Beranda/Lihat Aku Nona Presdir/
Bab 8 Berkas Ravi Corporation
Hisyam begitu serius berada di depan komputernya.Dia harus segera merampungkan laporan agar tidak membebaninya kala wisuda nanti.Lagi pula dirinya mempunyai kegiatan lain yang menuntut untuk segerai di selesaikan.
Ya,sekarang Hisyam telah berada di markas Green Marvey,Dua Minggu lalu,Ia bertolak kembali ke Negeri A setelah seminggu lamanya dirinya menghabiskan waktu dengan keluarga angkatnya.Ada banyak hal yang harus di lakukannya di Negara ini.
“Gimana,udah beres?“Beni datang menghempaskan tubuhnya di sofa.Matanya tertuju pada Hisyam yang sedang asyik menjelajahi komputer canggihnya.
“Laporannya udah”Hisyam menjawab singkat.Matanya masih betah berlama-lama dengan monitor di depannya.
“Bukan itu maksud aku"
“Lalu?“Hisyam mengernyitkan dahi,fokusnya beralih pada Beni yang tengah santai mengupas apel.
“Penyerangan data”Beni memasukan sepotong apel ke mulutnya sesekali Ia melirik Hisyam.
“Oh itu,sedikit lagi sih,tinggal membuat malwarenya saja”Tatapan Hisyam kembali beralih ke layar monitor.Entah apa yang sedang di lakukan pria manis itu saat ini.
Beni menghentikan kunyahannya,matanya menatap Hisyam penuh selidik .Katanya sedikit lagi tapi malwarenya saja belum ada,lalu kapan pemuda di depannya ini akan membuat Malware tersebut.
“Kamu nggak usah khawatir ,semuanya akan selesai pada waktunya”Hisyam terkekeh di akhir ucapannya.Pasti sebentar lagi pemuda yang tengah duduk di sofa akan melakukan pidato panjangnya.
“Jangan bercanda,Kamu taukan?Kita tidak punya banyak waktu untuk sekedar bersantai-santai.Klien kita sudah menunggu hasilnya.Ingat bro,uangnya sudah di transfer full di rekening Kita dan…klien kita kali ini bukan orang sembarangan”dengan berapi-api
Beni menjelaskan pada sahabatnya layaknya seorang Ibu yang menasehati Anaknya.
Tawa Hisyam pecah melihat betapa berapi-api sahabatnya ini,padahal kan dirinya hanya bercanda saja,tapi Beni terlalu menganggap serius ucapannya.
“Sebenarnya aku udah menyerang data perusahaan Glory Cinema sejak beberapa hari yang lalu”Ungkap Hisyam setelah menghentikan tawanya.
Beni memelotokan matanya,karena geram Ia melempari Hisyam dengan potongan apel di tangannya.Bisa-bisanya pria yang di akui manis oleh banyak wanita itu mengerjainya.
“Sialan kamu!“Makinya .
Hisyam semakin melebarkan tawanya.Baginya mengerjai Beni adalah sebuah kesenangan tersendiri,Beni tipikal orang yang mudah panik,sangat kontras dengan gayanya yang sok cool di depan banyak orang.
“Jadi kamu udah menyerang dan meretas datanya?sekali lagi Beni bertanya karena belum puas dengan jawaban Hisyam.
Hisyam menganggukkan kepala,tangannya terulur mengambil sesuatu dari laci meja kerja, sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang yang kemudian Ia serahkan pada Beni.
“Semuanya udah aku copy di flashdisk ini,dan sisanya aku simpan di file rahasia kita.“Jelas Hisyam.
Beni membolak-balikan flashdisk hitam di tangannya kemudian lelaki itu menyimpan benda tersebut kedalam kantung celana.Nanti ia akan melihat isinya saat berada di rumah.
“Saat aku berhasil meretas data-data mereka,aku nemuin satu file yang ganjil,sepertinya file video tapi aku belum menelusurinya lebih jauh.Yang penting data utama yang mereka minta udah kita clear-kan"Hisyam menambah penjelasan.
Saat mengirimkan Malware ke jejaringan data perusahaan Glory Media ,tidak sengaja Hisyam menemukan satu file yang tersembunyi dari semua file yang di sembunyikan Perusahaan Media terbesar di Negara selatan itu.Tapi karena terburu waktu dan Hisyam merasakan ada satu pergerakan balasan di layar komputernya,Ia memutuskan menutup semua akses dan memberikan security code pada jejaring komputer miliknya,walaupun bisa saja Ia meretas Id pelaku yang berusaha meretas balik data komputernya tapi dirinya tidak melakukannya karena berpikir hal itu membuang waktu saja.
