logo text

Bab 110 Mama NIa menelpon Zahra

Mama Nia yang gak sabar langsung saja mengambil ponselnya untuk menelpon putrinya. Tak butuh waktu lama Zahra sudah mengangkat panggilan dari mamanya padahal dia baru saja bangun daritadi pagi dia hanya bangun untuk makan habis itu dia tidur lagi.
[Hallo Asalamualikum ma.]
[Walakumsalam Ra, kamu kenapa kok suaranya lemas gitu?]
[Aku baru bangun ma, ada apa kok tumben nelpon?]
[Memang mama gak boleh telpon putri mama?]
[Boleh ma, cuma heran aja emang Zia gak lagi sama mama? Aku gak mau ribut lagi ma.]
[Sayang maafin mama ya, mama gak bisa adil sama kalian berdua.]
[Mama ngomong apa sih aku gak ngerti deh.]
[Kamu sebenarnya tau tapi pura-pura gak tau, kenapa kamu gak mau ngomong tentang kandungan kamu?]
[Aku gak papa kok ma, aku cuma gak mau buat mama khawatir.]
[Kamu putri mama harusnya mama yang lebih tau tentang kamu bukan orang lain.]
[Ma aku gak papa kok lagian Zia lebih membutuhkan mama daripada aku.]
[Maafin mama karena mama gak bisa jadi mama yang baik buat kamu.]
[Sudah ya ma gak usah bahas itu lagi, mama sama nenek bisa gak lusa main kesini?]
[Bisa sayang, mama pasti akan datang kesana.]
[Ya sudah ma aku mau tutup dulu mas Niko sudah pulang.]
[Ya sudah kalau kamu butuh apa-apa bilang sama mama.]
[Siap ma.]
Zahra habis mengakhiri panggilan dati mamanya langsung saja menghera nafasnya. Inilah yang dia takutkan mamanya akan merasa bersalah jika mengetahui keadaan Zahra sebenarnya.
***
Dini hari ini badannya terasa lemas dan akhir-akhir ini dia setiap pagi selalu saja muntah-muntah seperti orang hamil. Sudah dua hari dia tak masuk kerja karena keadaannya benar-benar tak memungkinkan dia benar-benar lemas.
“Aku kenapa sih akhir-akhir ini kenapa badan aku capek banget.”kata Dini bicara sendiri dengan dirinya.
Dia mengingat jika bulan ini dia belum mendapatkan mensturasi. Tapi gak mungkin dia hamil karena setelah kejadian dihotel kemarin dia tak pernah berhubungan lagi dengan siapa pun. Dari pada menebak-nebak dia memutuskan untuk membeli testpack diapotik.
Sampai apartemennya dia langsung saja melakukan test dan hasilnya mengatakan bahwa dia hamil. Dini bingung harus dia apakan kandungannya karena dia pun tak tau siapa Saka, dimana dia tinggal. Akhirnya dia memutuskan untuk menjebak Rama agar anak dalam kandungannya itu memiliki seorang ayah tak seperti dirinya yang selalu dihina karena tak memiliki seorang ayah.
Dini menelpon Rama dia berharap agar laki-laki itu mau mengangkat telepon dari Dini. Benar saja Rama masih mau mengangkat teleponnya.
[Hallo ada apa kamu menelponku Din?]
[Maaf kalau aku ganggu kamu aku mau minta tolong sama kamu bisa gak?]
[Mau minta tolong apa katakan saja kalau aku bisa bantu akan aku bantu?]
[Aku gak bisa bicara ditelpon, besok bisa gak kita bertemu?]
[Oke mau ketemu dimana?]
[Dicafe dekat kantor aku bekerja bisa gak?]
[Oke baiklah kita bertemu disana.]
Setelah berkata begitu Rama langsung mematikan panggilan dari Dini karena istrinya masuk ke dalam kamar dia gak mau jika Zia salah sangka.
Sedangkan Dini yang panggilannya dimatikan secara sepihak sebenarnya sebal tapi dia juga senang karena besok dia akan menjebak Rama. Dia juga minta tolong temannya yang bekerja dihotel yang berada disebelah cafe itu untuk membookingkan satu kamar inap untuk besok siang.
Besoknya ditempat yang sudah mereka sepakati semalam Rama dan Dini bertemu. Saat Rama pergi ke toilet Dini memasukan sesuatu diminuman Rama tanpa sepengtahuannya.
“Kamu mau ngomong apa Din?”tanya Rama yang sudah kembali dari toilet.
“Kita makan dulu aja ya baru setelah itu kita bicara.”kata Dini.
“Oke tapi aku gak bisa lama-lama karena pekerjaanku dikantor masih banyak.”kata Rama.
“Gak kok tenang saja gak akan makan waktu lama.”kata Dini.
Mereka setelah berkata begitu langsung saja makan, saat makanana Rama sudah hampir habis dia merasakan kepalanya pusing. Dini yang tau jika obatnya mulai bekerja pura-pura khawatir dengan Rama.
“Ram kamu kenapa?”kata Dini dengan nada bicara khawatir.
“Kepalaku pusing.”kata Rama.
“Terus bagaimana apa kamu mau kembali ke kantor dengan keadaan yang seperti ini bukannya akan bahaya buat kamu?”kata Dini.
“Kamu benar kayaknya aku harus istirahat dulu dimobil.”kata Rama.
“Ram gimana kalau aku bookingkan hotel saja disebelah sinikan ada hotel?”kata Dini.
“Gak usah aku istirahat dimobil saja.”kata Rama menolak Dini.
Tapi dengan bujukan Dini akhirnya Rama mau tinggal dihotel sampai sakit kepalanya sembuh. Apalagi sekarang dia merasakan badannya mulai ke gerahaan. Ternyata didalam hotel Dini sudah menyiapkan semuanya. Dia menyuruh temannya itu untuk memasang kamera ditempat yang tersembunyi agar bisa merekam apa yang akan dia lakukan dengan Rama sebagai bukti agar Rama mau bertanggungjawab dengan kehamilannya dan anaknya akan mempunyai seorang ayah.
Rama sendiri yang sudah terpengaruh dengan obat rangsangan tak sadar apa yang teelah dia lakukan saat Dini mulai menyentuh badannya dia langsung menikmatinya. Saat Dini akan pergi menjauh Rama malah menarik tangannya dan langsung saja menindih Dini karena gairahnya sudah tak bisa dikendalikan.
Rama saat sadar langsung terkejut karena dia berada disatu ranjang dengan Dini dan tak memakai apapun ditubuh mereka. Rama langsung membangunkan Dini.
“Apa yang kamu lakukan?”kata Rama.
“Kamu gak ingat jika kamu yang maksa aku untuk melakukannya.”kata Dini.
“Jangan ngaco kamu.”kata Rama.
“Apa kamu gak ingat tadi saat aku mau menjauh dari kamu, kamu malah menarik tanganku dan langsung mencium bibirku. Aku sudah berusaha memberontak tapi tenagaku dan tenagamu lebih besar dan akhirnya kita melakukan hubungan terlarang itu.”kata Dini sambil menangis membuat Rama semakin frustasi.
“Sudahlah aku mohon jangan ukit lagi masalah ini anggap saja ini kehilapan kita berdua.”kata Rama.
“Tapi kalau aku hamil bagaimana?”kata Dini membuat Rama terkejut.
“Kita pikirkan nanti tapi aku gak akan bisa menikah denganmu karena aku sudah memiliki Zia.”kata Rama yang langsung pergi dari sana.

Komentar Buku (148)

  • avatar
    FitriaAlifia

    Bagus bangetttttt ka

    05/06/2025

      0
  • avatar
    Aiss Aiss Aisyahh

    lovee kak

    28/05/2025

      0
  • avatar
    WaliuluAbdullah

    mantap banget

    03/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru