"Zara Collins, selamat pagi, Nak!" panggil Kepala Sekolah dengan senyum ramah yang merekah lebar begitu melihat kehadiran Zara di koridor. Zara yang mendengar namanya dipanggil dengan seramah itu seketika tersentak kaget. Ia hanya membalas kikuk dengan senyuman tipis, "E-eh... selamat pagi, Pak," lalu buru-buru kembali berjalan menuju kelasnya dengan raut wajah sangat bingung. Anjir, aneh banget! Kerasukan apa tuh orang sampai pagi-pagi gini nyapa gue? Gak kayak biasanya... Biasanya juga ketus banget, bahkan gak sudi nyebut nama gue, batin Zara keheranan. "Yang tadi itu siapa, Nona?" tanya Anna penasaran. "Itu Pak Miller, Kepala Sekolah di sini," jawab Zara. "Oh... Dia sepertinya orang yang sangat baik dan ramah, ya!" puji Anna polos. Zara mengernyitkan alisnya. Yeuh... Kamu aja yang gak tahu, Anna... gumam Zara dalam hati. Namun Anna sama sekali tidak menyadari ekspresi heran Zara. Gadis itu sibuk dengan pikirannya sendiri dan sudah tidak sabar ingin segera masuk ke dalam kelas. Begitu melangkah melewati pintu kelas, suasana mendadak hening. Biasanya, teman-temannya akan langsung menyerang Zara dengan sindiran atau ejekan pedas. Namun kali ini, mereka semua hanya diam membatu, saling berbisik pelan seraya mencuri-curi pandang ke arah Zara. Anjir, sunyi amat! Pada kerasukan massal kali ya satu sekolah? Kenapa mereka jadi pada diam-diaman gini? batin Zara makin heran. Sementara itu, Anna sama sekali tidak menyadari atmosfer aneh di dalam kelas. Dengan kepolosannya, ia langsung duduk manis di bangkunya. "Aku gak sabar mau cepat-cepat belajar! Semangat banget... sudah lama sekali aku tidak bersekolah," bisiknya riang. Tak... tak... tak... Suara ketukan heels tinggi bergema di koridor, menandakan kedatangan seseorang. Bu Zoya, wali kelas Zara yang kemarin sempat cekcok hebat dengannya hingga menangis, kini memasuki kelas. Wajahnya menunduk malu dan pucat. Padahal biasanya, wanita itu akan berjalan angkuh sambil menatap sinis dan melontarkan hinaan pada Zara setiap pagi. Hari ini, ia tampak sangat berbeda. "Baik anak-anak, kita akan mulai mengabsen..." ucap Bu Zoya singkat tanpa basa-basi. Zara menopang dagunya heran. Loh... mana sarapan pagi gue? Biasanya tiap pagi gue udah kenyang makan hinaan dari tuh guru. Kenapa sekarang dia jadi pendiam gitu? Apa dia masih dendam gara-gara kejadian kemarin? Zara menggelengkan kepalanya pelan. Ah, udahlah! Mungkin hari ini emang hari keberuntungan gue. Disapa kepala sekolah, gak diganggu teman-teman gila, dan sekarang gak dihina guru. Ini pasti cuma kebetulan. Mereka mungkin lagi pada sakit atau banyak masalah makanya malas urusin gue. Yaa, pasti gitu. Zara pun mengabaikan keanehan itu dan fokus mengikuti pelajaran. Ketika bel istirahat berbunyi dan seluruh murid berhamburan keluar, Zara masih sibuk mencatat poin-poin penting yang tadi dijelaskan guru. "Nona rajin sekali, apa Anda tidak pergi istirahat?" tanya Anna. "Istirahat, kok, cuma bentar... Ini aku masih nulis poin-poin pentingnya, dikit lagi selesai," sahut Zara tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. Anna pun memutar posisi duduknya menghadap ke bangku Zara. "Baiklah akan kutunggu." "Kamu kalau mau istirahat duluan aja, gak apa- apa. Takutnya aku masih lama..." "Tidak apa-apa, Nona. Aku akan menunggu," ucap Anna sambil tersenyum hangat. "Kak Zara!" panggil beberapa suara dari arah pintu kelas. Zara menoleh. "Eh, kalian? Ada apa? Sini masuk!" Beberapa murid dengan seragam yang tampak lusuh melangkah masuk dengan ragu-ragu. "Mereka siapa, Nona?" tanya Anna pelan. "Kenalin, ini adik-adik kelas kita... sama ada temen dari kelas lain. Mereka semua murid beasiswa juga, sama kayak aku," jelas Zara. Lalu ia menoleh pada murid-murid itu. "Hei, kenalin ini temen baru kita, namanya Anna." "Halo, Kak Anna! Senang bertemu denganmu, kau cantik sekali..." ucap salah satu adik kelas perempuan dengan kagum. Pipi Anna seketika memerah tersipu malu. "O-oh... terima kasih! Belum pernah ada yang memujiku seperti itu..." Setelah saling berkenalan singkat, Zara langsung bertanya inti kedatangan mereka. "Kalian ada apa rame-rame ke sini? Apa ada masalah lagi? Ayo ngomong, biar aku bantu beresin!" Mereka semua saling melirik ragu, tampak gugup untuk membuka suara. "Gak apa-apa, ayo ngomong aja. Aku janji kok gak bakal bikin rusuh lagi sekarang. Kenapa? Kalian digangguin lagi?" desak Zara. "Justru hari ini aneh banget, Kak! Semua guru dan teman-teman tiba-tiba berhenti mengganggu kita. Mereka bahkan memperlakukan kita sama baiknya dengan murid-murid kaya lainnya!" "Iya, Kak! Hari ini aku juga sama sekali gak diganggu sama teman-teman sekelas... Beda banget dari biasanya." "Hmm... kira-kira ada apa, ya? Soalnya aku juga ngalamin hal yang sama persis kayak kalian," gumam Zara sambil memegangi dagunya. "Tuh kan, aku bilang juga apa! Kak Zara pasti ngalamin hal yang sama!" "Sebenarnya apa yang sedang terjadi, ya..." Zara terkekeh kecil, "Aku kurang tahu sih... Cuma daripada pusing mikirin itu, mending kalian nikmatin aja deh. Gak ada yang tahu kan besok mungkin kembali normal lagi. Hari ini, mereka lagi pada kerasukan kali, hihihi!" "Kak Zara ada-ada saja!" celetuk salah satu adik kelas laki-laki. "Tapi ini beneran aneh, Kak. Sepertinya ada orang penting yang melaporkan kondisi sekolah ini... Mungkin ada teguran keras atau peraturan baru tentang perlindungan murid beasiswa seperti kita." "Ah, sok tahu kamu, bocil!" potong Zara seraya mengacak rambut adik kelasnya itu. "Bukan sok tahu, Kak! Aku cuma menduga kemungkinan terbesar yang paling masuk akal. Kita ini kan murid beasiswa, otomatis biaya sekolah kita ditanggung seseorang atau lembaga. Mungkin penyokong dana itu tahu kalau murid yang dibiayainya tidak diperlakukan dengan layak, makanya dia marah besar dan menegur satu sekolah!" "Ah, sok tahu lo, bocil! Kayak ngerti aja soal begituan," sahut Zara lagi sambil mendengus. Padahal di dalam hati, ego Zara sebagai senior terus memberontak tak mau kalah: Gue kan lebih tua dari mereka, masa gue gak tahu soal begituan sih? Argh!!! Gak tahu ah, gue emang gak tahu… Mending tanya sama si tuan pemarah aja deh nanti…
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Bgus
28/07
0lucu
25/07
0Lihat Semua