logo text

Bab 27 Someone You Lover " Pertemuan"

Semilir angin berhembus menerpa dedaunan dan bunga-bunga yg mekar di taman. Burung-burung pun bertengger di ranting pohon menyaksikan seorang gadis yg tengah duduk sendirian di bangku taman.
Matanya yg lugu menambah kesan lembut dirinya. Sesekali  dia menghela napas dalam sembari memandangi secarik kertas yg ia dapatkan dari universitas.
Matanya sendu menggambarkan hatinya yg tidak senang dengan hasil yg dia terima.
"Hyewon!!" Suara familiar yg memanggilnya di kejauhan membuat gadis bernama lengkap Kim Hyewon itu menoleh.
Segaris senyum pun mengembang di wajahnya. Melihat lelaki tampan sebaya dengannya tengah melambaikan tangan seraya memamerkan gigi kelincinya.
"Jungkook!" Seru Hyewon dan laki-laki itu pun berlari ke arahnya.
Jungkook pun duduk di samping Hyewon sembari tersenyum hangat.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Jungkook membuat Hyewon kembali menunduk lesu
" Kenapa? Kau tidak suka hasilnya?"tanya Jungkook lagi
" Ehm! Aku tidak di terima di tempat yg sama denganmu..." ucap Hyewon lesu
" Tidak apa-apa, kita masih bisa bertemu." ujar Jungkook
" Tapi tempat kita kuliah jauh, biarpun bisa bertemu ... kita tidak akan bisa sering bertemu." ucap Hyewon
" Tidak apa, aku akan sering menemui mu." ucap Jungkook seraya menatap Hyewon dengan hangat.
***
Mentari bersinar terang dan angin berhembus sepoi-sepoi. Hyewon yg baru saja memulai harinya sebagai Mahasiswi Baru, berjalan di koridor dengan perasaan gugup.
Semua terasa baru dan sangat mendebarkan baginya. Bahkan Hyewon tak berani untuk menegakkan kepalanya ketika ia berjalan.
Hyewon terus berjalan sembari membaca nama ruangan satu per satu. Hyewon yg pemalu tidak berani untuk bertanya dimana letak ruangan seni lukis yg menjadi jurusannya.
BUKK!!
Hyewon pun terjatuh setelah tanpa sengaja menabrak seseorang. Hyewon pun meringis sembari memegangi pinggangnya.
Hyewon pun menoleh ke atas dan melihat seorang laki-laki tengah menatapnya kesal sembari memegang gelas kopi serta dengan celana yg basah.
Hyewon pun bergegas berdiri. Dengan perasaan bersalah, Hyewon terus meminta maaf dan menundukkan kepalanya.
" Maaf, aku tidak sengaja. Maaf, aku benar-benar tidak bermaksud ... biar aku bersihkan celana mu." ucap Hyewon
" Singkirkan tangan mu. Cih, kenapa hariku harus berantakan oleh gadis sepertimu?! Benar-benar merusak mood," ucap laki-laki itu dengan  tatapan sinisnya.
"Aku benar-benar minta maaf. Aku akan ganti rugi, aku akan membayar biaya loundry celanamu yg kotor dan mengganti kopimu." ucap Hyewon dengan tatapan penuh rasa bersalah.
" Sudahlah lupakan, aku tidak ingin terus terlibat dengan gadis pembawa sial sepertimu." ucap laki-laki itu dengan lidah tajamnya menusuk hati Hyewon dengan kata-katanya
" Yoongi!" seru seorang gadis manis dan menghampiri laki-laki yg berdiri di depan Hyewon
" Ada apa?" tanya gadis itu sembari melingkarkan tangannya ke tangan Yoongi
" Tidak ada, hanya seorang gadis bodoh yg merusak mood ku di pagi hari." ucap Yoongi kembali melontarkan kata-kata sinis sembari menatap tajam pada Hyewon yg terdiam sembari menundukkan kepalanya
" Hey, jangan kasar begitu." ucap gadis itu kepada Yoongi
" Maaf ya, dia memang tidak tahu caranya berkata sopan. Jangan diambil hati." ucap gadis itu dengan senyum ramahnya
" Ayo pergi, aku tidak ingin membuang waktuku!" ucap Yoongi
" Iya, ayo..." ucap gadis itu
Hyewon pun hanya bisa menoleh dan memperhatikan laki-laki yg Judas dan sinis itu pergi bersama gadis yg ramah dan ceria. Dua orang yg bertolak belakang namun anehnya terlihat sangat serasi. Mungkin karena gadis itu terlihat sangat cantik seperti bidadari sedangkan laki-laki itu meskipun Judas, kasar dan dingin tapi dia cukup tampan dan kulitnya juga putih.
Hyewon pun menghela napas panjang sembari bergumam.
" Apa aku akan bisa bertahan disini sendirian?" dengan terlihat putus asa.
***
' Saat itu kita tidak tahu bahwa takdir kita akan terjalin seperti ini. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menyukai dan terus berharap untuk cintamu meski kau bahkan tidak ingin aku berada di dekatmu. Tetap saja, yg aku inginkan hanyalah cintamu'
' Seperti burung elang yg diikat, kau marah pada hubungan yg memenjarakan kita. Aku ingat betapa tajam tatapan mu itu dan betapa kau kesal sepanjang hari karena itu. Tapi kau tetap orang yg baik dan tidak memperlihatkan itu kepada orang lain. Hanya padaku, kau  bisa jujur pada perasaanmu.'
Dengan kesal Yoongi duduk di kursi menghampiri temannya Yena yg sedang menyantap makan siangnya di kantin. Yoongi sangat kesal hingga dia membuat suara keras ketika meletakan celananya yg kotor di atas meja.
" Ah, kenapa? Kenapa kau kesal sekali pagi-pagi begini?" tanya Yena yg terganggu
" Ini semua karena gadis bodoh yg membuat ku menumpahkan kopi ke celana kesayanganku." ucap Yoongi ketus
" Jangan bohong, aku tahu kau sudah kesal sebelum kau melampiaskan amarahmu pada gadis malang itu." ucap Yena
Yoongi memalingkan wajahnya sambil terus memasang wajah kesal. Meski yg dikatakan Yena itu benar tapi dia tidak ingin mengakuinya. Mungkin memang benar gadis itu yg bernasib malang harus bertemu Yoongi saat dia membutuhkan alasan untuk melampiaskan emosinya.
" Katakan, apa kau ada masalah? Kau tahu kau bisa cerita padaku." ucap Yena meyakinkan Yoongi sembari memegang tangannya.
" Kau bicara seolah kau tahu segalanya." ujar Yoongi melirik Yena dengan ekor matanya
" Tentu, aku sudah mengenalmu lebih dari 3 tahun. Ayolah, katakan ada masalah apa?" ucap Yena sembari menatap mata Yoongi
" Sudahlah, aku tidak ingin mengingatnya apalagi mengatakannya." ujar Yoongi menepis tangan Yena sembari membuang wajahnya ke arah lain.
Suara ponselnya yg berdering singkat membuat Yoongi memeriksa ponselnya. Sebuah pesan singkat dari ayahnya bertuliskan " Malam ini jam 7, berpakaian lah yg rapi."
Pesan singkat yg sepele itu membuatnya semakin kesal dan mematikan ponselnya. Yena langsung bisa menebak apalagi yg membuatnya semakin kesal karena memang Yoongi memiliki hubungan yg buruk dengan Ayahnya.
" Mau ke ruang musik?" ajak Yoongi tiba-tiba
"Ehm? Baiklah, ayo!" jawab Yena tanpa bertanya karena Yena tahu Yoongi sedang ingin menghibur dirinya sendiri.
Yena tahu dengan jelas Yoongi selalu bermain piano saat dia merasa kesal. Yoongi selalu melampiaskan kekesalan yg tidak bisa dia katakan dengan bermain piano karena piano selalu menjadi pelariannya setiap kali dia sedang ada masalah, sedih, kesal, atau pun marah.
