logo text

54 Awal Hubungan Membaik

“Seharusnya kamu istirahat saja,” ucap Hasan dengan dingin lalu dia membopong Aisyah ke kamar lagi.
Aisyah pun langsung mengalungkan tangannya di leher Hasan,” kamu mau makan apa? “ tanya Hasan dengan dingin.
“Mau bubur? “ tanya Hasan dengan suara datar saat menjatuhkan Aisyah dengan pelan pelan.
“Ayo katakan! “ seru Hasan pada Aisyah.
“Aku pengen nasi goreng buatan kamu,” sahut Aisyah, dengan sebisa mungkin Hasan menyembunyikan rasa senangnya.
Hasan tak menyahut dia pun tak menatap Aisyah,” kalau kamu mau bikinin nasi gorengnya, kalau nggak mau aku masak sendiri saja,” desis Aisyah sambil beranjak dari tidurnya.
“Aku akan buatkan nasi gorengnya, tunggu ya,” ucap Hasan dengan suara datar dan dibalas anggukkan oleh Aisyah.
Setelah selesai membuat nasi goreng, dia pun ke kamar lagi dan menyuapi nasi goreng nya ke dalam mulut Aisyah, Hasan menyuapi nasi goreng sampai tandas.
“Hasan, aku minta maaf yah,” ucap Aisyah dengan wajah memelas membuat pria itu merasa tak tega karena sudah terlalu lama dia tidak memberikan maaf pada istrinya.
Hasan membalas dengan anggukan kepala,” makasih, Hasan,” ucap Aisyah dengan tersenyum senang di wajahnya lalu mereka pun berpelukan dengan gaya The Straddle Hug.
Kini Hasan langsung menghujani Aisyah dengan ciuman. Kini Hasan mendaratkan bibirnya ke bibir Aisyah. Dalam beberapa detik suasana menjadi hening mereka hanyut dalam sensasi dan pelukan nya makin di eratkan.
Hasan melakukan ciuman dengan gerakan sehalus mungkin, kemudian dia melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Aisyah hingga terbaring di ranjang lalu menindihnya.
Kini Aisyah mendesah saat Hasan mulai menjelajahi area sensitive bagian tubuhnya dengan jilatan sesekali menghisap leher putih milik Aisyah.
Kedua tangan Hasan memainkan benda kenyal milik Aisyah, meremasnya dengan gemas membuat Aisyah terus mendesah karena merasa kenikmatan dalam permainan suaminya.
Hasan tanpa menunggu lama dia memasukan kepemilikannya ke gawang milik Aisyah, dengan terus memompa nya hingga selesai di puncak gairahnya.
Ketika selesai Hasan mencium puncak kepala dan mulai bangkit dari tidurnya, sedangkan Aisyah menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Nanti yang mengantarkan pesanan ke pelanggan biar si Galang saja,” ujar Hasan sambil mengancingkan kemejanya lalu berjalan keluar.
“Akhirnya Hasan bisa memaafkan aku,” gumam Aisyah merasa senang karena setelah kian lama akhirnya dimaafkan juga oleh suaminya.
Sedangkan Hasan menuju ke markas nya, setelah sampai di markas dia melihat hanya ada Galang dan Alex saja,” Cuma berdua, kemana yang lain? “ tanya Hasan pada kedua sahabatnya.
“Mereka pada ngerjain tugas dari dosen nya,” jawab Alex.
“Oh iya, lo dan Aisyah udah baikan, kan? “ tanya Alex memastikan.
“Betapa baiknya jika dimaafkan cewek sombong kaya Aisyah,”ucap Galang yang tidak menyukai Aisyah.
“Semua orang pasti berbuat kesalahan karena manusia tempat nya salah dan lupa. Tak ada di dunia ini tidak luput dari kesalahan dan dosa,” ucap Alex sengaja di jeda.
“Lex, akhir akhir ini lo tuh jadi tukang penceramah,” ketus Galang.
“Sudah berulang kali lo menyuruh Hasan dan Aisyah baikan, padahal lo tau sendiri Aisyah itu wanita berjilbab tapi kok mau sih di tidurin Arya,” ketus Galang.
“Percuma berjilbab tapi kaya jalang,” Galang mengumpat.
“Malu maluin cewek berjilbab saja,” lanjut Galang dengan sinis.
“Kalau punya kelakuan kaya gitu, mending nggak usah berjilbab segala,” lanjut Galang.
“Jangan karena cantik lo memihak dia yah, dia itu tak pantas di tiru,” ucapan Galang lagi.
“Mau Hasan nggak baikan dan nggak maafkan, itu bukan urusan lo, lagian lo sendiri kenapa ganteng ganteng jomblo,” sentak Galang.
“Apa jangan jangan lo itu penyuka sesama jenis lagi,” tukas Galang.
“Sembarangan lo ngomong, gue normal ya,” sentak Alex tak terima.
“Lo juga kenapa jago berkelahi, nembak si Saras nggak berani,” cibir Alex.
“Gue belum niat aja nembak nya,” elak Galang.
“Dengarkan ya kutu kupret, gue menyuruh baikan karena gue ingin rumah tangga Hasan dan Aisyah hubungan nya benar, masa seorang pasangan suami istri nggak rukun, kalau nggak rukun terus mending pisah saja,” ujar Alex.
“Sedangkan lo pengen nya Hasan terus diamkan Aisyah, hah “ sentak Alex.
“Cukup, kalian kenapa sih masalah gini aja di permasalahkan,” sentak Hasan dengan mata yang memerah.
“Sekarang gue udah baikan sama Aisyah,” Hasan memberi tahu.
“Alhamdulillah, gue doain rumah tangga lo yang terbaik,” Alex merasa senang.
“Kenapa di maafkan sih,” ucap Galang spontan dengan ketus.
“Ya bagaimana lagi gue terlalu cinta sama dia, gue memang masih sakit hati tapi gue nggak mau lepaskan dia. Dan gue yakin suatu saat nanti Aisyahku mencintaiku,” ucap Hasan dengan santai.
“Apapun keputusan yang lo ambil, gue akan dukung lo,” cetus Galang.
“Gue harap si wanita sombong itu bisa mencintai lo,” gumam Galang.
“Nanti kalau malam minggu, anak anak gengster Deadly Tiger White suruh kumpul di rumah gue,” suruh Hasan.
“Lama banget kita nggak mengadakan perkumpulan sambil bikin nasi liwet dan masak ikan asin,”ucap Hasan.
“Jadi nggak sabar pengen cepat malam minggu,” ucap Galang seraya tersenyum lebar.
“Bagi tugas Lex, lo kasih tahu ke anak anak lain,” suruh Galang sambil menyikut lengan Alex.
“Iya,” jawab Alex dengan terpaksa, sedangkan Hasan terkekeh kecil.
“Gue pulang, bye,” pamit Hasan kemudian.
Aisyah sekarang sedang menunggu Hasan pulang, “ lama banget sih main di markas nya,” keluh Aisyah karena terlalu lama menunggu.
Sedangkan Hasan sebelum pulang ke rumah mampir dulu ke rumah orang tuanya,” sayang,” sapa sofi saat Hasan terlihat berjalan menghampiri nya.
“Kebetulan dia datang ke rumah , papah niatnya akan ke rumah kamu dan membicarakan hal yang sangat penting” ucap Indra yang sudah pulang dari kantor.
“Emangnya mau ngomong apa, Pah? “ tanya Hasan penasaran.
“Papah, berencana meminta Aisyah untuk menyetujui kamu menikah lagi dengan alasan Aisyah sampai sekarang belum bisa memberikan cucu untuk papah dan mamah,” terang Indra.
“Tapi kan pernikahan Hasan dan Aisyah baru 2 tahun, masa Hasan harus menikah lagi sedangkan Aisyah tak pernah divonis mengalami kesulitan dalam mengandung,” ucap Hasan yang tak terima dengan tersulut emosi.
“Ini cuma masalah waktu kalian berdua harus sabar menunggu,” ucap Hasan lagi.
“Hasan, papah hanya punya anak hanya kamu. Dan hanya kamulah yang bisa memberikan cucu untuk papah, jika istrimu mandul sampai papah meninggal pun tak akan punya cucu,” ucap Indra dengan emosi.
“Kamu terlalu bucin sama Aisyah si gadis miskin itu,” maki Indra.
“Pokoknya kalau Aisyah nggak hamil terus, kalau kamu nggak mau menceraikan Aisyah,” ucap Indra sengaja di jeda.
“Kamu harus menikahi Salma dan jadikan dia istri kedua,” Indra menyuruh Hasan.
“Pokoknya Hasan tak mau menikah lagi, Hasan nggak mau berpoligami,” tampik Hasan dan langsung berjalan keluar.
“Hasan, pokoknya kamu harus menikah lagi,” teriak Indra memaksa Hasan untuk menuruti keinginannya.
Hasan tak mau mendengar perkataan papanya, kini Hasan melajukan mobil nya di atas kecepatan rata rata,” aku nggak mau menikah lagi,” gumam Hasan.
“Aku hanya ingin Aisyah menjadi istriku satu satunya, aku ingin bersama dirinya sampai ajal menjemput ku,” gumam Hasan.
**
Setelah sampai di dalam rumahnya,” Hasan, kamu kok lama pulangnya,” Aisyah mengeluh.
“Hasan, aku kira kamu bakal menginap di markas kamu,” ucap Aisyah.
“Ternyata kamu pulang juga,” lanjut Aisyah sambil mengukir senyuman di wajah cantik nya yang terlihat pucat.
Hasan mendekat lalu membopong Aisyah ke kamar,” maafkan aku membuatmu menunggu,” Hasan meminta maaf sambil berjalan menuju lantai atas.
Aisyah hanya mengangguk pelan sambil tangannya melingkar di leher Hasan, ketika sampai di kamar Hasan membaringkan Aisyah dengan pelan pelan.
“Apa panggilan yang kamu suka? “ tanya Hasan dengan lembut.
“Terserah kamu saja,” balas Aisyah dengan senyuman manisnya.
“Kalau My Queen, terlalu lebay menurut kamu,” ucap Hasan dan Aisyah hanya menahan tawanya saja.
“Jadi menurutmu panggilan yang mesra tapi nggak lebay apa? “ tanya Hasan sambil membelai pipi Aisyah dan memegang bibir Aisyah yang terasa kenyal dan lembut dengan polesan zat kimia yang berwarna nude dan rose.
“Terserah kamu saja, yang penting jangan My Queen,” ucap Aisyah sedangkan Hasan Memperhatikan gerakan bibir Aisyah yang sedang berbicara.
Cup
Kecupan singkat pada bibir seksi yang menggodanya sejak tadi, Hasan lalu tidur di samping Aisyah,” udah makan, kan? “ bisiknya sambil tidur terlentang.
“Iya, tadi pesan gojek,” jawab Aisyah dengan suara pelan.
“Kamu sendiri sudah makan? “ Aisyah berbalik tanya.
“Belum, nanti aku masak sendiri saja. Lagian sekarang sudah malam, kamu tidur ya,” ucap Hasan dan melayangkan kecupan singkat pada kening Aisyah.
“Selamat malam bidadari,” ucap Hasan sambil menarik Aisyah kedalam dekapannya. Aisyah hanya menikmati dekapan suaminya dan mereka pun tertidur pulas.

Beberapa hari kemudian Aisyah sudah sembuh dari sakitnya, sedangkan Hasan sekarang sudah siap bekerja. Hubungan mereka semakin membaik dan harmonis, meskipun Aisyah belum memberikan cintanya pada Hasan.
Namun Aisyah sekarang akan membuka hatinya dan berusaha mencintai suaminya, meyakini bahwa allah menjodohkan dirinya dengan Hasan adalah yang terbaik baginya.
“Alhamdulillah, aku senang karena sekarang kamu mempunyai keinginan untuk bekerja di perusahaan papah kamu,” ucap Aisyah sambil mengulas senyuman yang termanis sambil memasang dasi, sedangkan Hasan menatap wanita cantik di depan nya dengan penuh cinta.
“Iya sayang, kamu juga jangan menerima orderan terlalu banyak,” balas Hasan sambil mencubit gemas pipi Aisyah yang terlihat cabi.
“Aku nggak mau wanitaku terlalu kecapean membuat kue untuk pesanan pelanggan,” jelas Hasan sambil mengencangkan pipi Aisyah yang cabi akibat gemas, sedangkan Aisyah telah selesai memasangkan dasinya.
“Sakit,” pekik Aisyah pelan sambil meringis.
“Sakit ya,”canda Hasan sambil melepaskan cubitan pada pipi Aisyah.
“Ya sakit lah orang dicubit nya keras,” ucap Aisyah sambil mengelus pipinya yang masih terasa sakit akibat cubitan Hasan.
Hasan hanya tertawa geli lalu dia pun mendaratkan ciuman di pipi kanan Aisyah,” aku berangkat ya sayang,” pamit Hasan lalu meraih tangan Aisyah dan mencium punggung tangan Aisyah.
Aisyah salim pada Hasan dan tak lupa melempar senyuman termanis pada suaminya,” hati hati ya,” pesan Aisyah sambil menatap punggung suaminya yang berjalan menuju pintu utama.
“Aku harus ke dokter untuk memeriksa kesuburan organ reproduksi,” ucap Aisyah sambil menepuk jidat nya yang hampir lupa karena dirinya akan ke rumah sakit.
Aisyah akhirnya bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit, dia pun memakai pakaian syar’i dengan jilbab segiempat. Dengan polesan bedak tipis dan memakai lipstik warna pink nude.
Setelah siap Aisyah langsung pergi ke rumah sakit dengan menaiki motor, karena sekarang dirinya sudah diizinkan naik motor sendiri oleh Hasan. Meskipun dirinya dari dulu bisa mengendarai motor walaupun tak terlalu mahir.
Aisyah akhirnya diperiksa dalam usg transvaginal,” rahim ibu tak ada masalah,” terang dokter kandungan pada Aisyah.
“Alhamdulillah,” ucapan Aisyah bersyukur karena tak ada masalah dalam kandungan nya,kemudian Aisyah setelah di periksa langsung pulang ke rumah nya.
Sedangkan Hasan sendiri selalu disuruh Indra untuk menjadikan Salma sebagai istri keduanya, namun Hasan tak mau menuruti kemauan papah nya.
“Gimana, kamu mau kan menikah dengan Salma? Tanya Indra saat di ruangan Hasan.
“Tidak mau,” tolak Hasan dengan suara yang lantang.
“Harus mau Hasan, kamu harus menikah dengan Salma biar kamu memberikan cucu untuk papah,” Indra memaksa Hasan.
“Papah, ini hari pertama Hasan kerja, jangan bikin rusak suasana hati Hasan,” ujar Hasan dengan ketus.
“San, kamu tuh gak pernah nurutin kemauan papah,” ucap Indra kecewa.
“Padahal papah selalu menuruti kemauan kamu,” lanjut Indra dengan kekecewaan, dan melenggang pergi.
Sedangkan Nina berharap Aisyah segera hamil agar tak ada alasan besan nya untuk menyingkirkan Aisyah yang menjadi istri Hasan.
“Aisyah, ibu harap kamu segera hamil,” monolog dalam hati Nina sembari mengingat omongan para ibu ibu yang bergosip bahwa Aisyah bakal dipoligami kalau tak memberikan anak.

Malamnya Hasan dan Aisyah makan malam bersama dan mereka saling bercerita tentang kegiatan masing masing di siang hari, mereka makin hari makin dekat sekali.
Setelah makan malam mereka menonton televisi yang film nya kesukaan Aisyah, lalu Aisyah duduk di sofa yang panjang dan Hasan tidur di pangkuannya.

Komentar Buku (52)

  • avatar
    Mimi Febriani

    😊😊😌

    05/03/2024

      0
  • avatar
    AlgazaliHaris

    saya suka aplikasi ini seru sekali cerita nya di sini

    19/01/2024

      0
  • avatar
    MaisarahAinie

    hoho

    18/07/2023

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru