Laki-laki yang menjadi Ayah Pera itu tak tahu lagi harus berbuat apa? Dia hanya bisa menunggu besok untuk memanggil tukang servis. Dirinya hanya menguasai pemrograman, tapi kalau komputer sudah rusak begini bisa apa? “Lana, apa Tuhan tak mengijinkan aku untuk menghadirkanmu kembali?” Bono akhirnya memilih tidur dalam kekacauan malam ini. Aneh, seketika matanya bisa dia pejamkan dan masuk dalam fase tidur lelap. Tanpa dia sadari, ada sesuatu yang tengah berjalan merayap melalui sambungan kabel di rumah ini. “Wah, seru sekali bisa berinteraksi dengan BenDroid!” “Jika Nona Pera puas, berikan umpan balik untuk OneComp melalui situs utama.” “Ya, aku tahu! Tapi besok saja ya, Ben! Matikan perangkat!” “Perangkat dinonaktifkan, Selamat tinggal!” Pera menarik selimutnya, tak lupa sebelum itu dia menyambungkan gadget OneCom miliknya dengan kabel charger. Hidupnya serasa berubah semenjak BenDroid hadir dalam perangkat itu. Namun dirinya selalu berkhayal, andai saja AI itu mampu keluar dari perangkat keras tercanggih di tahun 2040 ini. Mungkin predikat “Jomblo” akan minggat dari hidupnya. “Bzzt!” Sesuatu yang aneh berasal dari komputer ayahnya tadi masuk ke dalam kabel charger OneCom milik Pera. Gadget itu bergetar hebat! Dari kabel inputnya keluar kilatan listrik yang perlahan membentuk tubuh seseorang. Mulai dari kaki terus berjalan, hingga akhirnya sempurna bagian kepalanya lengkap dengan rambut pirang. Matanya yang biru sempat terbuka sesaat, namun akhirnya terpejam kembali. *** “Hm...bau gosong apaan nih?” Hidung Pera mulai mencari tahu sumber aroma gosong yang ada pada kamarnya. Namun matanya enggan terbuka karena gravitasi kasur yang menariknya terlalu kuat. Hari ini kuliah libur, tapi Pera tetap harus bekerja di toko roti Crosia Bakery. “Nona Pera, sudah waktunya bangun!” “Ya, set alarm lima menit lagi!” “Alarm mundur lima menit!” Namun gadis itu tak menyadari kalau kini disebelahnya ada sosok laki-laki bule tampan yang tengah berdiri. Seperti manekin di toko baju, dia hanya diam sampai waktu alarm yang ditetapkan sudah habis. “Nona Pera, sudah waktunya bangun!” “BenDroid cerewet ih! Hari ini kan tidak ada...aargh!” “Nona Pera, sudah waktunya bangun!” “Hei, lu siapa? Dasar cowok mesum!” “Perintah tidak dikenali! Masukkan perintah yang sesuai!” Saat ini rasanya Pera telah melakukan dosa besar. Dia secara jelas melihat seorang laki-laki tanpa memakai selembar pakaian itu tengah berdiri disamping kasurnya. Tangannya langsung menutup kedua matanya, meski sesekali dia mengintip dari balik celah jarinya. “Nona Pera, sudah waktunya bangun!’ “Matikan alarm!” “Alarm dimatikan!” Pera semakin merasa aneh pada cowok bule ini. Kenapa suaranya sama seperti BenDroid yang ada di OneComp miliknya? Secara tampilan pun tak ada bedanya dengan Virtua Partner yang pernah dibuatnya. “Si-si-siapa kamu?” “Aku adalah BenDroid, Virtua Partner milik Nona Pera.” “Kaku banget nih cowok! Aku tidak percaya padamu!” “Aku mengatakan sesuai input data yang dimasukkan.” Lelah menutupi matanya, Pera mulai berani menurunkan tangan yang ia gunakan untuk menutup indera penglihatan itu. Namun tak sengaja ia melihat sesuatu yang tidak pantas untuk dia lihat. “Aargh...!” “Nona Pera, masukkan perintah yang tepat!” “Pakai bajumu, BenDroid!” “Aku sistem, tidak membutuhkan benda itu!” Begitu paniknya Pera hingga ia berteriak lagi sambil melempar bantal, guling dan apa saja yang ada di kasurnya. Namun cowok bule itu tak menghindar sama sekali. Seolah menikmati lemparan yang diberikan anak gadis Bono padanya. Wajahnya pun nampak datar tanpa ekspresi. “Pera, apa yang terjadi? Aaaa! Si-si-siapa laki-laki itu?” “Ayaaaah! Huhuhu...tolong aku!” Bono memang terlambat datang ke kamar anaknya. Tapi setidaknya kini Pera berhasil ada didekatnya. Sementara laki-laki bule tadi hanya memutar badannya dan menatap mereka berdua. “Dia...dia...cowok mesum! Aku tidak tahu datangnya dari mana?” “Biar Ayah yang tangani ini, Pera! Hei, siapa kamu?” “Aku adalah BenDroid! Virtua Partner milik Nona Pera!” “Nah, kan Ayah! Dia tadi juga berkata begitu.” Bono meninggalkan putrinya, dia mendekati cowok bule yang mengaku sebagai BenDroid. Mengamatinya dari atas hingga ke bawah. Saat coba dipegang, Ayah dari Pera itu pun terkejut! Sebab ini asli bisa disentuh bahkan tidak ada bedanya dengan manusia biasa. Mata Programmer itu tertuju pada OneComp milik anaknya yang mengeluarkan asap tipis. “Pera, OneComp milikmu sepertinya rusak!” “Astaga! Aku baru ingat, semalam menchargernya. Tapi bukannya sudah ada penghenti daya otomatis?” “Aku tidak rusak! Sistem masih berfungsi dengan baik.” Pera dan Ayahnya saling berpandangan, gadis itu juga sudah mulai terbiasa melihat cowok tak berbaju ini dihadapannya. Sejenak Bono berpikir apa yang terjadi, barulah ia sadar! “Pera, Ayah paham sekarang!” “A-a-apa Ayah? Ayo katakan sesuatu sebelum...kyaaa! Dia mendekat kemari?” “Aku mau dibawa kemana?” Sebelum menjelaskan semuanya, Bono meminta Pera untuk memegang OneComp tadi. Laki-laki itu berlari sebentar ke arah kamarnya. Sementara Pera disini mulai panik, cowok bule yang mengaku BenDroid tadi semakin mendekatinya. “Heh! Aku jadi Parno tahu! Jangan mendekat kemari!” “Nona Pera yang membawaku kemari.” Kepala gadis itu kini jadi berputar. Ayahnya kabur begitu saja, sementara dirinya harus berhadapan dengan satu manusia tanpa sehelai benangpun. “Tetap disana, jangan bergerak!” “Sesuai perintah Nona Pera.” Rupanya ayahnya kembali membawa satu stel pakaian untuk laki-laki bule ini. Bahkan Bono memakaikannya seolah itu anaknya sendiri. Ternyata pas bajunya di badan laki-laki bule itu. Pera jadi dibuat heran dengan tingkah ayahnya. “Ayah, dia cowok asing aneh!” “Pera, turuti kata-kata Ayah sekali ini saja!” Kalau sudah begitu, Pera hanya mampu terdiam. Itulah senjata terampuh bagi Bono untuk sekedar membungkam mulut putrinya sekejap. Sebelum jurus ngeyel-nya keluar lagi. Setelah cowok bule tadi berpakaian lengkap, barulah diajak bersama Pera juga untuk duduk di kursi ruang tamu. “Ulangi kembali, siapa namamu?” “Namaku adalah BenDroid! Aku adalah Virtua Partner milik Nona Pera.” “Ayah, ada apa ini sebenarnya?” “Maafkan Ayah sebelumnya, Pera. Ayah telah melakukan sebuah kesalahan besar. Kamu sudah dewasa dan Ayah rasa paham soal ini.” Bono terpaksa mengakui soal rencananya hendak menghidupkan kembali istri tercintanya itu melalui sebuah program buatannya. Namun saat petir menyambar, terjadi sesuatu hal yang aneh. Komputer milik Ayah Pera itu tiba-tiba menyala dan bekerja sendiri. “Ayah panik semalaman! Sepertinya komputer Ayah itu rusak sekarang. Tapi bagaimana bisa Virtua Partner milikmu ini menjadi hidup disini?” Hanya gelengan kepala yang diberikan Pera pada ayah kandungnya itu. Matanya melirik kearah laki-laki bule yang duduk disebelahnya. Tak disangka, dia ikut melirik kearah Pera hingga gadis itu tersipu malu. “Khayalanku menjadi nyata, Ayah!” “Apa maksudmu, Pera?” “Ini seperti keajaiban dalam hidupku. Aku semalam berharap BenDroid menjadi nyata, lalu pagi ini terjadi begitu saja.” “Pera....” “Ya, Ayah?” “Terkadang permintaan konyol kita malah justru menjadi kenyataan.” “Dunia ini memang aneh ya! Lalu apa yang kita lakukan selanjutnya?” Mata Bono mengarah pada OneComp milik Pera yang tengah dipegang oleh pemiliknya sendiri. Dia meminta anak gadisnya menyerahkan benda itu padanya. Gadget itu diamati secara seksama. “Tapi, ini masih normal kan?” “Aku masih normal!” “Hei, ayahku tidak bertanya padamu!” Tangan Ayah Pera mulai membuka gadget itu. Ternyata masih bisa menyala dan berfungsi dengan baik. Entah apa yang dia ketikkan pada OneComp milik anaknya. Seketika laki-laki bule yang mengaku sebagai BenDroid itu berbicara. “Mengubah pengaturan...proses berjalan...perubahan berhasil diterapkan!” “Kenapa saat ayah lakukan sesuatu pada OneComp milikku itu, dia berkata begitu?” “Itu karena dia masih terikat pada sistem gadget ini. Nah, Ayah akan buat dia mengerti beberapa perintah diluar sistem.” Apa yang akan dilakukan oleh Ayah Pera? Gadis itu hanya terus menatapnya dengan penuh rasa pensaran.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
baguss
03/06/2025
0bagus banget kak
19/03/2025
0biar senang'
12/02/2025
0Lihat Semua