Beni mengerutkan kening mendengar penjelasan Hisyam.Mulutnya terbuka kemudian terkatup lagi,rasa ingin tau di hatinya meronta ingin di tuntaskan tapi Ia mengurungkan niatnya sebab masih ingin mendengar kelanjutannya dari mulut Hisyam.
5 Menit berlalu,tidak ada tanda-tanda Hisyam akan melanjutkan ucapannya,karena penasaran,Beni menolehkan wajahnya pada Hisyam,alangkah terkejutnya Ia saat melihat betapa tidak berakhlak sahabat satunya ini.Bisa-bisanya Hisyam tertidur dengan posisi duduk bahkan terlihat nyaman pula.Lalu,apa kabar dirinya yang menanti kelanjutan ucapan sahabtnya barusan.
Karena kesal,Beni bangun dari sofa dan meninggalkan Hisyam dengan perasaan jengkel .Biarlah pemuda itu melanjutkan tidurnya dengan posisi yang pasti tidak nyaman.Hatinya kadung kesal saat ini.
*
*
*
Mansion Drashpati.
Maysha baru pulang ke mansion sore hari,hampir seharian ini dirinya mengikuti traine di perusahaan Digital Express.Sudah pasti gadis 21 tahun itu lelah.Ia langsung memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur .Mata lentik Maysha terpejam sedangkan tangannya memijat lembut keningnya.
“Gila capek banget,badanku sampe pegal-pegal gini”Keluh Maysha masih memijit keningnya sampai ke sisi leher.
Seharian ini dia di sibukkan dengan banyak pekerjaan di kantor.Padahal jika Maysha mau dia bisa langsung bekerja di Perusahan atau restoran Ibunya,bisa juga di perusahaan Ayahnya. Namun dirinya ingin bekerja mandiri tanpa embel-embel perusahaan Ibunya apalagi perusahaan Sang Ayah yang telah membuatnya kecewa.
Saat ini Maysha sudah berganti pakaian setelah sebelumnya Ia memutuskan untuk berendam 30 menit di bathup di temani lilin aroma terapi dengan wangi lavender.Dan sekarang gadis itu sudah merasa lebih baik dan fresh.
Maysha keluar dari kamarnya ,Ia akan menemui Ibu Hanna di ruang kerja karena tadi Bi Inah datang menyampaikan pesan dari Ibunya bahwa Nyonya rumah itu ingin bertemu dengan putrinya.
Clekk
“Ma_ “
Maysha masuk ke ruang kerja Ibunya,Mulut gadis itu seketika ternganga melihat pemandangan di depannya.
“Astaga Mama”Maysha berseru kencang,tangan gadis itu terulur menutup mulutnya yang terbuka.bagaiman dirinya tidak terkejut,di depannya Ibu Hanna tengah berpose dengan gaya rocker lengkap dengan pakaian rockernya pula.
Maysha menggeleng-gelengkan kepala.Mamanya siapa sih ini?pikirnya .
“Mama !Mama pake apaan sih,Astaga.“Maysha menghampiri Ibunya,mata lentik itu memindai penampilan wanita paruh baya di depannya dari atas sampai bawah.
Ibu Hanna tersenyum lebar melihat reaksi Maysha,sebagai Ibu dia malu memakai pakaian yang bukan stylenya sama sekali tapi ini sudah ketentuan kostum yang di sepakati.Sallah sendiri Maysha datang saat dirinya sedang memperbaiki jaket hitam yang di kenakannya, sehingga Maysha menganggap bahwa Ibu Hanna sedang berpose ala rocker.
“Kamu sudah datang?“Ibu Hanna malah balik bertanya menghiraukan tatapan penuh selidik Maysha padahal dalam hati Ibu dua orang anak itu begitu salah tingkah dan_malu tentunya
“Mama belum jawab pertanyaan,Maysha!“gadis itu menjatuhkan pantatnya pada kursi sofa dengan pandangan yang tidak teralihkan dari Ibu Hanna.Dirinya tidak menyangka Ibunya yang terkenal sederhana dalam berpakaian kini berubah menjadi sosok yang bagi Maysha sedikit asing dan membuatnya ingin segera meledakkan tawa.
“Kan kamu lihat sendiri,Mama sedang pake apa”
“Tapi kenapa harus pake pakaian kayak gini,Ya ampun Ma,Mama nggak cocok banget pake baju kayak gini”
Maysha melipat kedua tangannya di perut.Matanya masih terus memindai Sang Ibu.
“Yah mau gimana lagi,Sya.Ini tuh sudah tema reuninya”jelas Sang Mama.
Reuni?
“Mama mau ke reuni”Tanya Maysha lekat.
Ibu Hanna mengangguk”Iya,reuni SMA”
Udah pada tua saja masih doyan reuni.Lah Aku?sejak lulus sampai sekarang saja nggak pernah ada tuh undangan reuni?Aku yang nggak pernah dapat undangan atau memang nggak pernah ada reuni seangkatanku?
Maysha terus bermonolog dalam hati,sedikit iri karena di usia Ibunya masih bisa mengingat untuk menyambung tali silaturahmi dengan mengadakan reuni sedangkan alumni seangkatannya boro-boro menggelar reuni, bertukar kabar saja jarang.Hanya ada beberapa orang yang masih aktif berkomunikasi dengannya itupun para sahabatnya dari SMP.
“Jadi,untuk apa Mama meminta Maysha kesini”Tanya Maysha mengingat tujuan awalnya berada di tempat ini.
“Oh itu_
Ibu Hanna berjalan menuju rak besar di samping TV,tidak lama kemudian Ia kembali menghampiri Maysha dengan berkas di tangannya.
“Ini apa,Ma?“Tanya Maysha menerima berkas itu dari Ibu Hanna.Ia membuka lembaran demi lembaran tanpa membacanya.
'Itu data perusahaan Ravi Corporation”
“Ravi Corporation?Itukan perusahaan yang sudah lama scam,Ma.Untuk Apa Mama menyerahkan berkasnya pada Maysha?“Tanya Maysha bingung.
“Coba Kamu pelajari dulu,semuanya ada di berkas yang kamu pegang itu”
“Untuk apa sih,Ma?buang-buang waktu saja”Maysha masih ngotot.
'Baca saja dulu,setelah itu Mama mau minta tolong”Ibu Hanna berusaha memprovokasi Maysha untuk membaca berkas Ravi Corporation.
“Tapi Ma,Maysha itu banyak kerjaan,Mama taukan Maysha masih dalam masa Traine di perusahaan digital itu,jadi Maysha nggak bisa”Tolaknya beralasan.
Ibu Hanna memicingkan mata menatap Putrinya sejurus kemudian Ia tersenyum tipis.
“Ya selesain dulu Traine Kamu,berkasnya masih bisa menunggu untuk Kamu baca lain waktu,Mama akan meminta tanggapan Kamu nanti,setelah Kamu selesai membaca dan mempelajarinya.
Ibu Hanna sama kekehnya meminta Maysha untuk mempelajari berkas yang menurut Maysha tidaklah penting.
“Tapi Ma_
“Ya udah Mama berangkat,simpan berkasnya baik-baik”Sela Ibu Hanna memotong ucapan Maysha.
Wanita paruh baya itu berlalu meninggalkan Maysha yang masih setia memegang berkas sambil membolak-balikan setiap lembarannya.Maysha berpikir ,apakah tidak salah Mamanya memberikan berkas setebal ini untuk Ia pelajari.Baru melihat ketebalannya saja kepala Maysha tiba-tiba migrain mendadak.
“Enggak lucu banget Mama ngasih ini ke Aku,buat apa coba?Apakah Mama punya hubungan dengan pemilik perusahaan yamg di cap scam ini?Gigih banget minta Aku buat mempelajarinya,terkesan memaksa pula”
Maysha masih bertanya-tanya sendiri,ada bingung menderanya perihal betapa Ibu Hanna begitu ingin dirinya mempelajari data- data setebal kamus itu.Ada apa?begitulah yang muncul di benak Putri Drasphati ketika memikirkan segala dugaannya .
Memilih menyudahi pikiran yang tidak-tidak,Maysha memutuskan meninggalkan ruang kerja Ibu Hanna,saat ini tujuannya adalah meja makan,memikirkan berbagai macam dugaan membuat perut Maysha keroncongan
Maysha makan dengan lahap,saking lahapnya dia sampai menghabiskan dua porsi .Gadis bermata abu-abu itu menyudahi acara makannya saat merasa perutnya kekecangan.Ia kembali ke kamarnya dengan membawa berkas yang di berikan Ibu Hanna.Saat ini Maysha hanya ingin tidur dengan nyaman.
Hari ini benar-benar melelahkan baginya.
🌺🌺🌺Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (16)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
bgus ceritanya👍👍
18/08
0good
14/06/2025
0baguss bangett
30/04/2025
0Lihat Semua