logo text

hukuman sadis untik Mika

SAAT DOA SI MISKIN DI IJABAH
BAB 29
"Yasudah biarkan saja. Mika itu kan sudah dewasa, tau mana yang baik dan tidak, jika dia memilih jalan tak baik semua kam sudah ada resikonya, biar dia belajar untuk itu semua, kamu gak usah lagi ribut ribut sama dia, bikin rezeki seret, nanti kita juga yang susah."
"Iya mas, aku hanya kasihan saja sama dia, Mika sudah salah jalan, tapi itu udah pilihannya, aku hanya bisa mengingatkan." Aliyah menghembuskan nafasnya untuk membuang penat di hatinya.
*****
"Sayang hari kita mau kemana?" ucap Mika pada Erwin ketika mereka sedang berjalan berdua.
"Hari ini aku mau ngajak kamu nginap di villa."
Tepat hari ini Mika dan Erwin sudah berhubungan 4 bulan, selama itu juga mereka sudah melakukan pernikahan secara siri, tanpa sepengetahuan baik dari istri sah Erwin  maupun orangtua Mika, hanya Rita dan Raka saja yang mengetahuinya.
"Sayang tapi mampir ke mall dulu ya, aku mau beli sesuatu untuk ku pakai nanti malam," ucap Mika mengerling manja pada Erwin, melihat hal itu kelelakian Erwin seketika bangkit.
"Oke sayang, yang seksi ya," Erwin tersenyum nakal pada Mika.
"Beres sayang, o iya aku mau minta tambah uang bulanan dong, kan kamu selama ini ngasih bulanan 25 juta ke aku aku minta tambah lagi ya, buat perawatan sama beli baju beli tas, aku kan juga mau bergaya biar menyesuaikan jika berjalan sama kamu."
"Iya sayang boleh kok, aku tambah 5 juta gimana?"
"Ok deh, makasih ya sayang."
Kedua sejoli itu saling berpegangan tangan, mereka berdendang riang selama perjalanan, tanpa mereka sadari jika mereka sudah ada yang membuntuti sejak awal.
****
"Bu Widya target memasuki villa milik pak Sudiro buk."
Ya, vila itu memang masih milik salah satu kenalan orangtua Widya, jadi Widya dengan mudab mencari keberadaan suami dan simpanannya berada.
"Bagus, buntuti terus mereka, setengah jam lagi aku sampai ke lokasi," ucap wanita bernama Widya itu dari balik  telepon.
" Awasi terus gerak mereka, jangan sampai lengah, aku sudah membayar mahal kalian, jangan lupa foto atau vidiokan apa saja yang mereka lakukan!" peritnah Widya pada orang suruhannya.
"Baik bu, siap laksanakan."
"Awas kalian, hari ini riwayat kalian akan tamat," gumam Widya sembari menyeringai.
****
"Makasih ya sayang, permainanmu selalu luar biasa," ucap Erwin sembari mengusap kepala Mika setelah mereka bergulat di ranjang barusan saja, bahkan mereka berdua belum memakai apapun, hanya di tutup dengan selimut saja.
"Kan udah jadi tugas aku selalu melayani mas dengan baik, bukan kayak istri kamu itu, gak becus jadi perempuan, pantesan aja kalau kamu berpaling, kenapa gak kamu cerein aja sih istri kamu itu mas."
"Ya gak bisa dong sayang, mas kan udah ada anak, mas gak mau anak anak mas jadi korban perceraian, padahal sebenarnya sih mas udah males banget sama si Widya itu, hubungan kami betul betul udah dingin dan kaku, gak ada keromantisan didalamnya, itulah sebabnya mas selalu bergairah jika berada di dekatmu, kamu memang yang terbaik," ucap Erwin sembari mencium pucuk kepala Mika.
"Dasar bajin*an! Laki kere, gak modal, tapi sok jadi bos besar!" 
Tiba tina Widya beserta anak buahnya mendobrak pintu kamar yang di tempati Mika dan juga Erwin, Widya membawa seember air dan mengguyur mereka berdua yang masih di atas ranjang.
"Widya," ucap Erwin terperangah, dirinya sungguh tidak menyangka jika istri pertamanya itu akan menyusulnya hingga ke villa.
"Dan kamu wanita su*dal, jalang! Kau tau dia punya istri kenpa kau masih mau dengannya, dasar pelakor lakn*t!"
Widya kini sudah menarik rambut Mika sekuat tenaga, hal itu membuat Mika terseret ke lantai dengan kondisi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun, sungguh ia merasa sangat malu karena di dalam kamar itu ada 5 orang lelaki yang tak lain adalah anak buah dari Widya.
"Aww mas, tolong masss!" pekik Mika karena merasakan perih di kepala.
Erwin bingung karena ingin menolong Mika tapi di hadang oleh anak buah Widya.
"Ma, tolong jangan begini ma, bisa kita bicarakan baik baik masalah ini, tidak dengan kekerasan," hiba Erwin pada Widya.
"Cuih, kalau sudah begini baru minta bicara baik baik kemarin kemarin kemana!" 
"Kau wanita jalang rasakan ini, seenaknya kau datang dan meminta begitu banyak uang pada suamiku, apakah orangtuamu tidak mengajarkan akhlak padamu hingga kau menjajakan selangkanganmu pada suami orang!" ucap Widya yang masih menarik rambut Mika.
"Suamimu yang mendatangiku, bukan mauku, dia yang datang padaku dan memintaku untuk menjadi istrinya, makanya jadi istri itu yang becus biar suamimu tidak berpaling!" ucap Mika sembari sinis.
"Aku sekarang juga istri dari mas Erwin jadi aku juga berhak atas apa yang kalian punya!" lanjut Mika lagi.
"Apa! Kalian juga sudah menikah! Dasar lacur, bukan aku yang tak becus, tapi kalian berdua yang murahan, kau fikir Erwin itu kaya raya ha! Itu semua aku yang punya, kalau bukan karena belas kasihan orangtuaku padanya, mungkin dia masih menjadi gembel!" 
"Sekarang rasakan ini dasar lacur!"
Widya kini sudah menampar berkali kali pipi Mika hingga sudut bibir Mika mengeluarkan darah.
"Sumar! Ambil gunting di dalam tasku bawa kemari!" perintah Widya pada salah satu anak buahnya.
"Ma, kamu mau apa ma, tolong jangan begini ma," Erwin masih berusaha untuk menolong Mika meski usahanya itu hanya sia sia saja.
Sunar kini sudah membawa sebuah gunting yang sebelumnya sudah di persiapkan Widya.
"Kau pegangi dia!" perintah Widya pada Sumar.
"Wah, enak lu mar bisa pegang pegang, hahaha, tu tok*t boleh juga tu, saya juga mau bu di suruh megangin tu perempuan, lumayan bisa refreshing jari hahahaha,"  seloroh Paijo yang juga anak buah Widya.
"Peganglah kalau kalian mau, terserah mana yang mau kalian pegang, toh perempuan ini memang menjajakan tubuhnya."
"Widya mas mohon jangan lakukan itu!" Erwin memegang lutut Widya, dirinya berusaha memohon pada istri pertamanya itu.
"Lepas mas, jijik aku di sentuh laki laki murahan sepertimu!" ucap Widya sembari menendang tubuh Erwin hingga tersungkur.
'Paijo, Sumar, Alex, kalian pegang perempuan itu, sedang kau Nanang, dan Indra, kalian pegang lelaki pecundang ini, aku tak mau dia mengacaukam aksiku!"
Kelima orang yang di sebut namanya melaksanakan tugasnya sesuai perintah Widya, Mika meronta meminta di lepaskan oleh ketiga anak buah Widya.
"Lepaskan aku bren*sek, akan ku laporkan kalian ke polisi!"
"Coba saja kalau kau berani melaporkan ke polisi, akan ku habisi kau hari ini juga, diamlah, aku ingin bermain main dengammu, bukankah kau suka dengan sebuah permainan," ucap Widya sembari tersenyum menyeringai.
Kini Widya sudah mendekat dengan Mika, Widya meraih rambut Mika kemudian memotongnya tanpa ampun.
"Mas Erwin tolong mas, tidaaak jangaaan, jangan potong rambutku, huhuhuhu lepaskan aku baj*ngan, tidaaaaaaaak!"
Terdengar suara Mika menggema ke seluruh ruangan, tidak ada yang akan mendengarnya, karena Erwin memilih Villa yang jauh dari pemukiman, jadi itu juga menguntungkan untuk Widya dan anak buahnya.
Setelah menyelesaikan aksinya, kini kepala mika sudah botak separuhnya, dan separuhnya lagi masih ada rambut yang di potong asal asalan.
"Tugasku sudah selesai, dari kalian siapa yang mau pakai dia, saya jamin dia tidak akan berani lapor polisi!"
"Saya mau bu," ucap Paijo.
"Saya juga mau bu," ucap Nanang dan Sumar bersamaan.
Sedangkan Alex dan Indra menolak karena mereka memang bukan tipe laki laki hobi celup, mereka hanya menjalankam perintah sebagai pengintai saja.
"Baiklah, Alex dan Indra kalian bawa calon mantan suamiku ke mobil, beri dia pakaian, dan kau Paijo, Sumar dan Nanang, aku bebaskan kalian menggarap tuh lacur sepuas kalian, kaliam aman disini!"
"Baik bu," ucap mereka serempak, lalu setelahnga Widya, Alex, Indra dan juga Erwin sudah berjalan menuju mobil, sedangkan Sumar, Paijo dan Nanang akan berpesta malam ini.
❤❤❤❤
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan sub like komen dan follow, terimakasih dan selamat membaca🤗

Komentar Buku (1380)

  • avatar
    RianiNori

    nice

    26/01

      0
  • avatar
    ludinjalal

    bagus banget kak

    26/03/2025

      0
  • avatar
    RumsinahRum

    bagus banget 🥰🥰

    17/03/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru