjak ayahnya menikah, kehidupan Reina bukanya bahagia tapi malah sengsara oleh perilaku ibu tirinya.
" Maafkan mama sayang, jangan menangis lagi ya, mama akan selalu membahagiakan anak-anak mama. Kebahagiaan anak-anak mama adalah yang utama. Janagan pernah sungkan dengan mama. Anggap lha mama ini, mama kandung kamu, sayamg." ucap Mama Yola sambil memeluk Reina yang duduk di sampingnya mencoba untuk menenangkan sang calon Menantu. Putri keluarga Pramudya.
"Iya, Ma. Terima kasih." jawab Reina sambil tersenyum dan menghapus air matanya.
Setiba di butik kepercayaan Nyonya Pramudya. mereka di sambut oleh karyawan yang bekerja di sana. Siapa yang tak menegenal Nyonya Yola Pramudya, Semua karyawan di sini mengenalnya dengan baik.
"Selamat siang, Nyonya Pramudya, Rasanya sudah lama tidak berkunjung kemari." ucap Laras asisten Seira
"Siang Laras, Saya tak diIndonesia, Laras. perkenalkan ini Reina calon menantu pertama di keluarga Pramudya. Ia ingin mencari gaun yang pas untuk pernikahannya nanti."
"Halo Laras, saya Reina." perkenalan Reina dan Laras
" Senang berkenalan dengan anda Nona Reina, Kami bangga Nona memilih mempercayakan kami untuk merancang gaun pernikahan anda." ucap Laras
"Tolong tunjukan koleksi gaun untuk calon menantuku ini Laras ! Owh iya dimana Seira ?"
" Baik, Nyonya. Maaf nyonya, ibu Seira sedang berada di Jepang." jawab Laras asisten Seira.
"Owh, ya sudah. Reina pilihlah gaun yang kamu mau, aku mau lihat-lihat baju dahulu."
" Baik, Ma ".
Reina dan Nyonya Pramudya berpisah untuk memilih gaun dan pakaian masing-masing.
Reina mencoba beberapa gaun pengantin yang di rekomendasikan oleh Laras.
" Laras, aku ingin gaun model ini, tapi untuk bagian depanya aku ingin yang seperti ini, dan warnanya aku ingiin warna biru, bisakah kau membuatnya ?"
"Dengan senang hati, Nona Reina. Mari kita duduk di sana, aku akan membuatkan desainnya untuk anda."
Saat Reina tengah menunggu Laras membuatkan desain sketsa gaunnya, Nyonya Pramudya menghampirinya.
" Reina, sudahkah kau menentukan gaun yang akan kau kenakan ?"
" Sudah, Ma. Ini baru di rancang oleh Laras."
" Tunggu sebentar, Nyonya Pramudya, sebentar lagi akan selesai." ucap Laras sambil meneruskan gambarannya .
" Baik, Laras. Teruskan saja, buat gaun yang indah ya."
Sambil menunggu rancangan gaun yang di buat Laras, Nyonya Pramudya dan Reina terlibah percakapan tentang konsep pernikahannya nanti .
" Maaf, Nyonya Pramudya dan Nona Reina saya menyela pembicaranan anda, saya hanya ingin menyerahkan rancangan gaun yang di inginkan Nona Reina. Silahkan di lihat ,jika kurang pas, akan saya perbaiki lagi." ucap Laras yang menyerahkan gambar rancangan gaun milik Reina.
"Hmm gaunya cantik sekali Reina, pasti cocok dengan mu." ucap nyonya Pramudya.
"Aku setuju rancangan ini, Laras." ucap Reina sambil menyerahkan gambar sketsa kepada Laras .
"Baiklah Nona Reina, mari saya ukur dahulu."
Reina mengikuti Laras untuk mengukur badannya agar segera bisa di buatkan gaunnya. Waktu yang tak begitu banyak sebenarnya untuk pernikahan yang akan di gelar 3 bulan lagi. Setelah semuanya cukup, Nyonya Pramudya dan Reina meninggalkan butik itu lalu menuju ke Cafe Cerry guna bertemu dengan Laura .
Sesampainya Nyonya Pramudya dan Reina di cafe cerry langsung di sambut oleh Anita .
"Selamat datang Nyonya, Silahkan menunya ?" ucap Anita kala itu sambil meneyerahkan buku menunya.
"Aku pesan Mesclun salad, Fruity lemon squash, dan dessertnya Jasmin tea." ucap Reina kepada Anita .
"Baik, Nona. Sedangkan Nyonya ?" tanyanya Anita kepada Nyonya Yoka .
" Tuscan panzanella, Apple cooler dan dessertnya strawberry cheese biscoft ".
" Baik Nyonya, silahkan tunggu sebentar." ucap Anita sambil mengambil buku menunya.
"Hmm iya, bisakah saya bertemu dengan Laura ?" tanya Nyonya Yola.
" Maaf, Nyonya. Laura sedang cuti untuk beberapa hari kedepan."
" Kira-kira kapan Laura kembali ?"
" Saya rasa senin depan, Laura kembali bekerja, Nyonya. Apa ada yang penting, Nyonya. Biar saya sampaikan Kepada Laura ?"
"Hmm tidak, Ya sudah besok saja saya kembali untuk menemuinya."
"Baik Nyonya, saya permisi dahulu." pamit Anita
Anita segera bergegas meninggalkan meja tersebut dan segera membuat pesanannya.
" Sayang sekali, Laura sedang cuti, jadi mama tak bisa mengenalkan kamu kepadanya Reina."
" Tak apa, Ma. lain waktu juga bisa. Lagian aku di sini sampai pernikahan kami."
"Semoga besok kita bisa menemuinya ? Apa kamu setelah menikah akan kembali lagi ke Milan Reina ?"
"Iya, Ma. Pekerjan Mas Seno kan disana, lagian aku juga harus kembali mengajar, Ma. Jadi kami tak bisa untuk tinggal disini. Tetapi tenang saja, Ma. Aku dan Mas Seno akan sering-sering mengunjungi mama." ucap Reina sambil meyakinkan Nyonya Pramudya sang calon mama mertua.

Komentar Buku (371)

  • avatar
    cchehe

    sukaa sama ceritanya, konflik nya juga ringan jadi ga terlalu tegang bacanya😂semangat trs kak❤

    25/01/2022

      1
  • avatar
    Agnes Agustina

    bagus ceritanya. lanjut

    21/06

      0
  • avatar
    Hamida Yunita

    bagus

    16/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru