logo text

Tentang Masa Lalu

*****
Dengan raut wajah kesal dan penuh emosi Ariana semakin mempercepat langkah nya menuju meja kerja.
Dan begitu sampai, dia langsung meletakkan tas nya ke atas meja dengan kasar.
" Berani nya dia mengancam ku." Ujar Ariana kesal.
" Sabar dong, Ari. Dia pasti sengaja mau mancing emosi kamu. Kalau sampai kamu terpancing dan marah sama dia, semua nya Kana jadi ribut. Satu kantor bakal tahu soal hubungan kamu dengan pak Rocky." Lily mencoba menenangkan Ariana.
" Biarin aja ribut sekalian. Jangan mentang - mentang dia di bela oleh mama nya Rocky, dia bisa seenak nya sama aku. Pake bilang aku cuma mau harta nya Rocky aja lagi."
Lily menarik kursi nya dan duduk di sebelah Ariana. Tangan nya terulur mengusap lembut punggung sahabat nya itu.
" Ariana... Coba kamu bayangin deh. Kalau sampai kamu ribut dengan buk Nelly dan satu kantor tahu soal hubungan kamu dengan Pak Rocky. Kamu bisa tebak kan apa yang terjadi? Bukan hanya buk Nelly yang punya pikiran buruk sama kamu. Satu kantor juga bakal berpikiran seperti itu sama kamu. Memang ada perempuan yang merebut tunangan orang karena cinta? Ada? Nggak kan? Pasti orang - orang mikir nya kamu menggoda pak Rocky karena mau harta nya pak Rocky." Jelas Ariana menenangkan emosi di hati Ariana.
" Kamu mau di gosipin satu kantor?" Tanya Lily.
Ariana terdiam. Perlahan dia menarik ulur nafas nya dengan baik agar stabil.
" Kamu cuma butuh tenang sekarang. Biar aja dia mikir apa pun, itu terserah dia. Yang penting hati pak Rocky cuma buat kamu." Ucap Lily.
" Tapi nggak seharus nya dia ngomong gitu sama aku, Ly. Dia sudah merendahkan aku tadi." Keluh Ariana merengek.
" Dia bicara seperti itu karena dia merasa kalah sekarang ini. Pak Rocky sudah mengabaikan dia sejak pak Rocky bertemu kamu lagi. Dia sengaja melakukan nya, Ariana. Masak kamu nggak ngerti juga sih?" Jawab Lily.
" Jadi aku harus bagaimana sekarang? Ngebiarin dia menghina aku lagi?" Tanya Ariana frustasi. Dia menundukkan kepala nya ke atas meja. Hati nya benar - benar bingung sekarang.
" Kalau menurut aku sih, cuekin aja dulu. Kita lihat saja sampai kapan dia bisa setenang itu menghadapi kamu. Kalau sampai dia kelewat batas lagi, kamu bisa adukan hal ini pada pak Rocky. Biar dia marahin tuh nini pelet." Jawab Lily mengusap rambut panjang Ariana.
Ariana tak menjawab. Diam yang berarti menyetujui saran dari sahabat nya itu untuk sekarang ini.
*
*
*
Rocky baru saja tiba di rumahnya dan mendapati suasana yang kurang mengenakkan. Ia melihat mama nya duduk di ruang tamu sedang bercanda dengan Nelly.
Tiba-tiba, Rocky yang tampak lelah setelah seharian bekerja, menghampiri mereka.
" Rocky.." Ucap Nelly saat melihat Rocky.
" Mama..." Sapa Rocky tersenyum.
" Mama, mama. Kamu kan tahu kalau mama ini baru berapa hari pulang dari rumah sakit. Tapi bukan nya di temani, malah di tinggal terus. Kamu saja seperti papa kamu. Kerja terus." Omel Yusnita panjang.
Nelly, dengan kecerdikan yang dimilikinya, berpura-pura membela Rocky sambil mencari simpati darinya.
"Maafkan Rocky, Tante. Dia pasti sangat sibuk hari ini," Ucap Nelly dengan nada manisnya.
" Iya kan, beb." Tanya Nelly mendongak pada Rocky
Namun, Yusnita tidak terpengaruh.
"Tidak ada alasan untuk itu! Dan karena itu, pernikahan kalian akan saya percepat. Mama sudah bicarakan ini dengan papa kamu. Mama dan Nelly akan mulai mempersiapkan nya dari sekarang." Tegas Yusnita dengan nada yang tidak bisa ditawar.
Wajah Nelly berubah menjadi senyum puas, sementara Rocky hanya bisa menurut dengan perasaan campur aduk.
" Terserah mama saja. Asal itu yang terbaik untuk mama." Jawab Rocky sendu.
" Itu baru nama nya anak mama. Kenapa nggak dari dulu sih Rocky kamu menurut pada mama. Kalau kamu nurut, mama nggak akan sampai kena serangan jantung." Kata Yusnita.
" Aku masuk kamar dulu. Mau istirahat." Ucap Rocky pamit.
Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berlalu ke dalam kamarnya, meninggalkan Nelly yang masih tersenyum lebar dan Yusnita yang masih tampak kesal.
" Nanti kamu bisa pilih mau pakai bridal yang mana ya, sayang." Kata Yusnita mengusap lembut lengan Nelly.
" Iya, Tante. Nelly sudah punya beberapa pilihan untuk gaun pengantin. Nanti Tante bantu Nelly pilih ya." Jawab Nelly.
" Iya, sayang."
Kedua wanita itu terus berbicara, sementara Rocky merasa dunianya semakin tidak menentu dengan keputusan yang baru saja dijatuhkan.
*
*
*
Amelia menatap ke arah taman rumah sakit, menikmati kehangatan sore yang mulai menyelinap melalui dedaunan.
Dia duduk di kursi taman, menyeruput capuccino nya sambil melihat pasien-pasien yang berjalan kaki perlahan atau duduk di bangku taman berbincang.
" Sore Amelia. Sendiri?"
Tiba-tiba, Dokter Bima muncul dengan senyum ramahnya, menghampirinya sambil membawa segelas teh.
" Nggak. Saya lagi sama teman." Jawab Amelia dengan senyum singkat.
" Teman? Dimana teman kamu?" Dokter Bima mencari - cari teman yang di katakan Amelia.
Amelia mendesah sekali seraya memandang dokter Bima.
" Teman kamu sudah pergi ya?" Tanya dokter Bima.
" Dokter mau ngapain di sini?" Amelia malah baik bertanya.
" Ada yang mau saya tanyakan sama kamu. Ini penting." Jawab dokter Bima.
" Soal apa?" Tanya Amelia penasaran.
" Soal kenapa kamu mau jadi dokter kandungan?
Kenapa nggak dokter yang lain saja? Bedah, jantung, penyakit dalam atau spesialis yang lain nya? Kenapa harus obgyn?" Tanya dokter Bima dengan senyuman nya.
" Memang penting ya dokter tahu alasan nya?"
Bukan nya di jawab, Amelia malah balik bertanya lagi.
" Yah, penting lah. Kamu tahu, Amel, dulu saya berkeinginan menjadi dokter anak. Saya ingin mengobati anak - anak yang sakit. Mengobati anak - anak yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang mahal. Membuka praktek gratis untuk yang tidak mampu." Ucap Dokter Bima mulai menceritakan kisah nya dulu dengan semangat.
Amelia hanya mengangguk tanpa minat, pikirannya melayang ke tempat lain.
" Namun keadaan berkata lain."
" Memang keadaan bilang apa sama dokter?" Tanya Amelia.
Dokter Bima menatap Amelia lalu tersenyum lebar karena pertanyaan Amelia barusan.
" Saat itu saya sedang koas di sini. Sama seperti kamu sekarang. Dan waktu itu adalah hari saya terakhir koas. Saya menemani dokter pembimbing saya untuk dinas malam. Saat tengah malam, seorang ibu hamil datang. Pakaian nya kotor, basah, wajah nya juga sangat berantakan sekali. Saat itu saya hanya menduga kalau ibu itu pasti gelandangan di jalan karena melihat penampilan nya." Dokter Bima mulai menceritakan kisah nya.
Amelia menoleh sejenak. Dia mulai tertarik dengan cerita Dokter Bima. Akhir nya memandang lamat - lamat dokter Bima yang memandang lurus ke depan.
" Dia kesakitan. Seperti nya sudah waktunya mau melahirkan. Tapi suster yang jaga malam itu meminta ibuk itu untuk membayar uang muka sebesar lima juta sebelum mereka menghubungi dokter kandungan. Dan ternyata dugaan aku benar. Ibu itu adalah peminta - minta di jalan. Jangan kan uang lima juta, seratus ribu saja ibuk itu tidak punya, Amel. Dia menangis, terus memohon agar rumah sakit mau membantu nya melahir kan dan pembayaran nya akan dia bayar secara menyicil. Tapi suster dan satpam malah mengusir nya. Tidak berapa lama, dokter pembimbing saya datang. Dan bilang pada ibuk itu, kalau dia akan membantu ibuk itu melahirkan. Tapi dia bukan dokter kandungan, dia hanya akan melakukan nya berdasarkan pelajaran yang dia dapatkan sewaktu kuliah dulu. Wanita yang sudah sangat frustasi karena rasa sakit yang semakin menjadi - jadi hanya mengangguk setuju. Dia siap menerima resiko apa pun asalkan anak nya bisa lahir dengan selamat. Dokter pembimbing saya pun membawa ibuk itu pulang ke rumah nya. Karena kalau sampai pihak rumah sakit tahu dia membantu melahirkan, itu akan menjadi masalah besar untuk pekerjaan nya." Lanjut nya.
" Lalu dok?" Tanya Amelia penasaran.
Dokter Bima menoleh ke arah Amelia dan tersenyum.
" Ibuk dan anak nya selamat. Dokter pembimbing saya melakukan pekerjaan orang lain dengan sempurna." Jawab Dokter Bima.
" Dari mana dokter tahu?" Tanya Amelia mulai kepo.
Dokter Bima tidak langsung menjawab. Dia berdiam membiarkan Amelia berada dalam ruang kebingungan nya saat itu.

Komentar Buku (11)

  • avatar
    Fuaddiya Qothrun Nada

    ceritanya sangat bagus

    23/01

      0
  • avatar

    Cerita yg sangat bagus dan menarik

    07/01

      0
  • avatar
    SaputriElin

    sangat bagus cerita nyaa

    07/01

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru