Ketika hati telah dipenuhi rasa iri, dengki kebencian dan ketamakan saat itulah kegelapan akan memakan jiwa seseorang. Namun yg paling berbahaya adalah hati seseorang yg terlalu mencintai karena seperti pedang dengan dua sisi tajam, itu akan membunuh baik yg dicintai atau orang yg mencintai. *** Sinar mentari pagi bersinar dengan hangatnya. Di sebuah desa terpencil tepatnya sebuah rumah yg berada di tengah hutan menyendiri dengan danau di depannya. Di rumah terpencil itu Wang Eun membuka matanya lalu dia mengalihkan pandangannya menatap Yeol yg masih tertidur pulas disampingnya. Dia mengusap pipi istrinya itu dengan lembut lalu mengecup kening Yeol. Wang Eun lalu bangun dan keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju teras sembari meregangkan tangan dan bahunya yg terasa pegal. Sesekali Wang Eun menguap karena sisa-sisa kantuk yg belum sepenuhnya hilang. " Kau sudah bangun," ucap Wang Jung menyapa Wang Eun dan merangkul bahu adiknya itu " Ini, teh camomile kesukaanmu," lanjut Wang Jung memberikan secangkir teh kesukaan Wang Eun dan membuatnya tersenyum senang. " Terima kasih kak," ucap Wang Eun menatap kakaknya itu dengan tatapan penuh rasa berterima kasih. " Tidak perlu berterima kasih hanya untuk itu," ucap Wang Jung sembari menepuk-nepuk bahu Wang Eun pelan. " Tidak hanya untuk teh ini, tapi untuk semalam. Terima kasih karena sudah menyelamatkan kami." Ucap Wang Eun kembali mengingat bagaimana nyawanya yg berada diujung tanduk bisa selamat. *FLASHBACK ON* Saat mereka telah dikepung dan putus asa memikirkan cara untuk menyelamatkan diri, mereka sedikit mendapat harapan ketika berhasil menemukan sebuah pintu menuju gudang rahasia di bawah tanah. " Ayo lakukan ini, aku akan menjadi umpan dan berlari keluar menarik perhatian para prajurit itu. Kalian bersembunyilah di dalam dan pergi setelah aman." ucap Baek Ho mengutarakan idenya. " Tidak, terlalu bahaya untukmu. Aku akan ikut denganmu," ucap Kim Seol yg bertekad untuk tidak membiarkan pengawalnya menghadapi bahaya sendiri " Tidak nona, ini terlalu bahaya," ucap Baek Ho menolak dengan tegas " Justru karena ini berbahaya aku tidak bisa membiarkanmu sendirian. Lagipula para prajurit itu mengincar Wang Eun dan Yeol jika hanya satu orang laki-laki yg berlari keluar mereka akan curiga. Lebih baik aku berlari bersamamu agar mereka tertipu sepenuhnya jadi Wang Eun dan Yeol bisa aman disini." Ucap Seol dengan tegas. Terlihat jelas di wajah Baek Ho dia sangat ingin menolak usulan nonanya itu. Dia sangat khawatir pada keselamatan Kim Seol, namun apa yg dikatakan Kim Seol juga ada benarnya dan mungkin itu cara yg paling tepat untuk menyelamatkan Wang Eun dan Yeol. Meski dengan berat hati Baek Ho pun memegang tangan Kim Seol dan berlari bersamanya. Sementara itu Wang Eun menuntun istrinya dan bersembunyi di dalam gudang rahasia itu. Detak jantungnya berdegup kencang bahkan napasnya sering kali tersengal. Wang Eun ketakutan tapi saat melihat wajah Yeol yg masih pucat dan lemah, dia sadar bahwa dia harus kuat untuk istrinya. Wang Eun pun memeluk Yeol dengan erat dan membiarkan istrinya untuk menyandarkan kepala di atas dadanya. Dari bawah sana mereka bisa mendengar dengan jelas suara derap langkah para prajurit yg mengitari rumah, menginjak papan di atas kepala mereka lalu berlari mengejar Baek Ho dan Kim Seol yg berhasil menarik perhatian mereka. Beberapa saat suasana menjadi hening namun Wang Eun terlalu takut untuk keluar apalagi dia melihat Yeol masih begitu lemah. Suara langkah kaki pun terdengar jelas, namun sedikit berbeda dari sebelumnya. Dari suaranya Wang Eun bisa menebak hanya satu orang yg sedang berjalan mengitari gubuk persembunyiannya. Suara langkah kaki itu sempat menghilang, namun saat Wang Eun baru saja merasa telah aman suara langkah kaki itu kembali kemudian berhenti tepat di atas pintu rahasia. Wang Eun pun semakin ketakutan, tubuhnya gemetar memikirkan mereka akan tertangkap bahkan napasnya mulai tersengal seakan oksigen disekitarnya telah menipis. Perlahan pintu itu dibuka dan membuat Wang Eun semakin ketakutan. " Wang Eun, Yeol kalian disini," ucap Wang Jung menatap adiknya dengan perasaan lega setelah berhasil menemukan pintu rahasia. Wang Eun langsung menghela napas panjang. Dia sangat lega karena yg telah menemukan bukanlah para prajurit yg akan menghabisinya melainkan kakaknya yg akan menyelamatkannya. " Kakak, huh ..." ucap Wang Eun pelan sembari menghela napas panjang. Wang Jung pun segera membawa adik serta adik iparnya itu ke sebuah rumah peristirahatan yg dia terima dari ibu tirinya. Sebuah rumah aman yg jauh dari keramaian dan tidak diketahui oleh Wang Yo dan orang lain. *FLASHBACK OFF* " Sementara ini fokuslah menyembuhkan diri dan bersembunyi di sini. Tidak ada orang yg tahu tempat ini jadi kalian akan aman tinggal di sini." ucap Wang Jung " Terima kasih kak, tapi kau bisa saja dalam masalah besar jika ketahuan membantuku." ucap Wang Eun mengkhawatirkan nasib kakaknya itu, tapi melihat wajah khawatir Wang Eun malah membuat Wang Jung tersenyum tipis serta mengusap pelan kepala Wang Eun. " Kau tenang saja, aku akan mengurusnya. Aku akan memastikan kau bisa kembali ke istana dengan terhormat." ujar Wang Jung dengan senyum tipisnya. Sementara itu di kediaman Perdana Menteri Kim. Semua orang gempar karena Putri tunggal di rumah itu menghilang sejak sore. Sepasang suami istri itu begitu cemas dan memerintahkan semua pelayan mereka untuk mencari keberadaan putri mereka yg menghilang. Sang Istri menangis tersedu-sedu membayangkan nasib buruk menimpa sang putri semata wayang. " Nona kembali! Tuan, Nyonya ... Nona sudah kembali!" ucap seorang pelayan laki-laki yg berlari dari pintu depan. Sepasang suami-istri itu pun bergegas menuju halaman depan rumah mereka. Seketika mereka merasa lega dan senang melihat putri mereka Kim Seol pulang dengan kondisi baik-baik saja bersama dengan pengawalnya. Mereka langsung memeluk Kim Seol dengan erat sembari menangis bahagia hingga membuat Kim Seol terkejut. " Ayah, Ibu ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Kim Seol bingung sembari mengusap punggung kedua orang tuanya yg sedang memeluknya erat. " Kau ini dari mana saja? Kau menghilang semalaman membuat Ibu dan Ayahmu khawatir, apa kau ingin membuat kami terkena serangan jantung?" ucap Ibunya " Ah, ibu. Jangan mengatakan hal buruk seperti itu," ucap Kim Seol menekuk wajahnya dan mempererat pelukannya. Setelah berpelukan dengan haru mereka pun melepaskan pelukannya. Ayah yg sebelumnya menangis dengan haru dengan tatapan hangat penuh kasih sayang pada putrinya perlahan mengubah raut wajahnya menjadi serius lalu menatap mata Kim Seol. " Ayo ikut Ayah sebentar, ada sesuatu yg harus kita bicarakan." ucap Perdana menteri Kim dengan suara tegasnya kemudian berjalan ke ruang kerjanya bersama dengan Kim Seol yg mengikutinya. Begitu duduk di ruang kerja Ayahnya itu Kim Seol menjadi tegang dan sedikit gugup. Dia bertanya-tanya ada hal penting apa hingga Ayahnya itu memintanya untuk berbicara di ruang kerjanya karena Kim Seol tahu Ayahnya hanya akan membicarakan hal penting di ruang kerjanya itu. " Ada apa Ayah?" tanya Kim Seol membuka pembicaraan. " Ayah berencana untuk segera menikahkanmu dengan Wang Jung," ucap Perdana Menteri Kim membuat Kim Seol membulatkan kedua matanya dengan sempurna tidak mempercayai apa yg dia dengar. " Ayah? Aku tidak salah dengar? Menikah?. Bukankah setelah Wang Jung menikahi Putri Jonghye pertunangan kami batal? Bagaimana bisa sekarang Ayah mengatakan aku harus menikahinya?!" ucap Kim Seol dengan tatapan kecewa. Jelas Kim Seol menolak untuk menikah karena jauh dilubuk hatinya, dia sudah memiliki seseorang yg dia tunggu kedatangannya kembali. " Tidak ada pilihan lain, sekarang situasi di Istana sedang tidak stabil. Yang Mulia Raja sedang melakukan reformasi besar-besaran. Dia memburu Pangeran-Pangeran lainnya dengan tuduhan pemberontakan bahkan para menteri juga dieksekusi tanpa alasan. Satu-satunya alasan kita belum menjadi target karena hubungan kita yg dekat dengan Wang Jung. Namun itu hanya masalah waktu sampai giliran kita. Satu-satunya cara agar keluarga kita aman adalah dengan memperkuat hubungan melalui pernikahan. Tidak apa-apa hanya dengan menjadi selir asalkan keluarga kita aman," ucap Perdana Menteri Kim membuat Kim Seol terdiam karenanya. Berat baginya untuk menerima pernikahannya dengan Wang Jung, terlebih saat dia mencintai orang lain. Namun ketika keselamatan kedua orang tuanya menjadi alasannya, rasanya tidak mungkin baginya untuk menolak. Biarpun dia sangat membenci Wang Jung bahkan jika dia sangat mencintai Taehyung, tetap saja tidak mungkin dia mengabaikan keselamatan kedua orang tuanya. Meski terpaksa atau pun mengorbankan nyawanya sendiri, Kim Seol bisa melakukan apapun untuk kedua orang tuanya. *** Beberapa hari telah berlalu, Putri Jonghye mulai gelisah di dalam kamar sendiri karena Wang Jung belum juga kembali. Dia mungkin bisa menghindari masalah dengan mengatakan Wang Jung sedang sakit. Namun itu hanya masalah waktu sampai Yang Mulia Raja mulai curiga. Dia benar-benar berharap Wang Jung segera kembali sebelum masalah besar terjadi. Dan seperti yg dikhawatirkan Jonghye bangkai tidak akan bisa disembunyikan selamanya dan sekarang bau busuknya telah menghampiri hidung Wang Yo. Dia mulai curiga karena Wang Jung telah berdiam di kamarnya selama 7 hari. Wang Yo pun berinisiatif untuk mengunjungi Wang Jung langsung dan membuktikan kecurigaannya. Hanya dengan kedatangannya saja Wang Yo bisa melihat para pelayan dan dayang yg gemetar di hadapannya. Mereka tampak begitu ketakutan dan membuatnya semakin yakin dengan kecurigaannya. " Apa yg kalian tunggu? Buka pintunya, aku ingin mengunjungi adik ku yg sedang sakit." ucap Wang Yo dengan nada mengintimidasi " M-Maaf Yang Mulia, kami..." ucap Kasim terbata-bata sembari menundukkan kepalanya ketakutan. " Kenapa kau begitu takut? Apa kalian menyembunyikan sesuatu?" ucap Wang Yo menerka-nerka " Hormat saya Yang Mulia, ada apa Yang Mulia sampai datang kemari?" ucap Putri Jonghye langsung memberikan hormat ketika dia datang dan menyelamatkan pelayan-pelayannya yg ketakutan setengah mati. " Bukankah sudah jelas, aku disini untuk menjenguk adik ku yg sudah sakit selama beberapa hari? Bukakan pintu untuk ku," ucap Wang Yo memberikan perintah. " Maaf, tapi Yang Mulia..." Putri Jonghye hendak melontarkan alasan untuk mencegah Wang Yo masuk namun tiba-tiba pintu terbuka dan Wang Jung menunjukan dirinya di depan semua orang. " Salam Yang Mulia, terima kasih atas perhatian Yang Mulia dan telah bersedia menjenguk saya yg lemah ini," ucap Wang Jung seraya memberikan salam hormat. " Kau tampak baik-baik saja," ucap Wang Yo dengan tatapan curiga. " Ya, berkat perhatian seorang istri yg merawat dengan penuh ketulusan sekarang saya sudah lebih baik." ucap Wang Jung sembari tersenyum tipis Wang Yo pun tersenyum dengan salah satu sudut bibirnya. Baginya sandiwara Wang Jung terlihat jelas tapi dia tidak bisa menunjukan kecurigaannya. " Bagus jika kau baik-baik saja. Sekarang setelah melihat kondisimu yg baik, aku menjadi lebih tenang. Kalau begitu aku pamit," ucap Wang Yo lalu berjalan pergi. Di dalam hatinya ada rasa tidak rela karena telah kehilangan kesempatan emas, tapi Wang Yo tahu dengan jelas akan ada waktunya dia akan mengalahkan dan menyingkirkan Wang Jung untuk selamanya. " Wang Jung, kau tunggu saja. Aku akan membuktikan kepada semua orang kalau aku bisa mengalahkanmu bahwa aku jauh lebih pantas duduk di atas tahta dibandingkan dirimu."
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
ceritanya sangat bagus
23d
0semoga bisa menjadi.malaikat yng adiill..
03/07
0bagus👍👍👍
02/06
0Lihat Semua