Bab 33

“Mengapa? Tentu kamu mencintainya bukan?” jawaban Vera sedikit membuat Doni penasaran.
Pertanyaan Doni membuat Vera menatapnya dengan tatapan tidak terbaca. Vera hanya diam dan badannya mulai tidak seimbang karena pengaruh alkohol.
“Jika kamu keberatan mengatakannya padaku tidak masalah,” Doni mencoba merespon Vera dengan tenang agar tidak mengundang kecuringan. Doni kemudian mengambil gelasnya dan meminum kembali meskipun tenggorokannya tidak kering.
“Aku memang mencintai laki-laki itu namun alasan aku bertahan karena keluargaku. Aku harus menghidupi keluargaku dan laki-laki itu yang selalu memberiku uang,” perkataan seseorang yang sedang mabuk terkadang jujur. Dan itu yang Vera ungkapkan, Vera tidak bohong.
“Sebelumnya saat laki-laki itu belum menikah, aku dan dia sudah menjalin hubungan. Ketika dia mengatakan akan menikah, aku putuskan hubunganku dengannya. Namun laki-laki brengsek itu mengatakan jika dia menikah hanya untuk mengambil harta calon istrinya. Aku murka saat itu padanya dan tidak akan kembali padanya. Namun beberapa bulan kemudian ayahku terkena kasus korupsi dan berimbas pada kehidupanku,” Vera menceritakan awal mula dia dekat dengan Rafa. Vera menceritakan kehidupannya pada Doni dengan air mata yang kembali membasahi pipinya.
“Dari situ pria itu datang kembali di kehidupanku dan membantuku di dunia model. Dan karena itu aku terpaksa menerima dia kembali. Sungguh aku sangat bersalah dengan mantan istrinya,”
“Argggh rasanya aku ingin mati sekarang,”
“Apakah jika kamu mati, kamu bisa menjamin kehidupanmu di alam kubur nanti?” celetuk Doni pada Vera. Doni sangat menikmati cerita yang Vera ceritakan malam itu, bercerita dengan seseorang yang mempunyai hidup kelam membuatnya terpacu untuk merubah hidupnya.
“Tidak karena aku tahu dosaku terlalu banyak,”
“Kamu sadar dengan dosamu namun kamu masih saja melakukannya,”
“Aku tidak ada pilihan lain agar keluargaku hidup berkecukupan,”
“Kamu menceritakan masalah hidupmu padaku meskipun malam ini adalah awal pertemuan kita. Sepertinya kamu sangat percaya padaku,”
“Masa bodoh dengan siapa aku bercerita, yang aku butuhkan saat ini adalah ada seseorang yang mau mendengarkanku. Aku butuh sosok itu dalam hidupku,” ujar Vera. Dari makna pernyataan Vera, sepertinya memang Vera memiliki beban hidup yang berat. Setelah mamanya meninggal, Vera seakan menjadi pendengar keluh kesah keluarganya namun orang lain tidak ingin menjadi pendengar hidup Vera. Vera merasa semua orang tutup telinga untuk Vera.
“Saranku saat ini adalah kamu harus bertaubat,”
“Perkataan kamu memang benar dan sepertinya kamu memang cocok menjadi penceramah. Aku bahkan tidak percaya orang sebaik kamu bisa berada di tempat seperti ini,” sambung Vera tersenyum dan kembali meneguk segelas alkohol.
“Ohh shit mengapa aku jadi ceramah di depannya,” batin Doni membenarkan perkataan Vera.
“Keluargamu pasti tidak akan rela melihat kamu seperti ini. Aku yakin mereka akan lebih menerima hidup sederhana dari pada melihat kamu menjadi wanita murahan!” ucap Doni menohok sambil memasukkan obat bius dalam gelas Vera. Doni memberikan obat itu ketika Vera sedang memandang Doni. Tangan cekatan Doni tidak dapat di ketahui oleh Vera.
Dan tidak lama pun Vera kembali meneguk habis minumannya dan tidak sadar jika sebelumnya minuman yang ada di gelasnya sudah d beri obat bius dan alcohol lagi oleh Doni.
“Jika aku bertobat apakah hidupku akan beruntung?” kesadaran Vera mulai hilang. Ucapan Vera terdengar terbata-bata dengan menahan matanya yang akan tertutup.
“Awal bertobat pasti kamu akan menjalani kehidupan yang berat namun jika kamu mampu melewatnya tentu Tuhan akan kasihan padamu,” entah nasehat Doni bisa di dengar oleh Vera atau tidak karena Vera sudah tidak sadarkan diri.
Dengan gerakan sigap, Doni mengangkat dan menggendong Vera untuk keluar dari bar itu. Doni memasukkan Vera kedalam mobilnya dengan di bantu oleh orang suruhan Doni. Setelah Vera berada di dalam mobilnya, Doni menghidupkan mobilnya lalu menginjakkan gas dan siap mengantarkan Vera ke tempat ia tuju.
Tiba di sebuah hotel, Doni kembali menggendong Vera menuju kamar yang telah ia pesan. Pihak hotel yang sudah paham dan terbiasa dengan tamu datang dalam keadaan mabuk, langsung mengantarkan Doni ke kamarnya.
Setibanya di kamar Doni langsung menggeletakkan badan Vera ke ranjang empuk hotel bintang lima itu. Setelahnya Doni mengistirahatkan badannya sejenak karena dia merasa lelah menggendong Vera.
“Ck, semoga saja wanita ini benar-benar bertobat. Wanita baik yang di paksa menjadi jahat, lucu sekali,” lirih Doni sambil memandang Vera yang tertidur lelap karena pengaruh obat bius. Cukup lama Doni memandang Vera kala itu, Doni merasa kasian namun di sisi lain dia juga mengumpat Vera sebagai wanita bodoh. Pria tampan bertubuh atletis itu merasa manusia lebih jahat dan mengerikan di bandingkan setan.
Doni yang tidak ingin berlama-lama di ruangan yang sama dengan Vera akhirnya melaksanakan perintah dari Kaia. Doni melepaskan bajunya lalu mengambil ponselnya yang berada di saku. Kemudian Doni menghampiri Vera lalu menyelimuti badannya dengan selimut. Doni menyelimuti Vera sampai di dadanya, kebetulan Vera mengenakan dress seperti kemben sehingga Doni tidak perlu membuka bajunya.
Setelah semuanya sudah siap, Doni tidur di samping Vera dan memposisikan dirinya di peluk oleh Vera. Doni mengarahkan kamera ponselnya untuk memotret dirinya bersama Vera. Beberapa adegan Doni lakukan saat itu agar terkesan natural dan alami. Doni sengaja tidak memamerkan wajah tampannya ketika foto bersama Vera agar identitasnya tidak di ketahui oleh Rafa. Namun dalam foto itu terlihat jelas jika Vera sedang bersama dengan seorang pria.
Tidak lupa Doni juga merekam sedang membelai pipi Vera dan mengatakan kata-kata yang romantis. Setelah di rasa cukup, Doni segera bangkit dari tempat tidur dan kembali memakai bajunya.
Dengan segera Doni membuka salah satu aplikasi chat dan mencari nama bosnya untuk mengirim hasil pekerjaannya yang menurut Doni sangat sempurna. Doni tersenyum senang ketika melihat balasan chat dari bosnya Kaia yang mengatakan akan memberikan bonus itunya. Bekerja sama dengan Kaia selalu menyenangkan.

Komentar Buku (290)

  • avatar
    HapsariFreyda

    suka sama jalan cerita ny, cerita yg bikin greget. good job👍

    25/07/2022

      0
  • avatar
    Ganenda

    Gila novelnya seru bngt. Alur ceritanya bagus, bikin greget. Utk author update novelnya jngn lama2, gue nungguin. Lanjutin!

    07/05/2022

      2
  • avatar
    Tabis Dmp

    mantap pokoknya ceritanya

    25/06

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru