Baru saja jihan keluar dari kandang macan sekarang harus bertemu lagi dengan singa, deandra dan vina sudah berada ditoko baju tempat jihan bekerja, terlihat deandra mencari cari jihan " jihan " jihan tidak mau membuat keributan lagi ditoko itu, ingin rasanya mengajak deandra pergi keluar tapi..." jihan...itu bukannya suami kamu kan ? " salah satu teman jihan berbisik kepada jihan Iya - bukan " jihan bingung dan ragu harus jawab apa Untuk apa deandra mencari aku sampai datang ketoko ini, pasti ada hal yang penting membuatnya menemuiku, ataukah ini akan membahas masalah sewa rumah itu, jihan terus menduga duga karena kedatangan deandra mengejutkanny " Jihan " panggil deandra " Deandra, sebaiknya kita ngobrol diluar toko ini saja, tidak enak dengan pemiliknya kalau melihat aku mengobrol " ucap jihan, dan akhirnya deandra dan jihan keluar dari toko itu ternyata vina menunggu didepan toko tersebut, jihan tidak menyangka kalau deandra datang dengan vina " Ada apa kamu datang menemuiku lagi ? " ucap jihan " Kamu sengaja menjual rumah itu " deandra sudah merasa kesal " Tidak ! Bahkan aku juga baru tahu tadi pagi dari notifikasi bank " jawab jihan dengan santai " Halah kamu gak usah ngelak, dan jangan mencari alasan " deandra tidak percaya " Lagi pula itu hakku kan kalau uang sewanya dikembalikan lagi kepadaku karena aku yang membayar sewa rumah itu " jihan melihat dekat kearah wajah deandra, lelaki yang baru satu bulan menikahinya dan mengatakan cintanya tapi sekarang berbalik arah seakan deandra tidak pernah mencintai jihan Deandra yang hilang kesabaran dan sudah emosi dari tadi membuatnya mendorong tubuh jihan, dan jihan pun tersungkur kebawah karena menggunakan hak sepatu tinggi, jihan menjerit kesakitan karena kakinya merasakan sakit sambil memegangi pergelangan kakinya, jihan langsung menatap ke arah wajah deandra yang penuh kekesalan Sementara itu febian yang habis mengecek sekeliling mall dan barusan saja menginjakan kakinya dilantai dua tapi melihat keramaian membuat febian penasaran, lalu menyuruh edo asistennya untuk mengecek Beberapa menit kemudian " jihan mengalami keributan dengan mantan suaminya pak " lapor edo kepada febian Febian melihat kerumunan itu dari kejauhan " kamu bisa mengurusnya kan edo " ucap febian " aku akan pergi keruanganku, dan laporkan setelah kamu selesai " dan febianpun pergi meninggalkan edo " Baik pak " Edo pun langsung mendatangi kerumunan tersebut dan masuk kedalam toko itu, melihat jihan yang masih terduduk diatas lantas membuatnya tidak tega, dan edo mengulurkan tangannya pada jihan, spontan jihan kaget ada seseorang yang mau menolongnya dengan berpakaian rapih " Silahkan pergi dari sini, atau mau aku laporkan kepada pihak yang berwajib " ucap edo kepada deandra " Kamu...kamu bukannya yang membeli rumah itu kan tadi pagi " deandra ingat dengan wajah edo dan ditunjuknya ke arah muka edo tapi ditariknya tangan deandra dan dipelintirnya sampai deandra kesakitan " Seorang lelaki, tidak akan pernah menyakiti hati seorang wanita dengan cara seperti ini, apalagi didepan umum " lalu edo mendorong tubuh deandra Jihan bingung, kenapa edo yang tidak pernah dikenalnya tapi secara kebetulan selalu membantunya, dan juga bisa membeli rumah itu secara kebetulan juga bukannya itu hak yang aneh, pikir jihan Jihan langsung dibawa ke klinik untuk mengobati lukanya, setelah ini edo membawanya ke cafe " kamu tidak apa apa kan ? " ucap edo yang datar fan kaku Edo tipe laki-laki yang jauh dari ramah, dia seperti robot yang dikendalikan oleh seseorang, tapi dia baik " Oh saya baik baik saja " jawab jihan, sambil meminum tehnya dan melihat kearah edo yang sedang memperhatikannya dan menatapnya " Terima kasih sekali lagi " ucap jihan " Tidak masalah, kalau gitu saya harus pergi karena tugas saya sudah selesai " edo langsung berdiri dan menganggukan kepalanya dan jihan pun membalasnya dengan senyum Jihan hanya memandanginya dari kejauhan, dan berpikir keras...siapa edo itu dan kenapa dia hadir disaat aku membutuhkannya, apakah jihan mengenalinya ? Tapi jihan tudak mengingatnya, lalu siapa edo itu sebenarnya... Ah sudahlah, jihan harus segera kembali ke tempat pekerjaannya karena masih mempunyai jam kerja sampai nanti jam 5 sore, jihan menghabiskan minumannya dulu lalu pergi dari tempat itu Keluar dari cafe jihan sempat melihat deandra sedang dibopong oleh vina, karena tadi edo sempat menendang kakinya deandra, jika jihan pura pura tidak melihatnya tapi sudah telat karena deandra sudah didepan mata " Kamu benar benar tidak tahu diri jihan, harusnya kamu bersyukur kepadaku karena aku telah..." " Menjualku ? Telah apa ? Membuatku menjadi budak untuk orang asing " ucap jihan " Tapi kamu masih bisa hidupkan, aku hanya...." " Hanya apa ? Hanya menjual istrimu demi kamu kembali lagi bersama mantan kekasihmu itu " tanya jihan dengan wajah memerah menandakan jihan marah " Kamu akan hidup enak dan bahagia jihan " " Tahu apa kamu, memangnya kamu peramal dan memangnya yang mengatur hidupku adalah kamu " ucap jihan semakin kesal , air mata jihan mulai berlinang dan munafik kalau jihan bisa langsung melupakan deandra dengan hitungan hari, apa lagi dulu sikap deandra yang sangat manis membuat jihan benar benar mencintainya, namun setelah semua terjadi jihan baru menyadarinya kalau dirinya hanya diperalat untuk sebagai jaminan " Kalau kamu mau mempunyai tempat tinggal, minta kekasihmu ini supaya bekerja " jihan melihat ke arah vina dan meninggalkan mereka berdua Sementara itu edo yang baru saja sampai diruangan febian melaporkan apa yang sudah terjadi tadi ditoko baju tersebut, " jadi sudah beres ? " tanya febian " Sudah pak, tapi masalahnya jihan akan mendapatkan masalah ditempat dia bekerjanya " jawab edo " Siapa pemilik toko baju itu, kalau sampai pemilik toko baju itu memberikan masalah kepada jihan kabarin " ucap febian " Baik pak " " Oh iya dan satu lagi, awasi jihan hari ini sampai dia pulang kerja " edo sempat bingung, tapi tidak bisa menjawab apa apa lagi kecuali menganggukan kepalanya dan meninggalkan ruangan febian Edo tidak pernah diberikan perintah seperti ini sebelumnya oleh febian, apalagi masalah perempuan, dan biasanya febian tidak pernah peduli meskipun wanita itu cantik, namun kali ini febian sangat berbeda, apalagi ketika febian mengetahui kalau jihan anak yatim piatu, apakah itu artinya febian mempunyai rasa simpatik sebesar itu terhadap jihan ? Edo sudah sampai tidak jauh dari tempat jihan bekerja, dia mengawasi perempuan itu dari kejauhan, dan benar saja dia mendapatkan masalah ditoko itu karena sudah membuat keributan ditoko itu sebanyak dua kali Jihan dimarahi oleh managernya, bahkan jihan dimarahi habis habisan didepan pegawai yang lainnya " bukankah tadi sudah aku peringatin, jangan membuat keributan ditoko ini jihan " sentak dina " Tapi aku tidak sengaja dan tidak ada niat untuk membuat keributan ditoko ini bu, tapi mereka saja yang memaksa masuk dan aku sudah berusaha memaksa mereka untuk keluar tapi..." " Ingat ya jihan, sekali lagi aku peringatin sama kamu, jika sekali lagi kamu membuat keributan ditoko ini maka aku akan memecat kamu ! Toko ini jadi buruk karena pegawai seperti kamu " ucap dina Jihan hanya diam " Kamu dengar tidak ! " " Iya dengar bu " jawab jihan Kalau saja jihan tidak butuh uang, maka jihan tidak akan bekerja disitu lagi dan akan mencari pekerjaan lain, melihat sikap dina yang terlalu berlebihan kepada jihan lalu edo pun berusaha untuk mencari tahu Edo masuk kedalam toko baju itu dan bertanya kepada desi " apakah managermu selalu bersikap seperti itu kepada setiap pegawai disini ? " " ya...gimana ya...." desi melihat kearah jihan yang berada dipojokan toko " Aku bertanya seperti ini jangan sampai teman kamu tahu ya, aku hanya memastikan saja " ucap edo sedikit berbisik Desi berpikir mungkin seseorang yang menolong jihan tadi menyukai jihan sehingga desi pun menjawabnya dengan jujur " sebenarnya bu dina bersikap seperti itu hanya sama jihan saja, karena bu dina tahu pemilik toko ini menyukai jihan pak " " Jadi karena alasan pribadi ? " edo sangat kaget dan lamgsung melihat kearah jihan " Waktu itu ada kejadian yang lebih fatal dari jihan tapi gak pernah dimarahin seperti jihan dan tidak pernah sekasar itu " ucap desi " Jadi bapak mau beli baju yang mana ? " tanya desi " Nanti saja, lain kali aku akan kembali lagi untuk membelinya " ucap edo Desi hanya memperhatikan kepergian edo, desi merasa aneh karena tadi terdengar dari deandra kalau edo juga yang membeli rumah itu...?
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
sangat menarik
01/01/2025
0seru banget nih ceritanya..
03/12/2024
0bagus saya suka ceritanya
25/05/2024
0Lihat Semua