Beranda/Don't Hurt Me Again/
Part 37
"Kehilangan orang yang sangat dicintai memang sangatlah menyakitkan. Terkadang muncul pertanyaaan kenapa Allah mempertemukan, lalu mempersatukan sepasang manusia jika pada akhirnya akan dipisahkan. Pertemuan mengajarkan kita untuk kuat. Karna Allah punya skenario terindah untuk umatnya."
..........
Pagi pagi Sekali,Lula sudah bersiap siap untuk pergi ke kampus karena ada matkul pagi. Dia memakai dress selutut berwarna putih tak lupa dengan rambut yang dikucir satu dan memakai sepatu convers hitamnya. Sementara yang lainnya sudah menunggu dimeje makan. Memang benar jam kuliah mereka berbeda beda,tetapi mereka semua memutuskan untuk pergi ke kampus setiap pagi. Karena mereka tidak mau Lula pergi sendirian. Sementara putra Alexander sudah memberikan uang yang sangat banyak untuk para istri mereka. Sementara Kedua orang tua mereka malah sudah pergi liburan bersama-sama. Bukankah sangat terbalik? Seharusnya anak-anaknya beserta menantu merekalah lah yang pergi berbulan madu. Tapi memang mereka semua sengaja berbulan madu dirumah karena tidak mau meninggalkan princess kesayangan mereka. Bagi mereka bulan madu dirumah juga tak kalah serunya.
"Morning semua" ucap Lula dengan raut ceria seperti biasanya.
"Morning sayang"
"Morning princess"
"Morning Lula"
"Morning kak Lula"
Semua orang disana pun menyambut dengan sangat hangat kedatangan princess dari keluarga Alexander itu. Dan untuk kesekian kalinya mereka juga terpana dengan penampilan simple tetapi sabgat elegan dari seorang Lula.
"Sayang,ini udah kakak bikinin roti dengan selai coklat untuk kamu." Ujar Rian lembut . Lula pun langsung duduk didekat kakak pertamanya itu dan langsung melahap roti kesukaannya itu. Semua orang yang melihat Lula tersenyum bahagia pun merasa ikut lega. Mereka berharap tidak ada lagi tangisan yang menghampiri kehidupan wanita yang sangat menggemaskan itu.
"Oh iya ponakan aku jangan nakal2 ya." lio yang duduk didekat Lula pun mengelus lembut perut adiknya itu. Dia sangat tidak sabar melihat keponakannya. Pasti sangat menggemaskan persis seperti adiknya.
"Iya sayang,kamu jangan kecapean ya di kuliah. Kalau udah ngerasa capek langsung telfon kakak." Nata pun memberikan peringatan kepada adik tersayangnya itu. Dia tidak mau Lula sampai kenapa napa.
"Hadehh bisa ga sih Loly belajar nya dikampus kak Lula,kalau bisa Loly bakalan jagain kak Lula." Sambung Loly yang langsung membuat semua orang tak habis pikir dengan pemikirannya. Bagaimana mungkin anak SMA bisa belajar di kampus .
"Sabar ya sayang. Kan bentar lagi kamu juga lulus." Adit pun berusaha menghibur istri mungilnya itu. Mungkin Loly merasa sangat kesepian di sekolah.
"Kamu ingin beljar dikampus Loly?" Tanya Rian tiba-tiba. Yang sontak membuat semua orang mengalihkan pandnagannya kepada putra pertama Alexander itu.
"Apa yang tidak bisa kakak kalian ini lakukan. Baiklah sekarang juga kamu pergi ke kampus dan kelas kamu ada disebelah kelas Princess."
"Hhhhh?" Semua orang pun langsung kaget.tapi dua detik kemudian mereka kembali seperti semula. Tak heran jika seorang Rian bisa melakukan hal tersebut. Sementara Kia dan yang lainnya langsung terpana dengan kekuasaan keluarga Alexander tersebut.
"Wahhh aku seneng banget kak." Teriak Loly dengan sangat bahagia. Semua nya pun ikut tertawa senang karena mereka semua bisa ke kampus yang sama saat ini Adit pun juga tersenyum melihat istrinya yang terlihat sangat senang itu.
.........
Setelah mendengarkan teriakan histeris para mahasiswa dikampus itu kini mereka pun berjalan menuju kelas masing masing .
"Eh itu anak SMA ngapain ke kampus ya?"
"Kok bisa anak SMA nyasar kesini sih?"
"Gue juga penasaran."
Begitulah bisikan bisikan mereka ketika melihat Loly yang saat ini sedang berseragam SMA dan sedari tadi menggandeng tangan Lula. Dia sama sekali tidak menanggapi bisikan-bisikan dari para mahasiswa yang menatap bingung kearahnya.
"Aduh Loly murid SMA pertama kayaknya yang belajar dikampus." Ucap Loly merasa sangat bangga.
"Iya iya Loly. Tapi yakin gpp belajar sendiri?" Tanya Ana yang sangat penasaran sedari tadi.
"Iya lo kan kamu sendirian aja nanti." Dilla pun juga memikirkan hal yang sama.
"Astaga kak,aku juga di sekolah sendirian terus kok."
"Kamu...."
"Eitss bukan kurang pergaulan ya. Aku hanya ga mau aja deket sama temen-teman fake." Ucap wanita itu memotong ucapan para kakak iparnya. Sementara yang lain pun langsung mengangguk paham.
.......
Kini mereka pun sudah memasuki kelas masing-masing,sementara Nesa dan Adel yang memang tidak ada jam pagi pun sudah tiba dikantin kampus. Mereka memesan minum dan beberapa makanan ringan sembari menunggu jam kuliah mereka. Sementara itu dikelas Lula. Saat ini sedang mengajar seorang dosen yang sangat tampan dan dingin . Siapa lagi jika tidak Alvaro. Dia sudah memasuki kelas sebelum mahasiswa nya sendiri.
"Aduh rajin banget sih pak." Goda Lula dehgan terkikik geli. Sementara mahasiswa dan mahasiswi yabg lain langsung tercengang mendengar ucapan Lula. Bisa bisa nya dia tidak takut mengeluarkan suaranya ketika belajar dengan dosen yang terkenal galak itu.
"Jika kamu ingin bermalas-malasan silahkan keluar dari kelas saya." Balas Al dengan nada tajamnya. Sementara Lula tak merasa cemas sama sekali. Karena dia memang sering mendengar Nada tajam dari kakak-kakaknya . Jadi baginya itu adalah hal yang biasa. Lain hal nya dengan yang lain yang merasa was was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kok bapak bentak aku sih." Ucap Lula yang sudah menangis histeris. Al pun langsung kaget dan langsung menghampiri wanita itu. Padahal saat ini Lula hanya sedang berpura pura. Yang lain pun langsung melihat kearah wanita yang sedang menangis histeris itu.
"Tukan bapak,Lula jadi nangis kan." Sela Cherry yang Mencoba menenangkan sahabatnya itu. Dia juga tau jika Lula sedang akting saat ini. Dia juga akan mengambil kesempatan untuk membuat dosen tampan itu merasa bersalah .
"Lula,saya gak bentak kamu kok" akhirnya Al berusaha berbicara dengan nada lembut. Sementara yang lai. Semakin dibuat kaget mendengar nada lembut yang baru kali ini mereka dengar. Tanpa menunda lagi mereka segera merekam dosennya itu. Sangat sayang bukan jika dilewatkan tanpa didokumentasikan.
"Tadi bapak nyuruh Lula keluar. Bapak jahat banget sih sama aku.hwaaaa" tangis Lula pun semakin kencang. Membuat Lelaki tampan itu semakin panik.
"Udah yuk Lula. Kita keluar aja. Gue ga mau lu dibentak-bentak sama pak Al." Cherry pun ikut memanas Manasi situasi yang semakin membuat Al frustasi.
"Kamu jangan keluar. Kamu mau makan apa Lula?"
Cukup sudah. Semua orang semakin dibuat syok dengan perubahan sikap dosen mereka itu. Sementara Lula yang mendengar hal tersebut langsung menghentikan tangis nya.
"Aku mau eskrim pak."
"Tapi kan masih pagi."
"Hwaaaa bapak jahat"
"Oke oke saya akan belikan kamu eskrim tapi udh ya nangis nya." Bujuk lelaki itu. Mendengar permintaannya sudah disetujui pun gadis itu langsung menghapus air mata nya dan tersenyum senang. Al pun langsung merasa lega melihat senyuman manis di wajah wanita itu.
"Kalian baca modul yang sudah saya kirimkan dulu. Saya mau pergi kekantin sebentar." Sambung Al kembali dengan Nada datarnya.
.......
Beberapa menit kemudian pun Al sudah kembali dengan membawakan banyak eskrim untuk wanita yabg sedang mengandung itu. Semua mahasiswi merasa sangat iri kepada wanita yang sedang tersenyum senang mendapatkan eskrim tersebut. Al pun langsung melanjutkan menjelaskan materi perkuliahan. Cherry pun semakin terkesima dengan sahabat nya itu. Mungkin Lula adalah wanita pertama yang diperlakukan lembut seperti itu oleh seorang Alvaro yang terkenal sangat dingin itu.
Sementara disisi lain,Loly saat ini merasa snagat tidak fokus mendengarkan guru yabg mengajar. Yap dia sekarang berada disebelah kelas Lula dan yang tak kalah mengejutkan yang mengajar nya adalah guru SMA yang diminta khusus untuk mengajari dirinya dikampus. Sungguh merasa snagat istimewa bukan.
"Buk,Loly permisi sebentar ya buk."
"Yasudah jangan lama-lama ya Loly."
Dengan tergesa gesa Loly pun langsung keluar dari kelasnya dan masuk kekelas kakak iparnya. Dia mendengar tangisan dari Lula tadi yanh langsung membuat nya geram. Siapa yang berani membuat wanita yang sayang didatanginya itu menangis histeris seperti itu.
"Kak lulaaaa." Teriak Loly yang tanpa menunggu persetujuan dosen yang sedang mengajar tersebut. Sementara yang lain langsung mengalihkan perhatiannya kepada anak SMA yang menerobos masuk kedalam kelas mereka. Mereka berpikir kenapa banyak sekali kejutan dipagi ini.
"Eh Loly kok lo bisa disini?" Tanya Cherry yang juga merasa bingung.
"Aku kan belajar dikampus sekarang kak,kelas aku disebelah kelas kaka Lula."
"Hhhhh?"
Semua orang saling bertatap tak menyangka dengan apa yang baru saja mereka dengar. Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar ada anak SMA yang belajar dikampus .
"Kak siapa yang bikin kakak nangis?" Tanya Loly yang langsung ingat dengan tujuannya saat ini. Lula pun langsung menghentikan kegiatan makan eskrimnya. Dia pun langsung menatap kearah lelaki tampan didepan mereka. Sontak Loly langsung melihat kearah mata Lula mengarah. Dengan penuh emosi Loly pun langsung menghampiri dosen tersebut.
"Jadi bapak yang udah bikin kakak tersayang aku nangis." Loly pun sudah memberikan tatapan tajamnya itu. Dia sedikit injit karena postur lelaki itu yang sangat tinggi.
"Tapi saya sudah membelikan dia eskrim." Ucap Al masih mempertahankan nada dinginnya ituu.
" awas ya kalau bapak berani bikin nangis kak Lula,akan saya potong masa depan bapak." Bisik Loly yang masih terdengar jelas ditelinga lelaki itu. Sontak Al langsung menahan rasa kagetnya itu mendengar ucapan dari bocah didepannya itu. Sementara yang lain merasa sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Loly.
"Kak Lula aku mau lanjut belajar,kalau bapak ini macem macem lagi,kasih tau aku ya kakak cantik."
"Okee siap Loly." Balas Lula dengan sangat semangat sambil menjulurkan lidahnya ketika Al menatap kearahnya. Al pun langsung geleng2 kepala melihat kelakuan wanita itu.
......
Sementara itu,seorang lelaki tampan sama sekali tidak fokus mendengar dosennya. Dia hanya memikirkan wanita manis yang bernama Lula. Yap Evan.
"Buk saya izin sebentar buk."
Tanpa menunggu persetujuan dosennya dia pun langsung melangkah keluar kelas dan segera pergi menuju kelas Lula.
"Lula kamu gappa kan?"
"Yaampun itu Evan kan? Ganteng banget."
"Astaga mimpi apa gue bisa liat dia secara dekat"
"Aduh pengen jadi Lula deh."
Begitulah ucap para gadis yang melihat kedatangan seorang Evan. Al pun langsung memijit kepalanya melihat sudah dua kali tamu diundang masuk kekelasnya.
"Kak Evan kok kesini?" Tanya Lula bingung, pasalnya Evan kan beda jurusan dengan dirinya. Cherry pun sudah mengetahui jika Evan pasti memikirkan Lula sedari tadi.
"Kembali kekelas kamu. Kamu sudah menganggu disini." Ucap Al dengan nada tajamnya . Entah kenapa dia langsung merasa kesal melihat lelaki itu.
"Saya hanya ingin memastikan Lula baik-baik saja pak." Balas Evan tak kalah tajamnya. Entah apa yang terjadi dengan dua pria tampan itu yang selalu melemparkan tatapan tajam setiap kali bertemu padahal tidak pernah ada masalah diantara mereka berdua. Al pun memijat kepalanya yang tidak pusing itu kenapa banyak sekali tamu yang tak diundang masuk kekelasnya. Semua mahasiswa pun juga merasa sangat senang bisa menikmati permandangan didepan mereka.Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (25)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
ide lula sngt bgus
15/06/2024
0bagus bgt
01/06/2024
0keren posesif
04/06/2023
0Lihat Semua