Bab 86 Teguh

“Serius kamu mau resign?” tanya Irma. “Karena tak ingin bertemu Wisnu?”
“Tadinya karena tak ingin dipermasalahkan oleh ibunya.. Tapi setelah kemarin bertemu lagi dengan Teguh.. Aku merasa tertantang untuk bergabung di perusahaannya”.
“Leo tahu?”
“Belum, dia haya tahu aku ditawari pekerjaan oleh pak Simon.. Tapi aku belum memutuskan untuk menerima tawaran beliau. Tapi tak disangka aku bertemu Teguh dan aku merasa tertarik dengan tawaran Teguh,” jawab Carissa.
“Perusahaan Teguh kan tidak disini?” ujar Irma.
“Ya..”
“Apa tidak masalah jika kamu pindah sementara Leo disini?” tanya Irma.
“Entahlah.. Dia sempat bilang, jangan pernah meninggalkan dia lagi..” jawab Carissa.
“Itu artinya dia tak mau lagi berpisah denganmu”.
“Entah kenapa sejak dia pulang terasa mulai banyak yang membuat kami berselisih paham..”
“Semalam.. Dinda bercerita padaku tentang Bulan..” cerita Irma.
“Anak itu.. Sepertinya tak bisa menahan diri untuk tidak bercerita kemana-mana”.
“Kamu kan tahu dia dan Rudy sahabatku”.
“Ya..”
“Bulan ingin membalas sakit hatinya..”
“Tadinya dia bertemu aku untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tapi entahlah tiba-tiba dia seperti berubah pikiran”.
“Aku pikir Dinda akan menjadi satu-satunya orang yang akan membuatmu kesal. Tapi ternyata ada sosok Bulan”.
“Semoga tidak ada lagi yang lainnya. Rasanya letih jika harus menghadapi banyak permasalahan yang berasal dari masa lalu,” kata Carissa. “Aku takut nantinya tidak sanggup dan mengecewakan Keyla”.
“Maksud kamu?”
“Ingat kenapa dulu aku tak ingin kembali padanya? Karena aku takut jika terjadi masalah yang berujung perpisahan.. aku harus membuat Keyla kecewa untuk kedua kalinya”.
“Ya jangan sampai berpisah..” kata Irma.
“Cinta saja tidak cukup..”
“Benar.. Banyak yang harus dipertimbangkan. Tapi masalah yang ada tidak boleh dijadikan beban. Masalah yang datang harus dihadapi untuk membuat kita bisa berdiri lebih kuat”.
Carissa tersenyum.
“Tidak terbayang jika akhirnya aku benar-benar resign, tidak bertemu denganmu lagi..” kata Carissa.
“Pikirkan saja baik buruknya. Jika kamu merasa ingin mengejar karirmu bersama Teguh.. yakinkan kalau pilihanmu itu tidak salah. Aku akan tetap jadi teman baikmu dimanapun kamu berada”.
“Terimakasih Irma..”
“Kapan kamu akan memberikan jawaban pada Teguh?” tanya Irma.
“Dia menyerahkan semua padaku.. Kapan saja aku ingin bergabung dengannya, dia siap”.
“Apapun keputusanmu pastinya itu adalah keputusan terbaik”.
“Aku keluar ya.. Teguh mengajakku bertemu..”
“Ok. Salam dengan Teguh ya?”
“Sip..” Carisa melangkah keluar.
Beberapa saat kemudian di sebuah restoran..
“Jadi belum ada keputusan?” tanya Teguh.
“Aku belum yakin untuk meninggalkan mama dan Vio disini,” kata Carissa. “Walaupun aku tahu join di perusahaanmu adalah tantangan baru bagiku”.
“Aku percaya kamu adalah yang terbaik, karena itu aku ingin sekali kamu bisa bergabung di perusahaanku” kata Teguh. “Sebenarnya sudah lama ingin menarikmu, tapi aku ragu kamu akan mau meninggalkan kantormu yang sekarang.. Tapi setelah aku pikirkan lagi.. Kenapa tidak? Aku harus mencoba untuk memberikan penawaran padamu. Siapa tahu kamu bersedia”.
Carissa tersenyum.
“Selain mama dan Viola tidak ada yang memberatkan kamu untuk pindah kan?” tanya Teguh.
“Sebenarnya..” Carissa tak melanjutkan ucapannya ketika tiba-tiba bu Tania mama Wisnu menghampiri.
“Lihat... Apa yang aku lihat? Jadi benar apa yang aku pikirkan selama ini tentang kamu?” ejek bu Tania.
“Ada masalah apa lagi tante?” tanya Carissa.
“Aku dengar kamu menolak Wisnu karena ingin kembali dengan mantan suami kamu. Aku pernah ditunjukkan Dinda siapa mantan suami kamu saat tidak sengaja bertemu di sebuah swalayan. Sekarang aku melihat kamu bersama laki-laki yang berbeda”.
“Loh.. Memangnya salah jika saya bertemu dengan teman saya yang kebetulan adalah laki-laki?” Carissa tersinggung. “Rasanya tidak pernah mengganggu hidup tante..Kenapa jadi tante merecoki hidup saya?”
“Ada apa,Rissa?” tanya Teguh.
“Ibu ini.. Selalu saja mencari masalah denganku. Waktu itu sudah aku diamkan dan mengalah pergi.. Sekarang masih saja mencari ribut”.
“Saya mencari ribut? Maksud kamu apa?”tanya Bu Tania.
“Loh.. apa bukan cari ribut namanya kalau tante datang marah-marah tanpa tahu persoalan? Sedang apa saya disini bertemu teman?” tanya Carissa.
“Yang aku lihat kamu sepertinya sangat pintar merayu. YA Tuhan.. rasanya aku benar benar tidak nyaman jika Wisnu bekerja sama dengan perusahaan dimana kamu berada”.
“Jangan khawatir tante.. Saya sebentar lagi juga keluar dari perusahaan itu. Saya akan pindah dan bergabung dengan perusahaan teman saya ini”.
“Bergabung atau mencoba mendekati laki-laki lain yang kamu anggap lebih sempurna dari pada Wisnu?”
“TAnte sudah keterlaluan!”
“Sudah,Rissa.. Jangan diladeni..” kata Teguh. “Orangtua jangan dilawan”.
“Ini sudah keterlaluan”.
“Kita pulang..” Teguh menarik lengan Carissa mengikutinya.
“Saya tunggu keluarnya kamu dari tempat kerja kamu!” ujar bu Tania.
Dalam perjalanan pulang...
“Aku sudah terlalu jengkel dengan ibu itu. Dia seenaknya menuduh aku mencari laki-laki untuk hidup yang lebih baik. Dia kira aku siapa? Aku tidak kekurangan apapun..” gerutu Carissa.
“Anaknya jatuh cinta padamu lalu kamu menolaknya.. Mungkin itu membuat harga dirinya jatuh di mata teman-temannya. Biasanya ibu-ibu sosialita kan begitu”.
“Salahku apa? Dari awal aku ta pernah menanggapi anaknya. Aku sudah bilang kita berteman saja”.
“Lalu?”
“Aku menolaknya dengan alasan ingin kembali pada mantan suamiku”.
“Ayahnya Keyla?”
“Ya.. Memangnya ada yang lain?”
Teguh tertawa.
“Aku bercanda,” kata Teguh.
“Dia mengusik masa laluku.. Menyebut aku membohongi banyak orang. Entahlah..”
“Karena itu kamu ingin resign? Ayah Keyla sudah tahu?” tanya Teguh.
“Ya.. Dia sudah tahu”.
“Dia mengizinkanmu?”
“Untuk resign ya.. Tapi untuk pindah ke perusahaanmu belum,” jawab Carissa.
“Mungkin dia ingin kamu bekerja murni sebagai ibu rumah tangga. Sudah cukup lama kamu berpisah dengannya kan? Sudah waktunya kamu duduk di rumah hanya menjaga Keyla dan mungkin adiknya Keyla juga..”
“Aku tak yakin aku bisa duduk diam di rumah..” Carissa tertawa.
“Pikirkan saja yang terbaik. Jangan gara-gara ingin bekerja, menghancurkan rumah tangga kamu untuk yang kedua kalinya”.
“Terima kasih atas pengertianmu..”
“Aku sudah lama kenal denganmu.. Sudah cukup mengerti sifatmu”.
“Mungkin kamu lebih mengenal aku daripada ayahnya keyla mengenalku ya?”
“Haha.. Jangan sampai ayah Keyla tahu..” Teguh menghentikan mobilnya di depan kantor Carissa.
“Terimakasih.. Sayangnya makan siang kita terganggu..” Carissa turun dari mobil.
“Lain kali aku undang kamu makan bersama iRma juga ya..”
“Ok, nanti aku sampaikan.”
“Salam untuk Ayahnya Keyla, kapan-kapan kita ketemuan ya?”
“OK..” Carissa melambaikan tangannya pada Teguh sebelum meninggalkan tempat itu.
“Itu siapa?”
Carissa menoleh, terlihat Dinda berdiri di belakangnya.
“Dinda..?”

Komentar Buku (194)

  • avatar
    Susi Yuliana

    bagus syeekaliieeee 😍😍

    6d

      0
  • avatar
    PutriErisna

    kak bagus banget ceritanya sampai menghayati 😊 kak mau tanya di penghujung bianglala ini sampai bab berapa ya?🙏

    19/07

      0
  • avatar
    GantengRanto

    bagus sekali

    20/06

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru