logo text

Tuduhan Pak Darto dan Mika pada Aliyah

SAAT DOA SI MISKIN DI IJABAH
BAB 12
Aldo mengangkat tubuh Rani dengan cara menggantungnya dengan tarikan baju bagian leher Rani.
"Aaaaaaaa, Bunda tolooooong!" Rani berteriak sembari meronta, kakinya yang menggantung berusaha menendang nendang Aldo, tapi percuma karena tentu saja tenaga Aldo lebih kuat darinya yang hanya seorang bocah kecil 
"Lepaskan dia br*ngs*k!" 
Bugh bugh bugh,,,,,
Tiba tiba datang Amar dari luar, Amar memukuli Aldo tanpa ampun hingga Aldo tersungkur dan babak belur.
Rani yang sudah terlepas dari cengkraman Aldo pun mendekati Aliyah, mereka saling berpelukan.
"Rani, kamu gak papa Nak?" tanya Aliyah pada Rani yang kini sudah memeluknya.
"Rani gak papa Bun, untung Ayah datang ya Bun," Aliyah mengangguk, sedangkan Yuli sedari tadi hanya menyaksikan kejadian itu dari belakang pintu dapur rumah Aliyah.
"Bren*s*k, berani kau sakiti anakku, dari awal aku mencoba bersabar meskipun kalian sudah menghina keluargaku, tapi jika sampai kau sakiti mereka jangan tanya namaku, akan ku habisi kau!" hardik Amar pada Aldo setelah di rasa puas menghajar nya.
Sedangkan Aldo mukanya terlihat lebam disana sini, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah karena habis di pukuli Amar.
Karena mendengar suara keributan dari rumah Aliyah, hingga banyak warga yang berdatangan, termasuk juga Bu Sri, ada salah seorang tetangga yang memberitahu Bu Sri jika telah terjadi keributan di rumah Aliyah.
Sedangkan Mika, Rita dan juga Pak Darto tidak terlihat batang hidungnya.
"Ya Allah nak, kenapa kalian berkelahi, kalian ini saudara, apa yang kalian lakukan," tergopoh gopoh Bu Sri menghampiri Amar Aliyah dan juga Aldo sembari berderai air mata.
"Ibu mau tau apa yang sudah baj*ngan ini lakukan? Aku melihat dia mencoba membunuh Rani dengan mencekiknya, dan entah apalagi yang di lakukannya hingga dia berada disini," ucap Amar masih dengan nafas yang tersengal sengal.
"Dia mencoba memeperk*sa ku Bu, aku teriak, bangunlah Rani dan Yuli, Rani mencoba menolongku dengan memukulkan sapu ke Aldo, tapi Aldo tidak terima terus dia mencoba mencekik Rani bu," ucap Aliyah mencoba menjelaskan perkaranya pada Ibu, suami dan juga warga yang ada di situ.
"Astaghfirullahaladzim,"ucap  Bu Sri dan warga yang mendengar penuturan Aliyah
"B*ngs4t! Dia itu Kakak iparmu! Kemana otakmu hah! Memang ya, kalau bej*t ya bej4t aja, meskipun pendidikanmu tinggi, tapi ilmu tidak lantas meninggikan juga otakmu, sekarang ikut aku ke kantor polisi, orang seperti kau pantasnya membusuk di penjara!" ucap Amar sembari menarik kerah Aldo.
"Tidak, tidak, Amar, Aliyah, maafkan aku, aku khilaf, aku mohon jangan laporkan aku ke polisi, bgaimana nanti dengan istri dan anakku jika aku di penjara," hiba Aldo pada Amar dan Aliyah.
"Kalau kau masih memikirkan istri dan anakmu seharusnya kau tidak akan melakukan perbuatan keji seperti tadi, kemana otakmu saat aku menghiba padamu agar tidak melakukan itu!" ucap Aliyah tajam pada Aldo.
"Huuuuu, iya masukin aja ke penjara, orang begitu pantasnya memang di penjara, dasar orang gak waras, kakak ipar sendiri mau di embatnya juga, khilaf karena ketahuan, coba kalau gak ketahuan udah habis mbak Aliyah di lecehkan," maki para warga.
Akhirnya Amar dan Aliyah membawa Aldo ke kantor polisi menggunakan motor Amar dengan posisi salah seorang warga yang mengendarai motor Amar, Aldo yang berada di tengah tengah, sedangkam Amar berada di belakang memegangi Aldo.
Sedangkan Aliyah mengekor Amar dan Aldo di belakangnya menggunakan motor milik tetangganya, dan  Rani juga Yuli sudah ia titipkan pada Bu Sri.
Sesampainya di kantor polisi, Amar dan Aliyah melaporkan tentang peristiwa yang mereka alami barusan, Amar dan Aliyah di arahkan oleh polisi  untuk melakukan BAP.
Setelah satu jam mereka berada di kantor polisi, tiba tiba Mika datang dengan berderai air mata.
"Papi, kenapa bisa begini, hu hu hu hu, kak Aliyah, Kak Amar tolong jangan masukkan Suamiku ke penjara, bagaimana denganku dan Vivi nantinya jika mas Aldo di penjara, hu hu hu."
"Ini sudah menjadi resiko dari perbuatanny, segala perbuatan itu harus ada tanggungjawabnya, jika tidak seperti ini maka hal ini akan terjadi lagi, aku juga tidak mau keluarga kecilku terancam keselamatannya!" ucap Amar dengan tegas.
"Kak, aku janji, tidak akan melakukan hal gila seperti tadi lagi, maafkan aku, aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi," hiba Aldo kembali pada Amar dan Aliyah.
"Kenapa nyalimu menjadi ciut, bukankah tadi kamu bilang tak peduli jikapun ada orang yang tau?" sindir Aliyah pada Aldo.
"Maafkan aku Kak, aku khilaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi."
"Maafmu ku terima, tapi hukum harus tetap berjalan, ini biar menjadi pelajaran agar kamu selalu berfikir ulang ketika ingin melakukan hal gila." 
Hati Aliyah sudah terlalu sakit, karena  dirinya sudah di lecehkan seperti tadi, dan lagi menyaksikan sendiri anaknya di sakiti, mungkin dengan seperti ini Aldo akan jera.
Setelah selesai, Amar dan Aliyah bergegas ingin pulang, karena mereka sudah meninggalkan kedua putrinya terlalu lama.
"Kak!" panggil Mika, Aliyah dan Amar pun menoleh.
"Ingat Jak, aku tidak terima kalian ginikan suamiku! Jangan pernah lagi anggap aku adikmu!" ancam Mika pada Aliyah dan Amar.
"Jika tidak mau hal seperti ini terjadi, kau jaga suamimu baik baik, bagaimana bisa dia berniat melecehkanku, apakah kamu sebagai istrinya tidak meservisnya dengan baik, dan lagi, benarkan keputusanku untuk tetap memenjarakan suamimu, ternyata maaf kalian palsu dan tobat kalian hanya tobat sambal, sekarang nikmatilah kehidupan baru untukmu Aldo, si manusia sombong dan untukmu Mika si manusia tamak!" tandas Aliyah pada Aldo dan Mika, kemudan setelahnya Amar dan Aliyah meninggalkan Mika dan Aldo di tempat itu.
*****
Kini Aliyah, Amar, Mika, Bu Sri dan pak Darto sudah berkumpul di rumah pak Darto, atas insiden tadi dan juga pengaduan Mika pada pak Darto, pak Darto berniat menyuruh Aliyah dan Amar memcabut tuntutannya pada Aldo.
"Jadi apa maksud Bapak menyuruh kita kemari?" tanya Aliyah memecah keheningan di antara mereka dirinya malas berbasa basi dengan bapaknya itu.
"Bebaskan Aldo, cabut laporan kalian!" ucap Pak Darto sembari menghembuskan asap rokok di bibirnya.
Sontak Bu Sri Aliyah dan Amar yang mendengarnya terkejut.
"Apa maksud Bapak menyuruh kami mencabut laporannya, apakah bapak membenarkan perbuatan Aldo?" ucap Amar tegas pada Pak Darto.
"Kalian hanya salah faham, aku sudah mendengar ceritanya dari Mika, katanya Aldo tidak sengaja mau melecehkan Aliyah, tapi Aliyah yang menggodanya, Aldo tergoda kala melihat Aliyah yang baru selesai mandi dan tidak memakai jilbab,"
"Bapak ini sudah gila atau gimana, aku hampir di perk*sa sama Aldo, tapi bapak bilang aku yang menggodanya?"
"Lho, kan memang begitu kejadiannya," cibir Mika.
"Tau apa kamu tentang kejadiannya, apa kamu ada disana?" ucap Aliyah nyalang pada Mika, dia merasa sudah di injak harga dirinya sebagai wanita.
"Ya aku memang gak ada di sana, tapi suamiku yang cerita padaku jika kau sudah menggodanya!" ucap Mika tak mau kalah.
"Dan kau percaya?"
"Ya, aku percaya karena suamiku tidak pernah membohongiku."
" Hahahahaha, kalian ini sungguh lucu, kalau ada maling ngaku, sudah di pastikan penjara penuh, memang ya, orang berpendidikan tapi belum tentu mempunyai otak dan akhlak, lugu dan beg* itu beda tipis, aku tau kalau bodoh itu gratis, tapi tolong jangan di borong semua, karena itu sungguh memalukan!" sarkas Aliyah pada Mika dan Pak Darto.
"Kau menghina Bapakmu! Dasar durhaka!" hardik pak Darto.
"Lalu sebutan apa yang pantas untuk orangtua yang dzalim sama anaknya, asal Bapak tau, itu rumahku, wilayah pribadiku, mau aku baru mandi kek mau aku tidak berjilbab kek lalu apa masalahnya sama kalian! Yang jadi masalah, untuk apa Aldo datang ke rumahku siang siang, sedangkan dia tau jika pada waktu siang mas Amar tidak ada di rumah, dan lagi apa kamu tau Mika? Suamimu itu yang merayuku, katanya banyak kok kakak dan adik ipar yang bermain gila, suamimu mengajakku berselingkuh, pria seperti itukah yang mau kamu bela?" ucap Aliyah sinis.
"Dengan aku yang Kakak iparnya saja dia berani mengajak bermain gila, tidak menutup kemungkinan di luaran sana dia sudah bermain gila dengan banyak wanita rendahan," 
"Jangan hina suamiku, dia tidak seperti itu, kau saja yang kegatelan, niatmu menggoda suamiku karena duitnya banyak sedangkan suamimu kere, iya kan!" ejek Mika.
"Cih, kelakuan kalian sungguh memuakkan, kalau aku mau, 10 orang seperti Aldo bisa kudapatkan, aku masih waras untuk menerima permintaan gila suamimu itu, jika mau gila kalian gila saja sendiri, karena aku masih waras, ayo mas, tinggalkan mereka kita pulang, biar kan saja si Aldo membusuk di penjara, jangan pernah cabut laporannya."
Aliyah dan amar meninggalkan rumah pak Darto, sedangkan Mika masih dengan caci makinya pada Aliyah, karena tidak terima Aldo di penjara.
❤❤❤❤❤
jangan lupa tinggalkan jejak dengan sub like komen dan follow ya, tetep stay tune untuk tau keseruan cerita selanjutnya, terimakasih dan selamat membaca🤗🤗

Komentar Buku (1380)

  • avatar
    RianiNori

    nice

    26/01

      0
  • avatar
    ludinjalal

    bagus banget kak

    26/03/2025

      0
  • avatar
    RumsinahRum

    bagus banget 🥰🥰

    17/03/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru