"Gimana yu, diangkat ngak.?" tanya kasih cemas "Ngak" balas ayu dengan rasa khawatir terhadap keadaan tia "Trus gimana.?" tanya tara cemas "Kamu yakin tadi ninggalin tia dalam keadaan sakit.?" tanya ayu pada kasih "Iya, ngak biasanya tia kayak gitu, dia pucat trus lemas, aku tadi rencananya mau temani tia di asrama tapi dia nolak, makanya aku masuk kelas" jelas kasih "Kalo kita berdebat disini cuma ngabisin waktu, mending sekarang kita balik ke asrama dan lihat keadaan tia" ajak ayu "Udah ayuk" sahut tara Perjalanan dari kelas ke asrama bisa memakan waktu 15 menit untuk ukuran kaki 3 sejoli, sahabat baik yang selalu ada, yang paling menyayangi tia, setelah kasih menceritakan keadaan tia ayu dan tara yang awalnya di kelas mereka langsung keluar, itulah sahabat setia, ada dikala susah "Tokk...Tok..Tokk" (suara ketukan dari luar) "Tia..., Tia buka pintunya" teriak kasih dari luar "Ribet deh, tinggal buka aja susah banget" celetuk ayu sambil membuka pintu "heheh, lupa" balas kasih cengengesan "Heehh, lol" sahut tara mengejek kasih "huhh" kasih mendengus Saat ayu membuka pintu, mereka langsung dikagetkan dengan tubuh tia yang sudah terbaring dilantai "TIA" teriak ayu kaget "Tara, cepet cari bantuan" perintah kasih "Gimana" tara sedikit kebingungan "Panggil siswa buat bantuin bawa tia ke UKS" balas ayu "Iya iya" tara berlari secepat mungkin menuruni anak tangga satu persatu ""Tia, kamu kenapa sih" ayu terus mengusap rambut tia "Habisnya tia bawel, tadi aku mau temenin dikamar katanya ngak pa-pa, sekarang jadinya ginakan, tiaaaa maaf ya aku seharusnya ngak ninggalin kamu" ucap kasih dengan wajah sedih "Udah, ngak pa-pa, kita tunggu tara datang" ayu mencoba menenangkan kasih yang merasa bersalah Tidak lama tara datang dengan seorang siswa senior "Kak david" ayu sedikit kaget melihat siswa yang datang "Tia" David langsung bersimpuh didepan tia David menggendong tia, dan membawa tia ke uks, dia sudah tidak mempedulikan tiara yang sedang menatap dengan penuh amarah padanya "Kak, tolong periksa keadaan tia" mohon david pada seorang perawat khusus Universitas "Kalian tunggu diluar dulu" perintah perawat "Iya kak" balas mereka serempak dan mengambil posisi masing-masing Hanya beberapa menit, perawat memanggil mereka masuk kedalam ruangan "David" panggil perawat "Iya kak" "Kalian semua masuk aja ngak pa-pa" panggil perawat "gimana kak " tanya david cemas "tia hanya demam biasa, tekanan darah pun tidak normal, biar tia disini dulu sama kak, nanti kalo sudah sembuh total baru tia balik ke asrama" jelas perawat tentang keadaan tia "Berapa lama kak" tanya ayu "Paling 3 hari saja, hmmm.!!, tapi kakak lihat seperti ada yang aneh pada tia" ucap perawat curiga dan sedikit berfikir "Aneh kenapa kak" tanya david sedikit bingung dengan ucapan perawat "Tadi tia dikamar sama siapa.?" tanya perawat "Sendiri kak" sahut kasih "Owh, pantas, kakak kira tia ada yang nemani, kakak lihat kepala bagian belakang tia sedikit bengkak, mungkin akibat jatuh saat pingsan" jelas perawat yang membuat 3 sahabat tia kaget sekaligus curiga Ada yang aneh, perawat menjelaskan kepala tia bengkak dibagian belakang, sedangkan saat aku masuk, tia terbaring di posisi miring, kalo memang akibat pingsan pasti bengkaknya bukan dibagian belakang, batin ayu seperti tidak terima dengan penjelasan perawat "Tapi tidak apa-apa kan kak.?" tanya kasih "Kalian tenang aja, tia aman kok, masalah bengkak di kepalanya kalian bisa kompres dengan air hangat, tapi ingat tia harus istirahat, nanti tia jangan di ajak begadang" tegas perawat mengingatkan "Jadi nanti malam siapa yang jaga tia.?, kakak nanti malam tidak bisa jaga disini, soalnya kak nanti malam ada urusan" jelas perawat pada para sahabat tia "Biar kita aja kak" balas 3 sejoli serempak "Baiklah, kalian jaga tia dengan baik, perhatikan makannya, kakak kasih kepercayaan sama kalian ya, apalagi kamu david, kamu pacarnya tia kan" perawat menekankan "Iya kak" balas david singkat "Ya sudah, sekarang kalian balik ke kelas, biar tia istirahat dulu, sekarangkan kakak masih disini, kalian bisa kembali belajar, nanti kalo sudah selesai kalian bisa kesini lagi" perintah perawat "Makasih kak" balas 4 siswa ini serempak David seperti enggan untuk meninggalkan tia, entah kenapa dia mulai merasa sedih melihat tia "Sama-sama" balas perawat dengan senyum Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00, setelah mandi para sahabat tia segera menuju UKS untuk menjaga tia "Sore kak" sapa ayu "Sore, udah bisa kak tinggal ya" ucap perawat "Sudah kak" balas tara "Tiaaaa" panggil kasih manja sambil memeluk tia "Ngak usah gitu juga liatnya, kayak aku udah mau mati aja" balas tia sedikit risih dengan tatapan 3 sejoli yang seperti hari ini adalah hari berduka "Huss, ngak boleh ngomong gitu" ayu membantah omongan tia sambil meletakkan jari telunjuk dibibir tia "Ihhhh, jarinya pasti habis dipake nyongkel hidung" tia becanda memecah kegaduhan "Ngak ya, jari aku ini bersih, emang kayak tara" balas ayu "Kok bawa-bawa aku sih" Tara mengelak "Tia, kamu sih baweel, aku kan tadi udah bilang mau temani kamu dikamar, kamunya batu" sahut kasih "Iya iya, maaf, lain kali aku ngak ulangi lagi, maaf ya udah bikin kalian cemas, selalu nyusahin kalian" tia merasa sangat tidak nyaman, tiap kali ada masalah selalu melibatkan para sahabatnya, dia sudah susah payah menyembunyikan sakitnya dari mereka akhirnya ketahuan juga "Kan sekarang udah baikan" ucap tia dengan senyum tipis "Kalo udah baikan ngak disini tempatnya tapi dikamar" sahut ayu "Tia, sebenarnya kamu kenapa.?" tanya tara menatap tia dalam "Cuma kecapean" balas tia singkat "Masak kak david ngak tau kamu sakit, waktu kencan kamu ngak bilang kalo kamu udah capek, kamu kencannya kemana.?, masak pulangnya udah sakit gini" tanya ayu penuh selidik "Oh iya, aku jadi ingat, pas banget lagi bahas kak david" respon tara "Ingat apaan.?" tanya ayu "Emangnya tadi kalian ngak liat mukanya kak david udah bonyok" penjelasan tara cukup membuat tia kaget "Emangnya kak david kenapa tar.?" Tanya tia penasaran "Ngak tau, aku tadi liat mukanya pas kak david bawa kamu kesini" jelas tara "Jadi yang bawa aku kesini kak david.?" tanya tia "mmm, tadi aku lari keluar liat siswa yang lewat cuma ngak ada, trus aku lari ke gerbang siapa tau ada yang lagi piket, eh taunya ketemu sama kak david, pas dia tau kamu pingsan dia cemas dan langsung lari kekamar, syukur buk Dinda ngak tau siswa masuk kamar kita kalo dia tau bisa-bisa kita diceramahi sepanjang jalan kampus ke rumahku, heehhe" tara menjelaskan diikuti tawa kecil "Ada lagi" ucap ayu tegas "Apaan.?" tara dan kasih serempak Ayu mengeluarkan benda kecil, yaitu sebuah jepitan rambut warna pink, tia menganga kaget, jika sahabatnya tau kalo dia habis diserang tiara mereka bisa ngamuk "Kamu dapat dimana" tanya tia berpura "Dikamar" balas ayu singkat "Owh, i,, itu punyaku, kak david yang beli" tia berbohong "Tia, besok-besok kalo sakit harus bilang kita, katanya saudara masak sakit ditahan sendiri" protes kasih "Iya maaf, aku cuma ngak mau repotin kalian" balas tia "Ngak ada yang merasa direpotkan" sahut ayu sambil mengompres kepala tia "Tia, kenapa kepalamu bisa bengkak begini.?, harusnya kalo cuma pingsan ngak mungkin sampe segini gede.?" "Sebenarnya ini kena dinding, aku mau ke kamar mandi, tiba-tiba aku pusing, aku tetap paksa buat jalan, akhirnya aku jatuh kena dinding, yah udah aku terbangun disini" jelas tia panjang lebar dengan drama bohong yang dikarang rapi "Tok...Tok.." (ketukan dari luar) "Siapa" tanya tara "David" balas seseorang dari luar Ngapain dia kesini, ternyata dia masih peduli setelah berselingkuh, pantas saja hari itu dia tidak datang menemuiku ternyata dia tengah asik memadu kasih, dan sekarang masih berani datang, tia.., sadar, tiara itu pasti menjebak kak david, dia ngak mungkin selingkuh tia bergumam dengan banyak pertanyaan dan menyangkal perselingkuhan david David masuk kedalam ruangan dengan tampang tidak bersalah dan langsung duduk disamping tia "Saya bisa minta tolong ngak, kalian keluar sebentar" perintah david pada 3 sejoli Mereka hanya saling tatap dan tetap bertahan diposisi masing-masing "Hehhe" tia tertawa kecil "Tia, kamu ketawa.?" tanya david sambil menaikkan satu alisnya "Ngak" balas tia ketus "Kalian keluar dulu" perintah david untuk kedua kali "Kenapa sih kak, kan kakak tinggal ngomong" protes ayu "Kalo aku ngak mau ngomong.!!, maunya nyium tia, kalian juga mau lihat.?" balas david dengan santai "Ihhh, ngak boleh" larang kasih berlari memeluk tia "Ngak, kita ngak ngijinin" tara menimpali "Huhhhh, EH, 3 sejoli, 3 serangkai, atau apalah itu, dengar ya, aku ngak mungkin lakuin itu, aku cuma mau ngomong 4 mata sama tia" david menekan dan mulai jengkel "Kita harus tanya tia" sahut kasih "Tia kita keluar ngak" tara menimpali Sepertinya kak david ada yang mau dibicarakan, ini kesempatan bagus untukku mengintrogasi "Hmmm" balas tia singkat "Ingat ya kak, jangan macam-macam, kita bakal awasi dari luar" ancam ayu "Tia, kamu kok bisa sakit gini, maaf ya, kakak tidak menepati janji" david minta maaf dengan polos "Hmmmm" tia hanya membalas dengan dengusan, hatinya sangat sakit saat ini "Tia, kakak tau kak sudah banyak salah, kak sudah melanggar janji, kak juga tidak tau kamu sakit, kak minta maaf" david masih dengan ekspresi mengiba mengharap belas kasih dari tia, sungguh pria yang pandai bersandiwara "Hmmm" "Tia kenapa sih, kenapa cuek gitu, masih marah" tanya david "Hmmm" "Tia, tolong jelasin salah kak, jangan diam gini, kalo memang kakak tidak bisa dimaafkan, kakak bakal lakuin apa saja yang bisa bikin kaka di maafkan" david memohon "Ini apa" tia mengelurkan foto david dan tiara "Oh, ini..,ini foto lama" david berusaha santai, padahal sekarang jantungnya sudah tidak stabil "Berarti" tia menatap sinis "Iya, seperti yang kamu pikirkan, kak sama tiara dulu pernah menjalin hubungan sebelum dia pergi kuliah ke luar negri, karna dia dulu memutuskan untuk keluar negri jadi kami putus" jelas david dengan drama indah "Cuma itu" tia ketus "Iya, dan ini foto lama" david senyum sambil memegang tangan tia "Kenapa gaya rambut kak dan tiara sama saat difoto dan sekarang, bukannya foto ini sudah 1 tahun berlalu" tia menatap david dengan penuh selidik Ternyata gadis kampung ini benar-benar teliti, menyusahkan, kalo bukan karna ingin menjatuhkan anggara untuk apa aku denganmu, banyak perempuan cantik diluar, tiara perempuan bodoh itu juga, kenapa datang-datang langsung membuat masalah dihidupku david mengutuk kedua perempuan yang kini adalah pacarnya "Ya, itu cuma kebetulan, kita suka dengan gaya begini ya sampai kapanpun gayanya tetap begini" david mencoba mengalihkan Aku memang gadis kampung tapi aku tidak bodoh kak david, tia mulai menyadari sisi buruk david "Baiklah, apa aku bisa minta tolong sama kakak.?" tia meminta "Silahkan sayang" david dengan senyum sumbringah merasa tia sudah memaafkan dan sudah percaya "Minta tolong kakak keluar" tia dengan tegas "Tia, kamu masih marah.?" tanya david dengan wajah masam "Aku mau istirahat kak" balas tia "Baiklah" david pasrah David keluar dari ruangan dengan wajah emosi, sepertinya rencananya menjatuhkan anggara akan berakhir "Udah" tanya tia ketus "Kamu bisa sopan ngak.?" david menatap ayu sinis "Udah yuk masuk" tara sambil menarik tangan kedua sahabatnya tanpa menghiraukan david Junior tidak tau diri david mengutuk "Halo" david menelpon "Iya sayang" jawab seseorang dengan manja diseberang sana "Kita bicara dikantin, aku tunggu 5 menit" david mengancam David sangat emosi, tidak tau harus bagaimana sekarang, rencana yang disusun rapi dari awal kini sedang di ambang kejatuhan...
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagusss bangetttt
28/02
0bagus banget kak novel nya
25/06/2025
0bgausss bangety
07/06/2025
0Lihat Semua