logo text

Bab 5 Malam Pertama

Saat Evan mamakaikan selimutnya, tiba-tiba Aira merasa terganggu perlahan ia membuka matanya, samar-samar ia melihat Evan. Sedangkan Evan yang melihat itu langsung mundur ke belakang, tapi sialnya kakinya tersandung membuat Evan hampir terjungal ke belakang, Aira yang melihat itu segera menarik tangan Evan dengan kuat membuat Evan terjatuh di atas Aira. Sedetik kemudian pandangan mereka bertemu, keduanya sama-sama bungkam antara rasa malu dan gugup.
"K--kak," ucap Aira gugup sambil mendorong dada Evan pelan. Mendengar itu Evan langsung bangkit dari atas Aira. 
"Sorry, gua nggak sengaja," ucap Evan datar lalu ia kembali ke ranjang, dadanya bergemuruh. Sedangkan Aira setelah Evan pergi ia juga langsung memegangi dadanya.
Hampir 15 menit Aira menetralkan jantungnya dan berusaha memejamkan matanya, namun hasilnya nihil membuat Aira membuka matanya kembali. Sekarang ia menatap langit-langit kamar sedangkan Evan masih bersandar di sudut ranjang sambil memejamkan matanya. Saat Aira asik dengan pikirannya tiba-tiba lampu mati membuatnya langsung kaget lalu memejamkan matanya.
'Duh, mana ponsel gua lagi di charger dekat pintu,' batin Aira lalu ia berdiri sambil meraba-raba tempok.
Bugh!
"Akh …," ringis Aira membuat Evan langsung membuka matanya. 'Kok gelap?' batin Evan.
"Aira," panggil Evan karena ia mendengar suara ringisan. 'Duh, Kak Evan bangun lagi, gimana ini? Gua masih malu liat dia,' batin Aira.
Merasa tidak ada jawaban, Evan langsung meraih ponselnya di merja rias lalu menyalakan senter. Saat sinar senter Evan mengenai Aira, ia malah menunduk. Evan yang melihat Aira duduk di lantai langsung menghampirinya. "Lu jatuh?" tanya Evan membuat Aira langsung mati kutu kemudian ia mengangguk.
"Lu mau ngambil apa sih?" tanyanya lagi. "I--itu mau ngambil ponsel Kak," jawab Aira sambil menunjuk ke arah ponselnya yang sedang di charger. Evan yang melihat itu langsung mengambil ponsel Aira.
"Nih ponsel lu, bangun dari lantai," suruh Evan, Aira langsung menerima ponselnya lalu berusaha berdiri, tapi pinggangnya begitu sakit. "Akh … encok gua," ringisnya pelan sambil memegangi pinggangnya.
Evan yang melihat itu langsung memegang tangan Aira. "Bisa nggak?" tanyanya membuat Aira langsung mendongak, sedetik kemudian pandangan mereka bertemu lagi.
"B--bisa Kak," ucap Aira gugup sambil berusaha berjalan. "Ya udah, lu tidur ranjang aja sama gua," ajak Evan membuat Aira langsung menghentikan langkahnya.
"Maksudnya?" tanya Aira bingung. "Tidur di ranjang, gua nggak bakalan ngapa-ngapain lu," jawab Evan sambil membantu Aira berjalan ke ranjang. 
Terpaksa Aira mengikuti kemauan Evan. Walaupun guling sudah menjadi antara mereka berdua, tapi tetap saja Aira tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya kemana-mana. 'Gimana ya kalo Kak Evan meminta haknya malam ini? Gimana dong gua,' batin Aira sambil pura-pura tidur.
'Kenapa jantung gua berdegup kencang ya kalo natap Aira? Jangan bilang lu nafsu sama dia Van, lu udah janji nggak bakalan nuntut apa-apa sama dia,' batin Evan, ternyata Evan juga sama belum bisa tidur. Aira dan Evan asik dengan pikiran mereka masing-masing hingga mereka terlelap.
***
Saat adzan subuh berkumandang, Aira tersadar dari tidurnya, Ia langsung duduk dan mengecek semua pakaiannya. 'huh, lengkap,' batinnya lalu membuang nafas. Aira melihat Evan masih tertidur, dengan segera ia mandi lalu sholat subuh.
Setelah selesai Aira turun ke bawah, ia melihat ibu mertuanya sedang memasak. Saat Aira hendak menghampirinya, tiba-tiba langkahnya terhenti. 'Ibu menyukai gua nggak ya? Secara gua nikah sama anaknya dengan kasus yang tidak baik?' batin Aira lalu ia menunduk. 
Saat ibu Evan berbalik, ia melihat menantunya sedang menunduk menatap lantai, ia tahu pasti menantunya takut menyapanya. Ia langsung menghentikan aktivitasnya lalu mendekati Aira.
"Aira," panggil ibu pelan sambil memegang pundak Aira, membuat Aira langsung mendongak kaget.
"I--ibu," ucap Aira gugup. "Kenapa melamun Nak?" tanya ibu sambil mengusap pundak Aira, sedangkan Aira hanya menggeleng.
"Mau bantu ibu masak?" tanya ibu mebuat senyum di bibir Aira langsung mengembang lalu ia mengangguk. "Ya udah yuk, kita masak," ajak ibu sambil menarik tangan Aira.
***
Hari sudah menunjukkan pukul 7.30, Ibu dan Aira sudah selesai menghidangkan makanan, tidak lama kemudian Ayah Evan datang dengan ngos-ngosan habis joging dan Evan turun dari atas dengan rapi.
"Yuk sarapan dulu," ajak Ibu pada ayah dan Evan. 
Sepanjang makan hanya ada keheningan. "Kamu kerja apa Nak Aira?" tanya Ayah membuat Aira langsung mendongak lalu tersenyum.
"Guru sd ayah," jawab Aira membuat ayah tersenyum lalu mengangguk.
'Oalah, dia guru tah, pantas saja masih kekanak-kanakan,' batin Evan sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Emangnya umur udah berapa Nak?" tanya Ayah lagi.
"23 tahun Ayah," lanjut Aira membuat Evan langsung berhenti makan lalu minum sebanyak-banyaknya. 'What 23 tahun? Sedangkan gua 28 tahun, yang benar saja, kami beda 5 tahun,' batin Evan.
"Ayah, ibu, Evan sama Aira pulang ke rumah Evan sekarang ya," ucap Evan membuat Ayahnya menyergit.
"Kok buru-buru Nak?" tanya Ayah membuat Evan bingun harus jawab apa.
"Em… kita mau belanja dulu ya, kebutuhan di rumah Evan lagi kosong sejalian jalan-jalan," jawab Evan berbohong. 
"Ya udah, kalau begitu kalian hati-hati ya Nak, jangan berantem, kalian harus bisa saling memahami dan harus ada mengalah supaya rumah tangga awet karena yang namanya rumah tangga selalu ada masalah baik yang kecil maupun besar. Jadi, kalian harus bisa mengatasi itu semuanya," nasehat Ayah membuat Evan dan Aira bungkam, kemudian mengangguk.
Setelah selesai makan, Evan dan Aira pamit, karena pakaian mereka semua di rumah dan di kos, jadi mereka tidak membawa koper.
Selama perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. "Lu beneran 23 tahun?" tanya Evan penasaran membuat Aira langsung melihatnya lalu menyergit.
"Iya Kak, emangnya kenapa?" Aira balik bertanya. "Lu lulus kuliah kapan emang?" bukannya menjawab Evan malah balik bertanya. "Tahun ini," jawab Aira singkat.
"Hah? Tapi lu udah ngajar," lanjut Evan. 
"Iya, jadi gua itu lulusan tercepat di banding temen-temen gua, dan gua lulus dengan IPK 4.0, makanya begitu gua lulus langsung ditawarin kerja," terangnya membuat Evan mangut-mangut. 'Pinter dia berarti,' batin Evan.
Setelah sampai ke rumah Evan, mereka berdua langsung turun.
"Ini kunci kamar yang gua bilang pintunya dari samping agak ke belakang, lu cek aja," ucap Evan sambil memberi kunci. 
"Gua mau ke kos dulu Kak ngambil barang," ucap Aira yang dibalas anggukan oleh Evan lalu ia masuk ke rumahnya. Sedangkan Aira, ia bergegas ke kosnya mengambil semua barangnya lalu mengembalikan kunci kosnya.
*** 
Sekarang Aira sudah di depan pintu rumah kecilnya, dengan semangat Aira membuka pintu, sesaat kemudian matanya terbelalak melihat debu yang begitu banyak. Tanpa membuang waktu Aira masuk ke dalam lalu membersihkannya terlebih dahulu sebelum memasukkan barang-barangnya.
"Ada lemari juga, ada tempat tidur, kamar mandi, ada jendelanya satu, rak sepatu, meja belajar, televisi juga ada semoga masih bisa," ucapnya mengabsen semua barang yang ada. Setelah semuanya bersih, ia memasukkan barang-barangnya.
"Sekarang gua nyusun baju dulu, kemudian nyusun sepatu, ganti seprai, trus masak deh, persediaan gua yang kemarin masih ada," lanjutnya dengan semangat, Aira sangat senang dengan rumah kecilnya tersebut, selain lebih lengkap ia juga nggak perlu bayar.
Bersambung
Jangan lupa kasih like dan ulasan bintang 3 dan follow authornya, biar author makin semangat nulisnya, love you all

Komentar Buku (461)

  • avatar

    Novel tentang "Egois Berbuah Cinta". ini sempurna, memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Habis saya baca malah mewek marah sedikit. Hati yg hancur karena sebuah ego dan masala cinta, MENYEDIHKAN. Lebih baik Aira dikenal satu orang karena sikap sabar daripada evan orangnya sikap egois.Akan tidak melakukan hal yg sama pasangan menjadi sebuah kesalahan yg perlu diperbaiki menanti, sebaiknya pasangan bisa saling mengerti dan saling mencintai ingat "Jangan Mudah Egois"

    11/07/2022

      1
  • avatar
    YantiDevi

    bagus

    30/06

      0
  • avatar
    CongA

    ceritanya bagus

    03/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru