Beranda/Save Me Mr. Cool./
Bab 38 Pertunangan.
Xeena menutup pintu kamarnya dan memegang dadanya. Detak jantungnya bahkan belum berdetak normal semenjak ia bertemu Raiden. Sangat tak disangka, Raiden menautkan tangannya erat. Hal itu membuat hati Xeena terenyuh. Xeena menatap tangannya, pada sebuah cincin pernikahan yang masih terpasang di jarinya.
"Kau datang lebih cepat dari yang aku pikirkan. Dan kita bertemu lebih cepat dari yang aku duga."
Xeena Bejalan menuju meja riasnya dan melepaskan cincin di jarinya. "Tidak. Semua telah berakhir. Aku telah berusaha selama ini. Dan aku harus kuat di depan matamu. Bahwa kau memang sudah tak berarti di hidupku!"
Xeena diam sesaat, menetralkan rasa sakit yang menjalar di hatinya. Ini sudah sangat lama, usaha yang Xeena lakukan untuk melupakan Raiden terlihat sia-sia hari ini. Nyatanya hatinya menjerit ingin berlari ke pelukan Raiden saat Raiden mengatakan ingin merengkuhnya untuk di sisinya.
"Kenapa baru sekarang, Agera? Kenapa kau datang di saat aku telah yakim ingin melangkah dan memperlihatkan bahwa aku telah bahagia dengan hidupku."
Xeena menatap cincin itu sekali lagi lalu meletakkan ke dalam laci. "Seperti katamu Agera, cincin ini pun tak pantas ada di jariku."
Xeena Bejalan menuju tempat tidurnya. Menatap langit-langit kamarnya dalam diam. "Benar, pilihanku telah benar. Aku memilih Rex. Tapi kenapa hatiku tak berubah dan masih mencintaimu, Agera."
***
Sore ini seluruh pelayan AXG Corp tampak sibuk mempersiapkan pertunangan Xeena. Gedung besar nan mewah tampak indah dengan semua pernak pernik berbagai warna. Xeena menatap wajahnya yang tengah dirias. Ingatannya kembali pada saat ia bertemu Raiden. Xeena tersenyum getir dengan air mata yang perlahan mengalir.
"Pergilah, pergilah dari pikiranku, Agera. Aku telah menderita selama menyimpan rasa ini padamu. Jika kau mendekat sekali saja, aku merasa ingin berlari dan memelukmu. Aku ingin menangis dan mengatakan bahwa hidup jauh darimu adalah neraka bagiku. Lalu usahaku untuk melupakanmu selama ini akan sia-sia."
Erian yang berdiri di dekat pintu untuk menjaga Xeena melihat itu semua. Ada rasa sedih merayap fi hati Erian. Erian mendekat dan menyentuh pundak Xeena. "Nona, kau tak perlu melakukan ini semua jika itu menyakitimu. Aku akan mengatasi ini jadi Nona-"
"Tidak. Aku baik-baik saja, Paman. Aku akan melakukan ini. Lagi pula ini untuk perusahaan kita,"
"Perusahaan kita tetap akan berdiri meski Nona tak melakukan pertunangan ini."
Xeena tersenyum. "Aku melakukannya karena aku menginginkannya. Karena aku mencintai Rex."
Erian diam. Ia undur diri dan menatap sedih. Ia sangat tahu bahwa semua hal yang Xeena katakan adalah kebohongan. Erian sangat tahu betapa Xeena sangat mencintai Raiden hingga menahan diri untuk melupakan Raiden. Parahnya, Xeena terlihat menyedihkan karena hampir setiap malam menangis karena memimpikan Raiden. Namun rasa sakit yang Raiden berikan memberikan kekuatan pada Xeena untuk melupakan segalanya. Meski Erian tahu, bahwa rasa cinta itu tetap utuh tanpa menghilang sedikitpun.
Saat Raiden tak menerima sedikitpun dari tawaran yang Michael berikan, Erian pun sudah menyadari bahwa rasa cinta di hati Raiden sama besarnya. Hanya saja Raiden terlalu lama menyadarinya hingga ia kehilangan Xeena. Michael yang tahu akan hal itu tersenyum manis dan memilih untuk diam.
"Cinta akan mencari jalannya untuk bahagia,"
Itulah yang dikatakan Michael. Ia percaya bahwa putrinya akan bahagia di tangan orang yang tepat. Dan Michael semakin tersenyum saat melihat Raiden bangkit dan hampir setiap hari merasakan kesepian. Michael tersenyum melihat Raiden yang tak pernah bisa tidur setiap malam hanya karena rasa rindunya pada Xeena.
"Itulah harga yang harus kau bayar karena kesalahanmu. Bukankah itu sangat menyakitkan? Hal itu sebanding dengan rasa sakit yang putriku rasakan!"
Erian lagi-lagi tersenyum saat mengingat kata-kata Michael. "Benar. Cinta akan mencari jalannya untuk bahagia,"
Malam menyambut dengan kehadiran tamu undangan yang begitu padat. Raiden meneliti tajam berharap dapat menemukan Xeena. Tatapan Raiden beralih ke kiri dan tertegun saat melihat Rex ada di sana. Raiden berjalan pelan menghampiri Rex.
"Lama tak berjumpa, Rex Benedict Acacio." sapa Raiden dingin.
Rex menoleh dan tersenyum. "Itu karena aku sangat sibuk dengan kekasihku."
Raiden diam. "Aku tak tahu bahwa kau memiliki kekasih."
Rex tertawa kecil. "Kau sangat mengenalnya Raiden."
Raiden tercenung. Ia langsung menatap Rex lekat namun Rex berjalan menjauh karena acara telah di mulai. Raiden membalikkan badannya lalu menatap Erian yang mulai membuka acara. Raiden memperhatikan dalam diam namun mulai bingung saat Michael hadir dan para tamu lainnya bertepuk tangan.
"Aku Alex Jerixson, sebagai pemilik AXG CORP, akan mengumumkan bahwa seluruh perusahaan yang kumiliki akan jatuh pada hak warisku satu-satunya. Dia adalah anakku, Aozora Xeena Gilhive." sapa Michael langsung pada intinya.
Seluruh orang menatap kagum saat Xeena keluar dalam balutan dress cantik yang memperlihatkan keanggunan wajahnya. Rex menyambut kedatangan Xeena dan menggenggam erat tangan Xeena. Raiden terpaku! Semua berputar layaknya roda yang terus membuatnya diam.
"Xeena? AXG CORP? alex Jerixson? Dan keluarga Gilhive. Ini tak mungkin," batin Raiden.
"Dan seperti yang kalian tahu, aku mengundang kalian karena malam ini adalah pesta pertunangan antara anakku dengan pemilik Acacio Group. Rex Benedict Acacio, dia adalah pria yang akan menjaga anakku, Aozora." lanjut Michael lagi membuat seluruh tubuh Raiden lemas.
Tepuk tangan terdengar riuh saat Rex dengan lembut mencium kening Xeena. Sebuah cincin yang berada di tangan Rex terlihat berkilau dan terlihat pas di jari Xeena. Xeena mengulurkan jarinya saat Rex menatapnya lembut. Rex dengan pelan memasangkan cincin itu di jari Xeena.
"Tidak!" teriak Raiden berlari dan menarik tangan Xeena. Membuat cincin yang belum terpasang itu jatuh dan menggelinding.
Seluruh orang menatap Raiden saat Raiden memeluk tubuh Xeena.
"Kau tak bisa memasangkan cincin itu karena Xeena adalah istriku!" lanjut Raiden menatap tajam Rex.
Seluruh orang berbisik pelan. Mulai memperbincangkan hal yang Raiden katakan.
"Apa yang kau lakukan!" ucap Rex penuh penekanan.
"Lepaskan aku, Agera." ucap Xeena jelas.
Raiden menggeleng. "Tidak, Na. Kau adalah milikku, kau adalah-"
"Siapa yang kau katakan sebagai milikmu, Tuan Raiden?" potong Michael dingin.
Raiden menoleh. "Daddy, daddy tahu bahwa aku telah-"
"Pernikahan itu hanyalah sebatas kontrak, Raiden." potong Rex pendek membuat keributan terdengar riuh.
Raiden diam sesaat dan menatap Xeena yang menggeleng. "Meski hanya sebatas kontrak, tapi aku benar-benar menikahinya. Aku telah mengucapkan sumpahku di depan pendeta begitupun dengan Xeena! Kuharap kau tak lupa akan hal itu, Rex."
Rex, Michael dan Erian diam. Semua yang Raiden katakan adalah benar. Meski mereka hanya sebatas kontrak, namun Raiden benar-benar menikahi Xeena saat itu. Dalam sebuah pesta besar yang menghadirkan para media, Raiden diam-diam mendaftarkan pernikahan mereka secara resmi. Semua itu awalnya Raiden lakukan untuk berjaga-jaga jika kedua orangtuanya tiba-tiba mengusut soal pernikahan itu.
"Tidak Agera. Tapi kau telah melepaskan aku," sanggah Xeena lirih.
Raiden menatap mata Xeena yang berada di pekukannya. "Tidak, Na. Kumohon Jangan seperti ini. Jangan hukum aku lebih berat dari ini."
Xeena menggeleng. "Raiden Agera Calisto! Kau tak cukup pantas berada di sampingku! Berada di samping sang pewaris tunggal. Pewaris AXG Corp,"
Deg! Raiden membeku. Ia tak menyangka jika Xeena akan mengatakan itu semua. "Aku akan berusaha untuk pantas dan menja-"
"Tidak, Agera. Tidak. Aku telah bahagia hidup tanpamu, aku bahagia bisa lepas dari sangkar emasmu." Xeena mundur dan melepaskan diri dari pelukan Raiden. "Kita bukanlah suami-"
"Tidak, Na. Jangan lakukan ini padaku! Kau tak tahu betapa aku sangat tersiksa jauh darimu. Aku merasa seakan ingin mati." potong Raiden cepat.
Xeena tertegun. Air matanya menetes. Ada rasa bahagia dengan kejujuran Raiden. Namun rasa sakit yang menjalar di hati Xeena membuat Xeena kukuh pada pendiriannya.
"Lanjutkan acaranya," ucap Xeena jelas tak mempedulikan Raiden. Xeena menatap Raiden sesaat. "Lupakan aku Agera. Karena kita tak pantas bersama."
Raiden diam terpaku. Ini sangat menyakitkan. Raiden bahkan tak dapat menyaksikan semuanya. Saat Rex memasangkan cincin di jari Xeena. Lalu memeluk tubuh Xeena erat. Tepuk tangan menyambut namun semua itu bagaikan listrik yang menyengat tubuhnya. Raiden memasukkan tangannya ke saku jasnya dan mengeluarkan kotak cincin yang selalu ia bawa sejak kepergian Xeena.
"Aku membelinya saat aku terpuruk tanpa kehadiranmu. Benar, kita sangat jauh berbeda dan aku tak pantas untukmu." Raiden membuka kotak itu dan menatap sepasang cincin pernikahan yang sederhana. "Aku tak pantas. Aku tak pantas." Raiden menutup kotak itu dan meletakkannya di lantai.
"Benar, aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri. Bahagialah, Na. Bahagialah, karena aku akan selalu bahagia saat melihatmu tersenyum bahagia."
Raiden membalikkan badannya dan meninggalkan pesta tersebut. Berjalan lunglai seakan tak ingin hidup. Semuanya telah hancur. Raiden benar-benar berada di titik terendah. Raiden terus berjalan kembali ke hotel dan menghapus airmatanya yang akan jatuh. Ia bahkan tak mempedulikan jika ia bisa mati tertabrak hari ini. Raiden seakan tak memiliki alasan lagi untuk hidup.
"Bagaimana aku akan baik-baik saja, jika kau sebagai napasku telah pergi meninggalkan aku. Aku hancur, Na. Aku sakit."
***Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (148)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
bagus
18/07
0oiii lah. ini novel ke 2 terbaik yg sya baca selama di sini
17/08/2025
0bagus
20/06/2025
0Lihat Semua