Diana Tan dan Edward Lauw dengan sopan diundang ke dalam mobil oleh orang-orang berjas hitam, dan mereka dibawa ke taman hiburan di pusat kota. Ketika mereka turun dari mobil, mereka melihat Christian Hsu berdiri di pintu masuk taman hiburan dengan senyuman di wajahnya, memegang dua balon di satu tangan dan memegang boneka kelinci di tangan lainnya. Bagaimanapun cara memandangnya, tetap saja rasanya aneh sekali. "Bawahan ku kasar dan tidak bisa berbicara dengan jelas. Aku minta maaf mewakili mereka." Christian Hsu memberikan dua balon pada Edward dan memasukkan boneka kelinci ke dalam pelukan Diana Tan. Diana memberikan kelinci itu kepada Edward Lauw yang langsung memeluk boneka itu sambil tersenyum manis. Suasananya sama sekali tidak tegang. Christian sepertinya tidak berniat mempermalukan mereka dan hanya mengajak mereka bermain-main di taman hiburan. Edward bersikap seolah tanpa beban dan mengajak Diana Tan naik roller coaster dan makan es krim. Christian sesekali memperingatkan mereka agar berhati-hati, tampak seperti seorang paman yang mengawasi anak-anak muda berkencan. Saat istirahat bermain, Christian mengambil kesempatan untuk meminta Diana dan Edward membantunya membujuk Vienna. “Aku berjanji akan menyetujui persyaratan apa pun yang kalian usulkan, asal kalian membantuku.” Diana menjawab dengan serius; “Maaf, bukan aku tidak mau membantu, tapi, aku tidak dapat ikut campur dalam masalah ini karena tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian.” Implikasinya jelas; Diana tidak mau terlibat dalam apapun yang bukan urusannya. Christian beralih pada Edward yang mulai bertingkah, pria muda itu mengedipkan matanya dan membuat ekspresi menyedihkan. “Latar belakang keluarga saya tidak sebaik itu dan penampilan saya dihadapan Nona Sulung Tan juga biasa-biasa saja, jadi sebaiknya Anda melupakan identitas saya sebagai tunangan Nona Sulung Tan. Eh, meskipun saya tulus kepada Nona Sulung, saya tetap tidak bisa membantu Anda. Tapi selama Nona Sulung menganggap saya berguna, saya bersedia tinggal di sisi Nona Sulung selamanya.” Kata-katanya menyentuh, menyebabkan Diana memberinya lirikan tajam beberapa kali. Mereka berdua, terutama Edward bertingkah begitu bodoh sehingga sekelompok pria berjas hitam yang mengikuti mereka menjadi sedikit tidak sabar. Christian melambaikan tangannya untuk menghentikan mereka. Pria itu tersenyum. Pria muda bernama Lauw ini menjual kerendahan diri, dan Christian juga tentu saja bisa. Christian mengeluarkan kemampuannya untuk menjual kesedihan. “Kalian lihat kan keadaanku. Aku cacat dan lemah, tapi berkat cinta dan perhatian Vienna yang merawat ku dengan baik, keadaanku menjadi lebih baik. Kami berdua adalah suami dan istri yang penuh kasih, tetapi aku secara tidak sengaja menyakiti dia, yang menyebabkan perpisahan pasangan dari surga. Setelah itu, aku patah hati setiap hari dan menangis setiap malam. Aku tidak meminta kasih sayang itu dikembalikan ke keadaan semula, aku hanya ingin Vienna mau melihatku lagi. Aku telah menetapkan dia sebagai pasangan sejatiku. Jika pasangan itu menjadi orang asing, aku pasti akan kesepian hingga mati dalam penyesalan.” Hal-hal ini digabungkan dengan pengalaman sesungguhnya, tampaknya jauh lebih menyentuh hati. Ngomong-ngomong, ada sedikit pembajakan moral, yang membuat orang merasa tidak bisa nyaman jika tidak membantunya. “Karena kamu sangat mencintainya, mengapa kamu menyakitinya?” Edward tiba-tiba bertanya. Pertanyaan polos ini sangat menyakitkan hati Christian. Dia ingin mengatakan bahwa itu karena kombinasi keadaan dan dia tidak bisa mengendalikannya, tapi pada akhirnya dia hanya menghela nafas. “Mungkin aku terlalu percaya diri pada saat itu, atau mungkin aku kurang percaya pada Nana.” Christian berkata dengan sedih. “Mungkin juga karena aku memiliki niat buruk, jadi inilah hasilnya.” “Bagaimana Anda bisa menjamin bahwa Anda tidak akan menyakitinya lagi?” Edward bertanya lagi. “Aku tidak bisa menjamin.” Christian menundukkan kepalanya dan menggeleng. “Hanya saja, sekarang aku tahu bahwa menyakiti seseorang akan membuatku merasa patah hati ...” Kata-kata ini sangat sesuatu sekali sehingga Edward tidak bisa menahan diri untuk tidak memutar matanya dan mencibir. Diana kemudian bertanya, “bagaimana Anda ingin kami membantu Anda?” Setelah mengatakan itu, kakinya ditendang oleh Edward. Christian menjawab; “Aku berharap kamu dapat mencari alasan untuk meminta Vienna pergi ke kuil persik kuno di gunung X.” Kesepakatan telah dibuat. Setelah keluar dari taman hiburan, Christian mengantar Diana dan Edward kembali ke rumah keluarga Tan. Vienna baru saja menerima berita bahwa Diana dibawa pergi oleh seseorang. Dia bergegas keluar dari perusahaan dengan cemas. Ketika dia melihat Christian, dia mengangkat tangannya dan menampar wajah Christian dengan keras. Seluruh tubuhnya gemetar karena rasa takut yang berlebihan. “Christian! Jika sampai terjadi sesuatu pada keluargaku, aku tidak akan pernah memaafkan mu!” Diana tidak tahan melihat kemarahan kakaknya dan datang untuk menarik Vienna. “Kak, tidak terjadi apa-apa dan dia hanya membawa kami bermain di taman hiburan. Edward bisa bersaksi untuk itu.” Edward Lauw mengangguk dan berkata; “Itu benar. Kami diantar ke sana oleh sekelompok pria berbaju hitam—” Diana bergegas menutup mulut Edward, takut pria itu mengatakan hal-hal yang lebih tidak perlu. Vienna tidak berkomentar apa-apa dengan perilaku keduanya. “Edward, Diana, kalian masuklah ke dalam.” Setelah kedua orang itu masuk, Vienna menarik Christian ke samping untuk berbicara. Christian diam saja, tidak mengucapkan sepatah kata pun dari awal sampai akhir. Keduanya berdiri di taman bunga yang relatif sunyi. Vienna melihat wajah Christian yang bengkak, merasa sedikit bersalah, tapi kemudian merasa bahwa Christian memang pantas untuk ditampar. Christian hanya memandang Vienna tanpa berkedip, seolah tidak pernah bosan sama sekali. Vienna memikirkannya berulang kali, dan akhirnya memutuskan untuk memberitahu Christian . “Tuan Hsu datang menemui ku hari ini.” Perhatian Christian langsung ditarik kembali, dan cahaya dingin yang tajam melintas di matanya. “Mengapa dia mendatangimu?” “Dia mengatakan bahwa ayahku ada hubungannya dengan kecelakaan mobil Nyonya Kuo dan memintaku untuk menghentikan mu melanjutkan penyelidikan. Jika tidak, dia akan mendorong ayahku keluar untuk memblokir pisaunya.” Christian sepertinya tidak terkejut sama sekali. Cara pendekatan Tuan Hsu membuatnya mencibir. “Tapi aku tidak akan menyarankan mu untuk berhenti.” Vienna memandang Christian dengan tatapan lurus. “Keluarga Tan bersedia menanggung konsekuensinya, dan aku pasti akan bertanggung jawab penuh terhadap masalah ini.” “Bagaimana keputusan mu tentang kita?” Pertanyaan Christian yang agak diluar topik membuat Vienna bingung sesaat. “Apa yang kamu katakan?” “Aku membicarakan tentang kembali bersama.” Christian memandang Vienna dengan cara yang tergila-gila. “Aku ingin membicarakan tentang rujuk, bicarakan tentang memiliki dua atau tiga anak lagi setelah semuanya selesai. Bagaimana itu? Apakah kamu ingin anak laki-laki atau anak perempuan? Apapun itu semuanya oke, asal keluarga kita tetap bersama.” Vienna merasa sangat konyol hingga dia hampir menangis. “Hei, Christian, apakah kamu idiot? Apakah otakmu disumbat oleh cinta? Kita membicarakan hal yang seserius ini, tetapi kamu tidak merespon, malah mengalihkan perhatian dan ingin membicarakan hal-hal memiliki anak dan segala macam? Oke, aku memang suka anak-anak dan ingin punya anak, tapi, apakah kamu kira memiliki anak itu mudah? Aku memiliki hormon progesteron yang rendah dan harus meminum obat setiap hari untuk mempertahankan bayinya.” Saat dia berbicara, suara Vienna mulai bergetar. “Nana ...” Christian hendak memegang tangan Vienna, tapi ditepisnya. “Kamu tidak dapat memahami rasa sakitnya. Jadi, berhentilah membicarakannya, bisa kah?”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
wortiht
23/06/2025
0baguss kak
01/06/2025
0baguss
02/04/2025
0Lihat Semua