Petunjuk

Pada hari itu di tepi jurang, matahari mulai menyingsing di tepi barat bersama cahayanya yang masih hangat. Cahaya biru di langit yang terus-menerus dipantulkan kini tlah menghilang dan yang tersisa adalah cahaya dengan panjang gelombang terpanjang yaitu cahaya merah.
Di bawah langit merah itu ada seorang pemuda yang masih berusaha menyalakan api kehidupan. Gesekan demi gesekan membuat telapak tangannya menjadi semakin panas. Namun hatinya lebih panas karena telah tersulut api emosi atas kecerobohannya sendiri.
Akhirnya di bawah poros yang ia putar mulai terlihat asap kecil dan percikan api yang mulai merambat ke perban yang ia letak. Tak ingin kesalahan yang sama terjadi dua kali, segera ia mengambil dedaunan dan ranting2 kecil. Lalu menyusun rapi kayu2 besar diatasnya.
Melihat api yang telah menyala besar, ia meletakkan satu potongan kayu yang besar agar bara api bisa bertahan lama. Setelah  itu ia mengambil hewan buruannya, karena masih ada sedikit waktu sebelum gelap ia bergegas membawa hewan itu menuju sungai untuk membersihkannya.
Sesampainya di sungai, dengan sabar ia menguliti hewannya, kulitnya bisa ia manfaatkan untuk kain jika sudah kering. tak butuh waktu lama menguliti hewan itu, karena memang mudah dilepaskan. Kemudian ia mulai membedah perutnya, membuang semua isi badan hewan itu dan mulai memotong-motongnya.
__
Langit merah telah menjadi hitam dengan suasana jalan yang semakin sunyi. Mobil sedan yang dikendarai oleh Bram masih melaju dengan cepat. Bram yang memang tidak bisa diam masih mengoceh di samping Alisa. "Tempat ini dulu katanya ada orang yang di culik orang bunian" ucapnya.
"Lalu orang itu kembali dengan membawa istri dan membuat beberapa perjanjian dengan orang bunian" sambung Alisa yang tahu ceritanya.
"Wah kau sudah tahu toh"
"Iya, kata nenekku, aku masih keturunan orang itu" jawab Alisa berterus terang dan mulai membuka diri.
"Wah serius nih? ga bohongkan?".
"Aku sendiri tidak yakin akan hal itu".
"Jika tidak yakin, kenapa memberitahuku?".
"Karena memulai percakapan ini, ku pikir kau tahu sesuatu tentang orang bunian".
"Ah tidak, aku hanya menganggapnya sebagai legenda, dan aku mengetahuinya dari seseorang yang pernah menjadi rivalku di akademi".
"Akademi kepolisian?".
"Ya, apa lagi selain itu? ada-ada aja pertanyaanmu hahahaha".
"Jika orang bunian benar-benar ada, kamu akan percaya?" Alisa kembali bertanya.
"Ada atau tidak tidak ada hubungannya denganku, tapi jika berhubungan denganmu, aku akan peduli" jawab Bram dengan percaya diri.
Alisa hanya menanggapi dengan senyum kecil yang terlihat di bibirnya.
__
Abra sudah kembali ke tempat semula, kini ia telah memanggang potongan daging yang tadi ia bersihkan. Sambil menunggu, ia merogo tas miliknya. Ia mengambil buku pemberian Alisa dan mulai membaca.
"Aku menulis buku ini dengan darah-darahku yang tak ingin ku sia-siakan. Aku berharap buku ini berguna untuk riset selanjutnya di masa depan. Semoga aku bisa keluar dari tempat ini dengan membawa buku ini kembali bersamaku. Jika kau membaca buku ini untuk riset, tolong dibaca dengan seksama agar tidak melakukan kesalahan. Buku ini adalah petunjuk yang penting yang ku buat dengan meninggalkan semua yang berharga bagiku" tulisan di paragraf pertama yang ditulis memang dari darah.
"Sebelum memulai riset, kau harus tahu bahwa suku bunian tidak akan bersepakat dengan manusia jika dia yang mendatanginya, kecuali orang itu yang mendatangi suku bunian. Suku bunian tidak mengambil tumbal apa-apa, melainkan hanya untuk mempermainkan manusia" lanjut isi buku tersebut mengakhiri halamannya yang masih banyak ruang kosong.
Ia mengambil daging yang sudah matang dan melahapnya. Tekstur daging itu lembut tetapi kasar dan mengandung banyak air sehingga membuat pahit di bagian yang sedikit gosong. Rasa yang tidak terlalu buruk dibandingkan dengan menahan lapar. Sembari menikmati makanan, ia kembali membuka halaman kedua.
"Di dekat area berpasir kau bisa menemukan tumbuhan seperti kelapa, kau bisa menikmatinya jika telah bosan dengan air sungai. Dengan catatan jangan kebanyakan karena akan membuat tubuhmu lemas.
Dan semua tumbuhan umbi-umbian bisa di konsumsi dengan rasa yang berbeda, kau bisa mengambil umbi dengan daun berwarna putih sebagai bahan pengganti garam. kecuali umbi yang seperti ubi jalar, jika memakannya kau akan terkena demam selama 7 hari sepertiku.
Tumbuhan seperti rotan memiliki serat yang kuat, kau bisa merajutnya jika mau untuk menjadi kain serba guna. Ku sarankan kau menggunakannya sebagai pakaian, karena cukup kuat menahan tusukan seperti taring hewan yang tidak terlalu besar.
Jika kau menemukan tumbuhan seperti paku berduri, gunakan itu sebagai anak panah, karena sangat kuat dan bisa menembus pohon yang koko, jangan abaikan yang satu ini.
Gunakan getah pohon yang memiliki buah yang bisa memuncratkan getah ke mukamu sebagai karet. Dan pohonnya yang kuat dan lentur bisa kau gunakan sebagai busur. Hadapi resiko ini jika ingin membuat busur yang koko, jika terlalu banyak terkena serangannya ditempat yang sama, kau akan terkena bisul"
Sekian untuk tumbuhan yang ku ketahui, sekarang tugasmu mencari lebih banyak" tulis pemilik buku itu yang kini tulisannya dibaca oleh Abra.
Abra mengakhiri pembacaannya dan menaruh lagi ke dalam tas pinggangnya lalu menyandarkan tubuh pohon. Ia sangat lelah dan ingin beristirahat. Setelah lama menyandar, ia kini tertidur pulas.

Komentar Buku (200)

  • avatar
    Adam Gibran

    bagus

    9d

      0
  • avatar
    Muhammad andika rizkyAndika

    😎👍bagus

    17/08/2025

      0
  • avatar
    djaujahneneng

    bagus ceritanya

    28/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru