logo text

Bab 39 Bloody

Gio yang melihat dokter Helen tergeletak di lantai dengan bersimpah darah. Dia langsung terkejut dan kemudian memanggil bantuan namun nihil dokter Helen telah meninggal dunia. Begitu berita itu tersebar di seluruh rumah sakit Gio yangb saat itu berada di sana kemudian dia menggil polisi. Tidak lama kemudian polisi datang ke sana dan mengidentifikasi korban yang ternyata di bunuh karena goresan di nadi lehernya menyebabkan dirinya kehilangan banyak darah. Menurut keterangan petugas yang berada di rumah sakit tersebut sebenarnya ada pasien yang datng kepada dokter Helen baru-baru ini pasien itu bernama Hildan. Polisi langsung menyelidiki Hildan yang di duga merupakan tersangka pembunuhan dokter Helen. Begitu sampai di tempat kediaman Hildan.
“Permisi anda benar bernama Hildan kami polisi silahkan anda ikut dengan kami,” ucap polisi yang ternyata dia adalah Tom
“Benar itu saya kenapa polisi memanggil saya?”
“Anda di duga tersangka yang membunuh dokter Helen. Silahkan ikut kami,” Tom kemudian menyeret Hildan ke kantor polisi.
Gio yang baru saja menyaksikan sesuatu yang tidak terduga membuat dirinya termenung duduk di meja panjang rumah sakit. Pikirannya sekarang kacau karena satu-satunya yang dapat menemukan petunujuk soal kemungkinan di mana Gray berada adalah dokter itu. Tepat di kantor polisi Hildan langsung memberikan keterangan lebih lanjut dan ketika polisi memeriksa CCTV rupanya CCTV tersebut tidak berfungsi karena hal itu lah mereka langsung menyimpulkan pelakunya adalah Hildan seorang pemuda yang mengidap depresi. Setelah menghilangnya Vincent dan Gray Vermillion kemudian kematian dokter Helen. Ini semua secara tidak langsung terhubung satu sama lain.
“Kau tahu apa artinya ini?” ucap Bram
“Pelaku pembunuhan yang sebelumnya juga belum terpecahkan sekarang sudah bertambah lagi kasus baru. Ini di luar dugaan,” ucap Jake
Polisi yang berada di kantor mereka semua sibuk menyelidiki semua kasus bahkan sampai sekarang mereka terjun ke lapangan untuk mencari petunjuk mengenai keberadaan pembunuh berantai dan juga mencari keberadaan Vincent yang sudah satu bulan ini menghilang.
Di waktu yang sama di gedung organisasi Alchemist. Vincent dan Grya mulai bergerak mereka melancarkan strategi yang sebelumnya di susun untuk mencari pembunuh itu. berdasarkan pemikiran Vincent orang ini pasti salah satu di antara mereka dan lagi semua orang yang ada di sini memakai pin berlambangkan Alchemist yang tidak lain adalah pin yang sama dengan yang di pakai orang asing di pemakaman Sam Wecker. Kecuarigaan Vincent tidak sampai di situ saja dia juga penasaran siapa Joker sebenarnya dan kenapa dia selalu menutupi wajahnya. Itu akan terungkap yang pasti suatu saat nanti.
“Vincent ini aku kau bisa mendengarku?” ucap Gray melalui Earpiece
“Ya aku bisa mendengarmu.”
“Bagus.”
Mereka berdua berpencar dan menelusuri gedung ini untuk menacari orang itu. Beberapa menit sebelumnya Gray memasuki sebuah ruangan di lantai 30. Di sana banyak sekali karya seni ruangan yang terlihat sedikit gelap itu seperti sebuah galeri seni. Gray kemudian berjalan melihat-lihat tempat itu tapi sepatunya tiba-tiba licin dan ketika dirinya melihat ke arah lantai banyak sekali darah mengalir di lantai dan juga ketika dirnya melihat sebuah patung yang seperti orang suci patung itu juga di penuhi dengan darah yang masih menetes ternyata ketika di lihat dengan seksama ada mayat di patung itu tanpa kepala mayat seorang pria yang memakai jas mirip dengan orang itu dan ternyata benar itu merupakan mayat pembawa acara saat lelang karena terdapat tato di jarinya. Gray yang melihat itu langsung terkejut dan berlari ke arah pintu keluar.
“Aghhhhh ini tidak mungkin sial lagi-lagi banyak yang mati.” Ucap Gray. Vincent yang mendengar itu kemudian dengan cepat dia menghubungi Gray.
“Hey apa yang terjadi?”
“Ada mayat di ruang seni lantai 30.”
Kemudian Vincent langsung pergi ke ruagan tersebut dengan cepat. Akhirnya dia sampai di ruangan itu dan melihat Gray yang sedang terkejut berdiri sambil memandangi patung yang terdapat mayat itu. Vincent kemudian bergerak ke arah patung itu dan memang di sana terdapat mayat tanpa kepala seperti sebelumnya. Jika di perhatikan ruangan tersebut sangat mengerikan selain itu darah berceceran di mana-mana Vincent kemudian menyusuri ruangan itu dan menemukan sebuah pintu rahasia di balik likisan wajah yang sedang bersedih. Tidak lama kemudian Gray dan Vincent memasuki ruangan rahasia itu di sana terdapat tangga menuju ke sebuah tempat. Begitu mereka menyusuri tempat itu sampailah di sebuah ruangan luas seperti studio di sana terdapat banyak sekali patung torso tanpa kepala. Mereka berdua yang tercengang begitu masuk ke dalam dan yang paling membuat Gray terkejut adalah adanya lukisan di dinding. Lukisan tersebut mirip dengan yang sebelumnya Gray lihat dia mencoba mengingat lukisan itu pernah dia lihat di mana dan benar saja itu di dalam mimpinya. Sebuah tempat yang penuh dengan mayat berserakan darah bercucuran seoarng pria dengan pakaian hitam berdiri menghadap belakang tidak salah lagi.
“Ini sebenarnya siapa yang melakukan ini?”
“Apa maksudmu?”
“Lukisan ini? Tempat ini kenapa terlihat familliar.”
Beberapa jam yang lalu ketika Reliza memasuki ruangan Joker di sana dia membawa trolli rumah sakit dan bergerak ke ruangan itu. Tepat di depan ruangan itu kemudian Reliza memasuki ruangan tersebut dan bertemu dengan Joker. Joker yang melihat Reliza berdiri di hadapannya kemudian dia mengajaknya bicara.
“Oh Reliza apa kau datang kemari untuk memberikan laporan?”
“Aku hanya ada perlu.”
“Oh apa itu katakan saja,” ucap Joker sambil menghampirinya. Tepat berada di hadapan Reliza kemudian dia berbalik ke arah jendela saat itulah Reliza menembak kepalanya.
DORR
Dalam sekejap Joker tertembak peluru tapi bukan tepat di kepalanya melainkan punggungnya Reliza sengaja mengubah arah tembakan dan dengan sekejap Joker tumbang topengnya terlepas. Dengan sorot mata yang terlihat sudah tahu bahwa dirinya akan di bunuh dia tidak melawan balik. Wajah itu tidak lain adalah profesor yang mengajar di kampus Gray. Orang itu terlibat dengan organisasi sudah lama sekali dia menjadi broker perdagangan ilegal karena identitasnya itu dirinya memakai topeng. Kemudian Reliza mengambil pisau bedah dan menusuk lehernya hingga mati.
JLEB
Berlumuran darah bahkan darahnya itu mengenai wajah Reliza. Tidak lama kemudian seseorang yang memakai jubah hitam dia datang dari arah pintu masuk dan menghampiri Reliza yang tengah berdiri di sana.
“Kerja yang bagus. Tapi ini yang terakhir kali.”
DORR
Tiba-tiba Reliza terhuyung dan kemudian tumbang dia di tembak di kepala dengan pistol sehingga membuat dirinya jatuh darah memenuhi lantai. Reliza merupakan anak seorang mafia yang kabur.

Komentar Buku (112)

  • avatar
    MendezKassey

    good

    03/01

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    seruuu

    13/09/2025

      0
  • avatar
    Debora Rompas

    Asik sih👍🏻

    04/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru