logo text

Bab 6 ( Maksud Alex )

Waalaikumsalam... Sebentar..!!" Ucapku berteriak karna aku sedang berada di meja makan yang berada di dapur.
Aku bergegas menuju pintu dan membuka pintu. Alangkah terkejutnya aku "Arhan??" Sontak langsung memanggil nama Arhan yang ternyata berada di balik pintu.
"Lia??? Ko kamu disini?" Tanya Arhan bingung
"Loh... Ini kan rumahku" jawabku terkaget kaget namun tak berani membukakan pintu dengan lebar hanya sebagian badanku yang terlihat
"Oalah ternyata ini rumahmu?" Ucap Arhan sambil tersenyum.
"Iya.. ada apa kamu kesini?" Tanyaku untuk memperjelas niatnya mengunjungi rumahku.
"Ngga.. aku tadinya mau beli tiket bus.. kata temenku di sini ada yang jual tiket bus mangkannya aku langsung kesini. Aku juga ngga tau ternyata yang jual tiket bus bapakmu?" Ucap Arhan memberi tau maksudnya
"Ouh iya bapaku jual tiket bus.. nanti yah aku panggil bapakku dulu.. kamu masuk aja duduk dulu" ucapku sambil membukakan pintu semakin lebar dan mempersilahkan masuk sambil menunjuk sofa agar Arhan duduk disitu.
Aku segera memanggil bapak di dapur yang sedang mengobrol dengan mama.
"Pakk ada yang mau beli tiket"
"Ouh iya.. dimana orangnya?" Jawab bapak dan langsung berdiri
"Di ruang tamu pak" sambil menunjuk ke arah ruang tamu
Bapak pun keluar sambil mengambil tiket yang berada di lemari tv di ruang tengah.
Dan akupun tak ikut kedepan karna aku tau ini bukan urusanku. Akupun masuk ke kamar dan membuka ponselku. Karna besok aku libur 2 hari akupun memutuskan untuk tidak belajar dulu malam ini. Karna aku pun ingin santai.
Tak lama aku dengar ada suara pintu di tutup, sepertinya Arhan sudah pulang. Akupun tak menghiraukannya dan masih bermain ponselku. ya sekedar membuka sosial media seperti Facebook, atau WhatsApp.
Setelah kurang lebih setengah jam.an, tiba-tiba terdengar suara adzan isya di masjid yang berada agak dekat dari rumah hingga toa masjidnya sangat jelas terdengar ke rumahku.
Akupun langsung keluar kamar dan mengambil air wudhu dan bergegas sholat agar tidak telat. Karna bapak selalu mengajarkanku agar sholat di awal waktu karna itu lebih afdol katanya.
Setelah sholat akupun berjalan menuju kamarku lagi. tapi pas sampai di pintu yang menghubungkan ruangan tengah dan dapur ibu memanggil "Lia ada puding di kulkas. Barangkali kamu mau. Tadi siang mama buat"
"Oiya mah" mendengar ucapan mama, aku langsung berbalik badan dan mengambil piring kecil dan menuju ke kulkas untuk mengambil puding yang sudah mama buat.
Setelah membelah puding dan menaruhnya di piring kecil yang aku bawa, aku pun langsung menuju ke kamar. Sesampainya di kamar akupun menaruh puding itu di atas meja dan aku duduk di kursi belajarku sambil membuka ponsel.
Ternyata ada 1 WhatsApp masuk. Aku pun membukanya namun nomernya tak di kenal. Foto profilnya juga tak ada. "Assalamualaikum" isi pesan WhatsApp itu.
Untuk mengetahui pesan WhatsApp itu dari siapa, maka aku harus menjawabnya "waalaikumsalam siapa yah?"
Tak lama orang itu pun menjawab lagi "ini aku Arhan Li"
Loh loh loh.. dari mana dia tau nomor WhatsAppku? Apa jangan-jangan dari Alex? Kan dia satu kelas sama Arhan. Akhirnya akupun bertanya lagi. "Kamu dapet nomerku dari siapa?"
Tak lama dia pun menjawab lagi "dari temanmu". Gercep sekali dia menjawab, sepertinya dia memang sedang chatan denganku saja karna segercep itu dia menjawab seperti menunggu balasanku.
Tanpa membalas akupun langsung mengechat Alex. "Lex kamu yang ngasih nomer aku ke Arhan yah?"
Alex ternyata tidak sedang online, Akhirnya aku tunggu. Sekitar 3 menitan ada notif dari ponselku karna terdengar nada deringnya. Ternyata Alex sudah menjawab WhatsApp dariku "hah?? Ngga ko Li"
Lohhh... Terus siapa dong? Aku bertanya-tanya dalam hati. Tak sadar chat Alex belum ku jawab lalu ponselku pun berbunyi kembali. "Tuuunggg" 1 notif muncul di ponselku. Ternyata notif dari Alex. Dia mengirimiku pesan lagi "dia dapet dari siapa? Terus mau apa chat kamu Li?" Alex bertanya mengulagi chat yang belum ku balas tadi.
"Aku aja ngga tau Lex.. kirain dari kamu" aku menjawab chat dari Alex. Tak lama sekitar 1 detik Alex mengirimiku pesan lagi "bukan aku Li.. lagian ngapain aku ngasih nomer kamu ke dia. Aku aja susah banget dapetin nomer kamu masa orang lain minta aku langsung kasih" jawab Alex.
Alex juga sangat gercep sekali menjawab chatku. Dia juga kayaknya kepo darimana Arhan dapet nomerku.
Akhirnya tanpa berfikir panjang aku jawab chat Arhan yang tadi belum ku jawab "temenku namannya siapa?". 1 detik "tuunggg" Arhan menjawab. Wahhh gercep sekali yah haha..
"Aku dapet dari Roni dia juga tetanggaku. Tadi pas aku pulang dari rumah kamu, aku langsung ke rumah roni buat minta nomer kamu" waduh ko si Roni beraninya ngasih nomerku ngga ijin dulu ke aku sih.
Kesal, akupun langsung chat Roni "Ron si Arhan minta nomerku kenapa kamu langsung ngasih tanpa ijin dariku?" dan wahh ternyata Roni belum aktif. Gambar centangnya hanya 1, brarti dia tidak aktif.
Tak sadar tiba-tiba ponselku rame dengan notif-notif dari Alex dan Arhan. Namun aku belum membuka WhatsAppku. Aku terdiam sejenak entah apa yang aku pikirkan. Aku cuma bingung kan tadi habis maghrib baru saja ketemu kenapa tidak minta langsung? Kenapa harus minta ke temenku??? Menurutku Arhan kurang jentle sekali. Tapi yang jadi pertanyaanku, buat apa dia minta nomerku?.
"Kriiiingggg...kriiiingggg...kriiiiiinggg" akupun menoleh kearah ponselku. Ternyata Alex yang telfon. Langsung ku angkat telfon dari Alex "hallo Lex ada apa?" Jawabku santai.
"Ko kamu tiba-tiba ngga aktif? Kamu kenapa? Arhan chat apa sama kamu?"
Lohhh kok Alex penasaran sekali dengan chat dari Arhan?.
"Eee itu Arhan Mmm.." aku tak bisa melanjutkan kata-kataku.
"Kamu ngmng apa Li?? Ngmng yg jelas coba" ucap Alex padaku
"Ngga ppa" jawabku berusaha tak memperpanjang
"Aku tanya Arhan dapet nomer kamu dari siapa?" Ucap Alex mulai bertanya karna pertanyaanya sebelumnya tak aku jawab.
"Dari roni Lex Mmm" aku terpaksa menjawab
"Oalah ternyata dia yang ngasih nomer ke si Arhan? Ya udah Lia cantik ngga usah di ladenin klo si Arhan chat yang ngga penting" ucap Alex merayuku.
"Mm iya Lex, ngga ko" jawabku.
"Oiya Li ..aku mau bicara penting sama kamu" ujar Alex
"Mm ada apa Lex? Kan kita emang udah bicara" jawabku berusaha santai
"Kamu mau ngga jadi pacar aku? Aku udah lama suka sama kamu" berusaha menjelaskan maksudnya.
"Apa?? Hmmm gimana yah?" Jujur bingung sekali untuk menjawabnya. Aku sebenernya juga suka sama Alex cuma aku masih belum berani aja buat menerima dia jadi kekasihku.
"Ayo lah sayang.. ngga ppa aku bakalan selalu jagain kamu" berusaha meyakinkanku.
Akhirnya dengan niat mencoba akupun menerimanya sebagai pacarku. "Mmm iya udah Lex.. aku mau"
"Yeeeessssss" terdengar teriakan Alex yang pastinya sangat senang cintanya aku terima.
"Brarti hari ini kamu jadi pacar aku dong" ucapnya kembali dengan nada senang
"Mm iya" aku yang masih canggung
"Ya udah sayang kamu istirahat yah jangan bbo malem-malem nanti kamu sakit" ucapnya seolah dia tau keadaanku.
"Iya Lex" jawabku cuek saja
"Jangan panggil gitu dong... Panggil sayang" dengan nada merayu dia berusaha membuatku bucin dengannya
"Mmm iya sayang" ucapku dengan terpaksa.
Akhirnya Alex mematikan telfonnya. Jujur aku sedikit ngga nyaman dengan keadaan ini. Apa seperti ini rasannya pacaran di hari pertama jadian?
Lalu tak lama pesan dari Arhan muncul di atas ponselku.
"Aku boleh kan nyimpen nomer kamu? Klo emang ngga boleh nanti aku hapus" ucapnya
Namun karna aku juga tak masalah dengan ini dan Arhan juga kayaknya ngga mengganggu.
"Iya Han ngga ppa simpen aja" jawabku dengan santai.
"Oiya kamu beli tiket mau kemana Han?" Aku juga tak tau kenapa aku tiba-tiba kepo dengan Arhan.
Sekitar sedetik Arhan menjawab "mau ke jakarta mau ke mama"
"Ouh kapan berangkat?" Jawabku santai
"Ini aku lagi perjalanan tadi berangkat jam 7 Li.." jawab Arhan
" Ya udah hati-hati yah" jawabku entah kenapa nyaman sekali aku chat dengan Arhan
"Oiya Lia makasih" dengan emoticon tersenyum, Arhan berusaha menjelaskan bahwa dia senang dengan tanggapanku.
Jam sudah menunjukan pukul 9 akupun memutuskan untuk tidur.
Bersambung....

Komentar Buku (45)

  • avatar
    Nita Ninit

    jangan terlalu ingat pada mantan krna itu masa lalu

    14/03/2024

      0
  • avatar
    haidardzaky

    lumayan menarik cerita nya nih

    14/06/2023

      0
  • avatar
    Roger Lim

    menarik sungguh

    28/03/2023

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru