logo text

Bab 35 Kembali ke Kota

"Halo pak joko" ucap dina di telpon
"Iya nyonya"
"Pak joko bisa datang ke rumahnya buk mona sekarang, tapi pak joko bilangnya kenal sama saya dari teman pak joko di kota, jadi pak joko bilang temannya pak joko suruh bawa saya balik" jelas dina pada joko yang membuat joko sedikit bingung
"Baik nyonya" joko mengiyakan yang padahal tidak mengerti maksud ucapan dina
Sebenarnya nyonya ke kampung ngapain ya, semalam juga aman-aman aja, trus kenapa ke rumahnya nedi.?, apa ini ada hubungannya dengan tia joko berfikir
"Yah, ayah sudah hubungi kantor desa.?" tanya mona pada nedi
"Sudah bu, cuma belum ada kabar, belum ada laporan orang hilang" nedi mencoba menjelaskan, semenjak kedatangan dina ke rumah mereka, nedi sudah melaporkan ke kantor desa
"Hmmm, kasian ya pak si ibuk itu, pasti sekarang keluarganya lagi nyari" mona mengiba
"Iya bu, kita tunggu saja siapa tau nanti ada kabar baik, yang penting sekarang si ibuknya nyaman tinggal disini" tukas nedi
"Iya yah"
Dina keluar dari kamar
"Eh, ibuk sudah bangun" sapa mona dengan ramah
"Iya"
"Maaf ya buk tadi sholat subuh saya tidak bangunin, saya lihat ibuk tidurnya pules banget jadi ngak enak saya takut ganggu"
"Ngak pa-pa buk, makasih ya pak/buk. kalian sangat baik sama saya, saya juga berharap bisa secepatnya ingat keluarga saya, saya tidak mau lama-lama merepotkan kalian" dina dengan wajah mengiba menambah rasa kasihan nedi dan mona
"Ngak kok buk, ngak repot, iya kan yah" mona memberi kode pada nedi
"Iya buk, kita malah senang ada ibuk disini, biasanya cuma kami berdua" sahut nedi
"Tok..tok..tok"(ketukan pintu dari luar)
"Bentar yah, ibu bukain pintu dulu"
"Pak joko, mari masuk" mona membuka pintu dan menawarkan joko masuk
"Tumben jok, pagi-pagi sudah ke rumah, ada masalah.?" tanya nedi heran karna tidak biasanya
"Silahkan duduk pak joko" Mona mempersilahkan dengan ramah
"Begini di, si ibuk ini ternyata keluarga teman saya dikota, jadi kemaren saya ke kantor desa trus dengar kamu lagi mencari keluarga ibuk ini, saya bantu posting di sosmed" jelas joko berbohong dengan penuh drama
"Sosmed apa jok.?" nedi yang baru mendengar merasa heran
"Sosial media, disana kita bisa dapat banyak informasi, bisa juga nih, kayak kamu kan sama tia lagi berjauhan, kalo kamu pake sosmed bisa itu buat vidio call, jadi kamu bisa lihat tia lagi apa, dimana" jelas joko seperti sedang promosi
"Enak ya, gimana caranya jok, saya juga mau dibikinkan sosmed" nedi merasa kagum dengan kecanggihan yang di ucapkan joko, nedi sangat tertarik
"Coba sini hpmu" pinta joko
Dina hanya pasrah melihat apa yang terjadi
Pak joko, sebenarnya kesini mau promosi apa mau jemput saya sih gumam dina pasrah
"Ini" nedi menyodorkan benda pipih yang dimilikinya
"Lah, ini ngak bisa di, kamu harus punya hp android kayak punya saya" joko melihatkan hp android miliknya
"Trus gimana jok"
"Kamu beli dulu, nanti bilang sama orang konternya, biar dibikinkan sosmed"
"Oh, iya iya"
"Yah nanti kita pergi beli ya" ucap mona merengek
"Iya bu, biar kita bisa lihat tia" balas nedi tersenyum
"Kok malah jadi promosi ya, sampe lupa saya, jadi gini di, saya hari ini mau balik ke kota jadi rencananya ibuk ini saya bawa sekalian" jelas joko tersadar mengingat tujuannya
"Iya boleh, tapi kamu sudah pastikan itu keluarganya" balas nedi tegas
"Sudah, ngak mungkin juga ada yang mau culik ibuk-ibuk di" ucap joko santai
Disisi lain dina sudah menatap sinis mendengar kata ibuk-ibuk, yang pada kenyataannya memang seorang ibuk-ibuk tapi dina masih ingin terlihat muda
"Siapa tau, kata temannya tia zaman sekarang itu banyak yang menghalalkan yang haram demi uang" nedi masih mengungkit ucapan anggara yang didengarnya, sepertinya ucapan anggara sudah membekas dihati nedi
"Iya, iya" balas joko singkat
"Kok pak joko cepat banget baliknya, baru sehari di kampung sudah pergi lagi" tanya mona
"Gitulah bu kalo sudah jadi orang sukses" nedi menimpali
"Jadi nanti kalo tia sudah wisuda trus kerja di kota, tia juga jarang pulang ya yah" mona terlihat mencemaskan putrinya
"Ibu jangan mikirin itu dulu, tia wisudanya masih lama bu, sapa tau sebelum wisuda jodohnya udah datang duluan" nedi berencana mendinginkan suasana hati mona tapi malah sebaliknya
"Husss, ayah ini doanya yang baik-baik lah" balas mona tegas
"Bisa jadi itu buk mona" sahut joko sepakat dengan ucapan nedi
"Hahhhh" mona mulai emosi
"Ehh, maksud saya jodoh yang sudah halal, bukan jodoh karna kecelakaaan" joko merasa canggung melihat tatapan mona
"Iya, tapi kalo bisa jangan dulu lah pak joko, kan tia masih kecil" jelas mona
"Kecil gimana maksudnya buk mona, tia itu kalo nikahnya di zaman kita dulu, mungkin udah punya anak 3" sahut joko tidak mau kalah
"Kok jadi bahas pernikahan anak saya sih pak, jangan aneh-aneh deh, tadikan pak joko mau bawa si ibuknya bukan" mona mengalihkan pembicaraan yang membuatnya kesal
"Tu kan saya lupa lagi, kalo begitu saya pamit dulu ya di, buk, saya bawa ibuknya ya" pamit joko dengan sopan sambil membawa dina ke mobil
"Iya hati-hati, buk, nanti jangan lupa main kesini lagi ya, ajak keluarganya juga" pinta mona basa-basi melihat kepergian joko dan dina
"Pasti, terima kasih atas kebaikannya selama saya disini" ucap dina berterima kasih
"Sama-sama buk"
"Selamat sampai tujuan, hati-hati ya jok" pesan nedi
"Iya"
Joko dan dina berlalu dengan mobil sport milik dina
"Yah, ayo kita pergi beli hpnya" rengek mona
"Iya bu, ayah ambil uang dulu"
Diperjalanan pulang joko dan dina lebih akrab, berbeda dengan susana saat perjalanan pergi ke kampung
"Nyonya, maaf kalo saya lancang, saya boleh bertanya.?" ucap joko sopan
"Saya tau, kamu pasti heran kenapa saya bisa ada dirumahnya buk mona" dina sudah tau apa yang ingin ditanyakan joko
"Maaf nyonya"
"Iya ngak pa-pa, pak joko berteman sama pak nedi"
"Iya nyonya, nedi teman dari kecil, karna kondisi ekonomi saya yang kurang saat itu, saya memutuskan untuk merantau ke kota, kami akhirnya berpisah, karna nedi anak semata wayang, jadi dia enak bisa mengelola perkebunan almarhum orang tuanya, apalagi mereka cuma punya anak 1, sedangkan saya anak 4, susah nyah kalo cuma kerja serabutan" jelas joko
"Mereka orangnya memang baik ya"
"Baik sekali nyonya, mereka suka memberi, ramah, apalagi putrinya, sudah cantik, baik, putrinya biasa dipanggil bunga desa karna kecantikannya, yahhhh, karna dia kuliah dikota, nedi sangat khawatir jadi nedi mengubah pemampilan putrinya seperti anak culun kalo bahasa di kotanya" joko yang merasa akrab dengan dina dia berani mengungkapkan semua yang diketahui tentang tia
"Culun maksudnya" tanya dina penuh selidik
"Iya nyonya, tia disuruh pake kacamata, sebenarnya dia tidak sakit mata, sekalian buat melindungi mata dari kotoran dia juga bisa menutup matanya yang indah, tia memiliki mata bulat, bulu mata lentik, dan bola mata berwarna coklat, sangat indah, trus bajunya juga yang kayak orang kampung gitu, mungkin anak-anak lain menggunakan pakaian sesuai model terbaru, bukannya nedi tidak sanggup membelikan untuk putrinya, cuma ke khawatiran nedi sangat besar, lebih baik anaknya terlihat jelek hingga tidak ada pria yang mendekatinya"
"Kok pak joko bisa tau semua"
"Tia sudah seperti anak saya, sebelum berangkat ke kota nedi menelpon saya dan menceritakan semuanya, cuma saya belum pernah bertemu langsung dengan tia semenjak dia di kota"
"Oh, begitu ya pak joko"
"Iya nyonya, jadi kalo boleh saya tau kenapa nyonya pergi ke rumahnya buk mona"
"Buku kecil ini yang menuntun saya pak joko"
"Buku"
""Hmmm, sepertinya putra saya menyukai tia"
"Jadi saya ingin lebih tau tentang tia, ternyata saya mendapatkan banyak kejutan"
"Bukannya nyonya pernah cerita kalo tuan muda sangat dingin, kasar, dan tidak pernah peduli dengan perempuan"
"Iya, itu dulu, setelah saya membaca buku ini, saya yakin putra saya sudah berubah, es sudah meleleh pak joko"
"Syukurlah nyonya"
"Iya pak joko, tapi tolong rahasiakan ini semua dari suami saya"
"Tenang saja nyonya semua aman"
"Makasih pak joko"
"Sama-sama nyonya"
#Di UKS
"Kak, tia sudah boleh balik ke asrama belum" tanya ayu
"Sudah" balas sopia seadanya
"Makasih kak" ucap 3 sejoli serempak
"Iya sama-sama, tapi ingat jaga pola makan, tidur, semuanya harus teratur, jangan banyak pikiran" sopia mengingatkan tia
"Siap kak cantik" balas tia dengan senyum indah, senyuman yang tidak ada yang bisa melihat keindahannya selain anggara

Komentar Buku (941)

  • avatar

    bagusss bangetttt

    28/02

      0
  • avatar
    YolandaNunung

    bagus banget kak novel nya

    25/06/2025

      0
  • avatar
    febriyantishafa

    bgausss bangety

    07/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru