Manisnya

Pagi harinya,aku terbangun masih dalam kondisi di peluk Mas Farel.
Pelan ku lepaskan tangannya dari tubuhku.
Setelah terbebas dari pelukannya,aku segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudlu .
Baru saja pintu terbuka.
"Aaaaaaaaa"….........
Aku sampai berteriak sambil menutup mata dengan kedua tanganku karena saking terkejutnya.
Bagaimana tidak terkejut, saat membuka pintu ternyata ada sesosok laki-laki tinggi yang berdiri tegap tepat di depan pintu kamar mandi,sedangkan posisi kamar masih gelap , hanya ada sedikit penerangan dari lampu tidur di samping ranjang.
Aku masih belum berani membuka mata,sampai ada sesuatu yang menyentuh telapak tanganku yang sedang menutupi mata ini.
"Hei. " Suara bariton itu mengagetkanku .
Masih dengan tubuh gemetar,dan ku turunkan tanganku yang masih di pegang olehnya.
Pelan-pelan ku buka mataku,dan kulihat wajah itu tersenyum.
Ada rasa kesal di hatiku, dengan segera ku lepaskan genggaman tangannya.
"Kamu kenapa pagi-pagi buta begini teriak-teriak. Hahaha" tanya nya setengah mengejek dan di iringi tawa menggelegar.
"Ih... Nggak sadar diri banget sih. Ngaca tuh, rambut acak-acakan gitu, pake berdiri tepat di depan pintu sambil gelap-gelapan lagi,siapa yang nggak kaget coba . Huh. Kayak gini kan jadi wudlu lagi." Gerutu ku sambil berlalu masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudlu lagi.
Ish... Mana dingin banget lagi.
Saat membasuh muka,tiba-tiba aku teringat tadi pintu belum ku tutup. Dari pada terjadi apa-apa ,lebih baik aku tutup dulu pintunya.
Namun baru saja aku berdiri tegap dan balik badan ,karena terburu-buru,tubuhku menabrak tubuh lain dan aku pun jatuh di pelukan manusia itu.
Aku mendongak, ya , benar . Tadi aku nabrak Mas Farel yang entah sejak kapan berdiri di belakangku, dan kini aku berada di pelukannya.
Sejenak mata kami bersitatap.
Namun aku segera tersadar.
Astaghfirullohal 'adzim...
Segera aku melepaskan diri dari tubuhnya.
Tapi ternyata dia lebih sigap,justru dia semakin mengeratkan pelukannya padaku.
Aku semakin berontak dengan memukul-mukul dada bidangnya. Tapi dia tidak menyerah, malah semakin mengeratkan lagi pelukannya. Akhirnya aku menyerah masih dengan hati yang sangat dongkol.
"Sebentar saja , Mas memang belum berani menyentuhmu setidaknya sampai kamu siap, tapi biarkan Mas memelukmu kali ini Dek." Bisiknya di telingaku,membuatku bergidik.
Entah kenapa, kali ini aku hanya bisa diam, pasrah dengan perlakuan Mas Farel padaku.
Setelah beberapa lama, aku mendorong tubuh itu pelan untuk melepaskan pelukannya.
Dan dia pun melepaskan.
Aku pun berlalu untuk kembali mengambil wudlu yang tadi sempat tertunda.
Setelah selesai, aku keluar dan menunggunya mengambil wudlu juga.
Walaupun aku belum mencintainya, dan aku juga belum sepenuhnya menerima pernikahan ini karena statusnya, aku tetap sadar kalau sekarang dia imam ku dalam segi apapun.
Dia keluar, dengan rambut setengah basah hingga mengeluarkan aura ketampanan yang melebihi kapasitas sebelumnya.
Ups... Hampir saja aku terlena melihat ketampanannya.
Dia mendekat, dan segera memakai sarung dan baju koko serta peci yang sudah ku siapkan di atas sajadah nya.
"Kenapa sampai melongo gitu dek liatinnya, Tampan kan aku . Hahaha . Awas nanti jatuh cinta lho, eh,tapi nggak papa donk, justru itu yang harus terjadi kan ."
Sekali lagi dia mengeluarkan senyum manisnya.
Huffffhhh...... Aku baru sadar,kalau dari tadi ternyata tidak bernafas.
Pantesan sesak-sesak gimana gituh rasanya. Hahaha
Kami sholat berjamaah.
Setelah selesai,dia berbalik badan menghadapku,dan mengulurkan tangannya, akupun menyambut uluran tangan itu, menjabatnya takdzim.
Ya. Bagaimanapun dia suamiku.
Ku lihat dia tersenyum lagi.
Aduh, Jangan sampai deh aku menderita diabetes karena setiap hari menikmati yang manis-manis ini. Amit-amit..
_____
Selesai sarapan , aku mengantar Mas Farel bekerja sampai ke depan pintu dan membawakan tas kerjanya. Dia berangkat ke kantor bareng Kak Ahmad.
Sesampainya di depan pintu, aku meraih tangannya, dan mencium punggung tangan itu.
Masih ada getar di dada saat tangan ini menyentuhnya.
Dia mengecup lembut keningku.
"Ehmm ehmm.... Bisa nggak yah,besok-besok gituannya di kamar aja, nggak tau gituh kalo ada penonton yang nggak di bayar di sini ? " Ucapan Kak Ahmad sontak membuat kami tertawa.
"Ada apa ini,kenapa masih belum berangkat,malah ketawa-ketawa di depan pintu. "Tegur Kakek yang sedang berjalan ke sini di iringi oleh Mama dan Papa di belakangnya.
"Itu tuh Kek, mereka berdua, pake acara mesra-mesraan dulu di depan aku, apa nggak bisa di lakuin di kamar aja gituh." Adu nya pada Mama.
"Ish, siapa yang mesra-mesraan coba, orang cuma salim sama suami kok iri. " Jawabku kesal.
"Makannya cepet-cepet cari istri Kak, jadi nggak iri sama adikmu itu. Salah sendiri betah nge-jomblo. Hahaha." Celetuk Mama di akhiri dengan tawa semua yang ada disini.
"Ih ,Mama . Terus aja belain Fitri. Awas ya, besok gue akan bawa calon bini gue yang secantik bidadari ." Ancamnya padaku.
" Bawa ajah... Lagian siapa yang mau sama laki-laki dingin kaya Kakak, masa sama cewek di luaran sana juteknya minta ampun ih, pantesan nggak ada yang berani nglirik. " Jawabku membela diri.
"Sudah-sudah . Ayok berangkat, nanti malah terlambat semua gara-gara ngributin hal yang nggal jelas gini ." Ajak Papa akhirnya membubarkan pertikaian sengitku dengan Kak Ahmad.
Mas Farel ku lihat dari tadi hanya senyum-senyum. Mungkin masih sungkan sama Mama,Papa juga kakek.
Setelah keberangkatan mereka ke kantor. Aku kembali ke kamar .
Membereskan beberapa pakaian yang Mas Farel bawa dari rumahnya lalu ku masukkan ke lemari pakaianku.
Setelah semua pakaian tertata rapih di lemari, aku melihat ada benda tergeletak di samping ranjangku. Mungkin terjatuh dari sela-sela pakaian Mas Farel saat aku merapihkannya tadi.
Seperti sebuah foto.
Aku mengambilnya.

Komentar Buku (261)

  • avatar
    Dhe Rumengan

    ceritanya bagus moga aja endingnya juga ..paling tidak ada pesan moral yg terkandung didalam ceritanya yg bermanfaat bagi pembaca..semangat ya thor..

    08/01/2022

      1
  • avatar
    TobrutRehan

    asatafafagas

    11/08

      0
  • avatar
    EgiAgi saputra

    sy suka dngn DRMA"nya

    08/08

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru