Beranda/Saat Doa Si Miskin Di Ijabah/
Sertifikat palsu
SAAT DOA SI MISKIN DI IJABAH
BAB 25
"Coba aja kalau bisa, weeeek," ucap Aliyah sembari menjulurkan lidahnya kemudian ia berlari ke dalam kamarnya.
"Wah nantangin nih, tungguin mas dong sayang!" seru Amar, kemudian ia menyusul istrinya ke dalam kamar.
*****
Hari itu Raka bersiap untuk kembali ke tempat kerjanya, Rita pun sudah menyiapkan segala kebutuhan suaminya itu, hingga pada saat Raka akan pergi, tiba tiba saja mereka berdua kedatangan pak Tarjo yang di dampingi anak buahnya 2 orang.
"Pak Tarjo? Ada apa pagi pagi kemari?" tanya Rita yang terheran dengan kedatangan pak Tarjo.
Setelah pak Tarjo dan kedua anak buahnya turun dari masing masing motor yang mereka pakai, tanpa aba aba salah satu anak buah pak Tarjo menonjok muka Raka hingga membuatnya tersungkur.
"Mas Rakaaaa, apa yang kalian lakukan!" Rita histeris karena tiba tiba suaminya di hajar oleh orang bertampang preman itu.
"Kalian sudah cari masalah sama saya, mau cari mati ha!" ucap pak Tarjo dengan tatapan nyalang.
"Apa maksud pak Tarjo, saya gak ngerti," ucap Rita sembari membantu suaminya berdiri.
"Saya sudah percaya sama kamu, tapi kenapa kamu bohongi saya, jangan main main sama saya, saya bisa saja membunuh kalian disini!" hardik pak Tarjo.
"Iya tapi alasannya kenapa, saya gak ngerti yang bapak masudkan?"
"Nih saya kembalikan sertifikat palsu kalian, sekarang kalian kembalikan uang saya!"
"Apa maksud bapak dengan saya memberikan sertifikat palsu, saya tidak merasa memberikan sertifikat palsu itu pada bapak."
"Tapi sertifikat yang kamu jaminkan pada saya itu palsu, berani kalian menipu saya ya!" hardik pak Tarjo.
"Mana mungkin pak, itu asli bagaimana bisa bapak bilang jika itu palsu?"
"Pokoknya saya gak mau tau, ini saya kembalikan sertifikat kalian, dan sekarang kalian kembalikan uang saya beserta bunganya 10 %!"
Rita dan Raka membulatkan mata kala mendengar ucapan pak Tarjo, bagaimana bisa hanya dalam kurun waktu 4 hari uangnya sudah berbunga sebanyak 10 %.
"Tapi pak, ini baru 4 hari dari waktu peminjaman kami kemarin, masa sudah 10 % aja bunganya," sanggah Rita yang tidak terima.
"Saya gak mau tau kalian harus bayar uang pokok beserta bunganya 10 %!"
"Ya gak bisa begitu dong pak, Bapak mau memeras kami!" hardik Rita.
Pak Tarjo kemudiam memberikan kode kepada kedua anak buahnya, dan mereka pun mengerti arti kode itu, kedua anak buah pak Tarjo lantas menghampiri Raka, menariknya kemudian menghajarnya, Rita yang melihat itu sontak histeris, para tetangga yang mendengar keributan itu pun keluar dan menyaksikan kejadian itu.
"Berhenti! Jangan sakiti suami saya! Iya saya akan mengganti uang beserta bunganya, sekarang tolong lepaskan suami saya."
Akhirnya anak buah pak Tarjo pun melepaskan Raka yang sudah lemas tak berdaya, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah, matanya terpejam kemungkinan pingsan.
"Dalam tempo satu minggu kalian harus kembalikan uang saya beserta bunganya, jika tidak, kalian akan tau akibatnya!" tandas pak Tarjo, kemudian ia beserta anak buahnya pergi meninggalkan Rita dan Raka yang sudah tergeletak tak berdaya.
"Mas, mas Raka bangun mas, kenapa kalian diam saja melihat suami saya di pukuli, dasar kalian tetangga tidak berguna dan tidak punya hati!" hardik Rita.
"Huuu salah sendiri kenapa berurusan sama si lintah darat itu!" ucap salah satu warga.
"Itu bukan urusan kalian!"
"Yaudah kalau gitu ini juga bukan urusan kami, ayo pergi saja, tinggalkan dia, padahal mau di tolongin tapi sombong sekali, sudah tinggalkan saja, biar dia angkat suaminya sendiri ke rumah sakit, itu juga kalau bisa."
"Pak, Bu, maaf, saya minta maaf, tolong suami saya, tolong bawa dia ke rumah sakit," akhirnya Rita menghiba pada para tetangganya itu.
"Makanya jadi orang jangan sombong, masih butuh bantuan tetangga kan!"
"Sudah sudah, ayo kita tolong, bawa pak Raka ke rumah sakit."
Akhirnya para tetangga itu membantu Rira untuk membawa Raka ke rumah sakit, sedangkan anak Rita seperti biasa, ia titipkan pada tetangga.
******
Sesampainya di rumah sakit Raka pun segera mendapat penanganan, para tetangga yang mengantar pun sudah pulang, sementara itu Rita pun berniat ke rumah pak Darto untuk meminta penjelasan pada Ibunya perihal sertifikat palsu itu.
Sebelum Rita ke rumah bu Sri, ia menitipkan suaminya pada para perawat disana.
****
Setelah sampai di rumah bu Sri, Rita langsung masuk dan mencari ibunya, dia merasa tidak terima dengan kecurangan ini, ya,,, dia merasa sudah di curangi oleh Ibunya sendiri.
"Ibu jelaskan apa ini maksudnya!" ucap Rita setelah bertemu dengan Bu Sri sembari melemparkan sertifikat palsu itu di depan bu Sri.
"Lho, rupanya kamu yang ambil, pantas ibu cari gak ada," ucap Bu Sri dengan santai.
"Jelaskan padaku apa maksud Ibu menyimpan sertifikat palsu di lemari, dan kemana yang asli?"
"Lho, itu kan hak ibu mau ibu simpan yang palsu di lemari kek atau di tempat penyimpanan beras juga itu terserah Ibu, yang ingin Ibu tanyakan kenapa kamu tega memgambil sertifikat rumah ini? Karena ingin kamu gadaikan gitu?"
"Halah sertifikat palsu aja, asal ibu tau gara gara sertifikat palsu itu mas Raka jadi masuk rumah sakit!"
"Itu akibat dari perbuatan kalian, kamu fikir Ibu tidak tau dengan akal bulusmu, dan ibu memang sengaja menyimpan sertifikat palsu di lemari ibu, dan benar dugaan Ibu kalau tidak Mika ya kamulah pelakunya."
"Lalu mana yang asli, karena aku butuh!"
"Yang asli sudah aman sentosa di bank, dan hanya Ibu yang bisa mengambilnya."
"Mana cepat ambil bu!"
"Enak saja, kalau mau kenapa gak pake sertifikat rumahmu saja!"
"Rumahku gak bisa semahal itu jika di gadai bu, ayolah berikamn sertifikat yang asli bu, aku butuh."
"Gak ada, itu urusanmu bukan urusan Ibu, kamu pun sudah lancang mencuri sertifikat rumah meskipun itu palsu tetap saja kamu lancang!"
"Itu untuk kepentingan pekerjaan mas Raka bu, tolonglah banti aku."
"Sadar lah Rita, suamimu itu hanya memanfaatkanmu saja, apa dengan bukti yang Aliyah berikan belum cukup untukmu tau busuknya suamimu?"
"Alah, itu kan bisa bisanya Aliyah saja, dia mengedit sedemikian rupa hingga menyerupai wajah mas Raka," ucap Rita sinis.
"Buka mata kamu Rita, untuk apa Aliyah sampai harus mengedit vidio itu, tidak ada keuntungan baginya, dia itu saudarimu, dia peduli padamu dan vidio itu asli bukan editan."
"Ah, sudahlah bu, aku gak mau tau ceramah ibu, biar aku minta sama bapak saja." setelahnya Rita pun menuju kamar pak Darto yang sedang beristirahat.
"Pak bangun, aku mau minta sertifikat rumah yang asli, gara gara Ibu mas Raka jadi masuk rumah sakit, bangun pak!" ucap Rita sembari menarik kasar pak Darto yang sedang terbaring di ranjangnya.
"Apa yang kamu lakukan Rita! Bapakmu sedang sakit, apa kamu tidak lihat, beliau lumpuh!"
"Kenapa sekarang Bapak jadi tidak berguna sih, mana Bapak yang selalu membelaku dulu, dasar tua bangka tidak berguna, ugh," ucap Rita sembari mendorong kembali pak Darto hingga terhempas di kasurnya.
Pak Darto hanya menatap sendu pada anak kesayangannya itu, anak yang selalu ia bela karena merasa bahwa Rita lah yang kehidupannya sudah mapan.
Pak Darto tidak menyangka jika anak yang ia selalu bela akan berbuat tidak sopan seperti itu.
"Hentikan Rita, sana kau pergi kalau tidak Ibu teriaku kau maling, dasar anak durhaka kamu, sengsaralah hidupmu itu Rita!"
"Kalian semua orangtua tidak berguna! Menyesal aku sudah membanggakanmu pak!"
Setelah nya Rita pun berlalu pergi, meninggalkan sejuta luka di hati pak Darto yang menatap perih kepergian anak kesayangannya itu.
❤❤❤❤❤
Jngan lupa tinggalkan jejak dengan sub like komen dam follow ya, terimakasih dan selamat membaca🤗Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (1380)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
nice
26/01
0bagus banget kak
26/03/2025
0bagus banget 🥰🥰
17/03/2025
0Lihat Semua