Chapter 13

Author's POV
Pagi sekali, Jean sudah bersiap dan bergegas membangunkan Michelle yang masih tertidur pulas. "Michelle! bukankah hari ini kita akan piknik di atas kapal?" seru nya sambil menggoyangkan tubuh Michelle,wanita itu terbangun lalu memegang kepala nya yang agak pusing. Ia menggosok-gosok mata nya sambil melihat ke arah jendela. "hei,ini kan masih subuh" sahutnya sambil menguap.
"Apa? bukankah kau sendiri yang bilang nahkoda kapal itu berangkat pagi?" ujar jean polos. Michelle kembali berbaring, "matahari bahkan belum terbit,kau bisa membedakan subuh dan pagi tidak?" lirihnya lalu memejamkan mata lagi dan kembali terlelap.
Jean langsung kecewa, padahal ia sudah menata rambut nya dan memakai jas rapi, ia memutuskan untuk berjaga saja sebelum hari mulai pagi.
Michelle's POV
Suara kicauan burung kenari membangunkan ku,aku langsung terbangun, kepala ku sedikit pusing gara-gara jean mengejutkanku subuh tadi. aku berjalan keluar kamar dan melihat Jean duduk manis di sofa dengan koran di tangannya.
"Kau mau piknik dengan pakaian formal seperti itu?" aku langsung menertawainya, ia hanya melongo kebingungan. "memangnya kenapa?"ujarnya. Aku langsung menuju kamarnya dan menemukan baju kaos putih polos di dalam lemarinya, hanya itu yang cocok untuknya saat ini, sepertinya aku harus lebih banyak membelikan baju santai yang nyaman dipakai seperti ini.
"Jean,pakailah ini" aku melemparkan kaos polos dan celana jeans pendek berwarna cokelat yang kubelikan di pasar. Ia selalu bagus memakai apapun,walaupun harga nya tak seberapa, kulitnya yang begitu pucat terlihat menawan dengan warna apa saja,atau hanya menurutku saja?
Jean langsung berganti pakaian,aku pun mandi, bak mandi terisi penuh air hangat, mungkin jean menyiapkannya karena ia sudah segirang itu ingin pergi piknik.
Setelah mandi, aku langsung bergegas berdandan, aku memakai dress santai berwarna putih polos dengan renda bunga yang menghiasi di bagian karet pinggang nya.
Aku ke kamar Jean memeriksa apakah ia sudah selesai, ia tak henti-hentinya menata rambutnya. "sini kubantu"
"Tadi sudah bagus, tapi saat aku mengganti baju ku, rambutku jadi berantakan lagi" keluh nya.
Mata nya menatap ke arahku, sesekali pandangan kami bertemu, lalu aku mengalihkan pandanganku ke rambutnya. Lagi-lagi jean meraih dagu ku sambil menatapku,aku membiarkannya saja.
"Michelle, kau cantik" pujinya sambil tersenyum tulus ke arahku, aku hanya membalas senyuman. "sudah selesai" ujarku, ia mengangguk lalu menyuruhku duduk di ranjang nya. "Sini biar kuikat rambut mu" ia menarik tangan ku lalu duduk di belakangku.
"Aku bisa sendiri" ujarku menepis tangannya, entah kenapa aku malah gugup akhir-akhir ini bersentuhan dengan pria ini. "kenapa kau malah malu?" gumamnya, wajahnya yang tampan ,menatapku dengan tatapan yang tajam, dan kadang selalu mengkhawatirkan ku,selalu membuatku salah tingkah, entah kenapa.
Aku merebut karet rambut di tangannya lalu mengikat sendiri rambut panjangku lalu pergi ke dapur dan membuat bekal untuk piknik di laut.
Jean's POV
"kenapa Michelle tiba-tiba memarahi ku?" pikirku dalam hati, tapi aku tetap tidak ingin berpikir macam-macam. Aku menyusulnya ke dapur dan membantu nya menyiapkan makanan ke dalam keranjang. "kau bawa wine kan?" tanya ku, ia mengangguk. "tentu saja!" jawabnya.
Setelah siap, kami pergi ke pelabuhan kapal diantar kereta kuda. Kupikir Michelle menyewa kapal ferry hanya untuk berdua, tapi ternyata ada beberapa orang asing yang ikut berwisata,mereka juga berpasangan,sekitar tiga pasangan. Tapi, sayang sekali kami tidak seperti itu.
Kapal ini begitu mewah, aku tidak menyangka Michelle punya uang sebanyak itu, sepertinya ia terlalu hemat atau memang tidak menyadari bahwa uang nya sebanyak itu? setahuku, kepala tabib istana cukup berpenghasilan tinggi di kota.
"Jean, ayo naik" Michelle membuyarkan lamunanku. Setelah menaikki kapal, kami meletakkan barang di ruangan kami, lalu menikmati suasana sejuk di lautan, angin berhembus, sangat menyegarkan, sudah lama aku tidak bersantai seperti ini, apalagi selama ini aku tidak bisa keluar rumah jika bukan malam hari,karena telah membuat kontrak dengan Michelle, keluar seperti ini tidak jadi masalah.
Aku melirik leher Michelle yang ditutupi kalung kain berwarna hitam,tentu saja ia menutupi luka bekas taringku.
"Tumben kau tidak memakai syal" ujarku.
"Panas,lebih nyaman seperti ini di cuaca yang cerah inii" ujarnya. Mata ku iseng melihat sekitarku, semua orang menghampar kain lebar dan berpiknik diatasnya.
Michelle lalu ikut menghampar dan menata makanan yang telah kami buat. "cuaca yang cerah untuk berpiknik" ujarnya.
Author's POV
Sambil menikmati pai apel dan salad buah buatan Michelle, Jean sesekali menatap Michelle yang tengah asyik menikmati suasana di laut,hati nya tenang melihat Michelle tersenyum.
"Jean,cobalah tart ini juga, aku membuatnya tadi malam" ujarnya sambil menyendok tart dan menyuapi jean. "enak" ujar nya. Wanita itu terkekeh "bukankah kau tidak bisa merasakan ini" ujarnya, jean ikut tertawa.
"Kadang aku iri dengan marty, ia bisa merasakan masakanmu, sepertinya masakan mu memang seenak itu" ujar jean. Michelle menggeleng "tidak juga" sahutnya sambil meminum jus jeruk. "Hhm ini sangat cocok untuk berpiknik" ujarnya.
Saat hari sudah siang, mereka makan siang didalam, pelayan sangat mengistimewakan pelanggannya,Michelle bersyukur tidak salah pilih tempat.
Ia sedikit iba melihat jean yang memakan makanan itu,pasti tidak berasa. Makanan yang disajikan adalah pasta saus udang. "sini untukku saja, aku suka makan" ujar Michelle menarik piring jean lalu segera menghabiskannya.
Malamnya, setelah dinner, mereka berencana minum anggur sambil menikmati suasana malam. "sudah lama aku tidak berlibur" ujar Michelle sambil meneguk anggur nya.
"Aku tidak pernah mengajak ayah ibu ku kesini" ujarnya, mata nya disinari rembulan,air mata lalu membasahi pipi nya yang merah. Dengan sigap, jean merangkul Michelle lalu mengelus bahu nya. "Marty bahkan meninggalkanku juga" ucapnya terbata.
"Aku tak punya siapapun, mengapa Tuhan mengambil semua orang yang kusayang" lirihnya lagi. Jean mengusap air mata nya, lalu membalikkan badan Michelle.
Deg,deg,deg.
Jantung Michelle kembali berdebar, hingga jean bisa mendengarnya. "Michelle kau tidak menganggapku ada ? bukankah sekarang aku selalu di sisimu? " ucap jean, Michelle menengadah, menatap jean yang berada diatasnya, tubuh jean memang tinggi, bahunya lebar, dada nya bidang, kaki nya jenjang, lengannya berotot, begitu juga perutnya,padahal ia hanya bermalas-malasan hampir setiap hari, kenapa tubuhnya begitu atletis? begitu pikir Michelle.
Michelle tersenyum ,ia tak membalas perkataan Jean barusan. Ia menuangkan anggur lagi ke gelasnya sambil menumpu tangan kirinya di pinggiran pembatas kapal dan menatap langit.Jean meneguk anggur miliknya lalu ikut menatap langit.
Sepanjang perjalanan ,Michelle menceritakan bagaimana kehidupan masa kecil nya dengan Marty,ia sepertinya masih belum melupakan orang itu,di hatinya masih teringat marty.
Tanpa disadari ia telah meneguk banyak anggur hingga kepala nya pusing. Jean langsung menggopoh Michelle ke kamar mereka dan membaringkannya.
Wajah nya memerah karena mabuk,jean berniat mematikan lampu karena Michelle tidak suka tidur dengan lampu yang masih hidup ,silau,begitu katanya.
Baru saja Jean berdiri,ia menarik tangan jean. "mau kemana?" lirihnya. "mematikan lampu" jawab jean lembut. Michelle menarik jean lagi hinga jean menindihnya,walaupun ia menantikan momen itu, ia tetap panik dan segera berdiri, tetapi Michelle menahannya.
"Jean, aku senang kau hadir dan membuat hari-hari ku berwarna, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kau, terimakasih" ujarnya, matanya tetap terpejam. Jean membelai rambut Michelle.
"Berjanji lah kau tak akan meninggalkan ku" ia menarik kelingking Jean lalu melingkarkan jari kelingking mereka berdua. Jean langsung memeluk Michelle, hangat.
Ia menunggu Michelle terlelap lalu berjaga semalaman.

Komentar Buku (113)

  • avatar
    YayaLsnsi

    gila alur ceritanya keren banget👍👍 bikin baper+sedih sihh pokonya kudu baca sampe akhir soal pasti banyak kejutan setiap chapter nya 👍👍 untuk Mimin semangat nulis ceritanya,,Anu nunggu karya-karya Mimin yang lainnya ✨💛

    10/01/2022

      5
  • avatar
    Gondo KusumaYuliawati

    bagus cerita dan alurnya...

    16/02

      0
  • avatar
    TanjungAnggun

    bagus

    15/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru