logo text

Bab 43 Raina dan Bunda Meisyah

Ambulance membawa tubuh terluka Raina ke rumah sakit, namun sebelum itu seseorang mengamankan barang bawaan milik Raina.
“Setelah ini tak ada yang akan percaya lagi sama loe Rai. Keluarga loe harus hancur ditangan gue” batin???
Sementara itu kerusuhan terjadi di kamar ICU rumah sakit. Pertolongan demi pertolongan dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Raina.
Dokter tak henti-hentinya berguman melihat Raina kehilangan kesadaran berulang kali, bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak.
“Kakak mohon Rai, kamu bertahan ya dek” bisik Anggun.
“Pasien kehilangan kesadaran berkali-kali dok” ujar Anni selaku suster yang menangani Raina bersama dengan dokter Anggun.
“Siapkan alat kejut jantung sus” titah Anggun.
“Baik dok” balas Anni.
Setelah melakukan kejutan berulang kali, detak jantung pasien pun kembali berdetak normal. Namun sayang Raina dinyatakan koma entah sampai kapan.
“Kamu harus berjuang dek, lawan penyakit kamu. Kakak tahu kamu gadis yang kuat Rai, kamu pasti bertahan” bisik Anggun.
“Ada kabar dari keluarganya sus” tanya Anggun.
“Nggak ada dok, kita nggak bisa menghubungi mereka. Barang bawaan pasien tidak ada di TKP” jelas Anni.
“Bagaimana kita menghubungi keluarganya sus” keluh Anggun.
“Saya juga tidak tahu dok, harus bagaimana” balas Anni.
“Anda dekat ya sama pasien ini dok” tanya Anni.
“Dia Raina sus, pasien kanker yang selama ini saya rawat. Dan kankernya sudah memasuki stadium akhir” jelas Anggun.
Suster Anni yang mendengar itu pun terkejut, gadis yang masih sangat belia itu mengidap penyakit yang membahayakan dirinya.
“Gadis yang malang” batin Anni.
“Apa keluarganya tahu dok, dengan kondisi pasien” tanya Anni pada akhirnya. Yang mendapatkan gelengan dari Dokter Anggun.
“Tidak sus, Raina memilih merahasiakan semuanya. Raina tak mau menambah beban pikiran keluarganya dengan penyakitnya tersebut” jelas Anggun.
“Dia sangat peduli dengan keluarganya, tanpa memikirkan seberapa parah kondisinya saat ini. Kondisi yang seharusnya mendapat support dari keluarganya. Saya nggak bisa bayangkan dok, seberapa menderitanya Raina melawan penyakitnya seorang diri” ujar Anni.
“Kamu mau tahu satu rahasia lagi An” tanya Anggun.
“Perihal apa dok” balas Anni.
“Sebenarnya kebenaran yang kamu lihat sekarang ini bukanlah yang sebenarnya, ada banyak rahasia yang gadis ini tanggung selama ini seorang diri” jelas Anggun.
“Maksud dokter apa ya” bingung Anni.
“Kamu tahukan An, kalau aku memiliki kemampuan khusus. Bisa di katakan kalau aku bisa melihat masa lalu seseorang saat menatap matanya atau tanpa sengaja menyentuh mereka dengan tanganku” ujar Anggun.
“Iya tentu saja aku tahu dok, bukannya korban pertama kemampuan kamu itu aku sendiri Gun” balas Anni.
“Baguslah kalau kamu ingat, dan masa lalu gadis ini penuh dengan segudang luka, hal itu yang aku lihat mengenai kehidupan gadis ini, hidupnya penuh dengan penderitaan. Namun tidak semuanya, pikirannya seakan terkunci dengan sesuatu sehingga aku tak bisa melihat semua masa lalunya” jelas Anggun.
“Bagaimana mungkin itu terjadi Gun, bukannya kemampuan sangatlah hebat. Nggak pernah sekalipun kau melepaskan masa lalu siapa pun itu, mau sekelam apa itu kamu pasti bisa merasakannya juga” ujar Anni.
“Entahlah aku pun tak tahu. Ini pertama kalinya aku seperti ini” balas Anggun.
“Apa kemampuan kamu mulai menghilang Gun” tanya Anni.
“Aku sempat berpikir seperti itu, tapi kemampuan ku masih sama seperti dulu. Aku masih bisa merasakan semua masa lalu orang lain” jelas Anggun.
“Jadi, ada apa dengan gadis ini” bingung Anni.
“Hanya satu yang aku pikirkan, kamu pun bisa menebaknya sendiri” ujar Anggun.
“Jangan bilang kalau gadis itu, lupa ingatan dengan semua masa lalunya” tebak Anni.
“Tebakan yang tepat sasaran, aku juga berpikir demikian” balas Anggun.
Dokter Anggun dan suster Anni yang asik berdialog tersebut dikejutkan dengan deritan dari kasur Raina. Di sana Raina bergetar seakan menahan sesuatu dalam dirinya untuk tak keluar.
“Kenapa dengannya dok” tanya Anni.
“Ada yang salah dengannya An, Raina buka mata kamu sayang. Lawan semua ketakutan kamu, izinkan semuanya masuk jangan melawan lagi” ujar Anggun.
Mendengar perkataan dokter Anggun, perlahan kejang yang dirasakan tubuh Raina pun berhenti dengan sendirinya. Bahkan Raina berhasil melewati kondisi kritisnya, dokter Anggun dan suster Anni yang melihatnya tak berhenti mengucapkan syukur atas semua keajaiban yang sedang dilihatnya sekarang.
“Alhamdulillah, kondisinya sudah stabil dok. Sungguh keajaiban itu nyata” ujar Anni.
“Iya, syukurlah” balas Anggun.
“Sebaiknya saya melanjutkan tugas saya dok, permisi” pamit Anni.
“Saya juga sebaiknya pergi, kita pergi bersama An” balas Anggun.
Dokter Anggun dan suster Anni meninggalkan Raina, dan melanjutkan tugasnya masing-masing.
Di alam bawa sadar Raina
‘Ada apa sayang, apa yang membuatmu murung seperti ini’ ujar Bunda Meisyah.
‘Kenapa bunda harus meninggalkan kita sih bun, banyak loh yang aku bagi sama bunda. Apa lagi kak Mika, dia merindukan bunda’ jelas Raina.
‘Bunda tahu sayang, tapi udah takdir bunda seperti ini. Ini yang terbaik untuk semuanya Rai, jadi nggak ada yang harus disalahkan untuk semua ini” balas bunda Meisyah.
‘Nggak, bunda salah. Setelah kepergian bunda semuanya menyalahkan kak Mika, tak ada yang peduli dengan kak Mika Bun’ ujar Raina.
‘Kamu salah sangkah sayang, semua yang terjadi bukanlah karena kematian bunda. Ada sebuah rahasia yang tidak kamu ketahui nak. Dan itulah yang membuat semuanya semakin rumit seperti ini’ jelas Bunda Meisyah.
‘Rahasia apa bunda, kenapa aku tak mengingat apapun selama ini. Bahkan kematian saudariku pun aku tak mengingatnya. Tak ada sedikitpun ingatan tentang itu, kenapa bunda’ tanya Raina.
‘Apa kamu siap mendegarnya nak’ balas bunda Meisyah.
‘Mendengar apa bunda’ tanya Raina.
‘Masa lalu kalian semua’ ujar bunda Meisyah.
‘Bukannya sudah diceritakan semuanya sama kak Mika ya bunda’ tanya Raina.
‘Nggak Rai, masih ada rahasia yang bahkan Mika dan Viera tidak mengetahuinya. Bunda lupa, hanya satu orang yang tahu’ ujar buda Meisyah.
‘Siapa bunda’ tanya Raina.
‘Barbie Barbara Purnama, dia sahabat kamu juga kan. Dan juga sebagai keluarga dari pihak mama kamu sayang’ jujur bunda Meisyah.
‘Benarkah itu bunda, apa sebenarnya terjadi di masa lalu aku bun’ tanya Raina.
‘Raina Almahera Abraham, itulah nama kamu kan sayang’ ujar bunda Meisyah.
‘Iya bunda, itu pemberian nama dari papa dan mama sama aku’ balas Raina.
‘Nggak sayang, nama itu bukan dari mereka melainkan pemberian dari orang tua Barbara’ ujar bunda Meisyah.
‘Kenapa seperti itu bunda’ tanya Raina.
‘Kamu sebenarnya bukanlah anak kandung dari keluarga Abraham. Kamu adalah saudara kembar dari Barbara, putri dari pasangan Axalio Pratama Purnama dengan Annisa Barbara Purnama, atau dengan nama Annisa Barbara Abraham’ jelas bunda Meisyah.
‘Itu nggak mungkin bun, bagaimana bisa’ ujar Raina tak mempercayai penjelasan bunda Meisyah padanya.
‘Itulah kenyataannya Rai, tak ada yang tahu itu selain papa kamu dan keluarga Purnama’ jelas bunda Meisyah.
‘Jika Raina dan barbara kembar kenapa muka kami berbeda bunda, tak ada mirip-miripnya sama sekali’ tanya Raina.
‘Karena selama ini Barbara memakai topeng untuk merahasiakan wajahnya yang sebenarnya. Karena jika tidak, maka rahasia kedua keluarga akan terbongkar pada akhirnya’ jelas bunda Meisyah.
‘Barbara tahu semua ini bunda’ tanya Raina.
‘Iya, tapi Barbara baru mengetahuinya setelah kalian bertemu’ jelas bunda Meisyah.
‘Ada lagi yang harus kamu tahu nak, abang kamu sebenarnya kembar tiga. Dua laki-laki dan satu perempuan, dan perempuan itu adalah orang yang telah mendonorkan jantungnya padamu nak’ tambah bunda Meisyah.
‘Aku tahu kalau yang mendonorkan jantungnya untukku itu kakak aku sendiri, tapi aku tak perna tahu jika mereka kembar tiga bunda’ ujar Raina.
‘Karena semuanya telah dirahasiakan Rai, tak ada yang tahu kebenarannya selain abang kembar kamu’ jelas bunda Meisyah.
‘Pantas saja mereka sangat membenci aku bunda, karena menjadi penyebab mereka kehilangan permatanya. Benar kata mereka bun, aku pembawa sial untuk keluarganya’ ujar Raina.
‘Jangan berkata seperti itu Rai, sudah takdirnya seperti itu. Kematiannya bukan kesalahan kamu nak. Jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini’ balas bunda Meisyah.
‘Nggak bunda, jika saja papa tidak membawaku kedalam keluarganya ini tak akan terjadi. Dia tak akan pernah pergi. Dan aku juga nggak akan hidup seperti ini bunda’ jelas Raina.
‘Bunda, boleh kah aku bertanya. Kenapa aku bisa menjadi keluarga Abraham, kenapa keluarga Purnama menyerahkanku padanya’ tambah Raina.
‘Itu karena keluarga besar mama kamu, tidak mau menerima bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan. Maka dari itu keluarga purnama menyerahkan kamu pada keluarga Abraham. Karena saat itu mereka juga kehilangan bayi perempuan yang baru saja dilahirkan dan mama kamu tidak mengetahuinya, sehingga di bawalah kamu kehadapannya’ jelas bunda Meisyah.
‘Hidup aku menyedihkan ya bun, keluarga kandung nggak menerima. Sekalinya diterima sama keluarga yang tak perna mengharapkan kehadiranku’ ujar Raina.
‘Sudah nggak usah dipikirkan, mau tahu masa lalu kamu Raina’ tanya bunda Meisyah.
‘Aku mau tahu bunda’ balas Raina.
‘Kalau begitu tutup mata kamu, maka saat kamu membuka mata. Ingatan yang kamu lupakan, perlahan-lahan akan kembali. Kamu siap nak’ jelas bunda Meisyah.
‘Raina, siap bunda’ balas Raina.
Setelah mengatakan siap, perlahan-lahan cahaya menyilaukan pun mulai memasuki kepala Raina. Yang menyebabkan kejang pada raganya, namun setelah cahaya itu masuk kejang pada raganya pun berhenti dengan sendirinya.

Komentar Buku (263)

  • avatar
    Aficka

    seruuuu bangett

    04/08

      0
  • avatar
    paridacici

    wow

    30/07

      0
  • avatar
    Friska Lutfiani saputri

    menarik dan seru

    23/07

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru