Sepertinya mamahnya Dimas orang yang hambel,cara dia menyapa pun sangat ramah,sepertinya di terima aku sebagai calon mantunya,ternyata semudah ini jalan menunuju jadi orang kaya hahaha,batin Maria yang menyimpulkan seutas senyum di bibirnya. " Ayo cobain kue nya,ini tante sendiri loh yah bikin" ucap bu Manda setelah mereka selesai makan malam. " Cobain deh yank,kue bikinan mamah gak kalah sama yang ada di toko-toko kue" Timpal Dimas. Karena memang kue buatan bu Manda memang the best,Di saat weekend biasanya bu Manda membuat kue buat cemilan,berbagai macam kue bisa ia buat. "Aku cobain ya tan" ucap Maria mengambil satu potong kue bronis coklat. Ia menyuapkan ke dalam mulutnya,satu gigitan pertama ia mulai merasakan kue itu,dan benar saja rasanya sangat enak,empuk,manisnya tidak bikin eneg,sama gak bau amis,bikin pengen nambah lagi,lagi dan lagi. "Emmm..ini enak banget yank,lembut gak enek lagi" Sambil terus memasukan bronis ke mulutnya. Bu Manda dan Dimas terkekeh melihat Maria yang makan kue dengan lahap, Dimas,bu Manda dan Alya pun mereka ikut memakan kue di selingi canda tawa mereka berempat. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam,Alya pun sudah tertidur di atas sopa dengan kepala di pangkuan bu Manda. "Mah Alya biar aku pindahin ke kamar dulu" ucap Dimas sambil berjalan mendekati Alya,dan hanya di angguki oleh bu Manda. Dimas mengendong Alya membawanya ke kamar,setelah menidurkannha tak lupa ia menyelimuti tubuh mungil itu "Met bobo ya,semoga mimpi indah" ucap Dimas setelah mencium kening Alya,kemudia ia berjalan keluar kamar tak lupa menutup pintunya kembali. Ia pun berjalan menuruni anak tangga satu persatu,sampainya di bawah ia melihat Maria dan mamahnya sedang berbincang- bincang. "Mah kayanya aku harus anterin Maria pulang dulu ya,udah malam ini" ucap Dimas. Bu Manda pun melihat jam di pergelangan tanggannya, "Oh. ia ya ko ini udah malem gak berasa kalo ada temen ngobrolnya" "Insya allah kapan-kapan main lagi tan" ucap Maria. "Bener ya,tante tunggu loh" ucap bu Manda antusias. Di angguki oleh Maria,Dimas yang merasa di lupakn pun angkat bicara. "Ahem..,udah ada yang baru anaknya di lupain,sedih aku" Ia memasang muka melas, Di sambut tawa oleh mereka berdua. "Yaudah mah kita pamit dulu ya" ucap Dimaas kemudian. "Kalian hati-hati di jalan ya,Dim kapan-kapan ajak Maria main lagi kesini" "Siap mah" ucap Dimas menggankat tanggan seperti orang sedang hormat. Bu Manda mengantar Dimas dan Maria sampai depan rumah.Setelah berpamitan cipika cipiki akhirnya Mereka menaiki mobil dan berjalan keluar dari halaman rumah itu,bu Manda masih berdiri sampai mobil yang Dimas kendarai tak lagi terlihat. "Yank ternyata mamah kamu orangnya hambel ya,tadinya aku udah grogi loh,udah negatif thinking aj" Ucap Maria di tengah perjalanan mereka. "Ia yank,mamah orangnya asik ko,mudah akrab juga" Dimas menjawab sambil tetep fokus menyetir. " ia yank" Maria ngangguk ngangguk tanda membenarkan ucapan Dimas. Hampir satu jam perjalanan,akhirnya mereka tiba di kediaman Maria. "Terimakasih buat malam ini ya yank" ucap Dimas sebelum Maria turun. "Ia sayang,sama-sama" balas Maria dengan senyum termanisnya. Dimas mencium kening Maria sebentar sebelum benar2 keluar dari mobil. "Langsung tidur ya ini udah malam" ucap Dimas kemudian. " Ia sayank,kamu kamu juga hati-hati ya,aku turun dulu,bye". Maria pun turun dari Mobil dan langsung masuk ke dalam rumah,setelah memastikan Maria masuk ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia mengemudi dalam keadaan hati yang bahagia,sehingga bibirnya taknlepas dari senyuman. Alhamdulillah sekarang udah lega rasanya,tadi rasanya dag dig dug takut mamah gak suka dengan Maria,tapi semua itu hanya negatif thingkingku saja nyatanya mamah sangat hangat pada Maria,itu membuatku semakin bahagia,melihat dua orang wanita yang begitu aku cintai duduk bersama,bercanda bersama,membuat hati adem. Semoga niat baik kami,di beri kelancaran,tak ada hal apa pun.Dimas bermonolog dalam batinnya. Satu jam lebih perjalanan,akhirnya ia sampai di rumah,seperti biasa pak satpam akan segera membukakan pintu gerbang. Dimas memasukan mobilnya ke halaman rumah,ia memarkirkannya disana. Dimas turun dari mobil berjalan masuk kedalam rumah. Ia pun langsung naik kelantai dua,sepanjang langkahnya di hiasi senyum yang tak putus,mungkin jika ada orang yang melihatnya sekarang bisa di kira orang kurang satu ons,karena terus senyum-senyum sendiri.wkwk Sesampainya di kamar,Dimas menghempaskan tubuhnya di atas kasur,tak butuh waktu lama matanya mulai terpejam. Mungkin akibat lelah ia ia tertidur tanpa membersihkan diri dulu. Matahari mulai menampakkan sinarnya,tapi tak mengganggu orang yang sedang terlelap di bawah selimut. Ting.. Ting... Ting... Bunyi ponsel yang yerus menerus memaksa maria untuk bangun,ia mengambil Hp nya di atas nakas, Baru saja ia akan mengetik pesan sudah ada panggilan masuk. Ia pun menekan tombol hijau. " Kamu kemana aja bee,dari semalam di telpon susah bener,di chat juga gak di balas" seorang laki-laki ngomel di sebrang sana. "Maaf bee,semalam aku gak sempat pegang ponsel,aku juga gak sempat kabarin kamu,maaf ya?" Maria mencoba menjelaskan. "Kenapa gak bisa!" dengan ketusnya,ia sepertinnya menahan kekeksalannya. " Kemaren seharian aku jalan sama Dimas,trus malemny di ajak dinner sama mamahnya" "Pantas saja kamu lupa sama aku" "Maaf ya bee,bukan aku lupa tapi kamu tau sendirikan,kalau aku main ponsel saat dengan Dimas pasti di curiga bee" "Ok sebagai gantinya,nanti malam kamu dateng ke hotel biasa,aku tunggu disana" ucapnya dengan nada suara tak ketus lagi seperti tadi. Maria yang mendengar itupun langsung tersenyum. "Ia bee, aku pasti datang" "Jangan lupa,kamu bawa baju tempur yang aku belikan kemaren,aki ingin liat kamu memakai itu pasti akan sangat sexi" Ucapnya dengan suara yang mulai berat. Mendengar itu wajah Maria memerah seperti tomat,walau sudah terbiasa tapi tetap saja ia merasa malu. " Ia pasti bee," "Yaudh kamu sekarang bagun,bersih-bersih habis itu sarapan,aku bentar lagi mau berangkat kerja" "siap bee,see you" Panggilan pun terputus,Maria dengan malas turun dari ranjang menyeret kakinya menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi ia mengisi batcup dengan air hangat,menaruh sabun beraroma lavender ke dalamnya. Setelah air penuh ia masuk kedalam batcup. berendam meraskan segarnya air dan rileknya aroma lavender.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
good
13d
0mantap
19/06
0mantap
17/04
0Lihat Semua