Bab 16

BAB 16
Nania membaringkan tubuhnya di kasur yang sudah lama ia tak tempati. Mungkin sekitar lima hari ia tak tidur di kamar kosnya akibat kejadian-kejadian yang menegangkan beberapa hari ini. Ia merasakan hp nya bergetar dan segera mengambilnya lalu mengangkat telepon yang masuk.
“Halo Kak?”
“Halo Assalamuallaikum.”
“Waalaikumsalam, kenapa sih kak?”
“Kamu dimana? Kok nggak pulang?”
“Aku di kos kak.”
“Loh kenapa di kos? Kamu nggak betah di rumah kakak?”
“Bukan gitu, jarak sekolah dengan rumah kakak itu jauh.”
“Yaudah pindah sekolah aja,”
“Gilak! Nggak mungkin lah, aku udah kelas sepuluh, nanggung lah…”
“Heh your language,”
“Iya maaf. Abisnya nggak masuk akal banget sih.”
“Kakak kemarin udah telpon bapak sama mamak di kampung.”
Hening.
“Kakak rasanya mau pulang saat kemarin bapak sama mamak nangis minta ketemu. Kakak pengen ketemu bapak sama mamak setelah kemarin kakak ngerasain terlalu lama dalam jeratan neraka wanita psikopat itu. Kakak mau menyembuhkan diri di kampung halaman. Akhir-akhir ini kakak masih suka kebayang wajah wanita itu. Ngeri banget…”
“Kakak sama suami kakak ambil cuti?”
“Kakak udah lama keluar dari kantor dan ini kita mau buat bisnis aja.”
“Oh, terus kapan berangkatnya?”
“Besok.”
“Hah! Cepet banget? Kalau besok aku nggak bisa anterin.”
“Iya nggak papa, kamu nggak usah anter kakak. Kamu belajar yang bener biar cepet lulus. Kalau bisa kamu nggak usah pacaran biar kayak kakak nanti taaruf dan langsung nikah.”
Deg!
“Kamu tahu nggak? Pacaran itu patah hati paling sengaja. Kamu seneng pacaran tapi senep waktu takdir nggak bisa nyatuin. Itu paling senep. Sampai sakitnya ke tulang-tulang.”
“I—ih…iya, iya udah ah. Aku udah gede kok, bisa mutusin jalan yang terbaik. Yaudah take care Kak, kalau udah sampai hubungi aku. Aku juga kangen banget sama bapak dan mamak. Bye. Assalamuallaikum.”
Nania mematikan teleponnya. Ia kembali merebahkan tubuhnya yang lelah.
-------------------
Kevin telah sembuh dan bisa bersekolah hari ini. Ia berjalan melewati beberapa siswa yang menatapnya dengan iba. Ia masuk kelas dengan diam. Sementara itu Sofyan dan Nania beriringan melewati beberapa kelas termasuk kelas Kevin di XI IPA 2. Mereka tak menyadari bahwa ada mata yang senantiasa mengawasi dari balik kelas yang riuh itu.
“Eh kalian udah nggak musuhan lagi?”tanya Leli saat mengetahui Nania dan Sofyan sudah bercanda dan jalan bersama memasuki kelas. Nania hanya tersenyum sementara Sofyan juga hanya menaikkkan satu alisnya dan duduk di kursinya.
“Lo sama Sofyan udah baikan? Gimana sih ceritanya?”tanya Leli saat sudah duduk di sebelah Nania.
“Ya kenapa harus musuhan lama-lama? Kan gak boleh.”
“Ish, kalian berdua main rahasia-rahasiaan sekarang. Bete gue!”
Nania menoleh ke Sofyan dan tersenyum lalu Sofyan pun membalas dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Lord! Kalian kayak pacaran beneran deh.”
Nania menoleh ke Leli, “Lel, gimana kalau pensi ultah nanti kita ikut daftar nyanyi aja gimana? Kamu, Sofyan nyanyi dan aku gitar?”
“Emangnya lo bisa gitar?”
“Bisa dong.”
“Oke, gue sih gak masalah walaupun gue tetep mau dance.”
“Kalau lo mau dance ya lo ajak aja grup dance lo di eskul nari, beres kan?”timpal Sofyan
Leli berpikir sesaat, “lo gak marah kalau kita bertiga nggak tampil bareng?”
“Kenapa harus marah? Kita tetep jadi sahabat kamu kok. Nanti kita saling support.”ujar Nania yang membuat Leli tersenyum.
“Oke deh.”
Mereka pun masuk kelas lagi saat bel masuk sudah berbunyi.
Sofyan, Nania, dan Leli jalan bertiga ke kantin. Mereka makan bersama selayaknya sahabat tanpa ada yang tahu bahwa dua diantaranya telah menjalin pacaran sungguhan. Saat sedang asik-asiknya ngobrol tiba-tiba Ana menumpahkan kuah soto yang ia beli ke rok Nania. Mereka bertiga kaget.
“Aduh…maaf Nania… aku nggak sengaja. Suer.” Ana meletakkan mangkoknya di meja dan mengambil tissue lalu mengelap rok Nania yang ketu,pahan kuah soto.
“Kalau jalan pakek mata dong!”serunya Sofyan, membuat seisi kantin menoleh ke arah mereka.
“Yan, udah…aku nggak papa kok. Ini cuma ketumpahan, nanti juga kering sendiri.”sela Nania berusaha mencegah Sofyan agar tidak emosi.
“Haduh gue bener-bener nggak sengaja beneran… suer deh…”Ana terus merasa bersalah dengan raut memelasnya.
“Yaudah kalau gitu pergi sana!”usir Leli meski tidak galak cukup membuat raut wajah Ana jengkel.
Bug
Jeihan memukul wajah Sofyan hingga terjatuh ke belakang.
“Lo nggak usah sok ngatur-ngatur cewek gue ya,”
Sofyan berdiri dengan seringai kecil, “Asal lo tahu Je, pacar lo itu munafik!!”
Bug
Pukulan kembali diterima Sofyan, kali ini suasana sungguh menegangkan. Sofyan bangkit dan mencengkeram kerah Jeihan. Nania sudah berusaha memisah dan meminta bantuan cowok yang ada di kantin tapi nggak ada yang mau memisahkan mereka. Ia melihat Kevin dan langsung menghampiri Kevin. Tapi urung saat ia baru mnyadari, Kevin belum sembuh total.
“Kenapa?”Kevin bertanya pada Nania yang ia tahu seperti akan bilang sesuatu padanya tapi urung.
Nania memilih berbalik dan melerai Sofyan dan Jeihan yang masih saling memukul. Kevin menyadari hal itu dan langsung berlari mendekat.
“STOP!!”
Suara Kevin yang keras dan berat membuat suasana menjadi hening. Kevin mendorong Jeihan dan Sofyan agar saling berjauhan. Ia memperhatikan Nania yang rambutnya ikut berantakan. Roknya basah dan seragamnya kusut.
“KALIAN MAU JADI PAHLAWAN HAH??!!” Kevin menatap Sofyan dan Jeihan denga mata nyalang.
“BERHENTI JADI CHILDISH!!!”
“SEKARANG PERGI KALIAN BERDUA!!”
Sofyan masih diam di tempat sementara Jeihan sudah menarik tangan Ana dan pergi meninggalkan kantin.
Kevin menghampiri Sofyan dan menatap dengan pahit, “Lo tahu nggak? Tadi pacar lo mati-matian misahin lo biar berhenti berantem!! Seragamnya kusut.Rambutnya acak-acakan. Tapi APA?? Lo nggak denger dan malah asik pukul-pukulan!! Childish Lo!!”
Kevin pergi meninggalkan Sofyan begitu saja tanpa perlu mendengar pembelaan dari Sofyan. Sofyan pun merasa kesal sekaligus tersadar. Ia tak habis pikir dengan dirinya beberapa menit lalu. Dibutakan dengan amarah. Ia mengamati Nania yang terduduk dengan seragam kusut, rok basah, dan rambut acak-acakan. Sial! Dia begitu brengsek hari ini.

Komentar Buku (2101)

  • avatar
    Shalifa Hanisa

    ceritanya bagus banget. bikin gue trsnyum sorang terus🤭 #please sambungkan jalan critanya..i'm curious so much🥺 #❤️🇲🇾

    24/01/2022

      1
  • avatar
    zal_ 3266

    bagus

    02/05

      0
  • avatar
    Mas R

    Nice gaesss

    26/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru