Pagi ini aku sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja ,karena memang Kebetulan aku mendapatkan shift pagi hari ini .Bayu sudah aku mandikan dan aku Pakaikan baju yang rapi dan harum . "anak bunda udah ganteng udah harum muahhhh..." kucium dengan gemas kedua pipi kanan dan kiri anakku . "Iya dong bunda Bayu ganteng anaknya unda cama ayah ." "hahaha anak pintar ." aku semakin gemes dengannya yang semakin cerewet . "Bunda mau kerja dulu ya nak, Bayu sama nenek jangan nakal ya ." "Iya unda , Nanti kalau unda udah punya uang kita jalan-jalan lagi ya unda ." "Iya Sayang tunggu Bunda gajian ya nanti kita jalan-jalan lagi sama nenek ." "aciiikkk... unda emang kelen." aku terkejut mendengar anakku sudah bisa mengatakan kata keren . "astaga nak Dari mana kamu dapat kata itu ." ucapku Sambil tertawa lalu membelai lembut kepalanya dan mencubit gemas pipinya . "Ya udah ayo kita berangkat ke rumah nenek." kami berjalan berdua menuju pintu keluar saat kudengar pintu rumahku diketuk dan ada seseorang yang sedang mengucapkan salam di luar . "Assalamualaikum ." "Waalaikumsalam ." Nur menjawab salam dari seseorang yang sedang bertamu ke rumahnya. "Mas Rizki ??" aku tak heran jika yang datang adalah Rizki, karena memang setiap hari mas Rizky datang ke sini untuk menemui bayu. "iya Nur." "mau ketemu Bayu ?" Tebak ku "mmmm ii yaa." Balas Rizki dengan ragu-ragu. "Ayaaahh.." Bayu langsung menyambut kedatangan Rizki dan Memanggil Rizki dengan sebutan Ayah seperti biasa . "Bayu ini bukan Ayah Nak tapi om." aku mencoba menjelaskan kepada Bayu agar dia berhenti memanggil Ayah kepada Rizki. "ayah .. unda, ini ayah nya Bayu." "Sayang Ayahnya Bayu kan sudah di surga ." "iya unda, tapi cekalang Ayah udah pulang unda, tulun dali culga." "Nur, biarkanlah Bayu menganggap saya ayahnya, dia masih terlalu kecil untuk mengerti Nur." "Saya tidak ingin mengajarkan kebohongan kepada anak saya Mas , dan saya juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepadanya , jika suatu saat nanti Mas Rizki pergi dia akan kembali terluka karena kehilangan ayahnya untuk kedua kalinya ." ucapku dengan tegas. "Saya tidak akan kemana-mana Nur saya akan tetap bersama Bayu ." "bukannya Mas Rizki akan segera kembali ke Kalimantan ?" Tanyaku hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa dia tidak selamanya berada di sini. "saya akan pindah ke Surabaya kalau perlu agar bisa selalu dekat dengan Bayu ." "mas cukup Jangan memberi harapan lebih untuk anak saya , kasihan Bayu ." "Nur, Apa saya harus menikahi kamu agar kamu yakin kalau saya tidak akan pergi meninggalkan Bayu ." "mas Rizky bicara apa sih ." aku salah tingkah mendengar kalimat Rizki barusan . "Nur Aku serius Aku ingin menikahi kamu , Aku tidak ingin kehilangan Bayu sama seperti aku telah kehilangan saudara kembarku ." Rizky meraih kedua tanganku . " mas tolong lepaskan ." ku hentakkan tanganku agar terlepas dari Rizky. "Nur Tolong dengarkan saya ." "Mas Rizki yang harusnya dengarkan saya ,Tolong jangan main-main dengan kalimat pernikahan karena tiga hal yang dianggap serius walaupun bercanda yaitu menikah bercerai dan Rujuk jadi tolong jaga ucapan Mas Rizki ." "Saya tidak bercanda Nur saya serius saya betul-betul ingin menikah dengan kamu dan menjaga kamu dan Bayu selamanya ." "cukup ya Mas kalau Mas Rizky bicara terus tentang pernikahan Saya tidak akan mengijinkan Bayu untuk bertemu dengan Mas Rizki lagi selamanya ." "Tolong jangan pisahkan saya dengan Bayu Nur ." "Dari awal saya sudah mengatakan bahwa saya tidak akan pernah melarang Mas Rizki untuk bertemu dengan Bayu ,tapi kalau kejadiannya seperti ini saya bisa saja melarang Mas Rizky untuk bertemu dengan Bayu ." "tapi Nur ." "Saya rasa cukup ya Mas Tolong jangan lagi ada pembahasan tentang pernikahan karena kehadiran Mas Rizki di sini hanya untuk Bayu bukan untuk saya ,Oke sekarang Kalau Mas Rizki ingin bertemu dengan Bayu Silakan masuk saya panggilkan bu Ningsih dulu , karena saya akan berangkat bekerja ." "saya aNtar ya Nur ." "nggak usah Mas saya bisa berangkat sendiri ." "hanya mengantar saja Nur nggak lebih ." "bukannya tujuan Mas Rizki ke sini untuk bertemu dengan Bayu , lalu untuk apa Mas Rizky mau Mengantarkan saya berangkat bekerja ." "tidak apa-apa Nur Saya hanya ingin mengantarkan kamu bekerja itu saja ." "Mas tolong jangan mulai lagi ." "baik-baik Saya minta maaf ." "Bayu sini dulu nak ikut bunda Panggil nenek ." "Iya unda ." jawab Bayu . "ayah ayo cini Panggil nenek ."Bayu Melambaikan tangan kepada Rizki memanggilnya untuk ikut serta memanggil bu ningsih . aku hanya diam saja melihat sikap Bayu itu karena aku sedang dongkol dengan sikap Mas Rizki tadi . "Iya Bayu ."Mas Rizki mendekati Bayu dan meraih tangan kecilnya . Kami bertiga berjalan ke rumah bu Ningsih seperti sebuah keluarga, siapapun yang tidak mengenal kami pasti mengira kami adalah sebuah keluarga yang bahagia. "Assalamualaikum ." salamku . "nenek nenek ."Bayu ikut memanggil bu Ningsih . "Waalaikumsalam ,Eh ada cucu nenek sama siapa itu om Rizki ya ." "cama ayah nenek ." "oh itu om Rizky nak ." bu Ningsih ikut meluruskan kalimat Bayu . "hwaaaaaa... hwaaaa bukan om nenek ini ayah ." Bayu tiba-tiba menangis histeris saat bu Ningsih menyebut Rizki adalah Om nya . "nenek jahat... ini ayah bayu." "cup cup nggak boleh nangis , Iya ini ayah di sini ."Rizky langsung meraih tubuh Bayu ke dalam gendongannya dan mengatakan bahwa dirinya memang adalah ayah Bayu. aku dan bu Ningsih saling melempar tatapan kemudian melihat Bayu dan Rizki yang tampak begitu dekat layaknya memang betul-betul ayah dan anak . "Ya udah Nak sama nenek dan om Rizki bunda mau berangkat kerja dulu ya ." aku tetap enggan menyebut kata ayah untuk Rizki. "ayah unda ." aku tak menyahut ucapan Bayu, kemudian aku melirik sekilas ke arah Rizki yang sedang tersenyum sambil mencium pipi bayu. "Salim dulu sama Bunda ." titahku kepada bayu. Bayu menuruti perintahku dan mencium tanganku ,kuraih pipinya dan kucium , kulihat Rizki sedang tersenyum memandang kami berdua. "Bu, Nur berangkat dulu ya ." pamitku sambil mencium tangan bu Ningsih. "Iya nduk hati-hati ." "Assalamualaikum ." "Waalaikumsalam ." jawab mereka bertiga hampir bersamaan . Aku berjalan ke depan sambil memesan ojek online melalui ponselku. dua puluh menit perjalananku dengan ojek Aku sudah sampai di depan klinik kecantikan tempatku bekerja . setelah mempersiapkan semuanya Aku duduk di meja kerjaku yang berada di depan . sudah ada beberapa orang yang mengantri di ruang tunggu untuk menunggu giliran mendapatkan penanganan . "mbak mbak..." seorang pelanggan mengagetkan diriku . "oh maaf kak, silahkan kak." entah apa yang sedang kulamunkan, rasanya pikiranku kosong saat ini karena sejujurnya aku bingung dengan kejadian akhir akhir ini .
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
cerita nya menarik bahkan ada nyata nya
23/06
0mantap
03/01
0bagus babget
03/11
0Lihat Semua