Alasannya untuk bermain piano tak pernah berubah. Itu adalah setiap kali dia bertengkar dengan ayahnya. Dan Yena pun akan selalu ada di sampingnya untuk mendengar tiap melodi yg dia mainkan seakan mendengarkan setiap keluh kesahnya. Terkadang hanya duduk diam dan melihatnya bermain piano jauh lebih membuatnya terhibur dari pada membuatnya membicarakan masalahnya karena Yoongi adalah tipe orang yg suka menyimpan masalahnya sendiri dan Yena tahu itu.
Banyak yg bertanya-tanya apakah hubungan mereka karena mereka sangat dekat dan terlihat serasi saat bersama. Tapi Yena tahu pasti posisi dirinya di dalam hidup Yoongi. Dia tidak lebih dari seorang sahabat yg kebetulan sangat mengenalnya dan memahaminya. Dia tidak akan pernah lebih dari seorang sahabat karena hati Pangeran dingin itu telah dimiliki oleh gadis lain. Gadis paling beruntung yg sayangnya tidak tahu cara untuk menghargainya.
***
Hyewon terlihat sangat cantik dengan alat lukis dan kuas di tangannya. Matanya yg lugu dan polos saat dia menorehkan garis demi garis di atas kanvas.
Dia sangat gugup sebelumnya karena tidak ada orang yg dia kenal, tapi melukis membuatnya melupakan semua ke khawatiran itu dan hanyut dalam lukisan itu.
" Wah, ini cantik sekali."
Pujian dari suara asing membuat Hyewon menoleh. Seorang gadis yg duduk di sebelahnya sedang tersenyum dengan manis. Senyum ramah yg membuat Hyewon si penyendiri merasa tersentuh.
" Kau sangat pandai melukis ya." puji gadis itu lagi
" Terima kasih," ucap Hyewon pelan sambil menunduk malu
" Mau berteman? Nama ku Ahn Yoojin." ucap Yoojin sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman
Dengan malu-malu Hyewon meraih tangan Yoojin.
" Kim Hyewon." ucap Hyewon dengan suara pelan memperkenalkan dirinya.
Mereka pun bersalaman dan tersenyum bersama. Hyewon adalah orang yg pemalu dan tidak pandai berbicara, tapi Yoojin sangat berbeda darinya.
Yoojin adalah seseorang yg sangat ramah, dia atraktif, tidak bisa diam dan terus berbicara kepada Hyewon. Pertanyaan-pertanyaan sepele terus dia lontarkan kepada Hyewon. Tapi itulah yg membuat Hyewon merasa sangat nyaman dan membuat mereka semakin dekat.
***
Kelas pun berakhir. Yoojin dan Hyewon pun sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan makan siang mereka.
Sayup-sayup terdengar lantunan melodi piano yg indah. Hyewon pun tertarik oleh lantunan melodi yg merdu itu. Lalu Hyewon menghampiri pintu ruangan musik yg terbuka lebar.
Di antara daun pintu itu dia melihat seorang laki-laki. Laki-laki yg tadi pagi sangat ganas dan menakutkan, tapi sekarang terlihat lembut ketika jemarinya menekan tuts-tuts piano.
Laki-laki itu sedang memainkan melodi indah dan lembut yg bisa membuatnya tenggelam dalam melodi itu.
" Hyewon, ayo makan!" ucap Yoojin sembari melingkarkan tangannya ke tangan Hyewon seraya memasang wajah memelas membuat Hyewon kembali tersadar.
Hyewon pun mengangguk dan melanjutkan perjalanan mereka. Tapi alunan melodi itu masih melekat dan terngiang di kepalanya, seakan sesuatu benar-benar menariknya di dalam melodi itu.
Sebenarnya Hyewon merasakan kesedihan yg dirasakan Yoongi dari melodi yg laki-laki itu mainkan dan Hyewon bisa melihat wajahnya yg sedih meskipun hanya sejenak dan samar. Tapi kemudian Hyewon menyadarkan dirinya untuk tidak terlalu tertarik pada orang lain yg tidak dia kenal. Dan dia pergi begitu saja fokus dengan tujuannya untuk mendapatkan makan siang.
***
Jam sudah menunjukan pukul 6.30 malam. Di kamarnya yg sangat rapi, Yoongi berdiri di depan cermin memerhatikan dirinya yg dibalut setelan jas lengkap.
Kemeja putih polos dan jas hitam menyatu sempurna dengan kulitnya yg putih. Yoongi menarik napas dalam. Dia terlihat sangat kesal karena harus berdandan rapi dengan terpaksa karena perintah Ayahnya. Dan dia tahu tujuan Ayahnya adalah untuk membuatnya masuk dalam pertunangan dengan gadis yg tidak dia kenal hanya untuk bisnis ayahnya yg sedang memburuk.
Lalu pintu kamarnya pun terbuka dan Ayahnya menghampirinya. Ayahnya tersenyum lebar seraya memegang pundaknya. Tapi Yoongi malah semakin kesal, hingga dia menarik bahunya.
" Jangan mengacaukan makan malam ini. Nasib perusahaan kita di tanganmu." ucap Ayahnya menatapnya dengan tatapan tegas memberinya sebuah ancaman.
" Apakah Ayah tidak malu? Kau memanfaatkan anakmu untuk mendekati seorang gadis yg malang. Memaksa kami bertunangan hanya demi bisnismu. Memanfaatkan anakmu hanya demi uang, benar-benar ayah yg baik." Celetuk Yoongi menyindir Ayahnya dengan tatapan sinisnya.
" Berhenti berbicara omong kosong dan lakukan saja yg Ayah minta." ucap Ayahnya semakin menatapnya penuh ancaman.
***
Dengan langkah berat Yoongi mengikuti langkah ayahnya. Mereka tiba di sebuah restoran bintang lima bernuansa Eropa. Mereka menaiki tangga menuju ruangan khusus yg sudah direservasi.
Yoongi tidak terlalu peduli tapi begitu pintu terbuka matanya terbuka lebar. Dia sangat terkejut melihat seseorang yg tidak asing sudah duduk di salah satu kursi di samping seorang pengusaha paruh baya.
Yoongi pun berusaha tetap tenang dan duduk dengan tenang di depan gadis itu. Berbeda dengan Hyewon yg tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Gadis itu juga tampaknya tidak mengetahui apa-apa tentang makan malam ini hingga terdengar dia bertanya kepada Ayahnya kenapa ada orang lain datang, tapi ayahnya hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata pun.
" Karena kita sudah berkumpul jadi kita langsung saja." ucap Ayah Hyewon membuat Hyewon semakin bingung
" Ya, kami juga setuju saja apa yg Ketua Kim putuskan." ucap Ayah Yoongi dengan senyum seorang penjilat yg membuat Yoongi melirik ayahnya sendiri dengan tatapan jijik.
" Aku sudah memutuskan pertunangan Yoongi dan Hyewon akan digelar Minggu depan." ucap Ayah Hyewon membuat Hyewon spontan berdiri
" Apa?! Pertunangan?!" ucap Hyewon sangat terkejut sementara Yoongi hanya diam sembari melirik Hyewon.
Bagaimana tidak, mereka baru saja bertemu pagi tadi dan itu bukanlah pertemuan yg menyenangkan. Tapi sekarang mereka akan terikat oleh ikatan yg disebut pertunangan. Sebuah hubungan suci yg akan berujung pada pernikahan. Bertunangan dengan senior yg tadi pagi menghinanya dengan kejam, tentu itu menjadi hal yg tak terbayangkan oleh mereka.
Apakah yg akan terjadi nanti?

Komentar Buku (329)

  • avatar
    AnggrainiMaya nur

    top banget

    03/07

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy bacanya

    12/02

      0
  • avatar
    AmirAmiruddin

    keren

    18/01

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru