DDD-30

"Kamu mau kemana?"
Baru satu langkah keluar dari kamarnya, Yasmin sudah dihadang oleh Raga. Malam ini Yasmin ingin menghadiri acara ulang tahun salah satu temannya, jadi dia harus pergi. Tapi setelah melihat Raga kini menghadangnya, sepertinya pria itu akan melarangnya pergi lagi.
"Harus banget ya gue bilang kalau mau pergi kemanapun? Gue juga butuh kebebasan, gue bukan rapunzel yang harus ditahan dikamarnya!"
"Tinggal jawab mau pergi kemana, beres kan?"
"Pesta ulang tahun temen!" balas Yasmin ketus.
"Siapa?"
"Lo nggak bakal kenal, Raga!"
"Aku pasti tahu. Ya sudah kalau begitu aku ubah pertanyaannya, kamu mau pergi sama siapa."
Yasmin terlihat menghela nafasnya kasar. Gadis itu berasa sedang diintrogasi sekarang. "Sama Naomi! Udah kan? Please gue harus pergi sekarang."
"Ya udah ayo aku antar."
"Raga!!" Teriak Yasmin. Gadis itu sudah lelah dengan semua larangan Raga. Selama hampir 2 minggu ini Raga selalu saja melarangnya ini itu. Jika Yasmin protes, Raga akan menggunakan ayah Yasmin sebagai alasannya.
Dengan wajah kesalnya Yasmin menatap Raga "Bisa nggak sih lo berhenti larang-larang gue? Gue juga butuh kebebasan! Selama ini gue nggak pernah larang lo pergi sama siapapun. Lo mau pergi sama siapapun gue nggak pernah peduli. Jadi bisa nggak mulai sekarang stop larang-larang gue lagi? Gue nggak suka!!"
Tanpa menghiraukan Raga, Yasmin langsung melangkahkan kakinya pergi. Meninggalkan Raga yang hanya berdiri diam ditempatnya. Pria itu tidak menahannya lagi karena ucapan yang Yasmin katakan barusan berhasil membuatnya sadar jika selama ini dia memang terlalu melarang Yasmin. Walaupun semua itu Raga lakukan demi kebaikan Yasmin, tapi pria itu sadar jika dia juga tidak bisa terlalu mengekang Yasmin. Yasmin adalah orang yang tidak suka diatur, semakin dia keras pada Yasmin maka semakin Yasmin akan memberontak. Jika sudah seperti itu, akan sulit mengubah gadis itu untuk menajdi gadis yang baik.
,,,,,,,,
Suara dentuman musik yang sangat keras memenuhi ruangan sebuah club malam tempat dimana teman Yasmin merayakan pesta ulang tahunnya. Yasmin yang baru saja tiba ditempat itu langsung menghampiri temannya yang ulang tahun, kebetulan dia juga melihat Naomi sudah lebih dulu sampai disana.
"Yasmin! Lo datang?" tanya Naomi. Gadis itu beranjak berdiri dari kursinya lalu menghampiri sahabatnya yang baru saja datang.
Naomi pikir Yasmin tidak akan datang karena gadis itu masih dalam masa skorsing dan hukuman ayahnya. Maka dari itu Naomi memutuskan untuk berangkat sendiri. Tapi faktanya ternyata Yasmin datang.
"Ckkk lo kok nggak tungguin gue sih, Nom. Tadi gue ke kostan lo, tetangga lo bilang lo pergi. Yaudah gue langsung kesini aja."
"Sorry, Yas. Gue pikir kan lo nggak bakal datang. Ya sudah yuk samperin Rere, daritadi dia nanyain lo mulu."
Rere merupakan teman Yasmin dan Naomi, lebih tepatnya teman tongkrongan karena mereka tidak kuliah dikampus yang sama. Bisa dibilang Rere ini merupakan gadis yang sedikit nakal, dia juga yang dulu mengajak Yasmin dan Gladys main ke club untuk pertama kalinya.
"Rere!! Happy birthday beb!" teriak Yasmin sambil memeluk temannya itu.
Melihat kedatangan Yasmin, Rere pun langsung tersenyum senang. Gadis itu sangat senang melihat kedatangan Yasmin, karena baginya setiap acara jika ada Yasmin pasti akan berjalan seru.
"Thanks ya, Yas. Gue pikir lo nggak bakal datang. Ayo sini minum dulu."
Yasmin mengangguk, gadis itu langsung mengambil salah satu gelas berisi wine dan langsung meneguknya. Rasanya sudah lama ia tidak minum minuman itu. Melihat Yasmin semangat dengan wine nya, Naomi pun langsung menghampirinya "Yas, jangan minum banyak-banyak, nanti ketahuan bokap lo kalau pulang."
"Iya Nom, gue ngerti kok. Yaudah gue mau joget aja. Gue mau menikmati kebebasan malam ini setelah 2 minggu dikurung dikamar!"
Di tengah aktivitasnya mengawasi Yasmin yang sibuk berjoget, tiba-tiba Naomi dikejutkan dengan getaran ponselnya. Gadis itu terkejut saat melihat nomor dosen pujaan hatinya kini tengah menghubunginya. Saat itu juga Naomi pun langsung mengangkat panggilan Itu.
[ Raga : "Naomi, kenapa berisik sekali? Kamu sedang di club?" ]
[ Naomi : "Saya sedang di acara pesta ulang tahun teman saya, pak. Ada apa pak Raga menghubungi saya?" ]
[ Raga : "Yasmin sama kamu? Tadi dia bilang pergi ke acara ulang tahun temannya sama kamu." ]
[ Naomi : "Kok pak Raga bisa tahu Yasmin pergi sama saya?" ]
[ Raga : "Hmm itu tidak penting. Sekarang saya tanya, Yasmin sama kamu? Kalian sedang dimana sekarang? Barusan ayah Yasmin marah lagi dan mengatakan jika Yasmin kabur dari rumah." ]
[ Naomi : "Iya pak, Yasmin sama saya. Duh saya beneran nggak ngajak Yasmin pak. Tadi Yasmin datang sendiri." ]
[ Raga : "Share lokasi kamu sekarang, saya kesana. Tolong jaga Yasmin selama saya kesana." ]
Belum sempat Naomi mengeluarkan suaranya, Raga sudah lebih dulu matikan semua teleponnya. Seketika Naomi langsung diam di tempat, gadis itu sangat takut jika ayah Yasmin akan memarahinya juga karena berfikir dia sudah mengajak Yasmin pergi ke club.
"Nom, kenapa disitu? Yuk ikut joget!" teriak Yasmin.
Helaan nafas panjang keluar dari mulut Naomi. Baru saja ingin menikmati pestanya, dia sudah dibuat senam jantung oleh ucapan Raga tadi. Dengan langkah cepat Naomi menghampiri Yasmin. Tanpa mengatakan apapun ia langsung menarik tangan Yasmin keluar dari club.
"Naomi, lo ngapain sih?!" tanya Yasmin dengan nada kesalnya setelah mereka sudah berada diluar club.
"Gawat, Yas! Bokap lo tahu kalau lo kabur!"
"What?! Kok bisa?!" Tanya Yasmin kaget. Gadis itu bingung dari mana ayahnya bisa tahu. Bahkan ayahnya saja tidak tahu kalau dia pergi dari rumah, oh atau jangan-jangan Raga yang sudah memberitahu ayahnya Jika dia pergi? Pikirnya.
Dengan raut wajah paniknya Naomi menjawab "Barusan pak Raga telepon gue, dia bilang bokap lo nyariin lo. Sekarang pak Raga dalam perjalanan kesini."
"Tunggu! Pak Raga hubungin lo? Darimana dia tahu nomor lo? Dan kenapa dia bisa tahu gue disini?"
Naomi tidak menjawab pertanyaan Yasmin. Gadis itu terlalu takut mengatakan yang sejujurnya jika dia mencuri nomor Raga dari ponsel Yasmin. Dia juga yang sudah mengirim alamat club ini pada Raga.
"G-gue juga nggak tahu, Yas. Atau mungkin ada salah satu temen kampus kita yang ada disini terus laporin lo ke pak Raga? Ya mungkin alasan dia ngelaporin lo ke pak Raga karena pak Raga adalah dosen lo."
"Ckkk, kalau gue ketemu orang yang udah cepuin gue, gue bakal tampar dan jambak habis rambutnya!!" geram Yasmin membuat Naomi langsung menelan ludahnya susah payah.
"Mampus nih kalau Yasmin tahu gue yang udah kasih tahu pak Raga."

Komentar Buku (168)

  • avatar
    tedjo pramonofanny

    kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys

    08/02

      0
  • avatar
    RealmeTeguh

    wah bagus banget

    27/06/2025

      0
  • avatar
    NalaNila

    kenapa ini crita keren bnget

    20/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru