"Gladys!!" Suara teriakan Yasmin terdengar begitu keras memenuhi lorong kampus. Dengan tatapan tajamnya gadis itu berjalan cepat menghampiri Gladys yang berdiri beberapa langkah didepannya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Yasmin menarik tangan Gladys dan membawanya entah kemana. Naomi yang kebetulan baru saja datang tidak sengaja melihat kejadian itu. Dengan cepat ia langsung berlari menyusul Yasmin dan Gladys. Yasmin terus menarik tangan Gladys, tidak peduli jika beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya menatapnya bingung. Mereka semua terlihat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat Yasmin menarik Gladys seperti itu. Sesampainya digudang kampus, Yasmin langsung masuk kedalam gudang kemudian mendorong tubuh Gladys hingga membuat gadis itu terjatuh dilantai. "Yasmin!" Seru Naomi yang baru saja masuk kedalam gudang. Tidak memperdulikan kedatangan Naomi, Yasmin berjalan menghampiri Gladys. Gadis itu duduk berjongkok didepan tubuh Gladys lalu melayangkan tamparan kerasnya pada pipi mulus Gladys. Hal yang baru saja dilakukan Yasmin itu tentu saja membuat Naomi sangat terkejut. Naomi yang hendak menolong Gladys terpaksa harus mengurungkan niatnya saat mendapat tatapan tajam dari Yasmin. Sambil menyentuh pipinya yang terasa sangat perih akibat tamparan Yasmin, Gladys terlihat meneteskan air matanya. Melihat bagaimana wajah marah Yasmin serta tatapan tajamnya membuat Gladys tertunduk takut. Sungguh Gladys tidak tahu apa salahnya sehingga Yasmin bersikap kasar padanya seperti ini. Gladys mengira jika Yasmin tidak akan lagi mengganggunya setelah ia memutuskan hubungannya dengan Keenan, tapi nyatanya setelah ia menuruti keinginan Yasmin, Yasmin masih tetap mengganggunya. Bahkan sekarang jauh lebih parah karena sudah bermain fisik. "Yasmin, salah gue apa sama lo? Kenapa lo giniin gue? Gue udah turutin permintaan lo buat putusin Keenan tapi kenapa lo masih gangguin gue?" tanya Gladys sambil menangis. "Lo pantas dapat itu semua!! Lo pikir gue nggak tahu, lo udah bilang sama Keenan kalau gue yang nyuruh lo putusin dia kan? Gara-gara lo ngadu sama Keenan, Keenan jadi semakin ngejauhin gue!!" "Ckk ternyata bikin lo tersandung rumor bersama dosen tidak terlalu berpengaruh buat hubungan lo dan Keenan. Apa harus gue lenyapin lo dari dunia ini biar Keenan jauh-jauh dari lo?!!" Mendengar apa yang baru saja Yasmin katakan membuat Gladys cukup terkejut. "Hiks Yasmin, jadi semua itu ulah lo?" tanya Gladys tak percaya. Gadis itu tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Tapi dia yakin pendengarannya masih sangat baik, jadi dia tidak mungkin salah dengar. "Yasmin jawab!! Jadi semua itu ulah lo?!!!" teriak Gladys. Sebuah senyuman sinis berhasil terbentuk sempurna dibibir Yasmin. Gadis itu tersenyum sinis karena akhirnya Gladys tahu jika rumor tentang dirinya dan Raga adalah ulah nya. "Kalau iya kenapa? Gladys, Gladys. Sekarang lo tahu kan siapa gue yang sebenarnya? Gue bisa dengan mudah menghancurkan nama baik lo. Jadi sekarang gue peringatkan lagi sama lo, Jauhi Keenan!! Kalau gue masih lihat lo dekat-dekat dengan Keenan lagi, jangan harap lo bisa bernafas lega dibumi ini." Tangisan Gladys pun pecah. Gadis itu benar-benar tidak menyangka jika Yasmin tega melakukan hal jahat itu padanya. "TEGA LO YASMIN!! HIKS LO UDAH TEGA JEBAK GUE SAMA PAK RAGA!!" "Apa?! Jadi semua ini ulah kamu?" Yasmin, Gladys dan Naomi menoleh bersama setelah mendengar suara seorang pria. Ketiga gadis itu terutama Yasmin tampak terkejut melihat keberadaan Raga yang kini berdiri didepan pintu gudang. Tadi pagi setelah Yasmin berangkat ke kampus, Raga mendapat telepon dari pihak kampus yang memintanya untuk datang ke kampus guna menghadiri rapat tentang rumor yang saat ini menimpa dirinya dan Gladys. Saat sampai di kampus tadi, Raga dihampiri salah satu mahasiswa yang mengatakan padanya jika Yasmin sedang menyiksa Gladys di gudang belakang. Saat pria itu datang ke gudang untuk memastikan apakah laporan mahasiswa tadi benar atau tidak, yang ia dapatkan justru adalah fakta dibalik rumor yang sedang menimpanya. Dengan langkah besar serta tatapan tajamnya, Raga berjalan menghampiri Yasmin. Pria itu terlihat mengepalkan kedua tangannya sambil menahan emosinya. "Katakan, jadi semua rumor itu ulahmu? Kamu yang sudah menjebakku dan Gladys?" Yasmin hanya terdiam tanpa berniat menjawab pertanyaan Raga. Gadis itu terlihat sedikit takut karena rahasianya terbongkar. Tapi dia berusaha untuk setenang mungkin agar Raga tidak sadar jika ia sedang ketakutan. "JAWAB YASMIN!!!" Suara teriakan Raga ini berhasil membuat Yasmin, Gladys dan Naomi terkejut bukan main. "Kalau iya kenapa? Cihhh lo mau laporin gue ka dekan? Mereka tidak akan percaya," balas Yasmin dengan nada menantang. Habis sudah kesabaran Raga. Pria itu sudah berusaha menahan emosinya tapi tampaknya Yasmin malah terus memancing emosinya. "Sudah kuduga jika pasti kamu dalang dari semuanya. Kali ini kamu sudah benar-benar keterlaluan. Aku tidak akan membiarkanmu lepas dari hukuman." Tepat setelah mengatakan itu, Raga langsung menarik tangan Yasmin, membawanya pergi dari gudang. Naomi yang masih berada di dalam gudang pun segera menghampiri Gladys untuk menanyakan keadaannya. "Gladys, lo gapapa kan? Ayo gue antar ke uks." Gladys mengangguk. Gadis itu hanya menurut saat Naomi membantunya berdiri dan membawanya ke ruang kesehatan untuk mengobati lukanya. . . . Tanpa memperdulikan tatapan semua mahasiswa, Raga menarik kasar tangan Yasmin. Pria itu terlihat sangat marah bahkan setiap mahasiswa yang berpapasan dengannya pun terlihat ketakutan. Selama mengajar disini, ini adalah pertama kalinya Raga semarah itu. Semua mahasiswa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat pria itu sangat marah, yang jelas kali ini Raga benar-benar menakutkan. "Astaga ada apa dengan Yasmin? Kenapa pak Raga menyeretnya seperti itu?" "Sepertinya Yasmin baru saja berbuat ulah. Kamu tahu kan selama ini hanya Yasmin yang berani melawan pak Raga." Dapat Yasmin dengar beberapa gumaman orang-orang tentang dirinya. Gadis itu berusaha untuk melepas tangannya dari cengkraman Raga namun seberapa keras ia mencobanya, itu tidak akan berhasil. Sesampainya dimobil, Raga langsung mendorong tubuh Yasmin masuk kedalam mobilnya diikuti dirinya yang masuk lewat pintu kemudi. "Raga lo apa-apaansih? Buka nggak!!!" teriak Yasmin sambil memcoba membuka pintu mobil yang sudah terkunci. Tanpa memperdulikan teriakan Yasmin, Raga langsung menancapkan gas mobilnya. Pria itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, membuat Yasmin terus berteriak karena ketakutan. Saat ini Raga sedang dikuasai oleh emosinya, pria itu benar-benar marah mengetahui fakta Jika ternyata orang yang sudah menyebarkan serta membuat rumor tentang dirinya dan Gladys itu adalah Yasmin. "Raga! Lo gila?!! Berhenti nggak?! Kalau mau mati, mati saja sendiri jangan.. Akh!!" Tanpa diduga Raga langsung mengerem mobilnya mendadak, membuat tubuh Yasmin terpental kedepan. Bahkan kening gadis itu terlihat membiru karena terpentok dashboard mobil. Tanpa memperdulikan keadaan Yasmin, Raga menoleh kearah gadis itu dengan tatapan yang masih menajam. "Aku sudah pernah memperingatkanmu, jangan pernah macam-macam denganku. Tapi lihat apa yang sudah kamu lakukan, kamu berani menjebakku, Yasmin!!!"
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (168)
tedjo pramonofanny
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
08/02
0wah bagus banget
27/06/2025
0kenapa ini crita keren bnget
20/05/2025
0Lihat Semua