logo text

7. Ivy yang malang

"cowok brengsek!!" Teriak Ivy benar-benar terlihat seperti seseorang yang hilang kewarasan.
Gadis itu berjalan sambil mengabaikan tatapan semua orang dan juga menghiraukan ucapan Skyla, ia benar-benar mabuk, namun bagaimanapun semua orang pasti akan sangat memberikan label buruk atas kekasaran Ivy.
Omg, bahkan Skyla tidak bisa berbuat apapun selain menyusul Ivy dan berusaha menghentikannya, namun terlambat.
Ivy dengan cepat melayangkan tamparannya ke pipi Nathan.
Plakk!!
Suara tamparan yang begitu keras, dan itu pasti terasa sangat sakit.
"Apa masalahmu?" Tanya Nathan sambil memegangi pipinya yang baru saja terkena tamparan keras Ivy, pria itu bahkan terlihat kebingungan.
"Ah shit!" Umpat Ivy.
"Lihat muka ini,," gumamnya kemudian.
Ia mengibaskan tangannya, mungkin juga terasa sakit efek dari kekuatan tamparannya.
Skyla bahkan tidak bisa berkata apapun namun ia berusaha menarik Ivy sebelum gadis itu melakukan hal yang lebih gila lagi
Ivy bahkan juga menepis tangan Skyla.
"Tunggu disana, aku masih harus berurusan dengan manusia brengsek ini," ucapnya yang sama sekali tidak menggambarkan Ivy yang biasanya.
"Ya!! Mengapa kau masih berani menampakkan diri, dan kenapa gadis itu masih mau denganmu," tunjuk Ivy dengan dagunya sambil menatap sekilas gadis yang bersama Nathan.
"Oh sungguh memalukan,"
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Nathan lagi, ia benar-benar tidak mengerti apa masalah gadis itu dengannya.
"Tidak bertanggung jawab, tidak setia, tidak tahu malu, dan tidak tampan,"
"Itu kau bukan??" Ucap Ivy kemudian tertawa keras.
"Apa??" Tanya Nathan tak mengerti.
Orang-orang bahkan mulai menatap Ivy tak percaya, bahkan veran yang tadinya terlihat tak peduli sekarang mulai memperhatikannya.
"Dia mabuk, sepertinya dia akan mengatakan semua kejujuran yang dia miliki," ujar seorang gadis yang memperhatikan Ivy, dan seketika itu juga Ivy langsung menjadi bahan obrolan semua orang
"Berani-beraninya kau mempermainkan sahabatku," ucap Ivy kini menatap tajam ke arah Nathan.
Gadis itu bahkan mengepalkan tangannya.
"Apa yang kau bicarakan, Ivy kau tidak waras," ujar Skyla langsung menarik paksa tangan Ivy, namun gadis itu memberontak dan menyuruh Skyla diam.
"Dia cantik, tapi sangat bodoh karena telah menganggap serius pria sepertimu, ah kenapa harus kau.."
"Dan rasanya aku tidak bisa membiarkan ini terjadi begitu saja, atau pria sepertimu akan terus mempermainkan perasaan gadis lain diluar sana," ujar Ivy kepada Nathan.
Nathan mengernyit, ia tertawa sumbang, bagaimana bisa gadis mabuk bahkan mempermalukannya dihadapan semua orang.
"Apa kau suka ikut campur urusan orang lain?" Tanya Nathan tak ingin kalah dari Ivy.
Pria itu bahkan dengan santainya berdiri dihadapan Ivy dan siap meladeni setiap ocehan gadis itu.
"Urusannya adalah urusanku," jawab Ivy yang melantur.
Nathan tertawa, "Dasar tidak tahu malu, kau hanya mencari perhatian dari semua orang dengan berlagak seperti pahlawan kan?, Kau bahkan membawa nama sahabatmu untuk kepentingan dirimu sendiri,"
"Gadis diluar sana juga banyak yang berwajah seperti mu, hanya beri uang aja lalu pergi," ujar Nathan sambil menunjuk ke dahi gadis itu.
Ivy menyingkirkan tangan Nathan dari wajahnya, meskipun di balas hinaan oleh Nathan, Ivy sepertinya tidak ambil pusing sedikitpun.
"Sekarang aku tahu mengapa kau tidak cocok dengan Skyla.."
"Kau bahkan tak tahu malu dan terus mengabaikan setiap fakta yang kukatakan tentang dirimu,"
"Dan parahnya.. kau tidak bisa cukup dengan satu gadis," ujar Ivy dengan senyum miring.
Merasa belum puas, Ivy bahkan mengambil sebuah gelas yang berisi penuh dengan minuman kemudian menyiramkannya pada Nathan.
Semua orangpun bersorak dan seakan menjadi lebih panas, Ivy dan Nathan bahkan seperti tontonan yang menarik perhatian.
"Kau pantas diperlakukan seperti itu," ucap Ivy.
Skyla bahkan juga ikut terkejut dengan sikap Ivy, dengan cepat Skyla menarik tangan Ivy lalu menariknya menjauh.
"Ivy, sudah cukup, kau sudah mempermalukan dirimu sendiri dan juga aku," ujar Skyla sambil tetap menarik Ivy, membawanya keluar menjauh dari orang-orang yang menatapnya dengan aneh, beberapa orang tampaknya kecewa melihat adegan yang mereka tonton selesai.
Itu bahkan sangat memalukan bagi Skyla.
"Aku puas, setidaknya aku sudah memberinya sedikit pelajaran," ucap Ivy terdengar senang, gadis itu bahkan tidak bisa berjalan dengan baik karena mabuk, dan Skyla juga yakin jika Ivy pasti akan merutuki dirinya sendiri ketika sadar besok.
Skyla mendengus, "Semua orang pasti akan membicarakan kita sekarang, dan semua gara-gara kau, itu terlalu kasar dan kau bahkan membawa-bawa namaku, betapa memalukannya," kata Skyla yang masih teringat jelas kejadian yang baru saja dialaminya.
"Kau tidak perlu khawatir," ujar Ivy yang masih saja membela dirinya meskipun dengan kesadaran yang sangat minim.
Gadis itu bahkan mukai melantur.
"Lucu sekali seperti kucing yang tercebur kedalam selokan,"
"Kucing.. hahaha,"
"Terlihat seperti Nathan yang payah," ujarnya lalu tertawa.
Skyla memukul kepalanya sendiri, Sekarang harus bagaimana?
Ivy bahkan sudah sangat mabuk dan tak bisa berjalan.
Gadis itu duduk di emperan, sambil tertawa dan masih terus menghina Nathan.
"Sadarlah.. kau membawa masalah sekarang,"
"Bagaimana aku bisa membawamu pulang?" Tanya Skyla yang sangat kesal dengan dirinya sendiri, ia masih menyesal mengapa ia mau datang di pesta yang biasa tidak ia hadiri.
"Ivy, apa kau baik-baik saja?" Tanya Blake, pria yang sangat menyukai Ivy, pria itu mendadak muncul dan dengan tiba-tiba berlutut di hadapan Ivy.
"Aku akan menggendong nya sampai ke asrama kalian," ucap Blake.
"Ah ya, tolong bantu Ivy," ujar Skyla canggung, untung saja pria itu menawarkan bantuan, dan mungkin sekalian mengambil kesempatan untuk bisa bersama dengan Ivy.
Blake mengendong tubuh Ivy di belakang Sedangkan Ivy yang sudah hampir tidak sadarkan diri itu juga tidak memberontak.
Blake berjalan di depan dengan Ivy yang ia gendong sedangkan Skyla mengikuti dari belakang.
Rasanya melihat Ivy diperlakukan seperti itu ia merasa aneh, mendadak ia berpikir 'Apakah rasa cinta seseorang itu tulus dan tidak pernah berubah?'
'atau rasa cinta yang dimiliki Blake sebenarnya hanyalah obsesi karena kecantikan Ivy,'
'Jika Blake bisa bertahan selama ini meskipun Ivy tidak pernah membalasnya, apakah sebenarnya Blake adalah seseorang yang tulus mencintai, tanpa peduli perasaannya akan terbalas atau tidak,'
Skyla tersenyum kecil, 'Terkadang pikiran-pikiran seperti ini saja tampak menganggu,' batinnya dengan senyum kecil diwajahnya.
Skyla seharusnya tidak peduli, namun melihat Blake, rasanya tenang sahabatnya dicintai oleh orang yang benar-benar peduli padanya, meskipun ia sudah merasakan bagaimana sakitnya patah hati atas penolakan Ivy.
"Huft.. apakah aku juga akan mendapatkan seseorang yang juga mempedulikan ku, bahkan ketika aku mengatakan aku tidak mencintainya, atau bahkan meskipun aku menyakitinya," lirih Skyla sangat pelan.
Sedangkan disisi lain veran juga keluar untuk melihat keadaan yang terjadi ketika melihat Skyla yang membawa Ivy.
Namun bodohnya ia tidak bisa melakukan apapun, ia tidak mampu mengatakan jika ia ingin membantunya, ia hanya bisa diam dan melihat Blake menawarkan bantuan kepada Skyla.
'Kau lihat.. betapa bodohnya aku,'

Komentar Buku (85)

  • avatar
    kiraaw

    bagusss bangetttt

    30/06/2025

      0
  • avatar
    Iky Iky

    good

    24/05/2025

      0
  • avatar
    Delano Mone

    bagus banget saya suka

    01/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru