Beranda/Saat Doa Si Miskin Di Ijabah/
Rumah disita rentenir
SAAT DOA SI MISKIN DI IJABAH
BAB 31
"Sudahlah pak, setiap manusia mempunyai kesalahan, dan tugas kita yang sesama manusia adalah saling memaafkan, Allah saja maha pemaaf maka kita sebagai hambanya tidak ada hak untuk tidak memberikan maaf pada hamba Allah yang lain, betapa Allah maha baik pada keluarga kecilku, setelah aku dan mas Amar di beri rezeki tak terduga oleh Nya, juga Bapak yang kembali baik pada kita, itu sudah cukup dan menjadi kebahagiaan tersendiri untukku Pak." ucap Aliyah sembari memeluk Bapaknya kemudian mencium pipinya.
****
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam akhirnya Rita , Mika juga Raka, sampai juga di desa mereka, Raka kemudian memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya, tapi ada hal yang membuat mereka terperanjat, kala melihat sebuah tulisan di secarik kertas yang menggantung di pintu. Tulisan itu berisi kalimat DALAM WAKTU 1 x 24 JAM JIKA TIDAK MELUNASI HUTANG, MAKA RUMAH INI DI SITA.
"Apa apaan ini!" hardik Raka yang entah pada siapa.
"Mas, siapa yang berani nulis begini?"
"Mas juga gak tau dek, kita sampai, tulisan itu udah ngegantung di pintu," ucap Raka yang sudah panik, sementara Mika masih terdiam, belum lagi penampilannya yang sangat berantakan, mungkin orang yang tidak kenal akan mengiranya orang gila.
"Hei, tulisan itu anak buah Pak Tarjo tadi yang nempelin saat kalian sedang pergi." ucap Meri, tetangga sebelah rumah Rita.
"Apa apaan ini, bagaimana bisa seenaknya menyita rumah orang."
"Ya mana aku tau, aku cuma ngasihtau, kok kamu nyolotnya ke aku, sama protes sama Pak Tarjo," ucap Meri ketus sembari meninggalkan mereka.
"Gimana ini mas, rumah kita di sita Pak Tarjo," keluh Rita sembari terisak.
"Ya mana aku tau dek, mas juga bingung, mau di lawan tapi kamu tau sendiri Pak Tarjo itu gimana orangnya."
"Mas sih, nyuruh aku pinjam uang sama dia segala, sekarang jadi begini kan."
"Kok kamu nyalahin mas sih."
"Ya iya, kalau kamu gak maksa minjam duit sama dia gak akan begini jadinya. Mana 4 hari bunganya udah 15 juta lagi."
"Alah kamu juga kan menikmati uangnya, kemarin aja seneng seneng, eh sekarang malah nyalahin mas."
"Yaudah terus mana hsilnya dari proyek mas itu,"
"Ya belum adalah, kamu fiki proses proyek kayak orang makan cabe langsung pedesnya berasa, ya mesti sabar lah paling gak 3 bulan."
Rita hanya mengerucutkan bibir tanpa bisa menjawab ucapan Raka lagi.
"Duh, kalian kok malah berantem sih, ayo anterin aku pulang, aku mau istrahat aja," ucap Mika menghentikan pertengkaran kedua kakaknya itu.
"Emmm, Mik, gimana kalau kita numpang di rumah kamu dulu, paling gak sampai rumah kita nanti kembali?" ucap Raka seketika saat Mika akan menaiki mobil.
"Iya Mik, kita gak da tempat tinggal lagi, mau ke rumah Bapak kamu tau sendiri kan gimana mereka sama kita sekarang, harapan kita sekarang cuma kamu Mik, gimana?" timpal Rita.
"Terserah kalian aja, asal kakak juga bantu beres beres rumah aku, juga Kak Raka bantu keuangan bulanan."
"Beres soal itu, makasih ya Mik." ucap Rita dan Raka bersamaan.
Akhirnya Rita sekeluarga menuju rumah Mika untuk menetap sementara disana.
****
Mika turun dari mobil dan di bantu oleh Raka, Rita yang melihat itupun menjadi heran, sejak kapan suaminya itu dekat dengan adik bungsunya itu.
"Kamu hati hati ya Mik," ucap Raka sembari menuntun Mika.
"Mas, sejak kapan kamu jadi sedekat itu sama Mika? Harusnya kamu bantuin aku, ini aku kerepotan gendong Bella sama Rendra," sentak Rita, membuat Raka seketika melepaskan tangannya dari Mika.
"Ya, ya gak gitu juga dek, mas kan hanya membantu adik kamu aja, kan adik kamu habis kena musibah." jawab Raka gugup.
"Tapi gak biasanya kamu perhatian begitu, aku lebih tau kamu gimana orangnya, atau jangan jangan kalian ada sesuatu yang gak aku ketahui," selidik Rita.
"Kakak ni ngomong apa sih, udah ah, aku mau masuk, aku capek mau istirahat," seloroh Mika sembari membuka kunci pintu rumahnya.
"Bisa jelaskan mas?" tanya Rita sembari melipat tangan di dada.
"Apaan sih dek, gak usah curiga begitu, gak enak sama Mika, dia juga udah baik mau numpangin kita disini." sanggah Raka kemudiam berlalu menyusul Mika masuk ke rumahnya.
"Tapi mas, mas!" Rita mencoba memanggil Raka, tapi tak di hiraukannya panggilan istrinya itu, Raka terus saja masuk ke salah satu kamar di rumah itu, kemudian ia berbaring dan memejamkan matanya.
"Mas! Kamu ih! Kok aku di tinggalin sih!" sentak Rita saat mendapati suaminya tengah berbaring.
"Apaan sih dek, aku capek, kamu mah enak tinggal duduk dan tidur, lha aku yang nyupir pagi buta ngantuk tau gak! Udah ah aku mau tidur lagi, aku ngantuk!"
Akhirnya Rita terdiam karena ia memang tau jika suaminya pasti sangat kecapekan karena perjalanan jauh yang di tempuhnya.
****
Tidak terasa hari sudah menjadi malam lagi, begitu juga Raka, dia terbangun karena perutnya meronta meminta untuk di isi, rupanya ia tertidur dari semenjak baru datang hingga tengah malam, itu lantaran ia merasa sangat lelah.
"Dek, bangun dek, aku lapar, buatkan aku makanan dek," ucap Raka mencoba membangunkan Rita yang tengah terlelap.
"Aku tadi udah masak mas, di meja makan masih ada makanannya, sana kamu makan sendiri aja, aku ngantuk banget nih, seharian Rendra rewel terus," jawab Rita yang kembali tertidur.
"Huh, terpaksa deh, aku makan sendirian," gerutu Raka.
Raka pun berjalan dengan meraba raba dinding, karena seluruh lampu di rumah itu di matikan, dan hanya lampi teras yang di biarkan menyala.
Saat Raka merasa sudah sampai di dapur, ia pun mencari saklar lampu, ketika ketemu lantas ia menghidupkannya.
Saat lampu menyala Raka terperanjat karena di meja makan ada Mika dengan rambut yang di biarkan tergerai, lebih tepatnya Mika menggunakam wig untuk menutupi rambutnya yang di rusak oleh istri pertama Erwin, Mika juga memakai daster mini yang hanya sebatas paha saja panjangnya, belum lagi sepertinya Mika tidak memakai dalaman, karena bagian dadanya tercetak jelas.
Raka menaik turunkan jakunnya berkalu kali, saat melihat pemandangan di depannya itu, ia berjalan mendekati meja makan dan menepuk bahu Mika dari samping.
"Kak Raka, bikin kaget aja!" pekik Mika.
"Sssstt, jangan berisik, nanti Rita bangun, kamu lagi apa?"
"Kakak gak liat aku lagi makan."
"Kok malam baru makan? Terus kenapa lampu gak kamu nyalain."
"Males kak, lagian aku udah terbiasa juga, ini kan rumahku, jadi aku tau dimana letak ruangan ruangan di rumah ini, kakak sendiri ngapain malam-malam kesini?"
"Kakak laper Mik, mau makan, masih ada kan makanannya?"
"Ada nih, aku ambilin ya."
"Iya, makasih ya."
Mika pun menyiapkan makanan untuk Kakak iparnya itu, setelahnya Raka makan dengan lahapnya, karena memang dirinya tengah kelaparan sebab sejak pagi belum makan.
"Yaudah aku balik ke kamar dulu ya kak," ucap Mika sembari hendak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Eh, tunggu, temani Kakak makan dulu, masa kakak mkan sendirian, lagian kakakmu masih tidur pules banget," ucap Raka sembari memegang tangan Mika.
"Tapi nanti kak Rita curiga."
"Gak akan, dia kalau tidur tuh kayak orang mati, udah kamu tenang aja."
Akhirnya Mika menuruti permintaan Raka. Setelah selesai makam, Mika pun membereskan bekas makan kakak iparnya itu, Raka juga membantu Mika membereskan bekas piring kotornya.
Saat Mika akan kembali ke kamarnya, lagi lagi Raka mencekal tangannya.
"Apalagi kak, kan udah selesai makannya."
"Emm, kakak lagi pengen Mik, kan urusan perut udah selesai, sekarang urusan bawah perut yang minta di urusi Mik," ucap Raka sembari menatap mesum ke arah tubuh Mika.
"Tapi kak Rita," ucap Mika ragu.
"Udah, kakakmu gak akan tahu, ayo ke kamarmu aja, anakmu dimana?"
"Vivi ya tidur di kamarnya sendiri."
"Bagus kalau begitu, ayo kita tempur malam ini di kamarmu," ucap Raka sembari menggendong Mika dengan mesra.
❤❤❤❤
insyaallah part berikutnya akan ketahuan tentang hubungan Raka dengan Mika ya, tetep stay tune terus cerbung ini untuk tahu keseruan keseruam berikutnya,
Jangan lupa juga tinggalkan jejak dengan sub like komen dan follow ya, terimakasih dan selamat membaca🤗🤗🤗Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (1380)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
nice
26/01
0bagus banget kak
26/03/2025
0bagus banget 🥰🥰
17/03/2025
0Lihat Semua