“Huh. Coba lihat tangan si amatir itu, bagaimana mungkin ia bisa mengambil gambar yang baik bila tangannya terus bergetar?” komentar salah satu kru. Mendengar komentar itu menimbulkan keributan di antara kru lainnya, yang jadi heboh memperhatikan James tampak sangat begitu gugup. James mengakuinya, dia gugup dan gemetaran. Berkali-kali meyakinkan dirinya sendiri meski mendapat tekanan tidak hanya dari dirinya saja melainkan orang-orang di sekitarnya. Anna kini sudah berdiri di depannya atau lebih tepatnya di depan kamera miliknya. Terlihat bangga dan penuh rasa percaya diri. Fokus … fokus … fokus …. batin James. Perlahan James mulai fokus, dia mencoba tenang dan dunia secara pelan-pelan berubah menjadi terasa lebih sunyi. Tanpa ia sadari ia sudah memotret Anna berkali-kali. James saat ini tidak merasa bahwa dirinya berada di dalam studio melainkan di sebuah panggung runaway. Dia melihat Anna seperti model yang berjalan dengan penuh keanggunan di sana, gaun satin dan kardigennya terlihat cocok. Dia bukan hanya sekadar berpose tapi seperti melakukan peragana busana dengan pakaiannya. Terasa begitu nyata, batin James lagi. Anna yang melihat James begitu hanyut dalam kegiatan mengambil gambar dirinya. Meraa bangga, seolah dia tahu bahwa James tengah menyatu dengan kameranya. Mendapati James melakoni pekerjaannya dengan sepenuh hati, membuat Anna kembali bersemangat. Tanpa perlu melakukan gerakan berlebihan. Cukup dengan gerakan sederhana selayaknya tarikan nafas. Dirinya berhasil menampilkan citra anggun seorang wanita yang berkelas yang baru saja menyelesaikan peragaan busananya dengan rasa bangga. *** “Sudah aku bilang bukan dia memang berbakat!” Anna dengan suara lantang dan tidak malu memuji hasil gambar yang diambil oleh James dengan bangga. Semua kru berkumpul untuk melihat foto yang diambil oleh James. Dan mereka terdiam, mereka melihat dalam foto itu Anna bukan sekadar gambar cantik melainkan, sosok yang terasa “hidup” dan berbeda dari biasanya. Seperti ada sisi lain yang hanya bisa diungkapkan oleh James dengan kameranya. “Aku merasa menyesal karena sepertinya sudah menghakiminya tadi,” gumam manajer masih terkagum-kagum dengan hasil foto yang diambil oleh James. “Cih kau memujinya terlambat, kau sudah lihat keajaiban yang ia hasilkan bukan? Jangan pernah lagi menghakiminya atau merendahkannya lagi seperti tadi!” tegas Anna. Anna masih mengucapkannya dengan lantang memberitahukan pada seluruh studio, bahwa mereka sekarang memiliki harta karun yang berharga dan tidak boleh diperlakukan dengan buruk. “Baru menghasilkan beberapa gambar saja langsung merasa sebangga itu. Hei kau terlalu melebih-lebihkan,” komentar Naomi pedas. Alis Anna terangkat sebelah, kata-kata Naomi barusan terdengar jelas seperti sebuah penyangkalan tanpa dasar. “Bicaramu seperti kau sudah merasa hebat saja.” Naomi tidak gentar, dengan wajah temboknya dia malah menyahut seperti ini, “hasil fotonya terlalu emosional, foto fashion bukan bicara soal perasaan saja, pakaianlah yang semestinya ia jual.” Lalu ia menunjuk ke arah James dengan tidak sopan. “Kau hanya beruntung hasil fotomu terlihat bagus, karena modelmu adalah Anna. Selain Anna aku cukup yakin karyamu hanyalah medioker.” Mendengar penuturan Naomi, kembali lagi terdengar suara bisi-bisik di antara para kru. Mereka mulai membentuk kubu masing-masing, mempercayai kemampuan James atau meragukan kemampuannya. Kepala Anna terasa berdenyut. Naomi selalu saja mencari celah, apapun yang ia lakukan entah mengapa wanita muda itu selalu saja berusaha menjatuhkan. “Cih orang sepertimu hanya selalu mencari kesalahan sekecil apapun,” ucapnya kesal. “Hanya karena statusmu selalu terasa lebih tinggi, kau jadi semakin sensitif ketika mendapakan kritik rupanya.” Tidak mau kalah mulut Naomi selalu lincah membalas tiap perkataan yang dilontarkan oleh Anna. Di antara perdebatan kedua wanita itu. Diam-diam James memikirkan hal ini, apa memang benar aku sudah mengambil sisi terbaik Anna untuk diperlihatkan kepada orang-orang? Kata-kata Naomi seakan memberitahukan pada dirinya bahwa Anna memang terlihat indah. Tapi entah kenapa dia merasa Anna tidak benar-benar terlihat cantik. Seolah senyum anggunnya, dan kesan wanita elegan itu tidak nyata sama sekali. Melainkan hanyalah topeng untuk menutupi rasa lelah dan kehampaan yang dimiliki Anna. “Kalau dilihat-lihat lagi, hasil fotomu itu tidak menampilkan kecantikanmu. Kau hanyalah orang yang menutupi kegagalanmu dibalik citra mewah. Kau hampa dan tua,” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Naomi. Pedas dan tajam menyanyat hati. Anna yang mendengarnya diam saja. Ekspresi wajahnya sulit dibaca saat ini. “Meski begiut dia tetap tersenyum dan menampilkan sisi dirinya dengan jujur. Kesepianmu bisa menjadi terlihat indah bila tidak ditutupi dengan keceriaan palsu. Anna tidak salah, aku masih belum maksimal dalam menangkap keindahan yang dimiliki Anna. Jangan hina Anna!” tegas James kali ini dia berdiri di depan Anna. Menatap Naomi tegas. Dia tidak perlu membalas wanita muda itu dengan kasar hanya untuk membela rekannya yang berharga. “Kau membelanya karena jelas kau dipungut olehnya.” Naomi seakan menantang balik James. Kedua tangan James terangkat di depan dadanya dan tersenyum ramah ia membalas seperti ini, “kalau begitu ini kesempatan bagi dirimu agar bisa melihat lebih banyak keajaiban yang aku hasilkan. Bermulut kotor untuk menutupi inferioritas itu sama sekali bukanlah perbuatan baik Nona.” Entah dapat keberanian dan kata-kata itu darimana James merasa alami saat mengucapkannya. “Kau?!” Naomi ingin membalas tapi seorang kru malah menarik tangannya dan membawanya pergi menjauh. Melihat kepergian Naomi dan kru tersebut, James menghela nafas berat. Dia beralih pada Anna dan memastikan apakah wanita itu baik-baik saja. “Jangan lihat aku seperti itu James. Aku baik-baik saja, wanita itu memang selalu sering membuat keributan. Aku selalu berdoa dia mendapat ganjarannya,” ujar Anna dengan tenang. James mengangguk berusaha menghargai keteguhan hati Anna walau ia merasa sedikit terganggu atas ketidakjujurannya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
seru
07/07
0asik dan sangat terharu
01/07
0asik menarik sekali
01/07
0Lihat Semua