ILYMC19 SELFISH

"Apa kau ingat sekarang?" tanya Yasmin.
Lily mengangguk. Tapi hal itu tidak bisa menghilangkan kekesalannya pada Ardian.
Masalah yang terjadi tujuh tahun silam sangat berbeda dengan yang terjadi saat ini. Jika dulu memang terjadi kesalah pahaman, tapi sekarang kasusnya jelas-jelas berbeda.
"Sekarang apa masalahnya? Tidak baik memendam perasaan. Kalau memang ada yang mengganggu pikiranmu, katakanlah kepada orang yang bersangkutan. Setidaknya orang tersebut mengerti kesalahan apa yang telah diperbuatnya," tutur Yasmin memberikan nasehat.
"Ian bukan paranormal, dek. Dia tidak bisa menebak apa yang kamu pikirkan dan apa yang kamu rasakan," tambahnya.
"Tapi kan harusnya dia bisa peka. Masa iya Ian nggak tahu kenapa Lily marah," sungut Lily kesal.
"Kalau Ian tahu, pasti dia tidak akan kelimpungan seperti sekarang," kata Yasmin.
"Katakan pada Ian apa yang mengganggu pikiranmu. Dan berikan dia kesempatan untuk menjelaskan. Jangan biarkan masalah yang seharusnya sepele menjadi besar dan berlarut larut tanpa penyelesaian," pesan Yasmin.
Lily termenung memikirkan perkataan Bundanya. Lily sendiri pun sebenarnya tidak mengerti kenapa dia begitu kesal melihat kedekatan antara Ardian dengan Kaira.
Benarkah kekesalannya semata mata karena tidak ingin melihat Ardian kembali terluka? Atau mungkin ada alasan lainnya.
Bukankah Lily telah tahu bagaimana perasaan Ardian terhadap Kaira. Sebagai sahabat bukankah seharusnya dia senang jika Ardian bisa mendapatkan gadis impiannya.
Akhirnya Lily sadar akan sikapnya yang egois. Sebagai sahabat seharusnya dia mensupport Ardian untuk meraih cintanya. Seharusnya dia turut bahagia menyaksikan kebahagiaan sahabatnya. Bukan malah memusuhinya.
[Lily]
Besok pagi jemputin gue kayak biasa.
Lily meletakkan kembali ponselnya di atas nakas setelah mengirimkan pesan pada Ardian. Kemudian merebahkan tubuhnya telentang menatap langit-langit kamarnya yang berwarna peach. Tangannya mendekap Red -boneka angry bird- di dadanya.
'I'm sorry for being selfish,' gumam Kaira dalam hati.
~~~
Ardian baru saja selesai meletakkan barang-barang belanjaan mamanya di dapur di bantu oleh oleh mbak Fitri, asisten rumah tangga mereka, ketika ponsel di dalam saku celananya bergetar. Menandakan ada pesan masuk dari aplikasi WhatsApp.
Ardian membuka ponsel tersebut sambil berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
[Lily]
Besok pagi jemputin gue kayak biasa.
Seketika senyum merekah di bibir Ardian.
'Thanks God, dia udah enggak marah lagi ma gua,' seru Ardian dalam hati.
Ketika hendak membalas pesan Lily, Ardian teringat sesuatu.
"Mampus gua!" gumam Ardian sambil menepuk keningnya.
Tadi sebelum meninggalkan rumah Kaira, tepatnya di depan gerbang pagar, gadis tersebut sempat berteriak dari teras rumahnya. "Ardiaaaan... Jemput gue besok pagi ya? Kita berangkat sekolah bareng," yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Ardian dan acungan jempol.
"Kamu kenapa bengong di bawah tangga gitu? Kesambet?" tanya Galvin ketika mendapati adiknya berdiri di bawah tangga sambil menepuk jidat seperti orang bingung.
"Eh, bang Galvin. Baru mandi bang? Seger amat kayak jeruk Sunkist baru metik," seloroh Ardian sambil nyengir kuda ketika melihat Galvin yang tampak rapi dan fresh menuruni anak tangga.
"Kamu nih, ditanya kok malah balik nanya," rutuk Galvin.
Ardian hanya terkekeh menanggapi perkataan abangnya.
"Aku mandi dulu, bang. Gerah, habis nganter mama belanja," kata Ardian sembari menepuk lengan Galvin kemudian berlari kecil menaiki anak tangga.
Ardian melemparkan ponselnya di atas tempat tidur, kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lily yang menunggu notifikasi masuk dari ponselnya merasa gelisah. Lebih dari setengah yang lalu Ia mengirimkan pesan pada Ardian tapi tak kunjung mendapatkan jawaban.
Diambilnya ponsel yang diletakkannya di atas nakas untuk memastikan Ardian sudah menerima pesannya atau belum.
Dua centang biru.
Lily membulatkan matanya.
"Sialan! Di read doang tapi nggak di balas. Mau bales gue lo?" rutuk Lily kesal.
[Lily]
Enggak jadi. Besok gua naik ojol aja.
Lily kembali mengirimkan pesan pada Ardian.
Ardian baru saja selesai memakai pakaian ketika ponselnya berbunyi menandakan ada PC (private chat) masuk dari WhatsApp.
Ketika membaca pesan kedua yang dikirimkan oleh Lily, Ardian langsung menyadari kecerobohannya.
'Gawat, bisa lebih panjang nih urusannya kalau dia nyambek lagi,' pikir Ardian.
[Ian]
Kok nggak jadi? Sorry, tadi gue lupa bales.
[Ian]
Besok pagi gue jemput ya? Pliiiisssss
Kata Ardian dalam pesannya disertai dengan imoji tangan yang ditangkupkan dan sebuah imoji dengan wajah sedih dan air mata yang menggenang di pelupuk.
Lily membaca pesan Ardian dengan malas. Bales... Enggak... Bales.... Enggak... Pikirnya.
Akhirnya Lily membalas pesan Ardian.
[Lily]
Serah lo
Ardian tersenyum membaca jawaban Lily.
[Ian]
Tengkyu Lily... Besok tungguin abang yaa
"Ish, apa'an sih. Lebay amat jadi orang!" gumam Lily.
Lily menyimpan ponselnya di atas nakas tanpa berniat membalas kembali pesan Ardian.
'Oke, sekarang giliran ngomong ke Kaira. Tapi bilang apa ya? 'Kai, sorry gak bisa jemput. Motor gue rusak' Eh... Emang dia bakal percaya? Ya kali motor baru beli belum sebulan kok udah rusak? No no no! Cari alasan lain saja. Tapi apa ya? Masa gua harus jujur bilang 'Kai, gua nggak bisa jemput. Lily nebeng ma gua'. Oh no no no. Bisa kabur tuh cewek. Barusan juga mau pe de ka te. Belum jadian. Masa udah kabur lagi. Duuuhh... Trus gimana dong?'
Ardian terus bermonolog dalam hati sambil mondar mandir di kamarnya seperti setrikaan. Sebentar jalan, sebentar berhenti sebentar duduk. Sebentar berdiri lagi, sebentar duduk lagi. Dan sampai pada akhirnya....
"Ah, gua tahu!" seru Ardian dengan wajah berbinar sambil menjentikkan jarinya di samping telinganya. Seolah ada lampu 100 watt yang sedang menyala di atas kepalanya.

Komentar Buku (82)

  • avatar
    DITAPUSPAADYTIA

    omg ini tamat belum tapi agak mewek ah pas lihat andrian sama kaira jadian dan lansung emosi baca part itu adrian perhatian banget padahal mah udah ditolak si ka, .. uuuhh kasihan sama lily menahan sesak 😭 aku juga eh tapi nama nya juga cerita ❤kasih ending lily adrian ya jgan sama emak kaira 5 bintang deh heppy

    14/07/2022

      3
  • avatar
    XandraAlex

    untuk semua kalangan, usahakan, ajarkan kepada para dulurr, untuk tidak lagi menilai orang hanya sebatas penglihatan mata saja

    13/07/2022

      4
  • avatar
    Nurul Hidayah Binti Azha

    PLEASE LANJUTKAN SIRI 2

    16/01

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru