Pov Anita

Sesampainya di kantor Andra di sambut oleh seluruh karyawan karyawannya, entah mereka merasa heran karena tak pernah Andra membawa kotak bekal makan ke kantor dan melihat bos mereka tersenyum yang begitu tampan dan terlihat manis, sosok bos yang selalu terlihat dingin dan tegas pun hari ini sirna. Jarang jarang mereka semua melihat sang pemimpin perusahaan ini tersenyum bahagia pagi ini, Andra yang biasanya cuek kala para karyawan menyapa hari ini Andra menjawab sapaan mereka dengan senyum bahagiannya.
===========================
Selama 4 hari ini aku tinggal bersama Andra ada rasa bahagia, entah perasaan apa yang sedang menjalar di hati ku ini. Pertama melihat dan bertemu dengnya yang aku tangkap ia seorang yang dingin ,cuek hingga tak kuasa aku menyebutnya " si kulkas" saking dinginya sikapanya.
Pertama bertemu dan melayaninya di cafe cerry biasa saja . Tetapi saat aku menawarkan menu ia tak membuka buku itu dan langsung memesannya, Yang aku fikir mungkin sudah sering berkunjung di sini jadi ia hafal menu menu yang ada di cafe ini tanpa melihat buku menunya. Dan aku baru mengetahuinya dari Anita sahabat ku bahwa ia seorang CEO di perusahaan besar dan pengusaha tambang batu bara ia Tuan Andra Aditama Pramudya dan di sebelahnya ada asiaten terpercayaanya Tuan Seno, dan ia dahulunya memang sering berkunjung kemari. Tapi selama hampir 2 tahun katanya ia tak pernah berkunjung kemari baru hari ini ia berkunjung kembali.
Memang Anita terlebih dahulu bekerja di cafe cerry, aku ikut bergabung dengan cafe cerry 1 tahun setelah Anita bergabung. Maka dari itu anita sudah hafal pelanggan langanan cafe cerry.
Beberapa hari kemudian Tuan Andra dan Tuan Seno berkunjung kembali ke cafe ini, seperti biasa aku yang menyambutnya, dan memilihkan tempat yang kosong, tapi entah mengapa Tuan Andra langsung memilih tempat pojokan sebelum aku memilihkannya, ya sudahlah aku ikuti kemauannya dimana toh pelanggan adalah Rajanya.
Seperti biasanya ia langsung menyebutkan pesanannya, berbeda dengan Tuan Seno yang melihat menu terlebih dahulu. Aku dan Tuan Seno terlibat percakapan tentang menu yang ia lihat. Memang ada perubahan menu di cafe ini, terutama menu baru dessert box yang aku buat setelah di setujui oleh sang pemilik cafe ini yaitu Panji.
Saat aku hendak menikmati waktu istirahatku dan mengisi tenaga lagi, tiba tiba aku di kagetkan oleh Rosa teman kerja ku, yang mengatakan Tuan Andra marah, ia tidak mau di layani oleh karyawan lain, ia memintaku untuk melayaninya. Kenapa harus aku ? sedangkan biasanya juga tak begitu. Seketika rasa lelah ku hilang, ada rasa marah, dan sebal secara bersamaan, mau marah juga tak bisa ia pelanggan tetap di sini dan orang terkaya se Asia dan bisa saja ia menghancurkan cafe cerry hanya aku kurang baik melayaninya. Akhirnya aku mengalah dan menyingkirkan rasa kesal ini lalu melayaninya.
Sebelumnya aku membuatkan dahulu pesananya karena aku yakin kopi yang ia pesan sudah dingin, lalu aku mengantarkanya tak lupa aku tersenyum semanis mungkin di hadapannya. Hal yang membuatku terkejut tatapannya yang membuat bulu kudu ini berdiri sungguh sangat menakutkan. Dan tak di sangka sangaka ia memintaku jika setiap ia berkunjung di cafe ini aku yang harus melayaninya. Ohhh Good cobaan apa lagi ini ?
Aku menghela nafas dan menyetujuinya. Itulah pilihan yang terbaik walau hati ini tak suka.
Sudah hampir 1 minggu Tuan Andra tak berkunjung ,aku puh hanya fokus membuat orderan dessert box yang kian hari banyak peminatnya. Saat aku sedang asyik bergurau dengan teman teman aku untuk menghindari rasa jenuh bekerja seharian, aku di kejutkan kala Anita menghampiri aku bahwa di depan ada Tuan Andra. Ya otomatis aku harus segera kedepan dan melayaninya sesui permintaannya dan permintaan Tuan seno, karena aku sempat betemu denganya di cafe bunga untuk membahas permintaan Tuan Andra, dan yang membuatku terkejut bahwa Tuan Seno adalah saudara Tuan Andra walaupun bukan saudara kandung.
Penilaian pertama dari cerita Tuan Seno yaitu Tuan Andra orang yang baik dan peduli pada keadaan sekitar, itulah penilainku saat itu. Yang membuatku bingung kenpa sifatnya berbeda sekali dengan yang di ceritan Tuan Seno saat itu.
Saat waktunya aku pulang dan kulihat Tuan Andra masih berada di dalam cafe ini ,aku akhirnya menunggunya selesai. Tiba tiba tuan Andra memanggil ku dan ternyata ia memintaku untuk pulang bersamanya, sejenak aku ragu tapi akhirnya aku menyetujuinya juga karena dari tatapannya jelas tak bisa di tolaknya. Aku berpamitan kepada Anita bahwa aku tak jadi pulang dengannya karena di tunggu oleh Tuan Andra, dan memberinya uang untuk membeli makanan karena tadi aku berjanji akan mentraktir Anita. Tapi ternyata Tuan Andra kembali masuk mencariku lagi dengan tatapan yang sulit di artikan, sejujurnya aku malu karena menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe ini. Aku bergegas mengikuti Tuan Andra ke dalam mobilnya, dan tak lupa mengucapkan kata maaf berulang kali karena telah menunggu ku terlalu lama. Tapi apa yang aku dapatkan jangankan ia menerima maaf dari ku, berbicara saja tidak apa lagi menoleh melihat ku sejenak pun juga tidak ia hanya fokus menyetir saja, didalam mobil ini hanya ada keheningan dan aku memutuskan tidak mengajaknya berbicara kembali karena pasti hasilnya juga nihil.
Saat aku tengah melamum aku di kagetkan atas perkataan Tuan Andra yang meneyebutkan bahwa aku telah sampai di depan rumah, dan aku melihat sekeliling ternyata benar aku sudah di depan kontrakan aku, tak lupa aku mengucapkan terimakasih dan meminta maaf kembali dan lagi lagi tak ada respon apa pun. Aku bergegas turun dari mobilnya tak mau membuatnya semakin kesal terhadap ku. Setelah aku turun ia langsung melajukan mobilnya aku hanya menghela nafas saja.
Tapi aku heran darimana Tuan Andra mengetahui alamat kontrakan aku, seingat ku tadi aku belum menyebutkan alamat kontrakan ini. Saat aku sedang bingung kulihat motor Anita memasuki pekarangan rumah ini dan membuatku sedikit melupakan masalah dengan Tuan Andra.
Setelah aku membersihkan diri dan aku keluar kamar menuju meja makan dan makan bersama Anita sambil bercanda ria, aku memutuskan untuk menceritakan semua kejadian yang aku alami barusan di dalam mobil tadi. Anita juga merasa heran tapi apa yang tak mungkin bagi Tuan Andra Aditama Pramudya, semua yang tidak mungkin pasti akan mungkin terjadi.
Di dalam benak ku apa jangan jangan Tuan Andra diam diam menyelidiki tentang aku ya ? tapi untuk apa ia mencari tau tentang aku ? aku hanya pelayan cafe biasa, aku berasal dari desa dan datang ke kota mencari pekerjaan untuk mewujudkan cita cita aku, tidak ada yang special di dalam diri aku.

Komentar Buku (371)

  • avatar
    cchehe

    sukaa sama ceritanya, konflik nya juga ringan jadi ga terlalu tegang bacanya😂semangat trs kak❤

    25/01/2022

      1
  • avatar
    Agnes Agustina

    bagus ceritanya. lanjut

    21/06

      0
  • avatar
    Hamida Yunita

    bagus

    16/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru