Bab 9 kontrak

Sampai dirumah aku langsung masuk kedalam, tujuan utamaku adalah dapur. aku ingin kedapur lalu ngobrol sama bisum dan mb desi, begitu sampai ternyata sudah ada mba desi serta bisum.
"Baru pulang na,"tanya bisum saat aku sudah duduk dsampingnya.
"Iya bi."jawabku pelan.
aku kusut tidak semangat jiwaku lelah dan aku bingung, seandainya aku punya orang tua mungkin aku tidak segundah ini.
"Ada apa na, kayaknya lagi banyak pikiran,"tanya mba desi
aku masih diam menatap mb desi dan bisum bergantian.
"Cerita saja tak apa na, biar bebanmu sedikit berkurang,"bisum angkt bicara.
"Aku bingung, tadi tuan serta nyonya memintaku untuk menikah dengan bos dave. aku bisa kuliah tinggi serta akan dibantu untuk mencari tau tentang orang tuaku, tapi bagaimana aku bisa menikah kalo kami tidak saling mencintai dan pula bos punya kekasih,"ceritaku pelan, namun masih bisa didengar oleh mereka.
"Terima saja na, masalah perasaan akan tumbuh seiring berjalanya wktu."jawab mb desi singkat.
"Tapibaku takut dengan bos dave, bagaimana mau jadi istrinya."aku bimbang,
"Bicarakan ini dengan tuan dave na,"ucap mb desi
"Iya sebaiknya kamu bicara dengan den bagus, lagian tidak ada ruginya kalo kamu nikah sma den bagus, bibi sangat mendukung."jawab bisum sambil tersenyum.
"Akubkekamar dulu,"pamitku, dan hanya dijawab anggukan oleh mereka.
begitu sampai kamar segera kubaringkan tubuhku diatas ranjang, kutatap langit-langit kamar sambil pikiranku melayang jauh, hingga tak terasa aku terlelap saking capeknya berpikir. aku berjingkat kaget dari tdurku, kulihat hari sudah gelap berarti aku tertidur cukup lama. segera aku bangkit keluar dari kamar menuju ruang cuci.
Sementara dilantai dua tepatnya kamar dave, seorang pria tengah berdiri sambil menatap kearah luar jendela. sedari pulang dari kantor dave ingin segera menemui ana, ada hal yang ingin disampaikan padanya. namun sialnya ana sedang kekampus dan entah jam berapa pulangnya. setelah lelah bergelut dengan pikiranya sendri ahirnya dave memutuskan untuk berenang, suatu kebiasaan jika sedang banyak masalah dave akan berenang. namun belum juga sampai dikolam dave sudah melihat seorang permpuan tengah berdiri dipinggir kolam, ya dia ariana calon istri dave istri tak diinginkan maksudnya.
dari belkang dave bisa melihat tubuh sintal ana yang terbalut dress hitam dengan pundak terbuka, leher jenjang putih mulus, betis putih, dada bulat, bokong montok serta rambut panjang yang dibiarkan tergerai
"Aaagrhh sial."dave mengerang frustasi sambil meremas rambutnya sendri.
lama menunggu, ahirnya ana berlalu menuju ruang cuci lalu mengambil beberapa stel baju kerja dave setelahnya segera ana berlalu menuju ruang setrika baju. begitu ana pergi dave segera mendekati kolam renang lalu menceburkan dirinya, dingin air sedikit mengurangi stress dikepalanya.
Setelah memasukan baju sang bos kedalam ruang setrika, ana segera melangkah kamarnya untuk mandi. setelah mandi ana menuju ruang makan.
"Makan na,"sapa mb desi, hanya ada mb desi entah dimana bisum.
"Iya mb, lapar aku nih,"jawabku sambil tersenyum.
"Na terima tawran nyonya vero aku dukung kamu oke,"ucap mb desi semangat.
"Tapi mb ak,"ucapanku dipotong segera oleh mb desi.
"Janga takut na, aku yakin bos dave bisa cinta sama kamu,"ucap mba desi.
aku hanya diam mendengar ucapan mb desi, segera ku seleseikan makan malamku lalu bergegas menuju ruang setrika baju.
Aku tidak focus dengan setrikaan, namun kupaksa tetap focus. kalo sampai gosong bisa-bisa aku disetrika balik oleh bos dave.
"Ehm."aku kaget dengar suara deheman, begitu menoleh aku melihat bos dave sudah berdiri didepan pintu.
"Ehm bos ada yang bisa dibantu,"tanyaku gugup campur takut.
"Selesaikan pekerjaanmu dan segera temui saya dikolam renang,"titah bos dave
"Baik bos."jawabku singkat, perlahan bos dave berjalan menjauh, seperginya bos dave aku kembali melanjutkan pekerjaanku. begitu selsei aku melangkahkan kaki pelan menuju kolam renang yang dimaksud bos dave, dari kejauhan aku bisa melihat bos sedang duduk dikursi yang terletak ditepi kolam, perlahan aku mendekat dengan pelan bahkan sangat pelan.
"Bos memanggil saya,"sapaku sopan
"Duduk.titahnya dengan suara dingin.
segera kududukan tubuhku dikursi yang terletak disebelah bos dave.
"Kamu sudah diberitahu bukan dengan orang tua saya,"tanya dave dengan suara tetap dingin, bahkan semakin dingin.
"Sudah bos."jawabku lirih nyaris tak terdengar.
"Apa kmu bahagia akan menikah dengan saya, kamu akan jadi nyonya dsini, rencanamu berhasil sebentar lagi kmu bisa menikmati segala kemewahan drumah ini. kamu dan saya akan tetap menikah kita akan jadi sepasang suami istri ketika didepan orang tua saya. dan jika hanya dengan saya kamu tetap pembantu saya. ingat hanya pembantu, karna penikahan ini hanya akan berjalan selama satu tahun. setelah satu tahun kamu saya ceraikan dan terserah kamu bebas bisa mencari mangsa lain,"ucapan dave terhenti.
hatiku benar-benar nyeri, dave menyangka jika ini rencanaku namun untuk menjelaskan pun tetap percuma.
"Selama pernikahan jangan pernah ikut campur urusan saya, tugasmu hanya menyiapkan kebutuhanku. ingat saya punya kekasih jadi jangan harap kamu bisa mendapatkan hati saya, dengan terpaksa saya harus menerima pernikahan ini, ini hanya pernikahan kontrak dan hanya berjalan satu tahun. setelah bercerai saya akan segera menikah dengan kekasih saya, antara kamu dan saya hanya sebatas majikan dan pembantu, dan ini baca pahami lalu tanda tangani,"ucap dave sambil menyerahkan selembar kertas padaku, begitu kertas itu sampai ditanganku dengan segera dave berlalu dari hadapanku.
kubaca poin demi poin yang tertera dikertas tersebut, ternyata isinya surat perjanjian intinya kami suami istri namun hidup kami masing-masing, sejenak aku berpikir apakah bisa pernikahan seprti ini berjalan selama satu tahun, lalu bagaimna nasibku setelah bercerai, siapa yang akan membiayai kuliahkuu.
Arghh aku sungguh pusing. tak terasa buliran bening jatuh dipipiku, lagi-lagi aku teringat orang tuaku seandainya mereka masih ada pasti aku tidak akan merasakan sperti ini. kembali lagi pada alasanku menerima pernikahan ini, yaitu ingin mencari tau tentang orang tuaku kalopun mereka sudah tiada aku ingin melihat pusaranya. lama aku duduk sendiri ditepi kolam.hingga aku merasa kantuku mulai datang, segera aku berjalan menuju kamar untuk mengistrahatkan tubuh serta pikiranku yang lelah.

Komentar Buku (1043)

  • avatar
    Inka Cahya

    bagus banget apalagi cerita nya jelas jelas dan juga menguntungkan

    11/07/2022

      3
  • avatar
    Sapii Pane

    isi cerita nya sangat baik megenal najwa sangat tertekan tinggal dengan pamannya

    11/07/2022

      1
  • avatar
    CoganHabib

    oke

    5h

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru