Bab 37 Pernikahan Kerajaan

            Hari ini suasana di kerajaan Hwon lebih ramai dari biasanya. Ada festival kerajaan yang diadakan oleh rakyat kerajaan Hwon di pasar. Tidak jauh berbeda dari keramaian pasar, suasana di dalam istana pun nampak sibuk. Beberapa pelayan istana berjalan mondar-mandir untuk mempersiapkan acara besar yang diadakan hari itu sementara para pengawal nampak siaga menjaga keadaan di sekitar. Mereka semua sedang berbahagia untuk menyambut pesta pernikahan kerajaan.
            Istana Hwon terletak di atas bukit dengan ketinggian sepuluh meter dari atas tanah. Rumah-rumah penduduk kerajaan Hwon berada di bawah bukit mengelilingi bangunan istana itu. Ketinggian bangunan istana Hwon mencapai empat puluh meter dengan lima lantai utama dan ruang bawah tanah. Bebatuan yang digunakan untuk membangun istana itu didominasi dengan batu bewarna putih.
              Raja Woon sedang mengamati kesibukan di sekitar istananya dari lantai tiga. Dia berdiri diam dalam kesendiriannya di suatu lorong istana di balik jendela tanpa kaca. Laki-laki itu sedang memegang suatu benda berbentuk persegi panjang tipis dan bewarna putih di tangan kanannya.
          Benda itu menampakkan layar hitam tanpa gambar, itu adalah handphone Dan Oh yang terjatuh ketika mereka bertarung melawan Binju. Tanpa disadari Dan Oh telah menjatuhkan handphonenya di dekat Woon sebelum menghilang. Sang raja memutar handphone itu dengan jari-jarinya. Pandangannya menerawang jauh ke keramaian kerajaan Hwon.
           "Yang mulia...." Woon menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya dan menemukan Ryu telah berdiri di belakangnya. Pria yang selalu nampak kekanakan dan senang bermain-main itu nampak lebih dewasa dan tenang sekarang. Dia mengenakan baju panglima lengkap kebanggaannya.
         "Tamu dari kerajaan Sung dan Dam telah datang, rombongan mereka te lah hadir untuk memberikan selamat atas pernikahan yang diadakan kerajaan hari ini" lanjut panglima itu.
         "Baiklah, aku akan menemui mereka setelah ini" kata sang raja menanggapi ucapan panglima sekaligus kawan terbaiknya sambil tersenyum.
         "Oh ya, kapan kau dan Key akan menikah? Kau sudah melamarnya kan? Cepatlah, aku dengar banyak laki-laki yang ingin mempersuntingnya" tanya Woon kepada sahabatnya  tersebut. Ryu merasa canggung dan kikuk membahas tentang hal itu, dia mengusap tengkuk lehernya dan tersenyum kaku.
           ".... Aku tidak yakin jika senior ingin menikah dengan seseorang sepertiku..." ucap Ryu lemas.
         Itu adalah pertama kalinya Ryu menunjukkan sisi insecure nya di hadapan orang lain. Lelaki yang selama ini selalu percaya diri dan tidak pernah memikirkan apapun yang dipikirkan orang lain kepadanya menjadi seseorang yang memiliki banyak kecemasan ketika berhubungan dengan Key.
           "tanyakanlah... Kau tidak akan tahu sebelum bertanya kan? Jangan sampai kau menyesal karena melihatnya menikah dengan laki-laki lain... Akan lebih menyenangkan jika kalian berdua juga menikah hari ini" ucap Woon memperingati sahabatnya agar tidak merasakan penyesalan yang sama ketika harus melihat wanita yang dicintainya bersama dengan orang lain
           "tidak mungkin kami menikah hari ini yang mulia, lagipula ini adalah pernikahan putri, pernikahan anggota kerajaan" jawab Ryu penuh hormat.
          "Cch... Tidak ada bedanya, kalian semua adalah pemimpin negeri ini. Kalian telah berjuang menyelamatkan planet ini dengan sepenuh jiwa dan raga. Sudah seharusnya kalian mendapatkan penghargaan untuk itu semua" kata sang raja tersenyum lebar.
            "Terima kasih yang mulia....." Ryu sudah menerima banyak penghargaan karena semua itu, namun mendengar sang raja kembali membahas hal ini membuatnya merasa sangat berterima kasih.
           "Tapi... Bolehkah saya menanyakan sesuatu?" tanya Ryu yang nampak sedikit ragu.
         "tanyakanlah...." jawab Woon dengan santai.
           "kapan... Yang mulia raja akan menikah?" tanya panglima itu pada akhirnya.
          Woon terdiam sejenak setelah mendengarkan pertanyaan yang dilemparkan Ryu kepadanya. Sang raja kemudian tertunduk sambil menampakkan senyum tipis. Woon membalikkan badannya membelakangi Ryu dan kembali menerawang jauh melihat kerajaannya dari balik jendela lorong tersebut. Dia merendahkan tubuhnya dan menyandarkan tangannya pada dasar jendela yang setinggi pinggangnya tersebut menggunakan kedua sikunya.
           "Kau tau Ryu.... Selama hidupku, aku telah jatuh cinta kepada dua wanita yang berbeda, namun saat ini keduanya tidak ada yang berada di sisiku. Mereka berdua tidak ada yang berada di dunia yang sama denganku. Apakah menurutmu aku bisa jatuh cinta lagi dan menikah? " kata sang raja memandangi handphone yang dimainkan jemarinya dengan wajah sendu. Dia kembali tersenyum kecil untuk menyembunyikan luka di dalam hatinya. Ryu hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun saat mendengarkan ucapan sang raja itu.
          " Bagaimana keadaan wanita itu disana?" gumam Woon pelan sambil memikirkan Dan Oh dan menerawang jauh ke angkasa.
           "yang mulia... Ada satu hal yang membuatku merasa bingung...." kata Ryu dari balik punggung Woon.
          "apa itu?" tanya Woon sambil kembali menegakkan badannya dan menghadap ke arah Ryu.
          "benda itu... Milik putri Dan Oh, kenapa masih bisa berada di dimensi ini dan tidak ikut menghilang ke Bumi? Apakah itu artinya masih ada penghubung lain antara dimensi kita dan dimensi Bumi?" ucap panglima itu menebak-nebak. Woon hanya terdiam sesaat.
        " Sebenarnya aku juga memikirkan hal itu, itulah kenapa di rapat direksi lalu aku telah menyerahkan kepemimpinan kerajaan ini kepada kakakku.... " jawab sang raja kerajaan terkuat di planet Mirac.
        "Aku akan meninggalkan istana" lanjutnya kemudian.
        "Apa?" tanya Ryu kaget mendengar ucapan sang raja. Dia tidak pernah memprediksi bahwa Woon akan memutuskan untuk turun dari tahtanya dan meninggalkan istana di usia semuda itu. Woon kembali mengingat apa yang terjadi di rapat direksi kerajaan satu pekan sebelumnya.
          "Maafkan aku karena harus mengumpulkan kalian semua dengan pemberitahuan singkat seperti ini, ada hal penting yang ingin aku umumkan kepada kalian sebelum memberitahukan hal ini kepada masyarakat luas" ucap raja Woon kepada anggota direksi kerajaan yang kembali di bentuk setelah keadaan kerajaan mulai stabil. Ada sekitar tujuh belas anggota penting dari berbagai staf yang hadir di rapat itu. Woon duduk di bangku utama sebagai pemimpin rapat sementara Siera duduk di sampingnya. Semua orang nampak saling bertukar pandang dan menebak-nebak hal apa yang akan disampaikan raja baru mereka hari itu.
            "Aku akan meninggalkan kerajaan dan menyerahkan mahkota kepemimpinan kepada kakakku" ucapan sang raja mengejutkan semua orang yang hadir di ruangan itu tak terkecuali Siera yang menjadi subjek pembicaraan adiknya.
        "Apa maksudmu rajaku?" tanya Siera tak mengerti. Woon belum pernah membahas tentang hal ini kepada wanita itu sebelumnya. Pengumuman sang raja yang begitu mendadak membuat putri menjadi bingung.
        "Aku ingin menghabiskan waktuku untuk berkelana, ada hal yang ingin aku cari di luar sana. Aku tidak mungkin melakukan itu semua jika masih menjadi raja kerajaan ini. Oleh karena itu aku memilih kakakku sebagai ratu baru yang akan memimpin kerajaan ini. Ini adalah perintah terakhirku sebagai seorang raja negeri ini" ucap Woon membuat penutupan terhadap statement yang dia ucapkan. Para anggota direksi nampak saling berbisik untuk menyuarakan pendapat mereka, namun tidak ada dari mereka yang berani menentang keinginan raja itu.
         Di sisi lain ada kekhawatiran dalam hati Siera untuk mengambil alih kepemimpinan kerajaan dari Woon, namun dia juga tidak bisa berkata apa-apa untuk menahan kepergian sang adik. Dia tahu dengan pasti apa yang diinginkan Woon dan apa yang dia cari, Siera mampu menebak itu. Dan dia tidak bisa melarang lelaki itu untuk memenuhi keinginannya karena Siera ingin adiknya hidup dengan bahagia dan bersama dengan orang yang dicintainya.
          "Apakah ada diantara kalian yang ingin memprotes pengangkatan kakakku sebagai ratu kerajaan ini?" tanya Woon saat melihat anggota direksi masih nampak ragu dan saling berbisik. Mereka terdiam saat sang raja menanyakan hal itu, namun salah satu dari mereka akhirnya mengungkapkan kekhawatirannya untuk mewakili anggota lainnya.
        "Mohon maafkan saya yang mulia, kami tidak meragukan kepemimpinan sang putri sama sekali. Kami telah menyaksikan bagaimana putri telah dibesarkan sejak kecil sebagai pemimpin negeri ini, Namun kami khawatir... Bagaimana nasib kerajaan ini ketika putri yang telah menjabat menjadi ratu menikah dengan raja kerajaan Dam? Bukankah yang mulia juga harus melaksanakan kewajibanya sebagai ratu kerajaan sahabat kita?" tanya perwakilan anggota direksi itu. Woon terdiam, sebenarnya hal itu juga muncul dalam pikirannya namun dia juga tidak tahu bagaimana mencarikan solusi untuk hal ini.
            "Aku akan membatalkan pernikahanku dengan Eros" ucap sang putri akhirnya mau memberikan suaranya untuk kasus yang dihadapi mereka. Kali ini Woon yang terkaget saat mendengar ucapan kakaknya. Sementara itu anggota direksi lain juga nampak syok dengan hal itu. Semua orang tahu bagaimana kedua kerajaan Hwon dan Dam terhubung karena pertunangan diantara kedua keturunan kerajaan tersebut, dan semua orang juga tahu betapa harmonis hubungan di antara keduanya. Semua orang yakin bahwa Siera akan segera menikah dengan Eros mengingat keadaan dua kerajaan itu telah mulai stabil. Tentu saja ucapan Siera yang ingin membatalkan pernikahan mereka secara tiba-tiba adalah hal yang tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka.
           "Lalu apakah anda akan memimpin kerajaan ini sebagai ratu tunggal? Bagaimana dengan nasib keturunan kerajaan yang mulia?" anggota lain mulai menyuarakan pendapat mereka.
          "Aku akan menikah.... dengan Gwi" ucapan Siera kembali membuat semua orang di ruangan itu nampak terkejut.
          "Bukankah panglima Gwi sudah lama menghilang? Apakah dia bahkan masih hidup?" tanya anggota direksi lain. Siera tersenyum kemudian meminta salah satu orang di dalam ruangan itu untuk memanggil Gwi yang ada di luar ruangan rapat itu. Dalam waktu singkat sang manusia serigala itu masuk ke dalam ruangan dan berjalan ke arah Woon dan juga Siera. Dia memberikan hormatnya kepada Woon sang raja yang telah lama tidak dia temui dan menanyakan kabarnya lalu berdiri tepat di belakang Siera. Tentu saja Woon merasa sangat senang atas kembalinya lelaki itu ke dalam kerajaan ini.
           "Seperti yang kalian lihat, Gwi ada disini... Oleh karena itu aku akan menikah dengannya dan melangsungkan pesta pernikahan kami seminggu lagi" ucap Siera dengan santai. Gwi sebagai orang baru yang hadir di ruangan itu tidak tahu sama sekali apa yang telah dibahas oleh anggota direksi kerajaan Hwon tersebut. Namun dia mampu dengan jelas mendengar ucapan Siera, wanita yang selama ini dicintainya baru saja mengumumkan bahwa dia akan menikahinya. Tentu Gwi bahagia mendengar hal itu, namun dia juga tidak mampu menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Mereka belum pernah membicarakan tentang hal ini sebelumnya. Saat itu Siera hanya memintanya kembali ke sisinya sebagai panglima setianya, wanita itu tidak pernah meminta Gwi untuk menikah dengannya.
           "Namun yang mulia, mungkin masyarakat kita akan merasa tidak aman jika panglima Gwi menjadi raja negeri ini. Bukankah dia seorang...?" ucapan anggota direksi itu tidak mampu dilanjutkan karena langsung dipotong oleh sang putri.
           "Manusia serigala?" tanya Siera dengan dingin kepada lelaki itu. Pria paruh baya itu hanya mampu menelan ludah saat melihat ekspresi mengancam yang dinampakkan oleh Siera. Dia tidak mampu melanjutkan ucapannya.
           "Ya benar, Gwi adalah seorang manusia serigala. Namun apakah dia pernah menyakitimu? Atau... Pernahkah dia mengancam keselamatan keluargamu?" Siera nampak begitu mengintimidasi dan membuat semua orang di ruangan itu bungkam karena ketakutan. Woon tersenyum tipis melihat bagaimana kakaknya tidak pernah berubah dan selalu berhasil membuat orang lain segan dengan kehadirannya, sementara Gwi hanya terdiam di tempatnya dan memandang punggung Siera.
           "Panglima Gwi adalah salah satu pahlawan yang telah membawa kemerdekaan kerajaan ini lagi dari tangan Binju. Selama ratusan tahun dia adalah panglima terkuat di kerajaan ini, bukankah kalian akan merasa aman jika ada raja yang kuat seperti Gwi yang menjaga kerajaan Hwon?" tanya Woon menguatkan argumentasi kakaknya.
            Statement dari sang putri yang dikuatkan oleh sang raja membuat semua orang di ruangan itu tak lagi mampu melawan keduanya. Akhirnya rapat itu di tutup dengan pernyataan Woon bahwa dia akan melantik Siera dan Gwi sebagai ratu dan raja baru setelah melangsungkan acara pernikahan mereka satu minggu yang akan datang.
            "Woon...." panggil Siera ketika semua orang telah pergi. Kini hanya tinggal Siera, Gwi dan Woon yang sedang berjalan bersama di taman kerajaan. Woon memalingkan wajahnya kepada sang kakak sambil tersenyum.
           "Apakah kau yakin dengan semua ini? Sejujurnya aku mulai meragukan kemampuanku dalam memimpin kerajaan ini" ucap Siera mengungkapkan kekhawatirannya. Dia selalu percaya diri dan meyakini bahwa tidak ada orang lain yang lebih baik darinya dalam memimpin kerajaan Hwon. Namun dari serangkaian peristiwa yang telah terjadi dan menimpa mereka, Siera tidak lagi yakin dengan pemikirannya itu.
           "Tentu saja, apa yang membuatmu ragu kak?" tanya Woon dengan penuh kelembutan dan pengertian kepada saudara satu-satunya. Siera menghela nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan adiknya tersebut.
            "Kau ingat apa yang dikatakan Elmo dulu? Kekuatan elemen kristal mampu dikendalikan oleh keturunan kerajaan untuk melindungi bangsa mereka. Kekuatan itu muncul dari hati yang tulus mengabdi... Namun sejak awal aku tidak mampu memunculkan kekuatan itu...." Siera terdiam sesaat. Woon dan Gwi saling pandang sebelum akhirnya memfokuskan perhatian mereka kembali kepada wanita itu.
         "Bukankah itu menjadi bukti bahwa aku tidak memiliki ketulusan untuk melindungi kerajaan ini? Selama ini yang aku pikirkan hanyalah bagaimana caranya berkuasa dan aku sibuk membuktikan diri bahwa aku layak menjadi pemimpin, namun sampai akhir pun aku tidak mampu memunculkan kekuatan elemen dari dalam diriku? Bukankah itu bukti bahwa aku tidak memiliki hati sebagai pemimpin bangsa ini?" akhirnya Siera mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan kerajaan jika harus dipimpin oleh ratu sepertinya. Bagaimana mungkin dia memimpin kerajaan ini jika dia tidak mempedulikan rakyatnya dengan tulus?
             Kekhawatiran yang diungkapkan Siera membuat Woon dan Gwi tersenyum. Entah sejak kapan, sekarang Siera menjadi lebih sering untuk mengungkapkan perasaannya dan tidak hanya mengedepankan logikanya saja. Nampaknya semua hal yang terjadi selama ini membuat wanita itu mulai memahami makna pentingnya menggunakan hatinya dalam berkehidupan.
            "Kakak.... Kenyataan bahwa kau telah mempertanyakan dan mengkhawatirkan hal itu sudah menjadi bukti bahwa kau memiliki hati yang pantas untuk memimpin kerajaan ini. Aku yakin kau bisa menjadi pemimpin kerajaan ini sebaik kedua orangtua kita dulu" ucap Woon  memberikan semangat untuk kakak perempuannya itu. Di sisi lain Gwi juga meraih tangan Siera dan menggenggamnya dengan erat. Dia tersenyum tulus kepada wanita itu.
             "Aku yakin tidak ada orang yang lebih baik yang bisa memimpin kerajaan ini selain dirimu... Siera..." tambah Gwi meyakinkan wanita yang telah lama dicintainya itu yang akan segera menjadi ratu di dalam hati dan hidupnya. Siera tersenyum senang dan mengucapkan terima kasihnya kepada kedua laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
          "Woon... apakah kau akan mencari cara untuk menemukan penghubung antara dimensi kita dan tempat tinggal Dan Oh?" tanya Siera kemudian kepada adiknya. Woon hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Ya, itu adalah tujuannya ingin untuk berkelana, mencari jalan agar bisa kembali bertemu dan bersama dengan wanita yang selalu tinggal di dalam hatinya, gadis bumi bernama Eun Dan Oh.
          
           

Komentar Buku (67)

  • avatar
    OrpalaNovia

    bagus kak

    29/03/2025

      0
  • avatar
    kaxakiYunimo

    awal yang bagus

    01/03/2025

      0
  • avatar
    AuliyaRivia

    good

    08/12/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru