logo text

Bab 5 Xavier's Wound

Xavier keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya membiarkan perut eightpack nya tidak tertutupi apapun. Ia melangkah menuju walk in closet dan memilih pakaian kemudian mengenakannya.
Setelah selesai berpakaian ia berjalan menuju cermin di meja rias yang ada di kamarnya yang dulu digunakan istrinya, meja itu masih tampak rapi. Rasa bersalah langsung menggerogoti hati Xavier, sebanyak itu ia menciptakan kesalahan kepada istrinya. Kemudian ia mengambil foto kecil yang terlrtak di ujung meja. Di dalam foto itu istrinya tampak tersenyum lebar seolah tidak ada beban apapun yang dipikulnya memandang itu membuat Xavier tersenyum tipis. Istrinya tampak sangat cantik saat tersenyum lebar seperti itu.
" Apa kamu mempertahankan anak kita Eia setelah begitu banyak luka yang aku berikan padamu? Maafkan aku yang terlalu bodoh. Aku akan terus mencari mu Eia hingga aku bisa menggapai mu lagi setelah itu tidak akan pernah aku lepaskan lagi." Lirih Xavier sambil kembali meletakkan foto itu di tempat semula. Kemudian ia berjalan menuruni tangga menuju meja makan dan di sana sudah nampak maminya yang duduk sendiri menunggunya.
" Dimana papi?" Tanya Xavier 
" Papiku sudah pergi tadi pagi, katanya ada urusan penting yang harus diselesaikan." Jawab sang mami sambil menatap putranya yang memakai pakaian untuk pergi bekerja.
"Makanlah dulu Ard, hari ini istirahatlah dulu jangan pergi ke kantor." Pinta mami Xavier.
" Tidak mi kalau aku di rumah selalu mengingatkan aku tentang kebodohan ku di masa lalu." Tutur Xavier.
" Disana ada papimu jangan mencemaskan pekerjaan dulu Ard. Lukamu masih belum kering kali ini dengarkan mami Ard." Tegas mami Xavier 
Mendengar nada bicara maminya yang tidak bisa dibantah lagi itu ia segera mengangguk kan kepalanya dengan pasrah menyetujui ucapan maminya.
"Setelah makan temui mami di kamar Ard." Pinta sang mami kemudian meninggalkan Xavier yang sedang melahap makanannya.
*******
Gaiarch Corp.
" Apa ada informasi tentang Argantara?" Tanya Jaxton.
"Tidak tuan, tapi beberapa hari lalu saat pertemuan tahunan Tuan muda bertemu dengan Tuan muda Zero dan sempat mengobrol hingga terjadi perdebatan." Ujar asisten Jaxton sebut saja Xio.
"Zero?? Jika Zero berani menampakkan diri lali kenapa dengan Luke? Dan dimana Aleia." Batin Jaxton.
" Lalu kau tau apa yang mereka bicarakan?" Tanya Jaxton.
"Tuan muda Zero mengatakan jika lebih baik tuan muda Xavier meninggalkan nona Aleia dan menyuruh tuan muda Xavier untuk berbahagia tanpa nona tuan." Terang Xio.
Mendengar apa yang dikatakan Xio, Jaxton terkejut.
"Apa maksud semua ini siapa yang sebenarnya mereka lindungi?" Tanya Jaxton.
"Lalu apa ada kabar tentang tuan Zander?" Tanya Jaxton lagi 
" Beliau tidak pernah menampakkan diri setelah insiden ia membawa pergi nona Aleia 4 tahun lalu." Jelas Xio.
"Baiklah cari terus informasi tentang mereka Xio." Titah Jaxton.
"Baik tuan dan satu lagi saya hampir lupa menyampaikan bahwa Minggu depan keluarga Argantara akan mengumumkan penerus mereka berikutny." Ujar Xio
"Penerus Argantara? Mengapa secepat ini apa tujuan mereka?" Tanya Jaxton mendengar pertanyaan sang tuan Xio hanya terdiam sebab ia juga tidak tau apa tujuan mereka.
Tok..tokk..tokk...
Suara ketukan pintu ruangan Jaxton.
" Masuklah." Ucap Jaxton.
Setelah mendengar jawaban dari dalam seseorang yang mengetuk pintu tadi melangkahkan kakinya dan menghadap ke Jaxton.
"Daniel." Sapa Jaxton.
"Iya uncle." Jawab Daniel 
" Keluar lah Xio lanjutkan pekerjaan mu aku akan berbicara dengan Daniel dulu." Pinta Jaxton.
Xio pun Melangkah keluar meninggalkan sang tuan dengan sahabat tuan mudanya itu.
"Tumben Uncle, apa ada masalah dan dimana Xavier?" Tanya Daniel 
"Xavier di rumah kemarin dia menyayat pergelangan tangannya saat mendengar ucapan ku." Jawab Jaxton santai.
Mendengar apa yang dikatakan Jaxton, Daniel memelototkan matanya tapi dengan cepat ia segera berekspresi normal kembali 
"Memang apa yang terjadi Uncle?" Tanya Daniel 
"Kau tau maksudku Daniel dan tujuan aku memanggilmu kesini adalah untuk meminta penjelasan darimu." Ujar Jaxton.
"Apa yang terjadi pada Xavier selama beberapa tahun ini Niel?" Tanya Jaxton.
"Tidak ada yang terjadi Uncle Xavier hanya lebih dingin dan tak berekspresi." Jawab Daniel 
"Jangan berbohong Niel, aku tau kau berbohong kemaren Max memeriksanya dan ada luka tusuk di dada sebelah kirinya apa kau bisa menjelaskan Niel?" Tanya Jaxton sambil menatap gelagat Daniel. Mendengar itu seketika membuat Daniel menegang ia sudah berjanji tidak akan mengatakan apapun tentang Xavier tapi ini adalah orang tuanya.
"Kau tau Niel setiap jawaban yang kau lontarkan itu bohong aku akan benar benar bertindak dan kau tau akhirnya." Ancam Jaxton.
Daniel paham arti kata akhirnya yang dimaksud Jaxton. Tidak... Ruby tidak ada kaitannya dan sudah kewajiban nya melindungi nya.
"Jangan menyentuhnya Uncle." Jawab Daniel tajam.
"Maka katakan Niel." Ucap Jaxton 
Ruby adalah kelemahannya setelah ini ia hanya mampu meminta maaf kepada Xavier.
"Semakin lama kau menjawab semakin dekat anak buahku ke rumah mu." Ucap Jaxton tajam.
"Jangan... Baiklah Uncle apa yang ingin Uncle dengar?" Pasrah Daniel.
"Penyebab luka di dada kiri Xavier." Jawab Jaxton.
"Maaf vier." Batin Daniel.
"2 tahun yang lalu ia berusaha mengakhiri hidupnya Uncle karna tidak menemukan apapun tentang Aleia." Lirih Daniel.
"Apaaa????" Ucap Jaxton terkejut.
" Dan kenapa kau tidak menceritakan ini padaku Niel?" Geram Jaxton.
"Saat itu Uncle fokus dengan kesembuhan Aunty aku tidak bisa terlalu membebanimu. Dan Xavier juga mengancam ku jika sampai kejadian itu sampai ke telinga Uncle." Ujar Daniel 
" Saat itu juga tepat dengan terjadinya penyerangan markas bawah Uncle seseorang telah mencuri salah satu senjata Xavier yang telah ia buat selama 4bulan tanpa henti dan ternyata ada mata mata yang telah menyamar menjadi anggota tanpa Xavier sadari." Jelas Daniel.
" Jika saja kejadian itu tidak terjadi mungkin kita sudah menemukan lokasi Aleia saat ini, tapi naas sebelum itu terjadi mata-mata itu membunuh orang yang telah menjadi informan Xavier selama ini dan kita kehilangan semua bukti itu, karna hal itu Xavier menjadi hilang akal ia menusukkan pisau ke dada kirinya. Dan maaf saat Uncle menghubungi ku saat itu aku berbohong kalau Xavier ada di luar negeri sebenarnya dia ada di rumah sakit dan hampir kehilangan nyawanya." Sendu Daniel.
Mendengar penjelasan Daniel, Jaxton merasa terpukul putranya semenyesal ini tapi dia juga tidak membenarkan perbuatan Xavier, ia menghela nafas panjang dan berkata..
"Apa sekarang sudah ada informasi lagi Niel dan mengenai mata mata itu apa tujuannya?" Tanya Jaxton 
" Aku mendengar saat 40% dari kekayaan Argantara akan jatuh ke tangan cucu perempuannya saat pergantian pemimpin Minggu depan Uncle." Jujur Daniel.
"Cucu perempuan?? apa itu Aleia?" Tanya Jaxton mengingat keturunan perempuan Argantara hanya Aleia.
"Benar." Jawab Daniel 
"Pastikan kita datang ke tempat mereka, Niel." Titah Jaxton, Daniel menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku permisi dulu Uncle." Pamit Daniel.
" Iya." Jawab Jaxton
Setelah mendapat persetujuan Jaxton, Daniel meninggalkan ruangan itu dan menyisakan Jaxton yang termenung.
" Walaupun tindakan putraku tidak benar, tapi aku akan mengusahakan kebahagiaannya." Lirih Jaxton.
****
Kembali ke Xavier. Setelah menyelesaikan kegiatan nya di meja makan ia pergi untuk menemui maminya yang berada di kamar.
"Mami apa Xavier boleh masuk?" Tanya Xavier saat sampai di depan pintu kamar maminya.
"Masuklah Ard pintunya tidak mami kunci." Jawab sang mami dari dalam.
Setelah mendengar itu Xavier pun membuka pintu kamar sang mami dan melangkah masuk. Ketika pintu terbuka ia melihat sang mami duduk di tepi ranjang dengan memegang sebuah amplop putih agak besar.
" Apa yang ingin mami katakan?" Tanya Xavier setelah sampai di samping maminya 
Kemudian Melant menyodorkan amplop itu kepada Xavier.
Xavier bingung dengan itu kemudian dia melihat ia menatap amplop itu dan terlihat tulisan rumah sakit.
"Mami sakit?" Tanya Xavier bingung 
" Bukalah Ard." Ujar sang mami.
Xavier pun dengan rasa penasaran nya membuka amplop itu. Betapa terkejutnya dia melihat amplop itu yang berisi foto hasil USG kemudian ia memandang nama yang tertera di atas lembaran itu.
Aleia Reverie Argantara.
"Milik istrinya? Kejutan apalagi ini?" Batin Xavier.

Komentar Buku (39)

  • avatar
    F'ista Uang

    bgus bnggat pokoknya keren

    19/08/2025

      0
  • avatar
    ucuppp

    bagus

    30/03/2025

      0
  • avatar
    LestariEva

    bagusnyaaa

    20/03/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru