Rosaline terbangun dan langsung mendapatkan pelukan dari ibunda sang pangeran. “Syukurlah kau kembali, syukurlah,” ucap wanita yang memeluk Rosaline. “Permaisuri, saya baik-baik saja,” balas Rosaline yang melepaskan pelukan wanita itu dan tersenyum. Dia melihat mata wanita cantik ini sembab, seperti baru saja berhenti menangis setelah menangis dalam waktu yang lama. “Apa terjadi sesuatu pada pangeran?” tanya Rosaline. Wanita itu menggelengkan kepalanya, “Dia akan baik-baik saja.” Permaisuri Sawatari melihat ke arah teratai es yang di atasnya terbaring sang pangeran sementara bunga mawar putih berputar-putar mengelilinginya. “Bunga itu?” Rosaline menatap bunga mawar putih yang berputar-putar di sekitar Pangeran Yuasa. “Ya, mawar dari Pegunugan Jade. Mawar itu memiliki ikatan yang kuat, ikatan kami sehingga jiwa Yuasa tertahan dan tidak langsung menuju ke alam sana. Satu saja tidak cukup, jiwa Yuasa bertambah lemah, tetapi dengan mawar milikmu kurasa kita bisa mempertahankan jiwanya sementara, sampai ada cara mengembalikan jiwanya. Yang Mulia mempertahankan tubuhnya dengan kekuatan penyembuh yang dia miliki karena itulah aula ini menjadi hutan,” terang Permaisuri Sawatari. Rosaline yang tahu tentang mutiara mimpi segera mengatakan apa yang ada di kepalanya. “Bukankah bisa dengan mutiara mimpi,” ucap Rosaline. Wanita di depan Rosaline terlihat kaget dan sesaat kemudian lebih santai. “Tidak, mutiara mimpi terlalu berbahaya,” jawab Permaisuri Sawatari. Rosaline tidak mengerti, Aurum mengatakan jika Lenora kemungkinan memiliki mutiara itu lalu dimana bahayanya? Lenora bukanlah makhluk yang jahat. “Tapi, ….” Rosaline di dorong oleh Permaisuri Sawatari. “Kembalilah ke Istana Putri dan Pangeran, beristirahatlah di sana, jangan berpikir macam-macam,” perintah sang permaisuri. Rosaline tidak ingin membantah, dia mengangguk dan menuruti perintah sang permaisuri. Istana Putri dan Pangeran terasa sepi meskipun masih banyak pelayan di tempat itu. Tidak ada kegaduhan dari si kembar yang berlarian ke sana ke mari juga tidak ada Pangeran Yuasa yang memanggil namanya untuk membantu hal-hal kecil yang sering dilakukan Rosaline. “Nona Rosaline, apa ingin sesuatu?” tanya pelayan yang melihat Rosaline menuju ke arah dapur. “Hanya sedikit lapar, jika ada makanan apa saja yang ada, tetapi tidak perlu memasak,” jawab Rosaline. Pelayan itu tersenyum kemudian mengambil sup dan beberapa potong roti serta buah dan meletakkannya di meja. “Mau teh hangat?” “Jika tidak keberatan,” jawab Rosaline. Dia tidak ingin merepotkan pelayan terutama untuk dirinya yang bukan siapa-siapa di tempat ini. Selesai mengisi perut, Rosaline berjalan di halaman sambil menatap langit malam yang dihiasi bintang dan bulan. “Kenapa dengan Permaisuri Sawatari, bukankah seharusnya dia tahu mutiara mimpi bisa membawa pangeran kembali, tetapi kenapa dia terlihat enggan menggunakannya,” gumam Rosaline seorang diri. Merasa perlu mendiskusikan masalah ini, Rosaline berjalan menuju ke Istana Mawar. “ … tidak, mutiara mimpi ….” Rosaline pergi setelah mendengar perdebatan Raja Yuichi dan Permaisuri Sawatari, dia segera berlari dan keluar dari Istana Kristal. Rosaline mencari kuda dan melanjutkan keluar dari Kerajaan Cahaya menuju ke akademi. “Permaisuri ternyata tahu tentang mutiara mimpi, dia hanya tidak ingin aku pergi mengambilnya,” batin Rosaline memacu kudanya lebih kencang menembus gelapnya malam. Dia harus sampai ke akademi secepatnya dan menanyakan kepada Agni bagaimana cara menemui Ratu Awan, Lenora Isolde. Sementara itu, Permaisuri Sawatari mengunjungi Istana Putri dan Pangeran untuk menemui Rosaline. “Salam, Permaisuri!” sambut para pelayan. “Panggilkan Rosaline,” titah sang permaisuri. “Baik,” jawab salah satu pelayan yang berbalik dan naik ke lantai dua. Pelayan itu kembali dengan wajah panik. “Maaf, Permaisuri … Nona Rosaline tidak ada,” jawab pelayan itu dengan wajah cemas. “Apa?” Permaisuri langsung berdiri dan dia segera keluar dari Istana Putri dan Pangeran menuju ke aula kerajaan. “Kau pergi ke mana, Rosaline, jangan-jangan ….” Pikiran Permaisuri Sawatari tertuju pada kemungkinan Rosaline pergi ke tempat Lenora meminta mutiara mimpi. “Yang Mulia!” teriak Permaisuri dengan langkah kaki terburu-buru dan gaun yang terangkat untuk memudahkannya berlari, napasnya masih belum beraturan saat dia berhenti di hadapan Raja Yuichi. “Tenang dulu, ada apa?” ucap Raja Yuichi mendekati permaisurinya yang terlihat begitu cemas. “Rosaline pergi, kurasa dia mendengar percakapan kita,” jawab Permaisuri Sawatari sambil menata napasnya yang masih memburu dan belum reda. “Tidak, aku akan menyusulnya,” lanjut Raja Yuichi yang hendak pergi, tetapi tiba-tiba dia merasakan sakit di kedua tangannya. “Jangan, jangan sekarang,” batinnya. Kedua tangannya menghitam dengan cepat, kontaminasi menyebar kembali karena dia masuk ke dunia bawah untuk menyelamatkan Pangeran Yuasa waktu itu. Segel yang dibuat Rafael telah hilang karena pemuda itu kini berada dalam tidur panjang penjaga. Dia kehilangan kekuatannya setelah melakukan penyegelan kepada Raja Kegelapan. “Apa yang terjadi?” Permaisuri Sawatari berlari mendekati suaminya dan menyingkap lengan panjang bajunya. Kulit dibalik baju itu telah menghitam lebih parah dibandingkan sebelum penyegelan. “Jangan dilihat,” ucap Raja Yuichi menarik kembali lengan baju yang tersingkap. “Sejak kapan kontaminasinya menjalar lagi?” tanya permaisuri menatap pria di depannya dengan iba, air mata mengalir tanpa bisa ditahan. “Sejak aku ke dunia bawah,” jawab Raja Yuichi tanpa menutupi lagi kondisinya. “Ini semakin buruk, kontaminasi semakin cepat merambat dibandingkan waktu itu. Aku juga tidak bisa meminta bantuan Rafael saat ini,” lanjut Raja Yuichi. “Yang Mulia tetap di sini biar aku saja yang mengejar Rosaline,” ucap permaisuri dan dia pergi tanpa mendengar jawaban dari Raja Yuichi. “Sawatari, tunggu!” teriak sang raja yang tidak dihiraukan. Permaisuri berjalan cepat, dia menuju ke Istana Mawar dan meminta pelayannya menyiapkan altar untuk pemanggilan. “Semoga Rosaline belum sampai ke Istana Awan.”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (129)
the riperjex
sangat bagus
24/06/2025
0
UmasangajiNurbaya
wow ceritanya sangat seru dan bagus untuk dibaca, biar aku baca berkali kali tapi tetap tidak akan bosan
sangat bagus
24/06/2025
0wow ceritanya sangat seru dan bagus untuk dibaca, biar aku baca berkali kali tapi tetap tidak akan bosan
05/03/2025
0mantap
19/12/2024
0Lihat Semua