logo text

Bab 46 Ingin Mengenalnya lebih dalam

Dua minggu sudah berlalu, wijaya dan dina sudah kembali ke kota seminggu yang lalu, sedangkan tia dan anggara masih berada di kampung, dina sengaja mengulur waktu supaya lebih banyak waktu berdua bagi anggara dan tia
"Tuttt ... tuttt " (dering hp)
"Tia sayang.!!" sapa 3 sejoli serempak
"Sayang.!!, sayangku.!!, aku rindu.!!" balas tia penuh rindu
"Kita juga rindu, kamu gimana kabarnya" tanya ayu pada tia yang sudah 2 minggu berpisah dengannya
"Alhamdulillah aku baik"
"keluarga yang lain gimana" sambung tara
"Baik, kalian apa kabar"
"Seperti yang kamu lihat, tapi kita kesepian ngak ada kamu" rengek kasih manja
"Hmmm" balas tia manja
"Rindu" ayu dengan ekpresi mengiba
"Sama"
"Tia, gimana infonya, kamu bisa lanjut kuliah ngak" tanya ayu penasaran tentang kuliah tia kedepannya
"Kata mertuaku sih bisa tapi nunggu minggu depan" balas tia santai, tia seperti sudah lega, walaupun harus membagi waktu dan akan banyak tantangan berikutnya tia sudah siap asalkan dia bisa kembali ke kampus dan menggapai impiannya
"Syukurlah, tadi kita sempat nanya juga sama siswi dikelasmu katanya kamu dikasih izin" balas tara menjelaskan
"Berarti kalian udah tau" tanya tia balik
"Cuma sekedar tau aja ti, kita ngak tau pastinya" balas ayu
"Oh, tapi kayaknya aku ngak bisa tiap hari sama kalian, aku harus bagi waktu, kalian tau sendiri kan statusku sekarang" tia mengiba
"Iya kita ngerti kok, oh iya, gimana malam pertamanya.?" ucap kasih blakblakan
"Huss.!!, ngomong apaan sih" tia yang merasa malu mencoba mengalihkan pembicaraan
"Aku kan kepo" sahut tara
"Ngak ada malam pertama" balas tia seadanya
"Trus tidurnya pelukan ngak" sahut ayu yang mulai kena virus kepo dari kasih dan tara
"Ihhhh, ngak ada peluk-pelukan, dengar ya, aku sama kak anggara itu kan sudah sama-sama dewasa, jadi aku usahakan kita jaga jarak, apalagi aku lanjut kuliah, aku ngak mau hamil dulu" bantah tia
"Justru sama-sama dewasa itu" sahut ayu
"Ayuuu" tia dengan nada teguran
"Iya, iya, aku diam" ayu akhirnya mengalah
"Iya juga sih, ngak mungkin juga kan kamu lagi sibuk kuliah trus hamil kayaknya ribet ya" sambung tara yang sepertinya fungsi otaknya sudah berjalan dengan normal
"Satu lagi, aku juga ngak mau mati di kampus, kalian tau kan kalo suami aku ini pangeran kampus, kalo sampe ada yang tau aku nikah sama dia, apalagi hamil anaknya, kalian bisa bayangin ngak apa yang akan terjadi" tia dengan nada tegang
"Aku bisa membayangkan apa yang akan terjadi, kalo sampe mereka tau maka nama tia kan berganti menjadi, tia geprek, tia penyet, tia guling, mungkin.!!" ucap kasih dengan wajah datar
"Hhahahahah" 3 sejoli kompak tertawa mendengar ucapan kasih yang asal
"Senang ya" balas tia manyun
"Tenang aja ti, kita bakal rahasiakan ini, apalagi dari tiara" balas ayu meyakinkan
"Nah, bener si tiara" tara menimpali
"Eh, ti, tau ngak, dari kemaren si tiara itu sibuk banget, dia masuk ke semua kelas nanyain kak anggara dimana, heran deh, padahalkan udah sama kak david, masih aja kegatelan" kasih sedikit emosi menjelaskan kegaduhan yang dilakukan oleh tiara
"Tapi aku akhir-akhir ini ngak liat kak david" tara menambahkan
"Kamu perhatian amat" sahut ayu jutek
"Bukan gitu, biasanyakan mereka berdua terus, sekarang si tiara itu selalu nanyain kak anggara, dan kak david juga ngak tau menghilang kemana" jelas tara
Kemana kak david.?, kenapa tiba-tiba menghilang, apa dia tau aku menikah dengan cowok aneh, ehhh, mikirin apa sih, jelas-jelas dia ngak suka sama kamu tia ngapain juga dia menghilang hanya karna kamu dan cowok aneh ini tia bergumam mengomeli dirinya sendiri
"Aku ketinggalan info terbaru ya" balas tia mencoba melihatkan ketidak peduliannya
"Iya, makanya kamu cepetan balik ke kampus" jawab tara
"Dasar tukang gosip" celetuk tia
"Hmmmm, kan faktanya" tara membela
"Kalo fakta namanya gibah" tia yang tidak mau kalah
"Iya, iya" pasrah tara
"Ti, trus gimana solusinya biar kamu ngak hamil" kasih yang masih memikirkan hal yang tidak terfikirkan oleh tia
"Kok pertanyaannya itu terus sih" balas tia kesal
"Aku kepo" rengek kasih
"Caranya ya, kita ngak lakuin itu, aku sama kak anggara tidurnya di kasih pembatas, maklum kamar dirumahkan cuma 2, nanti kalo sudah ke kota kita mau cari kontrakan jadi bisa pisah kamar" balas tia seadanya
"Ngak dosa ya" kasih dengan polosnya
"Udah kesepakatan kita berdua" balas tia
"Syukurlah kak anggara paham dengan situasinya, tapi kamu harus tetap waspada ti, jangan sampai kecolongan" ayu mengingatkan
"Iya, makasih ya, aku tutup dulu telponnya" tia berpamitan
"Kita tunggu kamu balik" teriak 3 sejoli diseberang sana
"Iya pasti" balas tia dengan senyum bahagia
"Tuttt tuttt" (telpon dimatikan)
Saking asiknya telponan tia sampai tidak sadar anggara sudah berdiri tepat dibelakangnya
"Habis telponan sama siapa.?, kelihatannnya senang banget" ucap anggara basa-basi
"Sama sahabatku" balas tia cuek
"Ngak sama david" anggara mencoba memancing dan ingin melihat tanggapan tia saat mendengar nama david, anggara yang terkenal cuek juga memiliki sifat cemburuan, anggara sangat takut jika gadis kampung yang saat ini menjadi istrinya suatu saat akan direbut oleh pria lain apalagi pria seperti david, yang bisa melakukan segala cara
"Ih, ngapain" tia dengan ekspresi jijik
"Siapa tau"
"Ternyata kakak cemburuan juga ya orangnya" ledek tia kesal
"Siapa bilang, aku cuma nanya" anggara mengalihkan
"Jujur itu ngak menyakitkan kak" balas tia cuek
"Kalo iya kenapa" anggara dengan tatapan mematikan, membuat tia terdiam tanpa kata
"Muahhh" dengan ligat anggara mencuri kesempatan saat tia lengah, hanya beberapa detik bibir anggara sudah menyentuh bibir tia yang kecil dan seksi
Tia kaget, dan mematung tanpa kata
Apa yang barusan terjadi, apa kak anggara menciumku, kenapa tubuhku seperti tersengat listrik, aku masih hidupkan, kenapa dengan tubuhku, kenapa mereka tidak mau digerakkan, hmmmm, tapi bibirnya kak anggara manis juga sih, hehhhhe, dasar cowok aneh, pencuri gumam tia memaki, bahagia, semua bercampur jadi satu dan juga merasa jengkel atas kelancangan anggara yang sebenarnya sudah sah saja karna anggara adalah suaminya
Tia terdiam untuk beberapa menit, sedangkan anggara hanya tertawa kecil melihat gadis lucu didepannya
"Kita ngak boleh, ciuman" ucap tia lirih
"Tenang aja, ciuman ngak bikin hamil kok" balas anggara santai
"Resek banget sih" tia merasa jengkel dan juga bahagia bisa merasakan sentuhan bibir pangeran kampus
"Enak kan, mau lagi" goda anggara
"Ngak" balas tia malu padahal mau
Tia berlari kecil masuk kedalam rumah
"Tuttt" (dering Hp)
"Ma" ucap anggara
"Apa kabar sayang"
"Baik ma"
"Menantu mama mana"
"Didalam ma"
"Owh ya sudah, mama nitip salam ya"
"Iya ma, mama nelpon cuma buat nanya tia aja" tanya anggara merasa tersaingi
"Iya lah, terus mama mau nanya siapa lagi coba" balas dina tidak peka dengan ucapan putranya
"Mama ngak tanya aku" anggara mulai berlagak manja
"Kan tadi mama udah tanya kabar kamu, sayang kamu aneh deh"
"Oh iya ma, lupa" anggara cengegesan
"Mama tutup ya telponnya"
"Iya ma"
"Tutttt" (telpon dimatikan)
#Malam
"Khemmm" anggara memberi kode
"Kenapa kak"
"Ngak, cuma mau tau aja kalo kamu belum tidur"
Posisi anggara dan tia dibatasi oleh pembatas, walaupun sudah seperti itu tia masih belum bisa tidur dengan tenang, tia gelisah takut hal yang di inginkan terjadi, hhehehe, tidak di inginkan maksudnya hehhehe
"Kalo belum kenapa"
"Sebenarnya apa sih yang bikin kamu suka sama david" anggara semakin ingin tau tentang tia dan masa lalunya
"Udahlah kak, ngak usah dibahas" tia mengalihkan, tia sudah tidak mau mengingat tentang david, tentang masa lalunya yang menyakitkan
"Cuma nanya" celetuk anggara
"Ngak tau" balas tia tidak mau memperpanjang
"Kak" panggil tia lirih
"Iya"
"Kalo siswi di kampus tau kita sudah menikah bisa-bisa mereka menggantungku" ucap tia asal bicara
"Otakmu memang penuh dengan horor ya, makanya jangan nonton psikopat terus, aneh, suka banget mikirin sesuatu yang ngak masuk akal" anggara kesal mendengar ucapan tia yang sangat tidak masuk akal
"Serius kak, aku takut" tia cemas
Perlahan mereka masuk kedalam pembicaraan yang serius
"Tenang aja, selama aku dikampus kamu akan aman" anggara mencoba menenangkan, padahal apa yang dipikirkan tia sangat jauh dari logika
"Terus kalo kakak wisuda aku ngak aman lagi gitu"
"Dari pada mikirin yang ngak jelas mending kamu tidur" anggara mulai bingung harus menjawab apa
"Mmmm" tia yang sudah mengantuk yang terus mencoba menahan akhirnya terlelap
"Gadis kampung, melihatmu tidur seperti ini aku ingin sekali memelukmu, membuatmu tertidur dipangkuanku, tapi karna keadaan aku akan berusaha dan mencoba menahan diriku, aku tidak akan meminta hakku sebagai suami sebelum kamu siap, aku tau berat bagimu sekarang, semangat sayang" gumam anggara sambil mencium kening tia dengan penuh kasih

Komentar Buku (941)

  • avatar

    bagusss bangetttt

    28/02

      0
  • avatar
    YolandaNunung

    bagus banget kak novel nya

    25/06/2025

      0
  • avatar
    febriyantishafa

    bgausss bangety

    07/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru